21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 63


__ADS_3

Setelah sampai , Mr Ze langsung membuka pintu aparteman milik Rico . Bau alkohol langsung menyeruak masuk ke indra penciuman Mr Ze dan Jefry . Mereka melihat Rico sudah terkapar di atas sofa di ruang tamu .


"Ze ! Rico kenapa ? , Semenjak kapan dia suka minum ?" tanya Jefry . Mendekati Rico yang terlihat mabuk berat dengan muka babakbelur .


"Ric ! kamu kenapa Ric ? , siapa yang memukulimu ?, kenapa kamu seperti ini ?" tanya Jefry , mengguncang lengan Rico .


Rico membuka sedikit matanya yang terasa berat karna ngantuk dan pengaruh alkohol . Kemudian Rico berusaha duduk, tapi ia sudah tidak mampu . Air matanya pun mengalir , Rico menagis dengan mata tepejam .


"Tidak ada yang menerimaku di Dunia ini !, semua menolak kehadiranku !. Aku sangat mencintainya tapi dia terus menolakku !. Apa aku sangat buruk sekali ?, kenapa orang orang yang kusayangi menolakku. Kenapa Dunia ini menolak kehadiranku ?, Daddy ! Mama ! . Salma aku sangat mencintaimu !, kenapa kamu tidak mau menerimaku ?. Salma ! aku sangat mencintaimu Salma !. Jangan menolakku Salma !" rancaunya menangis .


Jefry mengerutkan keningnya , kemudian mengalihkan tatapannya kepada Mr Ze ."Apa yang terjadi ?" tanyanya .


Mr Ze menghembuskan napasnya kasar , menyugar rambutnya kebelakang dengan kedua tangannya . Kepalanya pusing memikirkan masalah yang datang bertubi tubi , belum lagi ia harus memikirkan perusahaannya yang terancam bangkrut . Ini ia harus ikut memikirkan masalah yang di perbuat sahabatnya . Mr Ze juga ingin rasanya meminum minuman yang dapat membius otak itu juga saat ini . Ia juga ingin mengistirahatkan otaknya untuk berpikir .


Mr Ze mendudukkan tubuhnya di sofa yang berseberangan dengan Rico yang terbujur di sofa panjang . Kemudian menceritakan kejadian di rumahnya , apa yang sudah di perbuat Rico kepada Salma .


Jefry berdecak mendengar cerita Mr Ze ." Kenapa dia begitu bodoh ?, kalau dia ingin merasakan bersenang senang, kenapa dia tidak menyewa wanita penghibur saja ? . Dari pada dia menjebak diri sendiri ke dalam masalah !". tanya Jefry .


"Dia terlalu terobsesi ingin memiliki Salma !" jawab Mr Ze .


"Bagaimana kalau Salma memenjarakannya ?"tanya Jefry .


"Resiko dia !" jawab Mr Ze . Bagaimana lagi , berani berbuat berarti siap menanggung resiko .


Mendengar rancauan Rico, Mr Ze sangat paham dengan perasaan sahabatnya itu . Mr Ze berpikir, sepertinya trauma di telantarkan kedua orang tuanya dan mendapat bullyan waktu sekolah dulu , teman satu kelas mereka seperti menolak kehadirannya , masih membekas di hati Rico. sehingga ia merasa kehadiran dirinya tidak di terima di Dunia ini , karna lagi lagi ia mendapat penolakan dari orang yang diharapkannya.


Mr Ze berdiri dari tempat duduknya berjalan ke arah dapur . Mengambil baskom dan handuk kecil mengisinya dengan air es , untuk mengompres luka memar bekas bogemannya di wajah Rico .


Rico memang salah , tapi melihat keadaan Rico yang kacau , Mr Ze merasa kasihan melihatnya . Apa lagi mengingat Rico yang hidup sebatang kara , tidak mungkin Mr Ze mengabaikannya , dan siapa lagi yang akan peduli kalau bukan dia sebagai sahabatnya . Apalagi mereka sudah bersahabat sangat lama, mereka sudah seperti saudara .


"Trus siapa yang membuat wajahnya seperti ini ?" tanya Jefry lagi, setelah Mr Ze kembali dari dapur .


"Saya !" jawab Mr Ze , sambil tangannya menenpelkan handuk kecil yang sudah diperasnya ke luka memar di wajah Rico.


Jefry diam, berpikir , wajar Mr Ze memukul Rico yang sudah melakukan kesalahan besar , di dalam rumahnya pula .


Rico , ia terus merancau menyebut nyebut nama Salma . Ia benar benar jatuh cinta dengan gadis berhijab yang baru berusia 18 Tahun itu . Gadis berkulit coklat, bermata indah dengan alis tebal dan rapi, berwajah tembem, memiliki bentuk bibir atas sedikit tebal dan bibir bawah memiliki sedikit belah dan lesung pipi disebelah kiri.

__ADS_1


Di kontrakan Tika, sudah hampir menjelang subuh , Salma masih terus menangis, ia tidak bisa memejamkan matanya . Begitu juga dengan Tika kakak Salma , ia juga tidak bisa tidur karna harus menjaga adiknya , dan berpikir bagaimana nasib adiknya yang sudah tidak suci lagi .


"Kakak !, bagaimana kalau Salma hamil ?" tanya Salma kepada Tika .


Tika memeluk Salma dan mengusap usap punggungnya ." Tidak apa apa !, ada kakak yang akan menemanimu !. Kamu tidak bersalah !, kamu tidak berdosa , Tuhan tau itu !" jawab Tika menenangkan adiknya .


"Bagaimana dengan Ibu ?, kalau Ibu sampai mengetahuinya ?. Kakak tau kalau Ibu ada penyakit jantung . Kalau sampai Ibu tau , Ibu bisa kaget dan jantungnya bisa kumat kak !". tanya Salma .


"Kita harus menyembunyikannya dari Ibu !" jawab Tika .


"Bagaimana kalau Ibu tiba tiba datang kesini ?" tanya Salma lagi .


"Nanti kita pikirkan , sekarang tidurlah sebentar ! sebelum masuk waktu subuh " ucap Tika , mengusap lelehan bening yang terus membasahi wajah Salma ."Kau tetaplah suci !, jangan terlalu dipikirkan lagi , semua orang memiliki takdir masing masing !. Baik buruknya , manusia harus tetap menjalaninya , Karna itu ketentuan dari Allah ." ucapnya lagi .


Salma menganggukkan kepalanya mencoba untuk tabah dan ikhlas, kemudian memejamkan matanya, mencoba untuk tidur .


Hari sudah menunjukkan jam dua belas waktu Singapur , Mr Ze baru terbangun dari tidurnya karna mendengar handphonnya terus berbunyi. Mr Ze mendudukkan tubuhnya , lalu memijit kepalanya yang terasa pusing akibat kurang tidur . Semalaman ini Mr Ze tidak bisa tidur karna memikirkan akan seperti apa nasib perusahaannya esok hari, belum lagi ia memikirkan nasib para karyawannya yang terluka parah, mungkin sebagian akan mengalami cacat . Siang ini ia juga harus mengadakan Meating dengan para penanam saham dan klian perusahaannya , untuk membahas kelanjutan perusahaannya .


Mr Ze melihat siapa yang terus menelephonnya di layar HPnya yang terus menyala ,Tertera disana Momy .


"Kamu dimana Ze ?, Acha menangis dari tadi sampai muntah muntah karna tidak melihatmu !, dia tidak mau makan sama sekali .Ia sudah menelephonmu dari tadi, kamu tidak mengangkatnya !." ucap Momy Jeni dari sebrang pulau .


Mr Ze mengusap wajahnya kasar, ia lupa dengan ngidam istrinya, harus melihat wajahnya saat bangun tidur .


"Zeyn di Singapur Mom..."


Mr Ze pun menceritakan kejadian di perusahaannya kepada Momy Jeni atas ulah Mr Along mantan suami Momynya . Mengatakan ia tidak bisa pulang sebelum masalah di perusahaannya beres .


"Lalu dimana sekarang si kepa*r*t itu ?" tanya Momy Jeni geram .


Belum sempat Mr Ze menjawab , handphon miliknya tiba tiba mati , Mr Ze pun mengacak acak rambutnya frustasi . Memikirkan Ashalina, pasti tidak mau berhenti menangis sebelum melihat wajahnya .


"Ze ! apa kamu sudah bersiap ?, kita harus segera berangkat !." ucap Jefry masuk ke dalam kamar yang di tempati Mr Ze di apartemen Rico.


"Belum ! , bagaimana keadaan Rico, apa sudah baikan ?" tanya balik Mr Ze .


"Dia masih tidur !" jawab Jefry .

__ADS_1


Mr Ze pun mencarger HPnya , kemudian turun dari atas tempat tidur berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Sampai di perusahaannya , Mr Ze langsung masuk ke dalam ruangannya , di ikuti Jefry , disana sudah ada Yudhi mempersiapkan berkas untuk Meating .


"Apa berkas untuk meating sudah beres Yud ?" tanya Mr Ze, mendudukkan tubuhnya di kursi kebanggaannya .


"Sudah !" jawab Yudhi


"Bagaimana keadaan Salma ?"tanya Mr Ze , mengurut keningnya yang terasa pening . Bagaimana gak pening , semua harus ia pikirkan , perusahaan, nasib ribuan karyawannya, sahabatnya yang kacau balau dan Salma , istrinya yang menangis trus, belum lagi para karyawannya yang terluka . Semua menumpuk jadi satu di pikirannya . Belum lagi keuangannya yang pastinya akan terkuras banyak .


"Aku gak tau !, tadi pagi saya berangkat, pintu kontrakan mereka masih tertutup rapat " jawab Yudhi .


Mr Ze menghela napasnya kasar , kemudian di ambilnya map yang diletakkan Yudhi di mejanya , lalu membuka dan membacanya .


"Jef !, kamu yang meminpin rapat !" perintahnya kepada Jefry . Kemudian memberikan map di tangannya kepada Jefry .


"Baik Ze !"


"Tok tok tok !!!"


"Masuk !" sahut Mr Ze


Seorang wanita yang cantik yang berkisar berumur 22Tahun membuka pintu ruangan Mr Ze dan melangkah masuk .


"Mr !, sepuluh menit lagi Meating akan dimulai !." ucap wanita yang menjabat sebagai sekretaris Rico itu , memberikan sedikit senyum manisnya .


Mr Ze menganggukkan kepalanya "Terimakasih !" balas Mr Ze .


"Kalau begitu saya permisi Mr !" pamit wanita berpakaian ketat itu , mengundurkan diri keluar dari ruangan Mr Ze .


.


.


.


#Adakah yang mau memberiku semangat ?.

__ADS_1


__ADS_2