
Ashalina ambruk di atas tubuh Mr Ze , merasakan tubuhnya lemah tak berdaya setelah ia mencapai puncak untuk yang kedua kali . Mr Ze menyibak rambut Ashalina yang menutupi wajahnya , kemudian mencium keningnya yang basah dengan keringat jagung , yang di hasilkan dari menunggak kuda .
"Apa kamu capek sayang ?"
Mr Ze menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua , membiarkan Ashalina tetap di atas tubuhnya .
Ashalina mengangguk lemah , napasnya masih memburu ."Lapar Kak !"
"Sebentar lagi ya !" Di dekapnya tubuh Ashalina yang lemah seperti tak bertulang itu . Memiringkan tubuhnya , memindahkan Ashalina berbaring disampingnya .
"Kakak mau ngapain ?" Ashalina merasa tubuhnya di goyang goyang .
"Kakak 'kan belum keluar sayang !"
"Aaaaa...! kenapa belalai Kakak nakal sekali ?"
Mr Ze tertawa cekikikan " bukankah kamu sangat menyukai belalai kakak yang nakal ini ?"
Ashalina sudah tidak bisa menjawab , karna suara suara laknatnya sudah terlebih dahulu mengatakan, kalau ia menyukainya .
Adegan panas membakar kalori itu pun terus berlanjut hingga kedua mahluk yang sama sama menyukai olah raga menunggang kuda itu pun sama sama menghembuskan napas kasar .
Setelah debaran jantung dan napas mereka kembali normal, Mr Ze pun membawa Ashalina ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Keluar dari kamar mandi, mereka pun melaksanakan ibadah mereka berjamaah .
Nikmat Tuhan yang mana lagi yang kau dustakan , setelah mereka meraih kenikmatan Dunia bersama sama, kenikmatam yang dapat merontokkan dosa dosa suami istri .Kini mereka sama sama meraih kenikmatan akhirat kelak .
Usai membaca do'a setelah shalat, Mr Ze pun menarik Ashalina ke atas pangkuannya , mencium kening gadis kecil yang disayanginya sejak bayi itu . Tak terasa cairan bening keluar dari sudut mata Mr Ze , ia terlalu bahagia . Mengingat begitu besar dan banyak dosa yang ia lakukan , ia tidak menyangka Tuhan memberinya kesempatan untuk bertaubat . Kembali ke jalan Tuhan , jauh membuat hatinya lebih tentram , meski tidak mudah menahan godaan , atau menghadapi cobaan dan ujian . Dengan diberikannya dia kesempatan bertaubat ,meski alasan pertamanya adalah Ashalina , Mr Ze semakin yakin Tuhan itu sangat menyayanginya .
"Kakak kenapa menagis ?" Ashalina menangkup wajah Mr Ze dengan kedua tangannya . kedua jempolnya menghapus air mata Mr Ze yang sempat mengalir.
"Kakak bahagia Cha !"
Ashalina tersenyum , kemudian di ciumnya kening Mr Ze lama . Ciuman penuh rasa cinta dan kasih sayang . Dulu kakak Zeynnya inilah yang sering menuntunnya berjalan , memegangi kedua tangannya saat Ashalina kecil mulai berlajar berjalan , menggendongnya bermain di halaman rumah . Dan sering kali Mr Ze dulu menarok Ashalina di atas pundaknya kemudian membawanya berlari lari . Mereka pun sering kali ketiduran bersama di lantai setelah capek bermain . Setiap hari mereka selalu pergi dan pulang mengaji bersama , Mr Ze sering juga mengajarinya mengaji . Tentu itu semua Ashalina tidak ingat semua , tapi Ibunya lah yang bercerita tentang sebagian memori yang tidak tersimpan di memori Ashalina . Dan siapa menduga setelah perpisahan mereka 19Tahun lamanya, mereka di pertemukan kembali , dan sekarang mereka sudah menjadi suami istri yang saling mencintai, yang pada dasarnya mereka sudah saling menyayangi sejak dulu kala . Dan sekarang Ashalina lah yang akan menuntun kakaknya yang sempat tersesat di Dunia yang panah ini .
"Acha juga bahagia !" ucap Ashalina setelah melepas ciumannya . Mr membalas mengecup bibir Ashalina .
"Cari makan di luar yuk Baby ! , Kakak pengen makan bebek bakar sama rujak ." Ashalina menganggukkan kepalanya , ia sudah paham dengan suaminya yang sering ngidam makanan , apa lagi makan rujak atau yang asem asem , Mr Ze setiap hari selalu menginginkannya . Dan mereka pun sama sama membereskan perlengkapan Shalat mereka menyimpannya ke dalam lemari .
__ADS_1
Sambil bergandengan tangan mereka pun sama sama menuruni anak tangga turun ke lantai bawah berjalan ke arah pintu .
"Kita cari rujak dulu apa makan Kak ?"tanya Ashalina setelah mereka masuk ke dalam mobil .
"Cari makan dulu , baru rujak " jawab Mr Ze .Kemudian melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah mereka .
***
Mendengar kabar kedua putrinya akan menikah , Ibu Tika dan Salma langsung datang mengunjungi mereka ke Batam . Dengan perasaan yang tidak bisa di jelaskan , ada rasa bahagia , cemas , kawatir , dan marah menjadi satu .
Ibu Tika dan Salma yang baru sampai di kontrakan mereka , langsung mencerca mereka dengan pertanyaan , terutama kepada putri bungsunya Salma .
"Salma ! kamu kenapa mendadak ingin menikah ?. umurmu masih sangat muda , kamu aja belum bekerja , bukankah tujuanmu merantau untuk bekerja cari duit ?, kenapa kamu malah cari jodoh ?. Dan siapa laki laki yang akan menikahimu itu ?, apa kamu sudah lama kamu mengenalnya ? , kamu yakin orangnya serius ?. Suruh datang kesini sekarang !, Ibu ingin melihatnya !"
Salma diam menunduk tidak bisa menjawab pertanyaan yang beruntun dari Ibunya . Salma pun melirik kakaknya , supaya kakaknya Tika yang menjawab .
"Kamu juga Tika !, Kamu sudah yakin dengan laki laki yang akan menikahimu ? . Jangan seperti kemarin , bikin Ibu malu ! .Semua keluarga sudah tau kalau kamu akan menikah , malah tiba tiba batal . untung undangan belum disebar ." cercanya lagi kepada Tika .
"Bu ! , tenang dulu Bu !, jangan bertanya seperti marah marah gitu !. Tika sama Salma malu jika di dengar tetangga ." ucap Tika kepada Ibunya .
"Orang mana calon suami kalian ?"
" Tika orang padang Bu ! , Kalau Salma orang Singapur " jawab Tika .
"Ya ampun Tika !!! , apa kamu menjual adikmu ?. Baru dua Bulan lebih dia disini kamu sudah menjualnya !!! . Kalau kamu tidak mampu memberinya makan disini kenapa kamu gak suruh dia pulang saja !!!."Tubuh Ibu Hesti melemah seketika , menangis , kecewa dengan putri sulungnya .
"Tenangkan diri Ibu , nanti jantung Ibu bisa kumat . Kakak tidak menjualku Bu !, aku sendiri yang memutuskan untuk menikah dengan pria pilihanku Bu !." ucap Salma lembut kepada Ibunya .
"Kenapa kamu begitu yakin akan menikah dengan pria yang baru kamu kenal nak ? . Menikah itu bukan perkara yang mudah , Harus siap lahir dan batin ." Tanya Bu Hesti . Salma tidak menjawab , ia menundukkan kepalanya .
"Bu Laki laki yang akan menikahi Salma itu adalah saudara dari suami sahabatku Bu !" Tika yang menjawab .
"Dan kamu ?"
"Sepupu dari sahabatku tempat Salma bekerja jadi art kemarin Bu !" jawab Tika menunduk .
"Kalian suruh kedua laki laki itu menemui Ibu !"
__ADS_1
"Iya Bu ! , nanti jam enam sore mereka baru sampai disini Bu !"jawab Tika pelan .
Jam enam sore kurang lima belas menit sepuluh detik , Dua mobil mewah milik keluarga El Mahfudz berhenti di depan kontrakan Tika dan Salma . Turunlah gadis cantik mendadak milliader terlebih dahulu , menapakkan kakinya berjalan ke arah kontrakannya dulu , dengan highheel warna merahnya .
"Tok tok tok !!!"
"Tika ! Salma !" panggil Ashalina sambil tangannya mengetuk pintu .
Pintu pun di buka dari dalam " Asha !"
Ashalina mengembangkan senyumnya , tanpa disuruh masuk , ia langsung masuk setelah melepas sendal mahalnya dari kakinya .
"Assalamu alaikum Bu ! , Aku Ashalina sahabat Tika " Ashalina menyalim Ibu dari sahabatnya itu .
"Walaikum salam !" balas Ibu Hesti ramah .
Kemudian datanglah menyusul Yudhi dan Rico , sebagai calon mantu , menyalam tangan Ibu Hesti .
"Saya Yudhi Bu !, calon mantu Ibu dari Tika" ucap Yudhi memperkenalkan diri .
"Saya Rico Bu !, calon menantu Ibu juga !" sambung Rico .
"Emang Ibu sudah ada bilang kalau Ibu merestui kalian ?, sampai kalian mengaku sebagai calon menantu !" telak Ibu Hesti . Membuat kedua laki laki berbeda kebangsaan itu terdiam .
Mr Ze yang berada diluar rumah sudah tertawa terbahak bahak , mendengar ucapan Ibu dari tika dan Salma membuat kedua bawahannya itu tidak berkutik .
" Zeyn ! kamu itu , suka sekali menertawakan orang , gak ada bebrobahnya !. Ini lagi moment serius malah kamu tertawa tawa" kesal Momy Jeni melihat tingkah anak semata wayangnya itu tidak berobah dari kecil . Kemudian masuk ke dalam kontrakan yang sudah padat dengan orang .
"Assalamu alaikum Bu !, Saya Ibu Jeni . Ini menantu saya Ashalina , dan pria bule ini anak angkat saya, dan cowok yang berkulit coklat itu sepupu dari Ashalina , dan yang di luar anak saya ." Momy jeni memperkenalkan rombongannya .
"Saya Ibu Hesti , orang tua dari Tika dan Salma." balas Ibu Salma . Tika dan Salma sudah sama sama duduk menunduk .
.
.
.
__ADS_1
# Masih adakah yang menunggu cerita ini lanjut ? .