21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 07


__ADS_3

" Tolong lepas tangan saya Mr ! ." pinta Ashalina lagi berusaha menarik tangannya .


" Ayolah cantik ! , temani saya sebentar ." ucap pria itu , tidak ingin melepas tangan Ashalina .


Ashalina menggelengkan kepalanya " Saya harus pergi Mr ! ."


" Saya tau kau bekerja ilegal disini ! , saya bisa melaporkanmu , ayok ikut saya kalau kau ingin aman ." ditariknya tangan Ashalina agar berjalan mengikutinya .


" Tidak Mr ! ." Ashalina terus berusaha melepaskan diri dari cengkraman pria tua itu .


" Ikut saya !!." gertak pria itu


" Aakkhh..!!!! ."


Tiba tiba pria tua itu menjerit kesakitan , lalu mengibas ibaskan sebelah tangannya yang terasa sakit akibat terkena gigitan siluman wanita cantik .


" Mau lari kemana kau !!? , kau tidak akan bisa lolos begitu saja !!." teriak pria tua itu sambil berusaha mengejar Ashalina yang sudah berlari jauh .


" Hah ! hah !hah... !!! ."Napas Ashalina memburu , membungkukkan badannya sambil memegangi dadanya bersembunyi dibalik bunga yang berada disekitar taman .


Setelah ia menggigit kuat tangan pria tua itu sampai tangannya terlepas , Ashalina langsung berlari kencang .


" Selamat selamat selamat !!! ." batin Ashalina , melap keringat yang sudah bercucuran dikeningnya .


" Dimana kau Cantik..!, saya tau kau bersembunyi di sekitar sini ! ."


Buru buru Ashalina langsung berlari masuk ke dalam gedung apartemen mendengar suara pria tua itu datang mencarinya . "jangan sampai pria tua itu menangkapnya , bisa gawat ." batin Ashalina , Tiba tiba...


" Brukk !!! ."


Ashalina terjatuh karna menginjak lantai basah yang baru dipel , karna sangking buru burunya Ashalina berlari tidak melihat jalan .


" Aw..!! pantatku..! ." ringis Ashalina , berusaha berdiri sambil memegangi pantatnya .


" Kalau berjalan tengok tengoklah ! ." tegur keliling servis yang lagi ngepel lantai di depan lif .


" Sory pak cik ! , saya sangat buru buru ." balas Ashalina , kemudian langsung berjalan masuk kedalam lif . sungguh sial nasibnya sore ini ," ternyata disini banyak pemburu kelamin ." batin Ashalina .


" Mr Ze ! ." Ashalina kaget melihat Mr Ze berada di dalam lif yang dimasukinya bersama seorang wanita yang berpakaian seksi .


" Bagaimana rasanya dikejar kejar sama pria usang , Hahaha..!!!! ." Mr Ze pun tertawa terbahak didalam Lif , melihat penampilan Ashalina yang terlihat berantakan , bahkan sampai ada dedaunan yang nyangkut dirambut Ashalina .

__ADS_1


Tadi Mr Ze sempat melihat Ashalina berlari kencang dikejar sama pria yang terlihat rambutnya sudah memutih semua . Tanpa ada niatan membantu , Mr Ze terus memperhatikan Ashalina yang terus berlari dan juga bersembunyi dibalik bunga yang ada di taman , sampai Ashalina berlari lagi dan terjatuh di depan lif . " Sungguh lucu dan mengemaskan " Batin Mr Ze , tersenyum melihatnya .


" Siapa dia Mr Ze ? ." tanya wanita itu


" Art di apartemen . " jawab Mr Ze , masih dengan tawanya .


Ashalina hanya diam saja , ia sangat malu ditertawakan majikan bajingan dan menyebalkannya itu sambil merapikan rambutnya yang berantakan .


Sampai di dalam Apartemen , Mr Ze langsung membawa wanitanya masuk kedalam kamar miliknya .


" Baguslah , Mr Ze tidak lagi melakukannya di sofa ruang tamu , semoga saja dia tidak memintaku jadi wanita penghiburnya lagi ." Batin Ashalina , ia juga berjalan masuk kedalam kamarnya . " terpaksa aku harus mandi lagi ." gumam Ashalina , karna badannya yang terasa lengket karna keringat berlari lari dikejar sama si brondong lansia .


Di dalam kamar Mr Ze , ia menghentikan kegiatan pemanasan yang dilakukan wanita bayarannya itu . Mendadak Mr Ze tidak selera dengan wanitanya itu . Wajah Ashalina terus membayanginya , pancaran mata yang seperti tidak asing baginya itu , terus mengganggu pikirannya . " Siapa sebenarnya gadis itu ? ." batin Mr Ze


" Pergilah ! , ." Mr Ze mengibaskan tangannya .


" Tapi Mr ! ." ucap wanita itu .


Mr Ze bangun dari tempat tidurnya memakai kembali bajunya yang sempat dibuka wanita itu , kemudian mengambil uang dari dalam laci meja nakas disampingnya . " Ini bayaran mu ! pergilah !." ucap Mr Ze lagi , kembali membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan posisi terlentang dan meletakkan kedua telapak tangannya dibawah kepala , kemudian memejamkan matanya .


" Trimakasih Mr Ze ." balas wanita bayaran itu dengan senang hati . tanpa harus bekerja keras ia sudah mendapatkan uang . dan malam ini ia juga bisa mencari mangsa baru .setelah merapikan pakaiannya , wanita itu pun keluar dari dalam kamar Mr Ze, berjala n ke arah pintu keluar .


karna sudah lapar , Ashalina pun keluar dari dalam kamarnya setelah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya .


" Brukk !!! ."


" Aw..! ".


Ringis Ashalina dengan wanita yang baru keluar dari kamar Me Ze .


" Kalau jalan lihat lihat dong..! ." ucap wanita itu sambil memijit kakinya yang terasa sakit .


" Kak ! , kamu orang indonesia juga ?." tanya Ashalina , ia sudah tidak mempedulikan rasa sakit di pantatnya akibat terjatuh dua kali . wajahnya seketika berbinar , Ashalina berpikir ia bisa minta tolong kepada wanita itu untuk membawanya keluar dari sandraan MrZe .


" Iya ! ." jawab wanita itu .


" Kak tolong aku kak ! , tolong bawa aku dari sini ! ." mohon Ashalina memegang lengan wanita itu


" Tidak Bisa ! ." tiba tiba suara Mr Ze mengagetkan Ashalina dan wanita bayaran itu .


" Aku harus pergi ." wanita itu pun melepas tangan Ashalin dan langsung berdiri ,buru buru keluar dari dalam apartemen Mr Ze . Ia tidak mau ikut terkena masalah di negara yang sudah menjadi lumbung duitnya itu .

__ADS_1


" Mr Ze ! , aku mohon..! kembalikan pasporku , biarkan aku pergi ." mohon Ashalina lagi mengiba .


Mr Ze tidak menjawab , ia langsung kembali masuk kedalam kamarnya .


Ashalina menghela napasnya , kemudian berdiri dan berjalan ke arah dapur untuk memasak makanan untuknya .


Selesai Ashalina memasak makan malam untuknya , ia pun langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi beserta lauk pauk yang sudah dimasaknya .


" Siapkan aku makanan yang sudah kau masak , bawa ke meja makan "


Suara itu mengagetkan Ashalina , hampir saja piring yang berisi nasi di tangannya tumpah .


" Tapi Mr ! , lauknya hanya tumis kangkung tempe sama petai . " ucap Ashalina


" Siapkan ! ."


kemudian Mr Ze berjalan ke arah meja makan dan langsung mendudukkan tubuhnya menunggu Ashalina menyajikan makanan sederhana yang sudah mengganggu penciumannya , membuat perutnya lapar ingin makan .


Ashalina pun segera menyiapkan tumis kangkung yang dimasaknya beserta nasi dan membawanya ke meja makan .


Setelah selesai menyiapkan peralatan makan untuk majikannya , Ashalina pun kembali ke dapur .


" Temani saya makan ! ." ucap Me Ze seperti perintah


" Baik Mr ! ." balas Ashalina tak ingin membantah , karna menurutnya percuma .


Mr Ze pun memakan masakan Ashalina dengan lahap , menurutnya masakan Ashalina sangat enak walaupun hanya masakan seadanya , entah kenapa Mr Ze sangat menyukai masakan Ashalina .


Ashalina makan sambil sesekali melirik Mr Ze makan dengan lahap ." Mr Ze sebenarnya ganteng , ganteng banget malah , dia mirip opa opa korea , tapi kelakuannya sangat tidak berprikewanitaan . batin Ashalina


" Ada apa..! kenapa terus melirikku ?." tanya Mr Ze sudah selesai menghabiskan makanannya .


" Ti..tidak ada Mr ! ." jawab Ashalina gugup , kemudian mempercepat makannya .


" Jadilah wanitaku , kau tidak perlu bekerja sebagai art lagi , aku akan membutuhi kebutuhanmu selama kau mau jadi wanitaku ." ucap Mr Ze , membuat Ashalina menghentikan kunyahannya menatap Mr Ze yang juga menatapnya .


" Mata ini ? , kenapa aku rasa aku begitu mengenali tatapan mata ini ? ." Batin Mr Ze , terus menatap kedua bola mata Ashalina yang menurutnya tidak asing .


"Aku tidak mau ! ." jawab Ashalina


" kenapa ? ."

__ADS_1


" Agamaku melarangku berhubungan dengan laki laki yang bukan suamiku ." jawab Ashalina


Mr Ze mengerutkan keningnya , " Agama ! ." ucapnya , bahkan ia sendiri lupa apa Agamanya .


__ADS_2