
" Tolong lepas tangan saya Mr ! ." pinta Ashalina lagi berusaha menarik tangannya .
" Ayolah cantik ! , temani saya sebentar ." ucap pria itu , tidak ingin melepas tangan Ashalina .
Ashalina menggelengkan kepalanya " Saya harus pergi Mr ! ."
" Saya tau kau bekerja ilegal disini ! , saya bisa melaporkanmu , ayok ikut saya kalau kau ingin aman ." ditariknya tangan Ashalina agar berjalan mengikutinya .
" Tidak Mr ! ." Ashalina terus berusaha melepaskan diri dari cengkraman pria tua itu .
" Ikut saya !!." gertak pria itu
" Aakkhh..!!!! ."
Tiba tiba pria tua itu menjerit kesakitan , lalu mengibas ibaskan sebelah tangannya yang terasa sakit akibat terkena gigitan siluman wanita cantik .
" Mau lari kemana kau !!? , kau tidak akan bisa lolos begitu saja !!." teriak pria tua itu sambil berusaha mengejar Ashalina yang sudah berlari jauh .
" Hah ! hah !hah... !!! ."Napas Ashalina memburu , membungkukkan badannya sambil memegangi dadanya bersembunyi dibalik bunga yang berada disekitar taman .
Setelah ia menggigit kuat tangan pria tua itu sampai tangannya terlepas , Ashalina langsung berlari kencang .
" Selamat selamat selamat !!! ." batin Ashalina , melap keringat yang sudah bercucuran dikeningnya .
" Dimana kau Cantik..!, saya tau kau bersembunyi di sekitar sini ! ."
Buru buru Ashalina langsung berlari masuk ke dalam gedung apartemen mendengar suara pria tua itu datang mencarinya . "jangan sampai pria tua itu menangkapnya , bisa gawat ." batin Ashalina , Tiba tiba...
" Brukk !!! ."
Ashalina terjatuh karna menginjak lantai basah yang baru dipel , karna sangking buru burunya Ashalina berlari tidak melihat jalan .
" Aw..!! pantatku..! ." ringis Ashalina , berusaha berdiri sambil memegangi pantatnya .
" Kalau berjalan tengok tengoklah ! ." tegur keliling servis yang lagi ngepel lantai di depan lif .
" Sory pak cik ! , saya sangat buru buru ." balas Ashalina , kemudian langsung berjalan masuk kedalam lif . sungguh sial nasibnya sore ini ," ternyata disini banyak pemburu kelamin ." batin Ashalina .
" Mr Ze ! ." Ashalina kaget melihat Mr Ze berada di dalam lif yang dimasukinya bersama seorang wanita yang berpakaian seksi .
" Bagaimana rasanya dikejar kejar sama pria usang , Hahaha..!!!! ." Mr Ze pun tertawa terbahak didalam Lif , melihat penampilan Ashalina yang terlihat berantakan , bahkan sampai ada dedaunan yang nyangkut dirambut Ashalina .
__ADS_1
Tadi Mr Ze sempat melihat Ashalina berlari kencang dikejar sama pria yang terlihat rambutnya sudah memutih semua . Tanpa ada niatan membantu , Mr Ze terus memperhatikan Ashalina yang terus berlari dan juga bersembunyi dibalik bunga yang ada di taman , sampai Ashalina berlari lagi dan terjatuh di depan lif . " Sungguh lucu dan mengemaskan " Batin Mr Ze , tersenyum melihatnya .
" Siapa dia Mr Ze ? ." tanya wanita itu
" Art di apartemen . " jawab Mr Ze , masih dengan tawanya .
Ashalina hanya diam saja , ia sangat malu ditertawakan majikan bajingan dan menyebalkannya itu sambil merapikan rambutnya yang berantakan .
Sampai di dalam Apartemen , Mr Ze langsung membawa wanitanya masuk kedalam kamar miliknya .
" Baguslah , Mr Ze tidak lagi melakukannya di sofa ruang tamu , semoga saja dia tidak memintaku jadi wanita penghiburnya lagi ." Batin Ashalina , ia juga berjalan masuk kedalam kamarnya . " terpaksa aku harus mandi lagi ." gumam Ashalina , karna badannya yang terasa lengket karna keringat berlari lari dikejar sama si brondong lansia .
Di dalam kamar Mr Ze , ia menghentikan kegiatan pemanasan yang dilakukan wanita bayarannya itu . Mendadak Mr Ze tidak selera dengan wanitanya itu . Wajah Ashalina terus membayanginya , pancaran mata yang seperti tidak asing baginya itu , terus mengganggu pikirannya . " Siapa sebenarnya gadis itu ? ." batin Mr Ze
" Pergilah ! , ." Mr Ze mengibaskan tangannya .
" Tapi Mr ! ." ucap wanita itu .
Mr Ze bangun dari tempat tidurnya memakai kembali bajunya yang sempat dibuka wanita itu , kemudian mengambil uang dari dalam laci meja nakas disampingnya . " Ini bayaran mu ! pergilah !." ucap Mr Ze lagi , kembali membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan posisi terlentang dan meletakkan kedua telapak tangannya dibawah kepala , kemudian memejamkan matanya .
" Trimakasih Mr Ze ." balas wanita bayaran itu dengan senang hati . tanpa harus bekerja keras ia sudah mendapatkan uang . dan malam ini ia juga bisa mencari mangsa baru .setelah merapikan pakaiannya , wanita itu pun keluar dari dalam kamar Mr Ze, berjala n ke arah pintu keluar .
karna sudah lapar , Ashalina pun keluar dari dalam kamarnya setelah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya .
" Brukk !!! ."
" Aw..! ".
Ringis Ashalina dengan wanita yang baru keluar dari kamar Me Ze .
" Kalau jalan lihat lihat dong..! ." ucap wanita itu sambil memijit kakinya yang terasa sakit .
" Kak ! , kamu orang indonesia juga ?." tanya Ashalina , ia sudah tidak mempedulikan rasa sakit di pantatnya akibat terjatuh dua kali . wajahnya seketika berbinar , Ashalina berpikir ia bisa minta tolong kepada wanita itu untuk membawanya keluar dari sandraan MrZe .
" Iya ! ." jawab wanita itu .
" Kak tolong aku kak ! , tolong bawa aku dari sini ! ." mohon Ashalina memegang lengan wanita itu
" Tidak Bisa ! ." tiba tiba suara Mr Ze mengagetkan Ashalina dan wanita bayaran itu .
" Aku harus pergi ." wanita itu pun melepas tangan Ashalin dan langsung berdiri ,buru buru keluar dari dalam apartemen Mr Ze . Ia tidak mau ikut terkena masalah di negara yang sudah menjadi lumbung duitnya itu .
__ADS_1
" Mr Ze ! , aku mohon..! kembalikan pasporku , biarkan aku pergi ." mohon Ashalina lagi mengiba .
Mr Ze tidak menjawab , ia langsung kembali masuk kedalam kamarnya .
Ashalina menghela napasnya , kemudian berdiri dan berjalan ke arah dapur untuk memasak makanan untuknya .
Selesai Ashalina memasak makan malam untuknya , ia pun langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi beserta lauk pauk yang sudah dimasaknya .
" Siapkan aku makanan yang sudah kau masak , bawa ke meja makan "
Suara itu mengagetkan Ashalina , hampir saja piring yang berisi nasi di tangannya tumpah .
" Tapi Mr ! , lauknya hanya tumis kangkung tempe sama petai . " ucap Ashalina
" Siapkan ! ."
kemudian Mr Ze berjalan ke arah meja makan dan langsung mendudukkan tubuhnya menunggu Ashalina menyajikan makanan sederhana yang sudah mengganggu penciumannya , membuat perutnya lapar ingin makan .
Ashalina pun segera menyiapkan tumis kangkung yang dimasaknya beserta nasi dan membawanya ke meja makan .
Setelah selesai menyiapkan peralatan makan untuk majikannya , Ashalina pun kembali ke dapur .
" Temani saya makan ! ." ucap Me Ze seperti perintah
" Baik Mr ! ." balas Ashalina tak ingin membantah , karna menurutnya percuma .
Mr Ze pun memakan masakan Ashalina dengan lahap , menurutnya masakan Ashalina sangat enak walaupun hanya masakan seadanya , entah kenapa Mr Ze sangat menyukai masakan Ashalina .
Ashalina makan sambil sesekali melirik Mr Ze makan dengan lahap ." Mr Ze sebenarnya ganteng , ganteng banget malah , dia mirip opa opa korea , tapi kelakuannya sangat tidak berprikewanitaan . batin Ashalina
" Ada apa..! kenapa terus melirikku ?." tanya Mr Ze sudah selesai menghabiskan makanannya .
" Ti..tidak ada Mr ! ." jawab Ashalina gugup , kemudian mempercepat makannya .
" Jadilah wanitaku , kau tidak perlu bekerja sebagai art lagi , aku akan membutuhi kebutuhanmu selama kau mau jadi wanitaku ." ucap Mr Ze , membuat Ashalina menghentikan kunyahannya menatap Mr Ze yang juga menatapnya .
" Mata ini ? , kenapa aku rasa aku begitu mengenali tatapan mata ini ? ." Batin Mr Ze , terus menatap kedua bola mata Ashalina yang menurutnya tidak asing .
"Aku tidak mau ! ." jawab Ashalina
" kenapa ? ."
__ADS_1
" Agamaku melarangku berhubungan dengan laki laki yang bukan suamiku ." jawab Ashalina
Mr Ze mengerutkan keningnya , " Agama ! ." ucapnya , bahkan ia sendiri lupa apa Agamanya .