21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 52


__ADS_3

" Baby ! kenapa menagis ? " tanya Mr Ze , berjalan mendekati Ashalina yang duduk di atas tempat tidur Rumah Sakit . Dan langsung memeluk Ashalina , mengusap usap punggungnya ." Kenapa menangis sayang ? Hm..! "


"Kenapa kakak pergi tidak membangunkanku ? , aku tidak melihat wajah kakak saat bangun tidur ! " jawab Ashalina menangis .


" Kakak tidak tega membangunkanmu Baby ! , kamu tidurnya pulas banget ! , jadi kakak biarkan saja kamu istirahat ! " jawab Mr Ze .


" Tapi aku ingin lihat wajah kakak saat bagun tidur ! "


" Iya Sayang ! , besok kakak akan membangunkanmu kalau kakak mau pergi ! " balas Mr Ze .


" Kakak janji ! "


" Iya sayang ! " balas Mr Ze , dihapusnya air mata Ashalina , kemudian di ciumnya kening Ashalina gadis kecil kesayangannya .


" Ze ! , kamu harus menuruti kemaun Acha ! . Dia lagi ngidam , mungkin itu bawaan bayi kalian . dia harus melihat wajahmu saat bangun tidur ! . Sudah dari tadi dia menangis tidak mau diam , makan pun dia gak mau ! " jelas Momy Jeni ,memberitahu putranya .


" Iya Momy ! " balas Mr Ze kepada sang Momy .


" Selamat siang Momy ! " Rico


" Selamat siang Momy ! " Jefry


Sapa Jefry dan Rico bergantian , menyalam tangan Momy Jeni . Mereka tadi datang barengan bersama Mr Ze .


" Selamat siang juga ! , kalian baru sampai ? " tanya Momy Jeni .


" Iya Mom ! " balas mereka bersamaan . mendudukkan tubuh mereka di sofa ruang perawatan Ashalina . Mereka datang untuk menjenguk istri sahabat mereka yang tertimpa musibah .


Tadi saat Mr Ze dalam perjalanan menuju Rumah Sakit , Jefry menelephonnya , kalau mereka sudah sampai di pelabuhan pery internasiaonal Batam Centre . Jefry menyuruhnya untuk menjemput mereka ke pelabuhan . Mr Ze pun langsung membelokkan kendaraannya ke pelabuhan untuk menjemput kedua sahabatnya itu dan membawanya ke rumah sakit .


" Sayang ! , kamu makan ya ! , kakak suapin ! , dedeknya pasti sudah lapar ! " ucap Mr Ze. mengusap perut Ashalina . Ashalina langsung menganggukkan kepalanya , karna memang ia sudah lapar .


" Kakak ! " panggil Ashalina sambil mengunyah makanan di mulutnya .


" Apa sayang ? " Di usapnya sudut bibir Ashalina yang belepotan dengan jari jempolnya .


" Pulang ! "


" Iya sayang ! , tapi kita cek kesehatan dede bayi nya dulu ya ! " ucap Mr Ze , tersenyum , sambil di usapnya kepala Ashalina . Merasa lega , melihat istrinya tidak ada kelihatan trauma atas apa yang menimpanya . Istrinya benar benar memiliki mental yang kuat , meski ia sudah hampir mati , disiksa perlahan oleh pembantu sialan itu .


Ashalina menganggukkan kepalanya dengan wajah yang berbinar . Kemudian mengusap perutnya yang masih rata . sedikit membungkukkan tubuhnya , lalu berbicara ." hai dede bayi ! , kita sudah boleh pulang ! " ucapnya kepada sang cabang bayi yang ada di dalam perutnya .

__ADS_1


Mr Ze yang duduk di bangku di depan Ashalina , mengambil tangan Ashalina dari perutnya . Kemudian mendekatkan wajahnya ke perut Ashalina , kemudian menciumnya . " Hai anak Ayah ! , apa kabar ? , sehat sehat ya di dalam ! , Ayah sudah gak sabar menunggu kehadiranmu ! " ucapnya setelah melepas ciumannya .


Ashalina semakin mengembangkan senyumnya , tangannya pun terangkat mengusap kepala Mr Ze yang berada tepat di depan perutnya .


Mr Ze mendongakkan kepalanya menatap wajah Ashalina ." Trimakasih sudah memberi kakak kebahagiaan !."


" Aku juga bahagia hidup dengan kakak ! " balas Ashalina . di bungkukkannya tubuhnya , kemudian diciumnya kening Mr Ze .


Mr Ze pun meletakkan piring bekas makan mereka yang sudah kosong di atas meja . kemudian memeluk pinggang Ashalina , menempelkan kepalanya ke perut Ashalina . Ashalina pun mengusap usap kepala Mr Ze yang bersandar di perutnya .


Dari sofa , Rico dan Jefry sama sama terdiam menyaksikan keromantisan kedua mahluk yang lupa dengan keberadaan mereka . Sedangkan Momy Jeni , ia meneteskan air matanya , terharu melihat kebahagiaan anak semata wayangnya . Ia tidak menyangka Mr Ze bisa berobah , meninggalkan keburukannya yang suka bermain dengan perempuan .


" Ehem ! ehem ! . apa kalian sudah melupakan keberadaan kami disini ? " tanya Jefry , jengah . Sudah jauh jauh mereka datang dari pulau sebrang , dari tadi Mr Ze seperti tidak menganggap mereka ada .


Mr Ze melepas pelukannya dari pinggang Ashalina , kemudian mengarahkan pandangannya ke arah sofa ." Emang kenapa ? kalau kalian di situ ? " tanya Mr Ze , tanpa merasa berdosa . membuat Jefry kesal .


" Makanya kalian menikahlah ! , biar kalian punya tempat bermanja manja ! " ujarnya , macam yang benar saja dia dimanjain istrinya . padahal Ashalina tidak pernah memanjakannya , selain memanjakan belalainya .


" Cih ! , Tak payahlah kau menasihati kami ! , kau saja pun baru menikah ! " cibir jefry .


" Kalau saya dapat cewek yang cocok , saya juga nak menikahlah ! . tapi sampai sekarang ! , saya belum ada jumpa ! " ucap Rico , pembawaannya selalu slow .


" Saya jugalah ! , tapi saya inginnya , cantik macam istri kau ! " ujar Jefry .


" Ric ! , besoklah kita balik ! , kita cari cewek dululah disini , mana tau ada ketemu yang cocok ! buat diajak nikah ! " ujar Jefry kepada Rico .


" Terserah kau saja ! " balas Rico . tidak percaya , kalau sahabatnya itu mencari cewek buat diajak nikah ! , kalau di ajak kawin , iya ! .


" Mom ! " panggil Mr Ze kepada Momy tercintanya . Momy Jeni mengarahkan tatapannya kepada Mr Ze dan Menantunya ." Ikut yuk ! , kami mau mengecek kesehatan dedek bayinya ke Dokter kandungan ! " ajak Mr Ze .


Momy Jeni mengembangkan senyumannya , menganggukkan keplanya , senang , kemudian berdiri dari sofa berjalan ke arah Mr Ze dan Ashalina ." Ayok ! , Momy juga sudah tidak sabar untuk melihat cucu Momy " ujar Momy Jeni .


" Yuk Baby ! " ajak Mr Ze lagi kepada Istrinya . Ashalina mengangguk , kemudian turun dari atas tempat tidur .


" Kalian mau kemana ? " tanya Mr Ze , melihat kedua sahabatnya berdiri dari sofa .


" Ikutlah ! " jawab Jefry . melangkahkan kakinya mengikuti Mr Ze , Ashalina , dan Momy Jeni keluar dari ruangan perawatan Ashalina .


Sampai di depan ruangan Dokter kandungan , Mr Ze langsung mengetok pintunya . mereka tidak perlu antri lagi , karna tadi Mr Ze sudah membuat janji .


" Masuk ! " sahut dari dalam .

__ADS_1


Mr Ze pun mendorong pintu ruangan Dokter kandungan di hadapannya sampai terbuka lebar , kemudian menuntun istrinya masuk . Di ikuti Momy Jeni dan kedua cunguknya .


" Selamat siang Dok ! " sapa Mr Ze


" Selamat siang juga ! , silahkan duduk ! " balas Dokter kandungan tersebut . Kemudian mengernyitkan keningnya , mengarahkan tatapannya kepada kedua laki laki yang ikut masuk bersama Mr Ze ." siapa mereka ? , kenapa ikut masuk ? "


" Mereka saudara saya Dok ! , biarkan saja mereka masuk ! " jawab Mr Ze . Dokter wanita itupun hanya tersenyum menanggapinya , kemudian mengarahkan tatapannya ke arah Ashalina dan Mr Ze yang duduk di hadapannya .


" Sudah telat datang bulan berapa hari ? " tanya Dokter kandungan itu kepada Ashalina .


Ashalina diam sebentar , berpikir , mengingat ngingat tanggal bulanannya . " emm... sepertinya baru satu hari Dok ! , seharusnya kemarin saya sudah datang Bulan , tapi samapi sekarang saya belum dapat Dok ! " jawab Ashalina .


Dokter itu tersenyum ramah , mengangguk anggukkan kepalanya ." Mari baring disana Bu ! , biar kita USG aja ! " ucapnya kepada Ashalina .


Ashalina menganggukkan kepalanya , kemudian berdiri dari tempat duduknya , di ikuti Mr Ze .


" Mari Bu ! " ucap seorang perawat yang ada di ruangan itu , kemudian membantu Ashalina berbaring di atas bad pemeriksaan . kemudian menutup tubuh bagian bawah Ashalina sampai ke perut .


Mr Ze dan Momy Jeni , sudah berdiri di samping Ashalina , di ikuti Jefry dan Rico . Mr Ze pun memegang sebelah tangan Ashalina , kemudian menciumnya .


" Apa tidak apa apa mereka disini Pak ? " tanya Dokter kandungan itu kepada Mr Ze . Dengan mengarahkan tatapannya ke arah Rico dan Jefry .


" Tidak apa apa Dok ! , mana tau setelah melihat calon bayi kami . hati mereka tergerak untuk menikah ." jawab Mr Ze , soksok an .


Seorang perawat di ruangan itu pun menyibak baju Ashalina ke atas sampai menampakkan permukaan perutnya yang masih rata . Kemudian mengoleskan jel ke perut Ashalina .


" Lihat ke layar ya pak ! , Bu ! " ucap Dokter kandungan itu . sambil tangannya menggeser geser alat USG di perut Ashalina .


Dokter kandungan itu pun menghentikan gerakan tangannya ." Lihat Pak ! Bu ! , titik hitam yang sebesar kacang hijo itu ! " ucap Dokter itu , menunjuk ke layar yang berukuran 21 inc menempel di dinding .


Mr Ze , Ashalina , Momy Jeni dan kedua cunguk yang berdiri di belakang Mr Ze langsung menajamkan netra mereka ke arah yang di tunjuk suster di ruangan itu .


" Itu photo janinnya ya ! " ucap Doter kandungan itu lagi ." Selamat ya Pak ! Bu ! " lanjutnya tersenyum .


" Baby ! , itu photo anak kita Baby ! " ucap Mr Ze , menangis terharu , kemudian menciumi seluruh wajah Ashalina . Ashalina pun tidak kalah terharu , air matanya juga ikut menetes .


Kemudian Mr Ze memeluk Momynya " Momy ! , Zeyn akan jadi Ayah Momy..! " tangis Mr Ze lagi .


" Selamat ya sayang ! " balas Momy Jeni , membalas pelukan Mr Ze , mengusap usap punggung Mr Ze dari belakang . tentu Momy Jeni juga ikut terharu , tapi dia tidak sampai menangis .


Kemudian Mr Ze berpindah memeluk kedua sahabatnya . " Ric ! Jef ! , aku akan menjadi Ayah ! , kalian berdua akan menjadi paman ! " tangisnya lagi pecah .

__ADS_1


" Selamat Ze ! , " balas Rivo dan Jefry bergantian . membalas memeluk Mr Ze . Mereka juga ikut merasakan kebahagiaan sahabat mereka .


" Selamat ya sayang ! , kamu akan menjadi ibu !" ucap Momy Jeni kepada Ashalina , kemudian mencium kening menantunya yang dulu sudah di anggapnya putrinya itu .


__ADS_2