
Kini mereka sudah berkumpul di ruang tamu, Tika dan Yudhi pun sudah datang . Rencana
mereka untuk makan malam pun tertunda karna masalah yang dibuat Rico .
"Saya tidak menyangka pikiranmu sependek itu Ric !, disini saya tidak bisa membelamu !. jika Saya membelamu itu sama saja, saya membenarkan perbuatanmu !" ujar Mr Ze kecewa terhadap sahabatnya itu .
Salma ia masih terus menangis di dalam pelukan Ashalina dan Tika .
"Aku minta maaf !" ucap Rico menunduk .
"Apa dengan permintaan maafmu itu bisa mengembalikan keadaan seperti semula ?" ucap Tika mengeraskan rahangnya . tentu ia marah melihat adiknya di sakiti .
"Kalian boleh menghukumku jika kesalahanku tidak pantas di maafkan ! . Aku mengaku salah, aku akan bertanggung jawab, aku akan menikahinya . Aku janji tidak akan menyakitinya lagi " ucap Rico berurai air mata .
" Momy kecewa sama kamu Ric !"
" Rico minta maaf Momy !, Rico khilaf ." ucap Rico dengan tatapan teduh .
"Salma aku minta maaf !, hukumlah aku ! . Aku sungguh mencintaimu Salma !, maaf karna aku tidak tau bagaimana caranya mencintai , aku ini bodoh !" ucapnya mendekati Salma , kemudian berlutut di kaki Salma .
"Kak Asha ! aku tidak ingin melihat wajahnya lagi !" ucap Salma pelan tapi masih bisa di dengar mereka semua .
" Ric ! kamu dengar itu ?, dia tidak ingin melihat wajahmu lagi " ucap Mr Ze ." Kamu tau 'kan Ric ? permusuhanku bermula dengan si tua bangka itu karna dia hampir saja merenggut kesucian Ashalina di apartemenku dulu ! . Masalah itu saja sampai sekarang belum beres, entah dimana si tua bangka itu bersembunyi , sampai sekarang belum ditemukan . Malah sekarang kamu menambah masalah !." ucap Mr Ze lagi , mengusap wajahnya kasar dengan kedua telapak tangannya .
"Salma ! maafkan aku ! , aku akan pergi jika itu keinginanmu ! . aku tidak akan mengganggumu lagi . kalau kamu ingin membawa perbuatanku ke jalur hukum, aku tidak akan lari . Ze tau alamat tempat tinggalku . Aku terima resiko dari perbuatanku !." ucap Rico , kemudian berdiri , melangkahkan kakinya keluar dari rumah Mr Ze . Niatnya malam ini juga ia akan pulang ke Singapur .
Mr Ze menyugar rambutnya ke belakang dengan kasar . Rico sahabatnya salah !, ia tidak bisa membelanya . Mr Ze pun membiarkan Rico pergi , bukan tidak peduli dengan sahabatnya itu . Untuk saat ini itu lebih baik , Mr Ze tidak mau membuat suasana menjadi keruh .
Yudhi, ia hanya diam saja , ia tidak bisa ikut campur , sebab ia hanya pacar dari Tika kakaknya Salma . Lagian Mr Ze sudah menghajarnya , ia pikir ia tidak perlu lagi mengotori tangannya untuk memberikan pelajaran kepada Rico .
"Kenapa kalian bisa tidak mendengarnya kalau si Bule itu memper**s* Salma ?" tanya Yudhi penasaran .
"Dia menutup mulutku !" jawab Salma , tangisnya pecah kembali .
__ADS_1
"Aku tidak menyangka si Bule itu tega melakukan itu . Dilihat dari tampangnya dia itu orang baik !" ucap Yudhi lagi .
Mr Ze hanya menghela napas , ia juga tidak menyangka sahabatnya itu bisa berbuat seperti itu . Mr Ze sudah mengenal Rico semenjak mereka sekolah menengah pertama ,ia sudah tau dan sangat mengenal siapa Rico .
Mr Ze ingat dulu Rico disekolah , teman satu kelas mereka serig mengucilkan Rico , dan tidak mau berteman dengannya hanya karna Rico berasal dari Panti Asuhan, dan hanya Mr Ze lah yang mau berteman dengan Rico.
Mendengar dari cerita Rico dulu saat dia masih SD, dia adalah anak terlantar . Karna semenjak perceraian orang tuanya tidak ada yang mau membawanya , kedua orang tuanya mengabaikannya . Kedua orang tuanya sibuk dengan kehidupan dan kebahagiaan masing masing . Daddy nya pulang ke Negara asalnya , sedangkan Ibunya menikah lagi entah dengan siapa, Rico tidak tau . Saat ia tinggal sendiri di apartemen milik orang tuanya , tiba tiba dia di usir , karna apartemen orang tuanya sudah di jual . Saat itu ia sempat terlunta lunta di jalanan , yang akhirnya dia di tangkap rajia keamanan dan dibawa ke Panti Asuahan , setelah ia menjelaskan kalau dia tidak mempunyai keluarga lagi .
" Salma !, apa kamu tidak bisa memaafkan perbuatan Rico ?. Bukan maksudku membelanya , berilah dia satu kesempatan . Dia sebenarnya orang yang baik.."
"Kakak !!!" apa yang kakak pikirkan ?" ucap Ashalina marah , netranya menyorot tajam ke arah Mr Ze ."Kalau dia orang baik, tidak mungkin ia tega melakukan itu !, Kalian sama saja ! , sama sama bajingan !." ucap Ashalina lagi dengan nada tinggi .
Tentu Ashalina marah, ia sangat tau berada di posisi Salma, karna ia pernah merasakannya , meski kehormatannya sempat terselamatkan .
" Baby..!, pikirkan juga nasib Salma !. biarkan Rico bertanggung jawab menikahi Salma ! , Rico sangat mencintai Salma !. Bagaimana kalau Salma sampai hamil ?."
" Aku yang akan mengurus dan menjaga Salma , aku yang akan mengurus anaknya !. Aku tidak akan membiarkannya menghadapinya sendiri . Mulai sekarang kakak tidak boleh lagi membawa teman kakak laki laki masuk ke rumah ini tanpa kecuali ." balas Ashalina .
" Baby ! kakak bertanya kepada Salma, biarkan dia yang memberi keputusan !."
"Baby..!, ini demi menjaga nama baik Salma juga !."
"Menjaga nama baik Salma atau sahabatmu itu Kak ?" Bentak Ashalina .
" Baby !, kakak bicara baik baik, kenapa kamu terus marah marah membentak kakak ?. Kakak juga bicara seperti itu karna sudah memikirkannya juga !, ini untuk kebaikan Salma !, jika Salma sampai hamil, anak itu memiliki status yang jelas jika sudah lahir." balas Mr Ze .
"Apa karna kakak tidak bisa memiliki Fais darah daging kakak sendiri ?, kakak tidak ingin sahabat kakak mengalami hal yang serupa dengan kakak ?."
" Baby !!!" bentak Mr Ze .
"Kenapa kak ?, kamu membela sahabatmu itu karna kalian sama kan ?" balas Ashalina murka ." Dulu sahabatku yang kakak perk*s* , sekarang adik sahabatku yang di perk*s* sahabat kakak !, aku menyesal menerima kakak !!!, aku menyesal menikah dengan laki laki bajingan seperti kakak !!!" pekik Ashalina .
"Ada apa ini ?, kenapa jadi kalian yang berantem ? . Apa tadi maksudnya darah daging ?" tanya Momy Jeni bingung .
__ADS_1
"Baby..!, bukan maksud kakak seperti itu !" ucap Mr Ze lemah . Kenapa jadi dia yang bersitegang dengan Ashalina . Mr Ze mengurut keningnya yang terasa pening .
"Momy punya cucu dari wanita lain Momy !, itu hasil perbuatan kak Zeyn merenggut kesucian sahabatku ." jawab Ashalina .
"Benar Ze ?, Momy pikir kamu hanya bermain dengan wanita bayaranmu!, ternyata kamu suka juga memaksa seorang gadis melayani nafsu bejatmu itu !." Momy Jeni ikut marah kepada Mr Ze.
"Momy ! Zeyn gak sengaja Momy !, saat itu Zeyn lagi mabuk Momy !" Bela Mr Ze .
"Yud !, bawa kami dari sini Yud !" ucap Ashalina , menangis , ia sangat kecewa dengan Mr Ze ,yang menurutnya membela Rico sahabatnya .
"Kamu tidak boleh pergi Baby !."
"Yud !, ayok Yud !, bawa kami dari sini !" pinta Ashalina kepada Yudhi .
"Jangan Yud !, diluar bahaya !" ucap Mr Ze .
"Bukankah di rumah ini juga berbahaya ?" sela Ashalina .
"Baby..!"
"Kak ! ayo kita pergi kak !" ajak Salma lemah . Ia tidak mau Ashalina terus berantem dengan Mr Ze karna dia .
"Salma !, kamu juga tidak boleh pergi !" ucap Mr Ze .
"Maaf Mr Ze ! , aku harus membawa adikku dari sini ! , rumah ini sudah tidak nyaman untuknya !" balas Tika menuntun Salma berjalan keluar .
Mr Ze menyandarkan tububnya di sandaran sofa sambil memejamkan matanya . Ia sangat pusing memikirkan masalah yang datang terus bergilir , masalah dari masa lalunya . Semakin ia ingin melupakannya , kenapa dosa masa lalunya itu semakin menyerangnya .
Sewaktu ia belum bertemu dengan Ashalina , hidupnya enteng enteng aja meski ia sering mabuk dan bersenang senang dengan wanita bayarannya . Kenapa sekarang setelah ia ingin memperbaiki diri , meninggalkan perbuatan haramnya ,malah masalah bertubi tubi menghampirinya sehingga membuat hidupnya tidak bisa tenang . Apa Tuhan tidak menerima taubatku ?, apa aku sudah terlalu kotor untuk menyembahnya?. Tak terasa cairan bening itu meleleh dari sudut matanya , bibir Mr Ze bergetar .
Mr Ze bangkit dari duduknya , ia pergi berjalan ke arah taman belakang rumah untuk menenangkan diri , ia ingin sendiri . Mr Ze mendudukkan tubuhnya di bangku yang ada diteras rumah . Mr Ze menangis , hatinya sakit mendengar Ashalina menyesal menerimanya ." Ayah !"
Seandainya Ayahnya berumur panjang , mungkin dia tidak sampai tersesat ke dalam jurang dosa . Tapi apakah Mr Ze harus menyesali takdir Tuhan yang mengambil Ayahnya begitu cepat ?. Mr Ze tidak menyesali itu, Mr Ze hanya menyesali dosa dosanya .
__ADS_1
Ya !, Ashalina benar , ia tidak ingi sahabatnya mengalami penyesalan yang sama dengannya, karna tidak menikahi wanita yang sudah direnggut kesuciannya, apa lagi sampai tidak bisa memiliki darah daging sendiri, rasanya sakit .Bukan itu saja yang dipikirkan Mr Ze , nasib Salma , tidak semua wanita yang sudah tidak suci lagi bernasib mujur dapat di terima laki laki lain . Mr Ze tau kalau Rico sangat mencintai Salma , hanya caranya saja yang salah untuk mendapatkan Salma . Mr Ze yakin Rico tidak akan menyakiti Salma ke depannya .