21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 20


__ADS_3

" Ze ! hati hati Ze !! bahaya Ze !!! " teriak Jefry , karna ia sudah terombang ambing di dalam mobil . Mr Ze membawa kenderaannya dengan kecepatan tinggi dan ugal ugalan . Klakson trus dibunyikan agar pengguna jalan lainnya menyingkir .


Mr Ze tidak menjawab ia hanya pokus mengendarai kenderaannya ,pikirannya sudah dipenuhi oleh Ashalina .


Sampai di peralatan apartemen , Mr Ze pun memarkirkan mobilnya sembarangan dan keluar tergesa gesa langsung berlari ke arah Lif .


Untung saja lifnya pas lagi kosong , jadi Mr Ze bisa langsug masuk . Tidak peduli dengan Jefry yang ketinggalan , Mr Ze langsung menutup pintu Lif dan menekan tombol naik .


" Ashalin !! " panggilnya setelah masuk kedalam apartemennya .


" Mr Ze !!!! tolong aku ...!!!! "


Mr Ze lansung berlari ke arah kamar Ashalina .


" Bukh !!! "


Mr Ze melayangkan tendangan ke arah pria tua yang bermain main di atas tubuh gadisnya itu . Sampai Mr Along langsung tersungkar jatuh kelantai . Mr Ze pun langsung menutupi tubuh Ashalina yang terlanjur polos dengan selimut .


" Dasar kau anak tidak tau terima kasih !!! , kalau bukan karna aku kau tidak memiliki apa apa , kau menendangku karna wanita murahan itu !!! , dia yang menggodaku !! " marah Mr Along , karna Mr Ze menendangnya .


" Dia bukan wanita murahan !! , kau tidak pernah memberi apa apa padaku !!!," sergah Mr Ze , Memang seperti itu kenyataannya .


Walaupun Momy nya menikah dengan Mr Along seorang pengusaha . tapi ia tidak makan atau hidup gratis tinggal di rumah Ayah tirinya itu . Mr Along selalu menyuruhnya datang keperusahaan setelah pulang sekolah , dengan Alasan belajar mengelola perusahaan kepada Momy nya . Tanpa sepengetahuan Momy Jeni , sering kali Mr Ze diperlakukan secara kasar saat di kantor jika ia melakukan kesalahan .


Di kantor perusahaan , Mr Ze juga tidak benar diajari mengelola perusahaan . Ia malah disuruh menjadi keliling servis oleh Mr Along . Saat itu usianya masih dua belas Tahunan , belum bisa memberontak . Jika ia tidak mau , Mr Along mengancam akan menyakiti Momy nya , mau tidak mau Mr Ze harus menurut .


Untuk biaya sekolah pun Mr Ze berpikir sendiri . Untungnya Ia pintar , IQnya di atas rata rata , ia mampu mempertahankan prestasinya sehingga ia mendapatkan bea siswa sampai sarjana S2 .


Meskipun ia sekarang menjadi Ceo di perusahaan Ayah tirinya , bukan berarti itu semata mata karna Ayah tirinya menerimanya , melainkan hanya memanfaatkan kepintarannya .


Dulu Mr Ze sempat bekerja di perusahaan lain , melihat perusahaan yang dikelola Mr Ze semakin maju , Mr Along takut perusahaannya kalah saing . Sehingga ia menyuruh Momy Jeni membujuk Mr Ze agar mau pindah ke perusahaannya . Momy Jeni yang tidak pernah mengetahui ketidak cocokan antara anaknya dengan suaminya pun mau membujuk Mr Ze .


Sempat Mr Ze menolak , tapi Momy Jeni terus membujuknya , sehingga Mr Ze tidak bisa menolaknya . Bagi Mr Ze , yang penting Ibunya senang dan baik baik saja .

__ADS_1


" Bukh !! "


Di daratkan nya lagi tinju ke wajah Ayah tirinya itu ." Jef ! seret si tua bangka ini dari sini ! " perintahnya lagi kepada asisten pribadinya itu .


" Baik Ze ! " Jefry pun langsung melaksanakan perintah bosnya itu .


" Sekarang kau ku pecat Ze !!! " teriak Mr Along karna ia sudah di seret oleh Jefry .


Tapi Mr Ze tidak menanggapinya , ia tidak peduli . Tanpa harus menjadi Ceo di perusahaan Ayah tirinya pun , ia tidak akan jatuh miskin . Tanpa sepengetahuan Ayah tiri dan Momy nya , Mr Ze sudah berhasil mendirikan perusahaannya di tempat lain , meskipun tidak sebesar perusahaan Ayah tirinya . Ia dan Jefry sahabatnya juga sudah memiliki beberapa cabang Cafee dan Restoran .


Selama ini juga ia hanya di manfaatkan Ayah tirinya untuk mengurus perusahaan . Ia hanya mendapatkan gajinya saja sebagai Ceo . Ia tidak pernah dibagi keuntungan dari perusahaan oleh Ayah tirinya . Jika bukan karna Momy nya ia juga tidak mau mengurus perusahaan si tua bangka itu .


" Baby ! " panggil Mr Ze sambil melangkahkan kakinya mendekati Ashalina di atas tempat tidur , bernapas lega karna ia masih sempat menyelamatkan kesucian Ashalina .


" Mr Ze ! aku takut..! " tangis Ashalina berhambur kepelukan Mr Ze .


" Jangan takut Baby ! , ada aku " balas Mr Ze , memeluk erat tubuh kekasihnya itu , dan mencium ujung kepala Ashalina .


" Aku ingin pulang ! , aku takut disini ! " ucap Ashalina diselah selah tangisnya .


" Ze ! , Apa Ashalin baik baik saja ? " tanya Jefry , sudah kembali membuang Manusia bau tanah itu ke penangkaran buaya .


" Dia baik baik saja ! " jawab Mr Ze .


" Syukur lah " balas Jefry ikut lega .


Meskipun Jefry masih satu spesies dengan Mr Ze , sama sama predator pemangsa wanita . Tapi mereka tidak pernah berlaku kasar dengan wanita , dan memaksa wanita melayani mereka , apalagi sampai berniat memperkosa . mereka masih punya hati jika untuk berlaku kasar kepada seorang wanita .


Mereka adalah pria pria yang tidak percaya dengan penikahan , tapi butuh wanita untuk menyalurkan kebutuhan biologis mereka , sehingga mereka mencari wanita bayaran untuk menyalurkannya .


Dan Mr Ze adalah orang yang beruntung bertemu dengan Ashalina , gadis cantik dan polos yang mampu merobah arah haluan hidupnya . Meskipun masih jauh dari kata baik , setidaknya hati Mr Ze sudah tergerak untuk meluruskan jalan hidupnya .


Setelah Ashalina mulai tenang , Mr ze pun membawa Ashalina ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh Ashalina .

__ADS_1


" Bersihkan tubuhmu Baby ! , aku akan tunggu di luar " ucap Mr Ze , menurunkan Ashalina dari gendongannya . Ashalina pun menganggukkan kepalanya lemah , kemudian Mr Ze melangkah keluar dari dalam kamar mandi .


Di dalam kamar mandi Ashalina kembali menangis di bawah Shower yang mengguyurnya sambil menggosok gosok badannya kasar . ia merasa jijik dengan tubuhnya sendiri karna sentuhan pria tua yang sudah menjamah tubuhnya itu .


" Aku sudah kotor ! aku sudah kotor ! aku sudah kotor ! " ucapnya menggaruk garuk tangan dan lehernya .


" Baby ! kamu kenapa Baby ? " sahut Mr Ze dari luar kamar mandi mendengar Ashalina menangis sambil berbicara .


" Aku sudah kotor...!!! " teriak Ashalina frustasi menjatuhkan tubuhnya kelantai .


" Baby ! " Mr Ze langsung masuk , mematikan shower yang mengguyur Ashalina , kemudian membalut Ashalina dengan handuk lalu membawanya keluar kamar mandi .


" Aku kotor ! , aku sudah kotor ! " tangis Ashalina pilu .


" Tidak Baby ! , kamu tidak kotor ! " ungkap Mr Ze .


Di dudukkannya Ashalina di pinggir tempat tidur , lalu di ambilnya selimut baru untuk menutupi tubuh Ashalina . Kemudian menagambil handuk kecil , untuk mengeringkan rambut panjang Ashalina .


" Pakailah pakaianmu , aku akan keluar " ucap Mr Ze setelah selesai mengeringkan rambut Ashalina dan langsung melangkahkan kakinya keluar kamar Ashalina .


Sesikit sedikit Mr Ze sudah mulai memahami wanita , memahami mana yang seharusnya mana yang tidak seharusnya . Karna diselah selah pekerjaannya , ia diam diam sering membuka pelajaran tentang agama melalui internet di laptopnya .


Setelah Ashalina selesai memakai pakaiannya , Ashalina pun kembali mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur . Air matanya luruh kembali , ia sangat bersyukur Mr Ze datang menolongnya sebelum terlambat . Ashalina tidak bisa membayangkan jika sampai kesuciannya terenggut . Bagaimana kalau sampai ia hamil ? seperti apa ia akan menjalani hidup ? , apa kata orang orang nanti ? , pastinya orang orang akan mengucilkannya .


" Baby ! sudah siap ? " tanya Mr Ze sambil mengetuk pintu kamar Ashalina . Ashalina pun menghapus air matanya tapi tidak menjawab .


Mr Ze pun membuka pintu kamar di depannya itu ," Sayang ! " panggilnya sambil mendekati Ashalina .


" yok makan Baby ! " ajak Mr Ze , Ashalina menggelengkan kepalanya , ia tidak selera makan lagi .


" Kamu harus makan Baby ! " langsung diangkat tubuh Ashalina membawanya keluar kamar lalu mendudukkannya di sofa ruang tamu . kemudian memaksa Ashalina agar mau makan .


" Kamu harus makan Baby ! " bujuk Mr Ze lembut , menyuapkan nasi ke mulut Ashalina supaya Ashalina membuka mulutnya .

__ADS_1


perlahan Ashalina mengarahkan netranya menatap wajah Mr Ze , kemudian membuka mulutnya menerima suapan dari Mr Ze . Mr Ze langsung mengembangkan senyumnya sambil di usapnya ujung kepala Ashalina .


__ADS_2