
" Ze ! hati hati Ze !! bahaya Ze !!! " teriak Jefry , karna ia sudah terombang ambing di dalam mobil . Mr Ze membawa kenderaannya dengan kecepatan tinggi dan ugal ugalan . Klakson trus dibunyikan agar pengguna jalan lainnya menyingkir .
Mr Ze tidak menjawab ia hanya pokus mengendarai kenderaannya ,pikirannya sudah dipenuhi oleh Ashalina .
Sampai di peralatan apartemen , Mr Ze pun memarkirkan mobilnya sembarangan dan keluar tergesa gesa langsung berlari ke arah Lif .
Untung saja lifnya pas lagi kosong , jadi Mr Ze bisa langsug masuk . Tidak peduli dengan Jefry yang ketinggalan , Mr Ze langsung menutup pintu Lif dan menekan tombol naik .
" Ashalin !! " panggilnya setelah masuk kedalam apartemennya .
" Mr Ze !!!! tolong aku ...!!!! "
Mr Ze lansung berlari ke arah kamar Ashalina .
" Bukh !!! "
Mr Ze melayangkan tendangan ke arah pria tua yang bermain main di atas tubuh gadisnya itu . Sampai Mr Along langsung tersungkar jatuh kelantai . Mr Ze pun langsung menutupi tubuh Ashalina yang terlanjur polos dengan selimut .
" Dasar kau anak tidak tau terima kasih !!! , kalau bukan karna aku kau tidak memiliki apa apa , kau menendangku karna wanita murahan itu !!! , dia yang menggodaku !! " marah Mr Along , karna Mr Ze menendangnya .
" Dia bukan wanita murahan !! , kau tidak pernah memberi apa apa padaku !!!," sergah Mr Ze , Memang seperti itu kenyataannya .
Walaupun Momy nya menikah dengan Mr Along seorang pengusaha . tapi ia tidak makan atau hidup gratis tinggal di rumah Ayah tirinya itu . Mr Along selalu menyuruhnya datang keperusahaan setelah pulang sekolah , dengan Alasan belajar mengelola perusahaan kepada Momy nya . Tanpa sepengetahuan Momy Jeni , sering kali Mr Ze diperlakukan secara kasar saat di kantor jika ia melakukan kesalahan .
Di kantor perusahaan , Mr Ze juga tidak benar diajari mengelola perusahaan . Ia malah disuruh menjadi keliling servis oleh Mr Along . Saat itu usianya masih dua belas Tahunan , belum bisa memberontak . Jika ia tidak mau , Mr Along mengancam akan menyakiti Momy nya , mau tidak mau Mr Ze harus menurut .
Untuk biaya sekolah pun Mr Ze berpikir sendiri . Untungnya Ia pintar , IQnya di atas rata rata , ia mampu mempertahankan prestasinya sehingga ia mendapatkan bea siswa sampai sarjana S2 .
Meskipun ia sekarang menjadi Ceo di perusahaan Ayah tirinya , bukan berarti itu semata mata karna Ayah tirinya menerimanya , melainkan hanya memanfaatkan kepintarannya .
Dulu Mr Ze sempat bekerja di perusahaan lain , melihat perusahaan yang dikelola Mr Ze semakin maju , Mr Along takut perusahaannya kalah saing . Sehingga ia menyuruh Momy Jeni membujuk Mr Ze agar mau pindah ke perusahaannya . Momy Jeni yang tidak pernah mengetahui ketidak cocokan antara anaknya dengan suaminya pun mau membujuk Mr Ze .
Sempat Mr Ze menolak , tapi Momy Jeni terus membujuknya , sehingga Mr Ze tidak bisa menolaknya . Bagi Mr Ze , yang penting Ibunya senang dan baik baik saja .
__ADS_1
" Bukh !! "
Di daratkan nya lagi tinju ke wajah Ayah tirinya itu ." Jef ! seret si tua bangka ini dari sini ! " perintahnya lagi kepada asisten pribadinya itu .
" Baik Ze ! " Jefry pun langsung melaksanakan perintah bosnya itu .
" Sekarang kau ku pecat Ze !!! " teriak Mr Along karna ia sudah di seret oleh Jefry .
Tapi Mr Ze tidak menanggapinya , ia tidak peduli . Tanpa harus menjadi Ceo di perusahaan Ayah tirinya pun , ia tidak akan jatuh miskin . Tanpa sepengetahuan Ayah tiri dan Momy nya , Mr Ze sudah berhasil mendirikan perusahaannya di tempat lain , meskipun tidak sebesar perusahaan Ayah tirinya . Ia dan Jefry sahabatnya juga sudah memiliki beberapa cabang Cafee dan Restoran .
Selama ini juga ia hanya di manfaatkan Ayah tirinya untuk mengurus perusahaan . Ia hanya mendapatkan gajinya saja sebagai Ceo . Ia tidak pernah dibagi keuntungan dari perusahaan oleh Ayah tirinya . Jika bukan karna Momy nya ia juga tidak mau mengurus perusahaan si tua bangka itu .
" Baby ! " panggil Mr Ze sambil melangkahkan kakinya mendekati Ashalina di atas tempat tidur , bernapas lega karna ia masih sempat menyelamatkan kesucian Ashalina .
" Mr Ze ! aku takut..! " tangis Ashalina berhambur kepelukan Mr Ze .
" Jangan takut Baby ! , ada aku " balas Mr Ze , memeluk erat tubuh kekasihnya itu , dan mencium ujung kepala Ashalina .
" Aku ingin pulang ! , aku takut disini ! " ucap Ashalina diselah selah tangisnya .
" Ze ! , Apa Ashalin baik baik saja ? " tanya Jefry , sudah kembali membuang Manusia bau tanah itu ke penangkaran buaya .
" Dia baik baik saja ! " jawab Mr Ze .
" Syukur lah " balas Jefry ikut lega .
Meskipun Jefry masih satu spesies dengan Mr Ze , sama sama predator pemangsa wanita . Tapi mereka tidak pernah berlaku kasar dengan wanita , dan memaksa wanita melayani mereka , apalagi sampai berniat memperkosa . mereka masih punya hati jika untuk berlaku kasar kepada seorang wanita .
Mereka adalah pria pria yang tidak percaya dengan penikahan , tapi butuh wanita untuk menyalurkan kebutuhan biologis mereka , sehingga mereka mencari wanita bayaran untuk menyalurkannya .
Dan Mr Ze adalah orang yang beruntung bertemu dengan Ashalina , gadis cantik dan polos yang mampu merobah arah haluan hidupnya . Meskipun masih jauh dari kata baik , setidaknya hati Mr Ze sudah tergerak untuk meluruskan jalan hidupnya .
Setelah Ashalina mulai tenang , Mr ze pun membawa Ashalina ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh Ashalina .
__ADS_1
" Bersihkan tubuhmu Baby ! , aku akan tunggu di luar " ucap Mr Ze , menurunkan Ashalina dari gendongannya . Ashalina pun menganggukkan kepalanya lemah , kemudian Mr Ze melangkah keluar dari dalam kamar mandi .
Di dalam kamar mandi Ashalina kembali menangis di bawah Shower yang mengguyurnya sambil menggosok gosok badannya kasar . ia merasa jijik dengan tubuhnya sendiri karna sentuhan pria tua yang sudah menjamah tubuhnya itu .
" Aku sudah kotor ! aku sudah kotor ! aku sudah kotor ! " ucapnya menggaruk garuk tangan dan lehernya .
" Baby ! kamu kenapa Baby ? " sahut Mr Ze dari luar kamar mandi mendengar Ashalina menangis sambil berbicara .
" Aku sudah kotor...!!! " teriak Ashalina frustasi menjatuhkan tubuhnya kelantai .
" Baby ! " Mr Ze langsung masuk , mematikan shower yang mengguyur Ashalina , kemudian membalut Ashalina dengan handuk lalu membawanya keluar kamar mandi .
" Aku kotor ! , aku sudah kotor ! " tangis Ashalina pilu .
" Tidak Baby ! , kamu tidak kotor ! " ungkap Mr Ze .
Di dudukkannya Ashalina di pinggir tempat tidur , lalu di ambilnya selimut baru untuk menutupi tubuh Ashalina . Kemudian menagambil handuk kecil , untuk mengeringkan rambut panjang Ashalina .
" Pakailah pakaianmu , aku akan keluar " ucap Mr Ze setelah selesai mengeringkan rambut Ashalina dan langsung melangkahkan kakinya keluar kamar Ashalina .
Sesikit sedikit Mr Ze sudah mulai memahami wanita , memahami mana yang seharusnya mana yang tidak seharusnya . Karna diselah selah pekerjaannya , ia diam diam sering membuka pelajaran tentang agama melalui internet di laptopnya .
Setelah Ashalina selesai memakai pakaiannya , Ashalina pun kembali mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur . Air matanya luruh kembali , ia sangat bersyukur Mr Ze datang menolongnya sebelum terlambat . Ashalina tidak bisa membayangkan jika sampai kesuciannya terenggut . Bagaimana kalau sampai ia hamil ? seperti apa ia akan menjalani hidup ? , apa kata orang orang nanti ? , pastinya orang orang akan mengucilkannya .
" Baby ! sudah siap ? " tanya Mr Ze sambil mengetuk pintu kamar Ashalina . Ashalina pun menghapus air matanya tapi tidak menjawab .
Mr Ze pun membuka pintu kamar di depannya itu ," Sayang ! " panggilnya sambil mendekati Ashalina .
" yok makan Baby ! " ajak Mr Ze , Ashalina menggelengkan kepalanya , ia tidak selera makan lagi .
" Kamu harus makan Baby ! " langsung diangkat tubuh Ashalina membawanya keluar kamar lalu mendudukkannya di sofa ruang tamu . kemudian memaksa Ashalina agar mau makan .
" Kamu harus makan Baby ! " bujuk Mr Ze lembut , menyuapkan nasi ke mulut Ashalina supaya Ashalina membuka mulutnya .
__ADS_1
perlahan Ashalina mengarahkan netranya menatap wajah Mr Ze , kemudian membuka mulutnya menerima suapan dari Mr Ze . Mr Ze langsung mengembangkan senyumnya sambil di usapnya ujung kepala Ashalina .