
Esok harinya
Sore hari kedua orang tua Ashalina beserta kedua adiknya sudah sampai di Batam . Dan Ashalina juga sudah pulang dari Rumah Sakit . Rico , Yudhi , Salma , Tika , Jefry , Renti dan suaminya , Rosma dengan ketiga anaknya bersama suaminya , Begitu juga dengan keluarga Momy Jeni dari Malaysia . Semua sudah berkumpul di rumah keluarga El Mahfudz , tepatnya di kamar Ashalina dan Mr Ze , untuk melihat si bayi yang menggemaskan .
Rosma , ia rujuk bersama suaminya , sebelum ia melahirkan anak kembar mereka , demi si buah hati dan sisa cinta yang tersisa di hatinya terhadap suami yang menyelingkuhinya .
Mr Ze dan Ashalina terlihat sangat nampak bahagia dengan kelahiran putri mereka , begitu juga dengan keluarga Ashalina dan Momy Jeni .
Ada satu lagi yang menambah kebahagian Mr Ze . Yaitu Fais , dia ikut di bawa orang tua Ashalina berkunjung ke rumah mereka .
Dari tadi semenjak sampai , Fais berada di pangkuan Mr Ze . Meski Mr Ze baru memiliki putri dari Ashalina dari wanita yang ia cintai , Tapi Mr Ze tidak ingin membedakan Fais dan putrinya , di hatinya Fais dan putrinya sama , sama sama ia sayangi sebagai darah dagingnya .
"Om ganteng ! , kok adek bayinya milip Fais ? , cama cama putih matanya uga cipit !" celetuk Fais , melihat adik se Ayahnya berada di gendongan Ibu Ratih .
Mr Ze mengusap darah dagingnya yang mengikuti nasab Ibunya itu , Di ciumnya kepala Fais ."Dede bayinya kan Adek Fais ! , makanya mirip !" Jawab Mr Ze .
"Tapi adek Fais yang ada di kampung , cokkat cama kaya Mama sama Ayah ?."tanya Fais polos , sesuai dengan apa yang ia lihat .
Membuat semua yang ada di ruangan itu diam , sama sama menajamkan tatapan mereka kepada dua orang yang berwajah mirip itu . Mr Ze menggaruk leher belakangnya , memikirkan jawaban yang yang pas sesuai logika anak kecil .
"Itu karna Adek Fais yang di kampung belum kenal sama Om ! , makanya coklat . Nanti kalo sudah kenal Om ! , adeknya pasti putih kaya Fais !" jawab Mr Ze asal .
Fais pun menganggukkan kepalanya seolah paham , meski ia bingung .
"Ze ! siapa nama putri kalian ? , apa kalian sudah menyiapkannya ?" tanya Momy Jeni .
"Sudah Mom !" jawab Mr Ze
"Siapa ? " tanya Momy Jeni
"Kak perasaan kita belum menyiapkan namanya deh ! " komentar Ashaina ,yang duduk nyender di atas ranjang .
"Kakak sudah menyiapkan namanya , semenjak kamu positif hamil Baby !" balas Mr Ze .
"Dari mana kakak tau kalau anak kita akan lahir cewek ! , bagaimana kalau cowok ?" tanya Ashalina .
"Kakak sudah menyiapkan dua nama , satu untik cewek satu untuk cowok !" jawab Mr Ze .
Ashalina memanyunkan bibirnya " Kok kakak gak kasih tau Acha ? , awas kalau kasih nama putri kita gak bagus !."
"Gak mungkinlah kakak ngasih nama anak kita yang gak bagus sayang !" sanggah Mr Ze .
"Kenapa kalian malah berdebat , siapa nama putri kalian ?" tanya Momy Jeni tidak sabaran .
"Zahra Hayatul Qolby El Mahfudz !"jawab Mr Ze .
"Nama yang bagus !" ucap Momy Jeni tersenyum , menyetujui nama yang di berikan Mr Ze kepada cucunya .
__ADS_1
Ibu Ratih dan Pak Hasan orang tua Ashalina pun mengangguk setuju .
"Bagaimana Baby ? apa kamu suka ?" tanya Mr Ze .
Ashalina menganggukkan kepalanya "Acha suka kak !"
"Nama adeknya Zahla Om ?" tanya Fais
"Iya sayang ! , Namanya Zahla !" jawab Mr Ze , menirukan cara bicara Fais .
"Hai adek Zahla ! , aku Abang Fais !" sapa Fais dengan suara khas anak anaknya , kepada bayi mungil yang masih setia dengan mata terpejamnya .
"Hai juga Abang Fais !" balas Ibu Ratih .
"Bu ! Tika pengen gendong Bu !" ucap Tika kepada Ibu Ratih , kebetulan duduk di sampingnya .
Ibu Ratih pun memberikannya kepada Tika " Bisa ?" tanya Ibu Ratih , melihat Tika masih gerogi .
"Bisa Bu !" jawab Tika tersenyum .
"Hati hati yayang beb !" ujar Yudhi yang duduk di belakangnya.
Tika menganggukkan kepalanya " Hai Baby Zahra !, apa kabar !" sapa Tika . gemas , Tika pun menarik hidung mancung Baby Zahra . Membuat bayi merah itu menggeleng gelengkan kepalanya karna terusik . Kemudian Tika pun menciumi kedua pipi gembilnya .
"Ya ampun ! , wajahnya mirip kakak ipar banget ! . Seperti takut gak di akui anak sama Bapaknya !" celetuk Yudhi .
Mr Ze tertawa cekikkkan , di usapnya kepala Ashalina yang duduk di dekatnya ."Nanti kita bikin yang mirip kamu Baby ! " jangan cemberut dong !" ucapnya , mengedipkan sebelah matanya , menggoda Ashalina .
"Emang gak sakit apa ?melahirkan ! , Kakak gak ikut ngerasain gimana sakitnya " ucap Ashalina .
"Siapa bilang Kakak gak ikut ngerasain sakitnya . Kakak juga setengah mati menahan sakit , kamu cakar , kamu gigit , rambut kakak kamu jambak sampai rontok !" Jawab Mr Ze , menunjukkan tangannya yang luka luka , bekas cakaran dan gigitan Ashalina saat mengejan .
"Masa sih kak ! , Acha mencakar sama menggigit tangan kakak ?." Tidak percaya melihat luka luka di tangan Mr Ze , bekas kukunya , dan bekas gigitannya yang membiru . Ashalina pun mengambil tangan suaminya yang terluka , di usap usapnya ."Maafin Acha ya Kak ! , sudah bikin tangan kakak terluka ."
Mr Ze terssnyum , mengusap kepala Ashalina lagi , lalu di ciumnya kening Ashalina ."Sakit yang kakak rasakan tidak sebanding dengan yang kamu rasakan Baby !. Kamu tidak perlu minta maaf untuk itu . Kakak yang harus berterima kasih , karna kamu sudah berjuang mempertaruhkan nyawamu demi melahirkan putri kita !." ucap Mr Ze setelah melapas ciumannya .
"Acha mencintai Kakak !" ucap Ashalina .
"Kakak juga mencintai kamu Baby !" balas Mr Ze .
"Oe oe oe oe....."
Tiba tiba bayi mungil itu menangis , membuyarkan ke uwuan kedua orang tuanya .
Mr Ze dan Ashalina langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah bayi mereka yang menangis . Ternyata sudah sampai di tangan Jefry .
"Hei budak ! , kamu apakan putriku ?" tanya Mr Ze kepada sahabatnya itu .
__ADS_1
Jefry mencebikkan bibirnya , memutar kedua bola matanya jengah ." Kau pikir kuapakan ? , dia pipis sampai membasahi baju dan celanaku ! . Saya menjauhkannya sedikit dari tubuhku , dia kaget dan langsung menangis ." jawab Jefry .
Dari tadi orang bergantian menggendong Baby Zahra , tiba gilirannya dia langsung kena pipis .
Momy Jeni pun mengambil Baby Zahra dari gendongan Jefry , untuk di gantikan celana dan bedongnya .
"Itu putriku menegurmu ! , supaya kau segera bertaubat !" balas Mr Ze .
Rosma diam diam melirik Jefry . Tidak ada yang tau , semenjak pertemuan mereka di pesta pernikahan Salma dan Tika . Diam diam Jefry mendatangi Rosma , mengajak Rosma menikah setelah Rosma melahirkan . Tapi Rosma menolaknya , ia lebih memilih rujuk dengan Ayah kandung dari anak anaknya .
"Carikanlah saya cewek ! , saya juga nak beristri ! " ucap Jefry .
"Carilah sendiri untuk kau ! " balas Mr Ze .
"Abang ! Salma capek !" keluh Salma . Tubuhnya yang lemah , ia tidak kuat duduk berlama lama .
"Dek Salma ingin istirahat ?" Tanya Rico .
"Iya Bang !" jawab Salma .
"Salma kamu kenapa ? , sakit ? , wajahmu terlihat agak pucat gitu !" tanya Ashalina , baru memperhatikan Salma .
"Salma sudah hamil lagi Nona Ashalin !" Rico yang menjawab . wajahnya nampak berbinar bahagia .
Salma pun menganggukkan kepalanya , tersenyum . Mengiyakan apa yang di katakan suaminya .
"Wah ! selamat ya Salma !" ucap Ashalina , ikit merasakan kebahagiaan Adik sahabatnya itu , yang sudah di anggapnya adik juga .
"Benaran Ric ?" Mr Ze langsung mendekati Rico dan langsung memeluknya tanpa menurunkan Fais dari gendongannya , dan mengucapkan selamat . Di ikuti Jefry , tidak mau ketinggalan , ia pun memeluk Rico mengucapkan selamat . Seperti kebiasaan mereka bertiga , jika mereka mendapatkan sesuatu atau salah satu dari mereka ,mereka bertiga akan berpelukan .
"Om ! Fais kepencet ! , cusah napas !" ucap Fais yang berada di tengah tengah mereka .
Ke tiga pria berkepala tiga itu pun melepaskan pelukan mereka . Mr Ze mencium pipi Fais gemas ." Anak Om kepencet ya ?, Maaf ! , Om hampir lupa sama Fais . Sebentar lagi Fais akan punya adik dari Om Rico ." ucap Mr Ze kepada Fais .
"Benaran Om ? , nanti Fais punya banyak adik dong !" tanya Fais girang .
"Iya sayang ! , Nanti Fais akan punya banyak adik ." Mr Ze mengusap kepala Fais .
"Hore...! , nanti Fais punya banyak adik..! , nanti Fais banyak temannya !" seru bocah polos itu , mengangkat kedua tangannya ke atas .
Mr Ze tersenyum getir , hatinya sangat menyesal dengan perbuatan dosanya ." Masih adakah Fais lainnya di luar sana ?" batin Mr Ze .
.
.
.
__ADS_1
.