21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 90


__ADS_3

Esok harinya


Sore hari kedua orang tua Ashalina beserta kedua adiknya sudah sampai di Batam . Dan Ashalina juga sudah pulang dari Rumah Sakit . Rico , Yudhi , Salma , Tika , Jefry , Renti dan suaminya , Rosma dengan ketiga anaknya bersama suaminya , Begitu juga dengan keluarga Momy Jeni dari Malaysia . Semua sudah berkumpul di rumah keluarga El Mahfudz , tepatnya di kamar Ashalina dan Mr Ze , untuk melihat si bayi yang menggemaskan .


Rosma , ia rujuk bersama suaminya , sebelum ia melahirkan anak kembar mereka , demi si buah hati dan sisa cinta yang tersisa di hatinya terhadap suami yang menyelingkuhinya .


Mr Ze dan Ashalina terlihat sangat nampak bahagia dengan kelahiran putri mereka , begitu juga dengan keluarga Ashalina dan Momy Jeni .


Ada satu lagi yang menambah kebahagian Mr Ze . Yaitu Fais , dia ikut di bawa orang tua Ashalina berkunjung ke rumah mereka .


Dari tadi semenjak sampai , Fais berada di pangkuan Mr Ze . Meski Mr Ze baru memiliki putri dari Ashalina dari wanita yang ia cintai , Tapi Mr Ze tidak ingin membedakan Fais dan putrinya , di hatinya Fais dan putrinya sama , sama sama ia sayangi sebagai darah dagingnya .


"Om ganteng ! , kok adek bayinya milip Fais ? , cama cama putih matanya uga cipit !" celetuk Fais , melihat adik se Ayahnya berada di gendongan Ibu Ratih .


Mr Ze mengusap darah dagingnya yang mengikuti nasab Ibunya itu , Di ciumnya kepala Fais ."Dede bayinya kan Adek Fais ! , makanya mirip !" Jawab Mr Ze .


"Tapi adek Fais yang ada di kampung , cokkat cama kaya Mama sama Ayah ?."tanya Fais polos , sesuai dengan apa yang ia lihat .


Membuat semua yang ada di ruangan itu diam , sama sama menajamkan tatapan mereka kepada dua orang yang berwajah mirip itu . Mr Ze menggaruk leher belakangnya , memikirkan jawaban yang yang pas sesuai logika anak kecil .


"Itu karna Adek Fais yang di kampung belum kenal sama Om ! , makanya coklat . Nanti kalo sudah kenal Om ! , adeknya pasti putih kaya Fais !" jawab Mr Ze asal .


Fais pun menganggukkan kepalanya seolah paham , meski ia bingung .


"Ze ! siapa nama putri kalian ? , apa kalian sudah menyiapkannya ?" tanya Momy Jeni .


"Sudah Mom !" jawab Mr Ze


"Siapa ? " tanya Momy Jeni


"Kak perasaan kita belum menyiapkan namanya deh ! " komentar Ashaina ,yang duduk nyender di atas ranjang .


"Kakak sudah menyiapkan namanya , semenjak kamu positif hamil Baby !" balas Mr Ze .


"Dari mana kakak tau kalau anak kita akan lahir cewek ! , bagaimana kalau cowok ?" tanya Ashalina .


"Kakak sudah menyiapkan dua nama , satu untik cewek satu untuk cowok !" jawab Mr Ze .


Ashalina memanyunkan bibirnya " Kok kakak gak kasih tau Acha ? , awas kalau kasih nama putri kita gak bagus !."


"Gak mungkinlah kakak ngasih nama anak kita yang gak bagus sayang !" sanggah Mr Ze .


"Kenapa kalian malah berdebat , siapa nama putri kalian ?" tanya Momy Jeni tidak sabaran .


"Zahra Hayatul Qolby El Mahfudz !"jawab Mr Ze .


"Nama yang bagus !" ucap Momy Jeni tersenyum , menyetujui nama yang di berikan Mr Ze kepada cucunya .

__ADS_1


Ibu Ratih dan Pak Hasan orang tua Ashalina pun mengangguk setuju .


"Bagaimana Baby ? apa kamu suka ?" tanya Mr Ze .


Ashalina menganggukkan kepalanya "Acha suka kak !"


"Nama adeknya Zahla Om ?" tanya Fais


"Iya sayang ! , Namanya Zahla !" jawab Mr Ze , menirukan cara bicara Fais .


"Hai adek Zahla ! , aku Abang Fais !" sapa Fais dengan suara khas anak anaknya , kepada bayi mungil yang masih setia dengan mata terpejamnya .


"Hai juga Abang Fais !" balas Ibu Ratih .


"Bu ! Tika pengen gendong Bu !" ucap Tika kepada Ibu Ratih , kebetulan duduk di sampingnya .


Ibu Ratih pun memberikannya kepada Tika " Bisa ?" tanya Ibu Ratih , melihat Tika masih gerogi .


"Bisa Bu !" jawab Tika tersenyum .


"Hati hati yayang beb !" ujar Yudhi yang duduk di belakangnya.


Tika menganggukkan kepalanya " Hai Baby Zahra !, apa kabar !" sapa Tika . gemas , Tika pun menarik hidung mancung Baby Zahra . Membuat bayi merah itu menggeleng gelengkan kepalanya karna terusik . Kemudian Tika pun menciumi kedua pipi gembilnya .


"Ya ampun ! , wajahnya mirip kakak ipar banget ! . Seperti takut gak di akui anak sama Bapaknya !" celetuk Yudhi .


Mr Ze tertawa cekikkkan , di usapnya kepala Ashalina yang duduk di dekatnya ."Nanti kita bikin yang mirip kamu Baby ! " jangan cemberut dong !" ucapnya , mengedipkan sebelah matanya , menggoda Ashalina .


"Emang gak sakit apa ?melahirkan ! , Kakak gak ikut ngerasain gimana sakitnya " ucap Ashalina .


"Siapa bilang Kakak gak ikut ngerasain sakitnya . Kakak juga setengah mati menahan sakit , kamu cakar , kamu gigit , rambut kakak kamu jambak sampai rontok !" Jawab Mr Ze , menunjukkan tangannya yang luka luka , bekas cakaran dan gigitan Ashalina saat mengejan .


"Masa sih kak ! , Acha mencakar sama menggigit tangan kakak ?." Tidak percaya melihat luka luka di tangan Mr Ze , bekas kukunya , dan bekas gigitannya yang membiru . Ashalina pun mengambil tangan suaminya yang terluka , di usap usapnya ."Maafin Acha ya Kak ! , sudah bikin tangan kakak terluka ."


Mr Ze terssnyum , mengusap kepala Ashalina lagi , lalu di ciumnya kening Ashalina ."Sakit yang kakak rasakan tidak sebanding dengan yang kamu rasakan Baby !. Kamu tidak perlu minta maaf untuk itu . Kakak yang harus berterima kasih , karna kamu sudah berjuang mempertaruhkan nyawamu demi melahirkan putri kita !." ucap Mr Ze setelah melapas ciumannya .


"Acha mencintai Kakak !" ucap Ashalina .


"Kakak juga mencintai kamu Baby !" balas Mr Ze .


"Oe oe oe oe....."


Tiba tiba bayi mungil itu menangis , membuyarkan ke uwuan kedua orang tuanya .


Mr Ze dan Ashalina langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah bayi mereka yang menangis . Ternyata sudah sampai di tangan Jefry .


"Hei budak ! , kamu apakan putriku ?" tanya Mr Ze kepada sahabatnya itu .

__ADS_1


Jefry mencebikkan bibirnya , memutar kedua bola matanya jengah ." Kau pikir kuapakan ? , dia pipis sampai membasahi baju dan celanaku ! . Saya menjauhkannya sedikit dari tubuhku , dia kaget dan langsung menangis ." jawab Jefry .


Dari tadi orang bergantian menggendong Baby Zahra , tiba gilirannya dia langsung kena pipis .


Momy Jeni pun mengambil Baby Zahra dari gendongan Jefry , untuk di gantikan celana dan bedongnya .


"Itu putriku menegurmu ! , supaya kau segera bertaubat !" balas Mr Ze .


Rosma diam diam melirik Jefry . Tidak ada yang tau , semenjak pertemuan mereka di pesta pernikahan Salma dan Tika . Diam diam Jefry mendatangi Rosma , mengajak Rosma menikah setelah Rosma melahirkan . Tapi Rosma menolaknya , ia lebih memilih rujuk dengan Ayah kandung dari anak anaknya .


"Carikanlah saya cewek ! , saya juga nak beristri ! " ucap Jefry .


"Carilah sendiri untuk kau ! " balas Mr Ze .


"Abang ! Salma capek !" keluh Salma . Tubuhnya yang lemah , ia tidak kuat duduk berlama lama .


"Dek Salma ingin istirahat ?" Tanya Rico .


"Iya Bang !" jawab Salma .


"Salma kamu kenapa ? , sakit ? , wajahmu terlihat agak pucat gitu !" tanya Ashalina , baru memperhatikan Salma .


"Salma sudah hamil lagi Nona Ashalin !" Rico yang menjawab . wajahnya nampak berbinar bahagia .


Salma pun menganggukkan kepalanya , tersenyum . Mengiyakan apa yang di katakan suaminya .


"Wah ! selamat ya Salma !" ucap Ashalina , ikit merasakan kebahagiaan Adik sahabatnya itu , yang sudah di anggapnya adik juga .


"Benaran Ric ?" Mr Ze langsung mendekati Rico dan langsung memeluknya tanpa menurunkan Fais dari gendongannya , dan mengucapkan selamat . Di ikuti Jefry , tidak mau ketinggalan , ia pun memeluk Rico mengucapkan selamat . Seperti kebiasaan mereka bertiga , jika mereka mendapatkan sesuatu atau salah satu dari mereka ,mereka bertiga akan berpelukan .


"Om ! Fais kepencet ! , cusah napas !" ucap Fais yang berada di tengah tengah mereka .


Ke tiga pria berkepala tiga itu pun melepaskan pelukan mereka . Mr Ze mencium pipi Fais gemas ." Anak Om kepencet ya ?, Maaf ! , Om hampir lupa sama Fais . Sebentar lagi Fais akan punya adik dari Om Rico ." ucap Mr Ze kepada Fais .


"Benaran Om ? , nanti Fais punya banyak adik dong !" tanya Fais girang .


"Iya sayang ! , Nanti Fais akan punya banyak adik ." Mr Ze mengusap kepala Fais .


"Hore...! , nanti Fais punya banyak adik..! , nanti Fais banyak temannya !" seru bocah polos itu , mengangkat kedua tangannya ke atas .


Mr Ze tersenyum getir , hatinya sangat menyesal dengan perbuatan dosanya ." Masih adakah Fais lainnya di luar sana ?" batin Mr Ze .


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2