21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 76


__ADS_3

Dari tadi Rico diam , terus memandangi wajah Salma , tangannya tidak lepas menggenggam tangan mungil milik Salma , tanpa ada niatan untuk menegur Ibu Hesti calon Ibu mertuanya .


Rico terima kemarahan Ibu Hesti kepadanya , itu wajar . Ibu mana yang tidak marah , jika putrinya di nodai . Tapi apakah kemarahan berlebihan itu wajar ?, sampai merenggut nyawa janin yang tak berdosa ?. Hati kecil Rico sangat sakit untuk itu . Rasaya kesalahannya tidak setimpal dengan apa yang sudah di lakukan calon Ibu mertuanya kepada darah dagingnya meski itu tidak disengaja .Meski anak itu terjadi dari perbuatan dosanya . Tetaplah Rico menyanyangi darah dagingnya .


"Dek Salma !" panggil Rico , merasakan pergerakan jari tangan Salma . Rico menghapus air matanya , melihat Salma membuka matanya ."Dek Salma kamu sudah sadar !" Refleks Rico mencium kening Salma ."Abang sangat mengkawatirkanmu !" ucap Rico setelah melepas ciumannya , Di usapnya kepala Salma yang tertutup hijab .


Ibu Hesti , Momy Jeni , Ashalina , Mr Ze , dan Yudhi mendekati brankar Salma .


" Salma ! Maafin Ibu !" ucap Ibu Hesti , memegang sebelah tangan Salma .


Salma mengalihkan tatapannya kepada Ibu Hesti , wanita yang sudah berjuang melahirkan dan membesarkannya . Salma menganggukkan kepalanya tersenyum ." Ibu tidak salah apa apa ! , Salma lah yang salah Bu ! , sudah gagal menjadi anak yang baik ." ucap Salma , Ia belum tau masalah kandungan dan kegugurannya .


"Ibu sudah membuatmu keguguran , Ibu sudah menghilangkan cucu Ibu sendiri !" aku Ibu Hesti .


Membuat senyum Salma memudar , menatap Ibunya dengan tatapan yang tak bisa di jelaskan .


"Maksud Ibu ?"


"Maafin Ibu !" ucap Ibu Hesti menangis .


Tika mengusap bahu Ibu Hesti , Tidak bisa berkata apa apa . Ibunya memang Salah karna sudah menampar Salma sampai terjatuh ke lantai tanpa bertanya dulu . Tapi ibu mereka melakukannya karna terbawa emosi , bukan disengaja .


"Kamu hamil , tapi kamu sudah kehilangan janin kamu , karna ibu menamparmu sampai terjatuh ." jelas Ibu Hesti , mengakui kesalahannya .


Cairan bening langsung mengalir dari sudut mata Salma , satu tangannya meraba perutnya yang datar . Kecewa pasti , apakah Salma harus membalas kemarahan Ibunya ?. Salma bukanlah orang yang biasa marah marah , apa lagi kepada orang tua , terutama kepada Ibunya , Salma takut menjadi anak durhaka . Salma pun hanya bisa menangis .


"Nak Rico !, maafkan Ibu !" ucap Ibu Hesti , menyesal .


Melihat Rico diam saja , Momy Jeni pun menyentuh bahu Rico , menganggukkan kepalanya , supaya Rico memaafkan calon Ibu mertuanya yang sudah menjadi penyebab hilangnya calon anaknya di rahim Salma .


"Saya yang seharusnya minta maaf Bu , saya sudah menodai Salma , Wajar jika Ibu marah . Ini semua berawal dari salah saya !" ucap Rico kepada Ibu Hesti .


Seandainya Rico tidak melakukan perbuatan bejatnya kepada Salma , Mungkin Salma tidak akan hamil dan sampai keguguran karna mendapat kemarahan dari Ibunya . Begitulah , semua pasti ada sebab dan akibat , seperti pepatah :tidak akan ada asap jika tidak ada api . Ibu Hesti tidak akan marah jika tidak ada alasan yang berdasar .


Dan Jika kesalahan Rico bisa di maafkan oleh Salma , kenapa ia tidak bisa memaafkan Ibu Hesti ?. Rico tidak punya alasan untuk tidak meaafkan calon Ibu mertuanya , karna semuanya berawal dari kesalahannya .


Semua yang di ruangan itu pun bernapas lega , sudah tidak ada lagi ketegangan . Yanga terjadi biarlah terjadi , toh sudah terjadi !, mau diapain lagi .


"Sebentar lagi kalian akan menikah , mudah mudahan kalian cepat mendapat gantinya ." ucap Momy Jeni kepada calon orang tua yang baru kehilangan janin itu .

__ADS_1


"Salma ! maafin Ibu ya !" ucap Ibu Hesti sekali lagi .


"Salma juga minta maaf Bu !" balas Salma . Satu kesalahan seorang Ibu kepada anak , tidak mungkin bisa menghapus jasa seorang Ibu kepada anknya , yang sudah melahirkan menyusui dan membesarkannya , serta memberikannya pendidikan . Manusia sudah tempatnya berbuat salah , tidak ada mausia yang tidak pernah berbuat salah dan dosa . Jika ada orang yang meminta maaf dan mengakui kesalahannya , sungguh terlalu angkuh orang yang tidak mau memaafkan , Itu sama saja kita sombong kepada Tuhan . Jika Tuhan bisa mengampuni dosa hambanya , kenapa kita manusia tidak bisa ?, apa lagi yang meminta maaf orang tua kita sendiri .


"Nak Rico !, Nikahilah Salma sekarang , Ibu rasa Salma lebih membutuhkanmu dari pada Ibu . Memang sudah seharusnya kalian menikah , mengingat kamu sudah menyentuh putriku !" ucap Ibu Hesti kepada Rico .


Lima belas menit kemudian


"Saya terima nikahnya Salma Alfatunnisa Siregar binti Alm. Sutan Jamaruddin Siregar dengan mas kawin tersebut dibayar tunai !"


Dengan satu tarikan napas dengan lantang Rico mengucapkan ijab kabul, mengikat Salma dengan ikatan tali pernikahan, Membuat Salma sah menjadi miliknya .


"Bagaimana para saksi ?" Tanya penghulu yang meminpin pernikahan .


"Sah !" kompak semua yang ada di ruangan perawatan Salma menjawab .


Mendengar kata sah dari para keluarga yang menjadi saksinya . Salma yang terbaring di atas brankar memejamkan matanya , ada perasaan yang tak bisa ia jelaskan ,Jantungnya berdegub sangat kencang ." Ya Allah ! apa aku lagi mimpi ?, benarkah aku sudah menjadi seorang istri ?.


Salma merasa ada yang memegang tangannya , tapi ia beranggapan itu hanya perasaannya saja , atau hanya mimpi .


Cup !!!


Salma memandangi wajah tersenyum yang berada sangat dekat di atas wajahnya . Senyuman itu sangat menawan , baru kali ini Salma memperhatikannya .


Rico menarik tangan Salma yang tidak ditusuk jarum infus , mendekatkannya ke bibirnya , mencium punggung tangan Salma , lalu mendekatkan punggung tangannya ke bibir Salma .


"Apa Dek Salma tidak ingin menyalim tangan Abang ?" tanya Rico .


Salma diam tidak menjawab , Netranya tidak lepas dari wajah Rico . Laki laki bajingan yang y


mengaku mencintainya sampai setengah gila , setengah hidup dan setengah mampus .


"Sekarang kita sudah sah menjadi suami istri !" ucap Rico lagi melihat Salma memandanginya tanpa berkedip .Kemudian di ciumnya pipi Salma .


Meski Rico bukanlah orang yang banyak bicara , dan pandai bergurau seperti Mr Ze dan Jefry , tapi ia bukanlah orang yang kaku . Hanya pembawaannya saja yang kalem dan slow .


"Salma ? kamu kenapa ?" tanya Momy Jeni mendekati Salma , karna melihat salma hanya diam mematung di atas brankar . Tersadar , Salma langsung mengarahkan tatapannya ke arah Momy Jeni .


"Iya nak ! , Kamu kenapa ?" tanya Ibu Hesti lagi , sudah berdiri di samping Momy Jeni , di usapnya kepala Salma .

__ADS_1


"Kenapa kalian tidak bertanya kepadaku , apa aku mau menikah sekarang atau tidak !" tanya Salma . Membuat mereka semua saling pandang , karna memang mereka tidak bertanya apakah Salma siap dinikahkan sekarang atau tidak .


"Bukankah Dek Salma sudah setuju akan menikah dengan Abang ?" tanya Rico, wajahnya nampak berubah cemas , wajahnya yang putih sudah terlihat memerah .


Salma memejamkan matanya ."Bahkan mahar yang kuinginkan pun kalian tidak bertanya !" ucap Salma lagi .


"Apa Dek Salma tidak ridho dengan pernikhan ini ?" tanya Rico .


Hening ! , tidak ada yang berbicara , semua menunggu jawaban Salma . Kenapa mereka sampai lupa menayakan Salma perkara mahar ?.


Satu menit


Dua menit


Tiga menit


Empat menit


Lima menit


Mereka masih diam menunggu jawaban Salma .


"Bahkan Abang tidak pernah bertanya perasaanku , apakah Salma mencintai Abang atau tidak ?." ucap Salma lagi .


"Maafkan Abang terlalu egois !" balas Rico ."Tapi Abang sangat mencintaimu !" ucap Rico , diciumnya telapak tangan Salma . Biasanya Salma akan melarang mereka bersentuhan kulit , tapi kini Salma membiarkan Rico menciumi tangannya .


Melihat itu Ashalina tertawa cekikikan dari sofa .


"Kamu kenapa tertawa Baby ?" tanya Mr Ze . Orang pada tengang malah si bumil tertawa cekikikan sendiri menutup mulutnya dengan tangan .


"Salma hanya mengerjai Rico Kak !, Lihat tuh ! Salma hanya diam saja , tangannya diciumi sama Rico . Bisanya Salma sangat anti bersentuhan kulit dengan laki laki mana pun , haram baginya ." Bisik Ashalina ke telinga Mr Ze .


Mr Ze mengalihkan tatapannya ke tangan Salma yang tidak lepas dari tadi dari genggaman Rico." Benar juga yang kamu katakan Baby ! . Kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya ." ucap Mr Ze kepada Salma .


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2