21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Cerita Yudhi 18


__ADS_3

"Ze ! wajahmu kenapa kusut ?" tanya Rico , masuk ke ruangan Mr Ze .


Mr Ze menghela napasnya ," istriku cemberut trus , gara gara dia gak hamil hamil lagi . Apa lagi setelah mendengar kabar Tika hamil lagi , istriku merengek dan menangis ingin hamil lagi !" jawab Mr Ze , nampak wajahnya frustasi .


"Apa kalian sudah konsultasi ke Dokter ?, mengikuti prokram hamil !"tanya Rico .


"Sudah !, tapi belum ada hasil !" jawab Mr Ze lesu .


"Stres juga bisa menjadi pemicu susah hamil , bilang sama istrimu jangan terlalu di pikirin !" ucap Rico .


"Kenapa istriku susah hamil lagi ya ?, padahal Dokter bilang kami berdua sehat , tidak ada yang bermasalah !" tanya Mr Ze bingung , seharusnya Ashalina sudah hamil lagi , jika tidak ada masalah di tubuh mereka berdua .


"Mungkin belum rejekinya lagi , perbanyak berusaha dan berdoa" jawab Rico .


"Apa Tuhan mengutukku , karna dosa dosa di masa laluku ?" Mr Ze mendesah pasrah . Berpikir mungkin wanita wanita bayarannya dulu menyumpahinya , karna hanya menghargai mereka dengan uang .


"Sabar ! jangan su'uzhon , bukankah kamu sudah meninggalkannya ?. Mungkin Tuhan lagi menguji kesabaran kalian , atau menguji kesetiaanmu kepada satu wanita !"


"Sebenarnya aku tidak terlalu mempermasalahkan jika aku harus memiliki satu anak . Tapi aku tidak tahan mendengar istriku yang minta di hamili . Aku sudah kehabisan cara , tapi istriku gak hamil hamil juga" ucap Mr Ze .


Rico menarik sudut bibirnya ke atas ," Kamu bingung cara menghamili istrimu . Aku Salma di ajak nambah anak lagi , gak mau . Dia malah menangis nangis gak mau punya anak lagi . Padahal aku sangat ingin memiliki banyak anak !" curhat Rico .


"Kamu !" Mr Ze melempar Rico dengan pena di tangannya ."putri kalian masih sangat kecil , masa kamu mau minta nambah anak . Apa gak kasihan istrimu yang kecil itu melahirkan trus ?"ucap Mr Ze .


"Ngomongin apa Kakak Ipar sama adik Ipar ?" tiba tiba Yudhi masuk ke ruangan Mr Ze tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu .


"Ngomongin apa lagi , kalau bukan bagaimana cara menghamili istri dengan cepat !" jawab Mr Ze .


"Belajar dong sama Babang Yudhi , sudah mau punya anak lima !" bangga Yudhi , memukul mukul dadanya , kemudian mendudukkan tubuhnya di sofa ruangan Mr Ze .


"Ngapain kamu kesini ?" tanya Mr Ze .


"Apa aku keterlaluan ya mengabaikan Normala ?" tanya Yudhi menghela napas beratnya . Yudhi merasa sangat berdosa mengabaikan Normala yang mengandung anak anaknya , Yudhi merasa menjadi laki laki yang tak berperasaan . Tapi ia harus melakukan itu untuk menyelamatkan rumah tangganya dengan Tika .

__ADS_1


"Apa kamu memiliki perasaan kepada Normala ?" tebak Mr Ze . Yudhi menghela napasnya lagi dan tak ingin menjawab .


"Mempertahankan rumah tanggamu dengan Tika , itu sudah benar Yud" ucap Mr Ze lagi ." Kecuali kamu lebih mencintai Normala !" lanjut Mr Ze .


Yudhi menghela napasnya lagi , lalu berbicara ."Bukan masalah cinta atau tidak cinta . Yang ku pikirkan masalah tanggung jawab , masalah kewajiban seorang suami kepada istrinya , masalah nafkah lahir dan batin."


Yudhi gentar akan hal itu , betapa berat yang harus ia pertanggung jawabkan di akhirat kelak . Bukan Yudhi berat hati untuk menceraikan Normala setelah melahirkan nanti . Yang Yudhi pikirkan , saat ini , saat Normala masih sah menjadi istrinya , tapi ia tidak memperlakukan Normala layaknya istri . Yudhi menghela napas beratnya lagi , menelan salivanya bersusah payah ." Ya Tuhan , begitu besar dosa hamba !" batin Yudhi terbebani .


Kenapa Yudhi harus terjerat pernikahan poligami yang rumit . Tika dan Normala menurut Yudhi sama sama wanita yang baik , sama sama pantas di pertahankan . Tapi , kembali lagi , nyatanya tidak ada wanita yang tahan di madu . Yudhi menjatuhkan pilihannya kepada Tika , karna Yudhi memang lebih mencintai Tika daripada Normala .


"Kamu memang harus memilih Yud !"timpal Rico .


Yudhi diam tidak berbicara lagi , Yudhi pusing , Yudhi pun keluar dari ruangan Mr Ze . Yudhi ingin sendiri , ia ingin menenangkan dirinya yang kalut , memikirkan dosa dosanya . Kenapa Tuhan memberinya ujian dan cobaan yang berat ? . Kenapa Tuhan membuatnya harus memilih ?. Kenapa Tuhan tidak membiarkannya hidup dengan tenang dengan Tika istrinya ?. Kenapa Tuhan menghadirkan orang ke tiga ke dalam rumah tangganya ?.Yudhi mengusap wajahnya kasar dengan kedua telapak tangannya , saat ia mengakhiri doanya siang itu . Semoga Tuhan mengampuni dosanya , yang menelantarkan istrinya Normala . Dan semoga Normala mau memaafkannya Dunia dan Akhirat .


.


.


Tukang ojek berhenti tepat di depan pagar rumah . Tika berdiri dari tempat duduknya , melihat siapa yang duduk di belakang tukang ojek tersebut . Senyum Tika langsung mengembang , melihat Yudhi suaminyalah yang turun dari boncengan tukang ojek tersebut . Seperti anak kecil yang kegirangan Tika berlari ke halaman rumah , menyambut Yudhi yang baru datang .


Entah bawaan dede bayinya atau apa ? , Tika langsung memeluk Yudhi , dan mencium kedua pipi Yudhi bergantian , dan minta di gendong di bawa ke rumah , tanpa memikirkan Yudhi yang masih lelah .


"Gendong !"


Ah ! semenjak kapan istrinya itu menrubah menjadi bocah kecil . Tika tidak tau kalau mertuanya sudah berdiri di teras rumah .


"Manjanya istriku ! , Ini Mama nya yang manja atau dede bayinya ? hm..!" Yudhi mengecup kening Tika yang sudah berada di gendongannya . Menggendong tubuh Tika ala bridal style melangkahkan kakinya berjalan ke arah pintu masuk .


"Dedek bayinya !" jawab Tika sumiringah sambil mengusap usap perutnya .


"Baiklah , jika pun Mamanya yang minta di gendong , tak masalah , aku akan dengan senang hati" balas Yudhi .


Ayah Yudhi yang melihat ke uwuan anak dan menantunya , langsung masuk ke dalam rumah mencari istrinya . Ayah Yudhi juga tidak mau kalah , masuk ke dalam kamar yang ia dan istrinya tempati , Ayah Yudhi langsung mengangkat tubuh istrinya , menggendongnya ala bridal style .

__ADS_1


"Ayah kenapa ?" heran Ibunya Yudhi , mengernyitkan keningnya . Perasaan baru masih sore , kenapa suaminya kumat ?, pikir Ibunya Yudhi .


"Ayah gak ingin kalah saing sama anak tengil yang satu itu !" jawab Ayah Yudhi cemberut . Anak semata wayangnya itu selalu di depan , selalu jauh lebih unggul darinya , Ayah Yudhi cemburu .


"Terima takdir Yah ! , sama anak sendiri kok cemburu !" cibir Ibunya Yudhi .


Ayah Yudhi semakin cemberut ," bagaimana kalau kita buat saingan si tengil sekarang !" ucapnya .


"Dasar tua tua keladi !"


"Aw ! Ibu ! kenapa perut Ayah di cubit ?" keluh Ayah Yudhi , menurunkan istrinya dari gendongannya , lalu mengusap usap perutnya .


"Sebentar lagi mahgrib , Ayah malah minta yang aneh aneh !"omel Ibunya Yudhi .


"Lupa Bu !"


Ibunya Yudhi mendengus , lalu keluar dari dalam kamar .


Sampai di dalam kamar mereka , Yudhi menurunkan Tika dari gendongannya . Lalu menurunkan tubuhnya , berjongkok di depan Tika .Yudhi membelai perut Tika , lalu menciumnya .


"Hai anak Papa ! apa kabar ?, gak susahin Mama kan seharian ?" tanya Yudhi setelah melepas ciumannya . Tiba tiba Yudhi mengingat Normala . Yudhi menghela napas pelan , Sempat dekat dengan istrinya Normala , Yudhi sudah tau kebiasaan Normala yang sering meminta perutnya di elus olehnya .Bersusah payah Yudhi menelan salivanya , mengingat ia yang menelantarkan Normala . Tidak Yudhi pungkiri , sudah ada rindu di hatinya kepada istri keduanya itu .


"Gak Papa !, cuma pagi aja Mama gak bisa makan !" jawab Tika menirukan suara anak kecil .


Yudhi merobah raut wajahnya yang sempat pias . Kemudian mendongakkan kepalanya sembari tersenyum . Biarlah perasaannya menjadi rahasianya dengan Tuhan . Yudhi juga tak menginginkan itu , Tapi kembali kepada sang pemilik hati , DIA yang maha membolak balikkan hati manusia . Lagian Yudhi sebenarnya tidak berhianat , Ia mencintai istrinya , mencintai Normala setelah sah menjadi istrinya , itu pun awalnya atas ijin Tika istrinya untuk ia menjalankan pernikahannya dengan Normala , salah kah Yudhi ?. Tapi Karna cinta Yudhi yang lebih besar kepada Tika , Yudhi tidak mau kehilangan seorang Tika dari sisinya . Biarlah Yudhi menepis perasaannya yang sempat tumbuh kepada Normala .


Yudhi kembali berdiri , Kemudian mengecup pipi Tika ."Yayang Beb ! aku mandi dulu ya , sebentar lagi sudah mau mahgrib" pamit Yudhi , langsung melangkahkan kakinya ke kamar mandi .


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2