21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bonus 7


__ADS_3

"Bang ! berapa banyak sih kekayaan Abang ?" Salma memain mainkan jari telunjuknya di dada Rico yang di tumbuhi bulu bulu , sesekali Salma menarik narik dan memelintir bulu dada Rico dengan posisi kepalanya berada di atas lengan Rico . Selama menikah dengan pria matang dan mapan itu Salma tidak pernah tau apa saja yang di miliki Rico suaminya .


"Kenapa ?" Rico mengecup ubun ubun Salma .


"Pengan tau aja !" jawab Salma .


"Yakin ? Adek Abang ini pengen tau aja ?" Rico menarik hidung Salma yang setengah mancung dari hidungnya .


"Salma punya cita cita Bang !, Mana tau Abang bisa mewujudkannya !" ungkap Salma . Tangannya masih tidak berhenti bermain main di dada Rico , membuat Rico kegelian .


"Apa ?" Rico menangkap tangan Salma , memasukkannya ke dalam mulutnya , menggigitnya pelan .


"Kok tangan Salma di gigit Bang ?" berbicara dengan mengericutkan bibirnya .Salma menarik tangannya , tapi Rico menahannya .


"Adek punya cita cita apa ?" tanya Rico lagi .


"Sebenarnya sih ingin kuliah ! , tapi gak mungkin . Kasihan Yusuf dan Shahia kalau kutinggal tinggal !"


"Jadi ?"


"Kira kira duit Abang cukup gak , kalau Abang bangun sekolah pesantren ?."


"Dimana ?" tanya Rico . mengernyitkan keningnya , rasanya gak nyambung dari ingin kuliah ke bangun pesantren . Biayanya juga sangat jauh berbeda . Biaya kuliah meski ada yang mahal tergantung fasilitas dan kualitas , okelah ! . Bangun pesantren , itu sangat membutuhkan biaya yang banyak untuk pembangunan gedung sekolah dan asrama .


"Dikampung !" jawab Salma


" Abang akan pikirkan !" Tangan Rico mengusap usap Kepala Salma dari belakang .


"Bang !"


"Apa sayang !"


"Garuk garuk kepala Salma" ucap Salma manja . mengeratkan pelukannya ke tubuh Rico .


"Manja sekali sih ! Adek Abang ?"


"Kalau kepala Salma di garuk garuk , bisa cepat ketiduran Bang !."


"Cium Abang dulu sebagai upahnya" pinta Rico .


"Kan udah tadi Bang ! , malah lebih dari ciuman lagi !."Salma mengerucutkan bibirnya . Dikit dikit Rico selalu minta dicium .


"Lagi dong sayang..!"

__ADS_1


Salma mengangkat kepalanya , mendekatkan wajahnya ke wajah Rico , dan langsung mengecup bibir Rico .


Hap !


Rico langsung menahan kepala Salma dari belakang , karna Salma langsung melepas ciumannya .


"Aw !"


Keluh Rico , melepas pagutannya karna Salma menggigit bibir bawahnya . Salma malah mengedipkan sebelah matanya dan menggigit bibir bawahnya .


"Sepertinya istri Abang minta dihukum ya ?, sudah berani nakal !" ucap Rico , gemas dengan istri kecilnya yang menggodanya .


Rico langsung membalik tubuh Salma , dan langsung menindihnya , untuk memberinya hukuman .


"Ampun Bang ! , Ampun Bang ! ampun Bang !" ucap Salma tertawa tawa ,menggeliat kegelian , karna Rico menggelitik pinggangnya .


"Ampun Bang ! , Salma gak buat gitu lagi ! , ampun Bang !." ucap Salma lagi , karna Rico tidak menghentikan tangannya mengglitik Salma .


"Tapi Abang suka !" Rico menghentikan glitikannya , karna Salma hampir menangis menahan geli . Salma mengerucutkan bibirnya , cemberut .


"I love you !" Rico mengecup bibir Salma dengan wajah berbinar , tersenyum sampai menampakkan gigi giginya yang berjejer rapi .


"I love You too !" balas Salma mengecup sudut bibir Rico . Tersenyum manis kepada Rico . Aih ! , senyuman ini yang meracuni Rico , hingga tidak waras , hendak memiliki Salma dulu . Senyum Salma sangat memabukkan bagi seorang Rico Orlando , pria tampan bertubuh tegap dan gagah .


Berkali kali Rico mengecupi kening Salma yang sudah tertidur pulas . Terkadang Rico merasa bersalah sudah merampas masa muda Salma . Seharusnya diusianya yang masih muda , Salma mengepakkan sayapnya , terbang bebas kemana saja yang dia inginkan , menghabiskan waktu bersama teman temannya . Ini malah Salma sudah terkurung di dalam sangkar emas Rico.Tapi bagaimana lagi , cinta sudah membuat Rico egois , ingin memiliki Salma , tidak peduli Salma mencintainya atau tidak , yang penting bagi Rico ,Salma harus menjadi miliknya .


Cinta itu memang harus egois , egois untuk memilikinya , kalau tidak ! orang yang kita cintai tidak akan kita dapatkan .


Pagi hari Salma sudah sibuk di dapur untuk membuat sarapan untuk anak dan suaminya . Seperti Ibu rumah tangga pada umumnya , Salma akan menyiapkan sarapan untuk keluarga tercintanya . Biarpun di apartemen mereka ada pembantu , untuk urusan makan Salma akan mengurusnya sendiri .


Kalau Rico ! pagi pagi begini ia akan menghabiskan waktu bersama Yusuf dan Shahia putri kecil mereka . Dia akan bertugas memandikan kedua buah cinta mereka setiap pagi . Karna pas di waktu pagilah dia memiliki waktu dengan kedua anaknya , di siang hari ia akan sibuk bekerja , dan di malam hari ! ia khususkan untuk istri kecil tercintanya . Siapa lagi kalau bukan si gadis eksotis , Salma Alfatunnisa siregar .


"Umi..!" panggil Yusuf , berlari ke arah meja makan , disana sudah terhidang bubur ayam kesukaan Yusuf .


"Anak Umi sudah selesai mandi ?" Salma mengangkat Yusuf ke atas meja makan , mendudukkannya di sana . kemudian mencium pipi Yusuf yang belepotan dengan bedak putih , hasil maha karya suaminya .


"Cudah !" Yusuf menganggukkan kepalanya .


"Yusuf mau sarapan ?"


"He um !" lagi Yusuf mengangguk .


"Kalau begitu cium Umi dulu !" Salma menunjuk pipinya .

__ADS_1


Yusuf tersenyum sambil menggelengkan kepalanya , mengatakan ia tidak mau mencium Salma .


Cup !


"Abang !"


"Abang dengar Adek minta cium , dengan senang hati Abang melakukannya." Rico lah yang mencium pipi Salma . Datang bersama putri kecil mereka di gendongannya .


"Umi 'kan pengen di cium sama Yusuf !" Salma mengerucutkan bibirnya .


"Umi au ! eyum andi !" ucap Yusuf .


"Anak Umi sudah pintar ngejek ya !" gemas , Salma pun mencubit pipi tembem Yusuf .


"Dad !" Yusuf merentangkan tangannya , meminta bantuan kepada Rico .


"Ayo ! naik ke punggung Daddy !" Rico menghadapkan punggungnya ke arah Yusuf .


"Yusuf pegangan !"


Yusuf pun melingkarkan kedua tangannya ke leher Rico . Rico pun berlari membawa kedua buah hatinya ke ruang tamu yang langsung di kejar Salma .


"Nanti malam Abang tidur di ruang tamu ! , karna sudah ninggalin Salma sendiri di dapur !" Sahut Salma , mengancam Rico .


Rico langsung berbalik membawa kedua anaknya ke meja makan . Jangan Sampai ancaman Salam benar terjadi , Rico akan kasihan dengan tongkat saktinya .


Rico pun memindahkan Yusuf ke depan . Kesempatan , Salma langsung naik ke punggung Rico .


"Umi itut..!" seru Yusuf , melihat Salma ikut di gendong Rico .


Bersusah payah Rico melangkahkan kakinya , membawa tiga anak koala yang bergelantung di tubuhnya .


"Ayo Dad ! semangat ! , Daddy pasti bisa !" Salma berseru menyemangati suaminya , kemudian mencium pipi Rico dari samping .


"Daddy bica !" seru Yusuf lagi .


Seperti mengerti dengan kebahagiaan keluarganya . Shahia kecil yang berada di tangan kiri Rico pun ,tiba tiba tertawa lepas , sampai menampakkan gusinya yang belum di tumbuhi gigi sama sekali .


"Tuhan ! trimakasih atas kebahagiaan ini !" batin Rico penuh haru .


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2