
#Cek gelombang , masih adakah yang menunggu Pakcik Jefry ?.
.
.
.
Jefry mencium kening wanita yang sudah dinikahinya itu untuk mengakhiri penyatuan mereka . Kemudian menjatuhkan tubuhnya di samping Wanita yang bernama Almira Rahmadina itu . Menarik selimut menutup tubuh mereka , lalu menarik wanita yang sudah lemah tak berdaya itu ke dalam pelukannya .
"Saya akan belajar mencintaimu !" bisik Jefry di telinga istrinya . Tersenyum , Jefry menggigit kecil telinga Almira . Sehingga menimbulkan desiran di pembuluh darah Almira , meminta ingin mengulangi percintaan mereka .
Melihat bulu halus di selah pori pori Almira meremang . Jefry semakin menjadi , ia pun menciumi leher , telinga dan bahu Almira dari samping .
"Katakan istriku ! , kalau kau mengiginkannya lagi" ucap Jefry tangannya sudah merambat kemana mana .
Almira yang masih malu malu tapi mau nambah pun hanya diam menggigit bibir bawahnya , agar desahan tidak langsung lolos dari bibirnya , menikmati sentuhan kenikmatan yang diberikan Jefry .
"Katakan Sayang ! , jangan malu ! Hm..!"
.
.
Seminggu berlalu , hari ini adalah hari pertama Jefry kembali bekerja setelah menghabiskan cuti dua minggu untuk mengurus pernikahannya .
Jefry keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk melilit di pinggangnya . Senyum Jefry mengembang melihat pakaian kerjanya sudah disiapkan di atas tempat tidur . "Kenapa tidak dari dulu saja saya menikah ?, ternyata enak juga punya istri , ada yang melayani dari kasur, sumur /eh ! ralat , kamar mandi , hingga ke dapur " pikir Jefry .
Selesai berpakaian rapi , Jefry pun keluar dari kamar membawa tas kerjanya sekalian . Meletakkan tasnya di atas sofa ruang tamu , Jefry pun melangkahkan kakinya ke arah dapur mencari istrinya . Dilihatnya Almira sedang menyiapkan sarapan di meja makan .
Jefry pun melangkahkan kakinya medekati Almira istrinya . Memeluknya dari belakang , mencium pipi Almira dari samping , lalu meletakkan dagunya di bahu Almira .
"Apa aku terlalu egois jadi manusia ?, mendapatkan bidadari surga cantik sepertimu !. Saya merasa tidak pantas untukmu !." Jefry mengeratkan pelukannya .
Almira mengembangkan senyumnya , mengusap punggung tangan yang melingkar di perutnya . Istri mana yang tidak senang jika mendapatkan pujian manis dari seorang suami .
"Menurut Abang ! ada bidadari yang berlumur dosa ?" tanya balik Almira .
"Kamu !" jawab Jefry , cekikikan , di kecupnya lagi pipi Almira dari samping .
"Berarti saya bukan bidadari !" ucap Almira lemah .
"Bidadari surga Abang !" Jefry melepas pelukannya , memutar tubuh Almira kehadapnya . Kemudian di ciumnya kening Almira ."Biarkan dosa di masa lalu kita menjadi pelajaran berharga untuk kita . Mulai sekarang kita buka lembaran baru cerita hidup kita dengan iman dan takwa !" ucap Jefry , entah dari mana ia mengutip kata kata indah itu .
Seminggu menjalani pernikahan , yang hanya di habiskan sembilan puluh persennya di dalam ruangan atau tepatnya di dalam apartemen milik Jefry . Banyak membawa perubahan di dalam hidupnya . Jefry juga menceritakan siapa dirinya yang seorang pria hidung belang kepada Almira . Dan Almira pun tidak mempermasalahkannya asalkan Jefry meninggalkan keburukannya .
__ADS_1
Almira menganggukkan kepalanya tersenyum ,"Ayo sarapan Bang ! , Almira sudah siapkan nasi lemak kesukaan Abang !"
"Tapi pagi ini Abang tidak ingin sarapan nasi " balas Jefry .
"Trus Abang ingin sarapan apa ?" tanya Almira .
Tanpa aba aba , Jefry mengangkat tubuh Almira .
"Abang !!" kaget Almira
"Abang ingin sarapan , makanan Abang yang sedap sangat ini sekarang " ucap Jefry membawa Almira masuk ke dalam kamar mereka .
"Abang mau apa ?" tanya Almira , Jefry sudah menurunkannya , meletakkannya di atas tempat tidur .
"Sarapanlah !"
Jefry membuka kembali baju kemejanya melemparnya kesembarang arah . Menyeringai , Jefry pun langsung menindih tubuh Almira .
"Abang bisa terlambat !" protes Almira , berusaha melepaskan diri , tapi percuma karna tenaga Jefry tidak akan terkalahkan olehnya .
"Tidak masalah sayang ! , Ze akan memakluminya " jawab Jefry . kemudian melancarkan aksinya , untuk menanam benih benih cinta di ladang milik Almira .
Hingga jam sebelas waktu Singapur , barulah Jefry sampai di perusahaan . Jefry melangkahkan kakinya dengan santai tanpa merasa melakukan kesalahan memasuki ruangannya .
"Ck ck ck..! berapa ronde Pakcik ? , sampai datang menjelang siang !" Yudhi menyandarkan tubuhnya di kosen pintu menghadap Jefry , dengan melipat kedua tangannya di depan dada .
"Enak aja bilangin saya anak kecil , gak lihat saya sudah berhasil bikin bocah dua sekaligus ." bangga Yudhi .
Jefry memutar kedua bola matanya jengah "Prosesnya tidak pake cara alami aja bangga !" cibir jefry .
"Bagaimana pun cara prosesnya , yang penting itu kecebongku berhasil mencipkatan dua bocah dalam satu kali proses . Dari pada situ , kecebongnya belum tentu berkualiatas " balas Yudhi .
"Enak saja bilang kecebongku gak berkualitas , lihat saja ! istriku pasti langsung hamil !" sanggah Jefry tidak terima .
"Yakin..?" ucap Yudhi seperti nada meledek .
Jefry tidak bisa menjawab karna ia juga tidak yakin kalau istrinya akan segera hamil .
Tiba tiba tubuh Yudhi terdorong kedepan .
"Hei kakak ipar !"
"Makanya jangan berdiri di pintu !, dan juga siapa yang mengijinkan kalian mengobrol bersantai santai pada saat jam kerja . Yud ! kembali keruanganmu , saya rasa kerjaanmu belum kau selesaikan . Dan kau Jef ! , gajimu saya potong karna sudah datang terlambat." Cerocos Mr Ze , setelah masuk ke ruangan Jefry .
Yudhi , ia langsung pergi meninggalkan ruangan Jefry , sebelum Mr Ze memgatakan akan memotong gajinya . Bisa bisa ia tekor , tidak punya uang , karna ia masih harus membayar cicilan pinjaman di perusahaan Mr Ze , untuk membeli rumah dan mobil dua Tahun yang lalu .
__ADS_1
"Tak apa gaji saya di potong , yang penting bonus proyek tetap lancar jaya ." Jefry mengedipkan sebelah matanya menggoda Mr Ze teman satu spesiasnya itu .
"Kau lupa yang membiayai resepsi pernikahanmu saya , jadi Bulan ini tidak ada bonus untukmu !" ketus Mr Ze . Memberikan beberapa map berwarna biru kepada Jefry ."Kau kerjakan itu semua , saya nak balik sekarang . Sudah tiga hari saya tak jumpa istri saya gara gara kau cuti , saya jadi banyak pekerjaan ." ucapnya lagi .
"Kenapa kau tidak mengajak keluargamu tinggal di sini saja , dari pada kau harusc bolak balik setiap hari naik kapal ?" tanya Jefry .
"Momy sudah nyaman tinggal disana ! , apa lagi sekarang dia sudah banyak bergaul dengan Ibu Ibu pengajian disana , Banyak yang mau membimbingnya . Momy tidak ingin pindah dari sana lagi ." jawab Mr Ze .
Jefry mengangguk nganggukkan kepalanya ," saya juga nak pengenlah ikut belajar Agama lagi !" ujar Jefry .
Mr Ze mengembangkan senyumnya ," itu sudah seharusnya !"
Jefry menghela napasnya " Bahkan shalat pun saya tak paham lagi caranya !." ucap Jefry .
"Kau bisa belajar kepada istrimu ! , saya nampak dia sepertinya orang yang religius . bisalah dia ajarkan kau !" ujar Mr Ze .
Jefry menganggukkan kepalanya dan tersenyum hambar ." Andaikan kau tau siapa istriku Ze ? , dia adalah mantan buaya darat betina " batin Jefry .
"Ya sudah saya nak balik dulu !." Mr Ze pun keluar dari ruangan Jefry , ia ingin pulang menemui istri dan putri menyebalkannya .
Sepeninggal Mr Ze , Jefry bukannya langsung mengerjakan pekerjaan yang diberikan Mr Ze . Ia malah mengeluarkan HP dari saku celananya , dan langsung menelephon istrinya lewat VC.
"Assalamu alaikum Abang !" sapa dari layar HPnya .
"Walaukum salam !" Jefry memgembangkan senyumnya .
"Ada apa Abang telephon ? "
"Tak ada ! pengen je nak tengok wajah istri Abang !" jawab Jefry .
"Macam mana Abang bisa kerja , kalau Abang pokus je tengok muka Almira ?"
"Macam ne lah !" jawab Jefry .Almira hanya mengembangkan senyumnya .
"Nanti Abang jangan lupa makan siang dan Shalat !" ucap Almira mengingatkan .
"Bagaimana kalau istri Abang datang kesini mengantar makan siang buat Abang ? , sekalian temani Abang bekerja" usul Jefry . Ia benar benar ingin selalu berada didekat istrinya .
Almira tersenyum menganggukkan kepalanya . "Abang ingin di buatin makan siang apa ?."
Jefry diam berpikir sebentar ," apa aje , kalau istri Abang yang masak pasti Abang suka " jawab Jefry .Almira menganggukkan kepalanya lagi .
"Kalau begitu , Abang tutuplah telephonnya , Biar Almira masak dulu !" ucap Almira .
"Cium Abang dululah , biar Abang semangat kerjanya !"
__ADS_1
"Ih ! Abang ! " malu malu , Tapi Almira tetap mencium Jefry lewat VC.