21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Cerita Yudhi 25


__ADS_3

Kilas balik Yudhi


Semua para pelamar pekerja saling mendorong dan berebut memberikan lamarannya kepada sekcuriti yang berjaga di gerbang salah satu perusahan yang membuka lowongan kerja, di kawasa industri terbesar di kota Batam. Yudhi adalah salah satu di tengah tengah kerumunan itu. Saat itu Yudhi baru lulus SMA, pagi itu adalah hari pertamanya melamar pekerjaan.


Sangking banyak dan padatnya orang memenuhi depan gerbang perusahaan. Yudhi tidak sadar dompetnya di ambil orang dari saku belakang celananya. Dompet itu tentu berisi uang ktp .


Setelah berhasil memberikan lamarannya, Yudhi pun keluar dari kerumunan yang berdesak desakan. Yudhi meraba dompetnya, ternyata sudah tidak ada di dalam saku celananya.


"Dompetku kemana ?"batin Yudhi, meraba raba semua saku celananya, tidak ada. Yudhi pun membuka resleting tas ransel berwana hitamnya , memeriksa tasnya apakah dompetnya berada dalam tas , nyatanya tidak ada sama sekali.


Yudhi baru sampai dua hari di Batam, ia belum menguasai daerah itu sama sekali. Wajah Yudhi memucat, bagaimana ia bisa pulang ke rumah tantenya, tanpa ada uang di tanganya ?. Yudhi pun tak memiliki handphon, karna sudah ia jual untuk ongkosnya berangkat ke Batam.


Yudhi merantau ke Batam bermodal nekat. Orang tua Yudhi tidak mengijinkannya merantau karna hanya dia anak satu satunya. Kedua orang tuanya menginginkan dia tetap di kampung, melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah. Yudhi tidak mau, Yudhi ingin keluar dari kampungnya, ingin mencari pengalaman di daerah orang, supaya tidak seperti katak dalam tempurung, kata Yudhi kepada orang tuanya. Yudhi yang tidak memiliki uang pun, nekat menjual handphonnya, untuk modal merantau meski tanpa ijin orang tuanya, karna orang tua Yudhi tidak mau memberinya uang. Pilihannya Pulau Batam, karna kata orang orang kampungnya yang merantau ke Batam, di batam itu sangat mudah mencetak uang. Yudhi tergiur, Yudhi pikir, ia bisa kuliah sambil kerja.


Meski orang tua Yudhi bukan orang kaya kaya amat, tapi keluarga Yudhi bisa dikatakan memiliki perekonomian yang lumayan. Orang tua Yudhi memiliki sawah lumayan luas, dan memiliki mesin padi. Orang tua Yudhi juga memiliki tambak ikan mas dan kebun kelapa yang cukup luas di kampungnya. Kalau di kampung, keluarga Yudhi masih bisa dikatakan orang kaya. Tapi itu tidak sebanding dengan orang kaya di kota, yang memiliki uang milliyaran sampai trilliunan.


Yudhi mendudukkan tubuhnya di beton pembatas jalan, berpikir bagaimana caranya ia bisa pulang ke rumah tantenya. Berjalan kaki sepertinya tak mungkin, karna jauhnya jarak yang akan dia tempuh. Yudhi duduk melamum.


Yudhi yang lagi termenung, tiba tiba mengalihkan pandangannya kepada Sosok gadis yang terlihat usianya berada di atasnya, keluar dari kerumunan orang pencari kerja. Senyum gadis itu sangat manis, wajahnya tampak ceria, seperti orang pengangguran sukses. Yudhi mengulas sedikit senyumnya, tanpa melepas netranya dari sosok gadis berambut ikal dan hitam itu. Entah kenapa Yudhi merasa jantungnya berdetak kencang, sampai Yudhi memegang dadanya sendiri.


Pucuk di cinta, gadis itu pun berjalan ke arah Yudhi. Sambil menerima telephon dan mendudukkan tubuhnya di dekat Yudhi.


"Cantik !" batin Yudhi, memperhatikan wajah gadis itu dari dekat.


Entah datang keberanian dari mana, Yudhi menyapa gadis yang duduk di dekatnya itu, setelah gadis itu mengakhiri sambungan telephonnya.


"Kak !" sapa Yudhi


Gadis yang belum di ketahuinya namanya itu pun menoleh.


"Saya !" gadis itu menunjuk dirinya sendiri, melihat kesekeliling tidak ada orang di dekat cowok yang nampak yang bertubuh kurus dan lumayan tinggi itu, wajahnya juga masih nampak ABG.

__ADS_1


"Iya !" jawab Yudhi.


"Ada apa ?"


"Boleh minjam HPnya sebentar ?, dompetku hilang !, aku gak punya ongkos untuk pulang, aku juga gak punya HP. Tadi kesini aku hanya sendiri. Aku ingin minta di jemput sama tanteku !" mohon Yudhi.


Tanpa berpikir gadis itu langsung memberikan HPnya kepada Yudhi. Gadis itu berpikir tidak akan rugi jika membantu orang meski tak kenal. Yudhi tersenyum, menerima HP milik gadis cantik itu.


"Selain cantik !, hatinya juga baik !" batin Yudhi.


Yudhi pun langsung memasukkan no kontak tantenya, lalu melakukan panggilan. Selesai menghubungi Tantenya, Yudhi pun langsung mengembalikan HP milik gadis yang duduk di sampingnya.


"Trimakasih Kak !" ucap Yudhi.


"Sama sama !" balas gadis itu, sedikit mengulas senyumnya."saya duluan !" pamit gadis itu, ketika ada motor berhenti di depan mereka. Gadis yang memiliki senyum manis itu pun naik ke atas motor cowok yang sengaja datang menjemputnya. Gadis itu memeluk pinggang cowok yang di perkirakan Yudhi kekasih dari gadis yang meminjamkam handphon kepadanya itu.


Yudhi menghela napas lemah melihatnya, entah kenapa ada rasa yang mengganjal di dada Yudhi. Yudhi terus memperhatikan motor itu melaju sampai tidak terlihat lagi.


"Kenapa dia gak datang ?, bukankah dia semalam memberikan lamarannya juga !" batin Yudhi. kembali duduk ke beton pembatas jalan yang berada berseberangan dengan perusahaan tempatnya melamar.


Hari ini adalah pengumuman lulus seleksi lamaran, dan melakukan tes berikutnya untuk lolos dan dinterima bekerja. Namun Yudhi tidak melihat gadis itu datang.


Entah kenapa Yudhi tidak tau, dari semalam Yudhi tidak bisa melupakan senyum gadis yang berkulit sawo matang itu. Sampai mengganggu tidurnya tadi malam. Sampai membuat seorang Yudhi hampir bisa tidur menjelang subuh.


Sampai depan gerbang perudahaan itu sunyi, Yudhi masih berharap melihat gadis yang meminjamkan pulsa telephon itu kepadanya. Dada Yudhi terasa sesak, seperti ada rindu di hatinya kepada gadis yang tidak di ketahuinya namanya itu.


Yudhi tersenyum getir berdiri dari tempat duduknya, meninggalkan tepat itu. Saat itu Yudhi sudah menyadari kalau dia jatuh cinta pada gadis itu. Kemana dia harus mencarinya ?.


Yudhi kembali pulang ke rumah tantenya, Yudhi langsung mecari tantenya. Yudhi ingat semalam ia memakai HP gadis itu menelephon Tantenya, Yudhi ingin melihat no panggilan masuk semalam, Yudhi ingin menelephon gadis itu, Yudhi tidak peduli gadis itu punya kekasih atau tidak. Saat itu Yudhi bertekat untuk mendapatkan gadis yang sudah mendebarkan jantungnya itu. Gadis itu harus bertanggung jawab, karna sudah membuatnya hampir tak tidur malam.


"Tante Yun !" panggil Yudhi dengan suara kencang. melangkahkan kakinya masuk ke rumah tantenya.

__ADS_1


"Ada apa sih Yudhi teriak teriak ?"kesal tante Yudhi yang memiliki kontrakan 20 pintu kamar kontarakan di samping rumahnya.


"Pinjam HP tante sebentar !"jawab Yudhi.


"buat apa ?" tanya Tante Yudhi yang bernama Yunita.


"Ada perlu !, sebentar aja !"


Tentenya itu pun langsung memberikan phonselnya. Yudhi langsung menerimanya, menghidupkan layar phonselnya, langsung membuka aplikasi telepon. Yudhi langsung mencari panggilan masuk kemrin, ternyata kosong sudah di hapus tantenya. Yudhi bernapas lemah, mengembalikan HP milik tantenya.


"Kamu kenapa ?" Tante Yudhi mengerutkan keningnya melihat wajah Yudhi layu.


Yudhi menggelengkan kepalanya, kemudian melangkah lunglai ke kamarnya. Kamar yang ia tempati ke di rumah Tanyenya.


Yudhi menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran lima kaki. Dengan posisi terlentang ke arah langit langit kamar. Yudhi memejamkan matanya, langsung saja wajah gadis yang memiliki senyum manis itu menari nari di pelupuk matanya.Bagaimana caranya supaya ia bisa bertemu dengan gasis itu lagi ?.


Enam Bulan berlalu


Yudhi sudah enam bulan bekerja, ia pun sambil kuliah. Tentu biaya kuliahnya dikirim orang tuanya dari kampung, karna gajinya tidak akan cukup menanggung biaya hidup dan uang kuliah. Apalagi Yudhi mengambil jurusan Manajemen bisnis, biayanya lebih mahal di banding jurusan lainnya.


Karna kesibukannya bekerja sambil kuliah, pikiran Yudhi pun teralihkan dari gadis yang sudah sempat menabuh genderang di dadanya itu. Di tempat kerjanya, 90% karyawannya cewek, di tempat kuliahnya juga banyak cewek cewek. Memiliki paras yang lumayan tampan, Yudhi termasuk menjadi cowok idola di tempat kerja dan di kampusnya. Membuat Yudhi sering kali gonta ganti cewek, karna tidak kuat menahan godaan cewek cewek cantik yang tebar pesona kepadanya.


***


"Apa kamu sudah ingat Yayang Beb ?, kapan kita pertama bertemu ?. Saat pertama melihatmu aku sudah menyukaimu" tanya Yudhi, setelah selesai dengan ceritanya. Sepanjang bercerita, satu tangan Yudhi tidak berhenti mengelus elus perut Tika yang sudah mulai nampak memnonjol.


Tika menganggukkan kepalanya, karna sudah mengingat pertemuan pertamanya dengan Yudhi. Saat itu Tika tidak memperhatikan wajah Yudhi dengan jelas, karna hatinya yang lagi terpaut dengan pria lain. Tika tidak peduli seperti apa wajah cowok yang meminjam HPnya, ia hanya melihatnya sekilas saja, sehingga tidak terekam di memori ingatannya.


"Kamu langsung mencuri pandanganku saat kamu keluar dari kerumunan itu Yayang Beb !"ujar Yudhi.


.

__ADS_1


.


__ADS_2