
" Jef ! , bagaimana keadaan Ze ? " tanya Rico , ia baru sampai bersama Momy Jeni . setelah Jefry tadi mengabari , ia langsung bergegas meninggalkan pekerjaannya , menjemput Momy Jeni dan membawanya ke Rumah Sakit . Kini mereka baru sampai di depan ruang operasi , di sana Ada Jefry menunggu .
Jefry tidak langsung menjawab , ia mengalihkan tatapannya ke arah wanita paru baya yang berdiri di samping Rico , wajahnya terlihat sembab seperti habis menangis .
" Iya Jef ! , bagaimana keadaan Ze ? " tanya Momy Jeni , cemas , matanya sudah berkaca kaca .
" Kata Dokter ia mengalami luka di bagian kepala dan sebelah kakinya patah Mom ! " jawab Jefry ,
Momy Jeni menghela napasnya , kemudian mendudukkan tubuhnya di bangku tunggu di depan ruang operasi . Seandainya ia tidak menelephon Mr Ze dengan keadaan menangis , mungkin Mr Ze tidak kawatir padanya dan tidak akan mengendarai mobilnya dengan tergesa gesa mengakibatkan dia kecelakaan .
Hampir dua jam menunggu , Dokter yang melakukan operasi pun akhirnya keluar dari ruang operasi . Jefry yang melihat pun langsung berdiri dari tempat duduknya , di ikuti Momy Jeni dan Rico. lalu mereka melangkah mendekati Dokter tersebut .
" Bagaimana keadaan Mr Ze Dok ? " tanya Jefry langsung .
" Iya Dok ! , bagaimana keadaan anak saya ? " tanya Momy Jeni lagi.
" Operasinya lancar dan berhasil , kita lihat saja perkembangan selanjutnya " jawab Dokter laki laki yang usianya hampir lima puluhan Tahun itu sambil membuka kaca mata yang bertengger di hidungnya , terlihat gurat kelelahan di wajahnya .
Momy Jeni Jefry dan Rico pun sama sama bernapas lega , ada sedikit senyum terbit di bibir mereka .
" Timakasih Dok ! " ucap Momy Jeni kemudian .
" Kalau begitu saya permisi dulu " pamit Dokter itu , kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka .
Setelah Mr Ze di pindahkan ke ruang perawatan , Rico dan Jefry pun pamit kepada Momy Jeni , karna mereka harus melanjutkan pekerjaan mereka di perusahaan Mr Ze . Dan mereka pun harus mengurus kasus kecelakaan yang dialami Mr Ze .
" Momy ! kami pamit dulun ! , jika ada apa apa atau Momy butuh bantuan , hubungi kami Momy ! " ucap Jefry , menyalim tangan Momy Jeni .
" Iya Momy ! , jangan sungkan minta bantuan kami ! " sambung Rico .
Momy Jeni tersenyum tipis " Trimakasih ya Jef ! Ric ! " balas Momy Jeni .
" Sama sama Momy ! " Rico dan Jefry pun , melangkahkan kaki mereka keluar dari ruang perawaran Mr Ze , meninggalkan Momy Jeni dan Mr Ze yang masih terbaring tak sadarkan diri .
Sudah dua hari Mr Ze terbaring lemah di ruang perawatannya , namun ia belum juga membuka matanya .
" Dok ! , kenapa anak saya belum juga sadar ? " tanya Momy Jeni kepada Dokter yang baru selesai memeriksa keadaan Mr Ze .
" Maaf Bu ! , sepertinya anak Ibu mengalami koma " jawab Dokter itu .
__ADS_1
" Koma Dok ! " Momy Jeni kaget , ia pun terdiam , kemudian di arahkannya tatapannya ke arah wajah anaknya yang masih tertidur dengan lelap .
" Lalu kapan anak saya sadar Dok ? " Momy Jeni mengarahkan kembali tatapannya ke arah Dokter yang memeriksa Mr Ze .
" Kami tidak bisa memastikannya , untuk saat ini perkembangannya membaik semua normal , Ibu banyak berdo'a saja , semoga anak Ibu cepat sadar " jawab Dokter itu ." kalau begitu saya permisi "
" Trimakasih Dok ! " balas Momy Jeni . kemudian mendudukkan tubuhnya di kursi samping brankar Mr Ze .
Momy Jeni pun mengambil sebelah tangan Mr Ze yang di tusuk jarum infus lalu mengelusnya .
" Zeyn ! anak Momy ! , Bangun sayang ! , Momy membutuhkanmu ! , Momy tidak punya siapa siapa lagi selain kamu Baby Boy ! " ucap Momy Jeni lirih , Cairan bening pun sudah mengalir di pipinya .
" Kenapa kamu tidak pernah cerita , kalau suami Momy sering tidak berlaku baik padamu ? , belasan Tahun kamu menutupinya dari Momy , Kenapa kamu hanya memikirkan kebahagiaan Momy saja ? , Maafkan Momy Zeyn ! , Momy tidak tau kalau selama ini kamu menderita ! , maafin Momy sudah menjadi Ibu yang buruk untukmu . Bangunlah Ze ! Momy mohon ! "
Momy Jeni sudah mendengar cerita dari kedua sahabat anaknya itu , bagaimana Mr Along suaminya memperlakukan Mr Ze selama ini . Mr Ze yang harus membayar biaya hidupnya semejak tinggal si rumah Mr Along , dengan bekerja sebagai keliling servis diperusahaan suaminya . bahkan Mr Ze pernah disuruh langsung bekerja di galangan kapal setelah ia tamat SMA , saat ia tidak ada jam kuliah .
Setiap apa yang diberikan Momynya kepadanya , ia harus menggantinya dengan tenaga , sehingga ia enggan menerima pemberian Momynya dan mengatakan tidak membutuhkannya .
Jefry juga menceritakan kebejatan Mr Along yang hampir merenggut kesucian Ashalina di apartemen Mr Ze .
" Ayah...! " panggil Mr Ze tiba tiba .
Momy Jeni langsung mengalihkan tatapannya ke arah wajah Mr Ze , mendengar Mr Ze memanggil Ayah " Ze ! kamu sudah bangun ? " Momy Jeni berdiri dari tempat duduknya sambil menghapus air matanya , membungkukkan tubuhnya ke arah Mr Ze . Mengusap kepala Mr Ze sambil mencium pipi anak semata wayangnya itu .
" Zeyn ! Momy sangat kawatir sama kamu sayang , Momy bersyukur kamu sudah sadar " ucap Momy Jeni , tersenyum .
" Momy ! , Ayah mana ? "
Momy Jeni terdiam , kemudian menajamkan pandangannya ke wajah Mr Ze ." Zeyn ! , Ayah kamu sudah lama meninggal sayang ! " jawab Momy Jeni Lirih . Ia pun seketika teringat dengan memdiang mantan suaminya itu .
" Maksud Momy apa ? , tadi Zeyn lihat Ayah datang Mom ! " ucap Mr Ze lagi .
" Sayang ! kamu baru sadar , sudah dua hari kamu tidak sadarkan diri setelah menjalani operasi , " jemas Momy Jeni .
" Operasi ? " Mr Ze mengerutkan keningnya .
" Kamu memgalami kecelakaan sayang ! , kamu teruka parah , ini kamu lagi di Rumah Sakit " jelas Momy Jeni .
" Kecelakaan ??? " Mr Ze pun mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan , benar ia ada di Rumah Sakit , setelah melihat tiang infus di sampaingnya .
__ADS_1
" Apa kamu lupa ? kalau kamu kecelakaan diperjalan saat kamu mau menyusul Momy ? " tanya Momy Jeni lagi .
Mr Ze tidak menjawab , ia mengerutkan keningnya , memutar memirinya , kapan ia kecelakaan , tapi tiba tiba ia merasa kepalanya sakit .
" Kamu kenapa sayang ? " tanya Momy Jeni , melihat Mr Ze meringis kesakitan .
" Kepalaku sakit Momy ! , aku tidak bisa mengingatnya ! . Apa aku kena tabrak mobil saat bermain sepeda Mom ? Trus Acha mana Mom ? dia gak apa apa kan Mom? " tanya Mr Ze ? . Ia hanya bisa mengingat saat ia masih di kampung Ayahnya , terakhir ia mengingat Ia membonceng Acha dengan sepeda berkeliling kampung , gadis kecil yang sudah di anggapnya adik .
" Zeyn ! kamu kenapa ? " heran melihat anaknya berbicara ngaur .
" Tok tok tok ! "
Momy Jeni dan Mr Ze langsung mengalihkan tatap mereka ke arah pintu karna mendengar ada yang mengetok pintu .
" Selamat Siang Mom ! , Ini saya bawakan makan siang buat Momy , kebetulan saya lagi tak banyak kerjaan , jadi saya sempatkan kesini " ujar Rico , ia belum memperhatikan Mr Ze yang sudah sadar .
" Dia siapa Mom ! "
" Ze ! kamu sudah sadar ! " sapa Rico mengalihkan tatapannya ke arah Mr Ze , karna mendengar suara sahabatnya itu . Lalu mendekati Mr Ze yang terbaring di atas ranjang Rumah Sakit , senang melihat sahabatnya itu sudah sadar .
"Kau siapa ? , aku tidak mengenalmu ? " ucap Mr Ze .
" Kamu kenapa Ze ? , baru dua hari kau tidak bangun kau sudah lupa denganku ! , bercandamu tidak lucu " ujar Rico .
"Dia Rico sahabatmu ! , apa kamu tidak ingat ? " tanya Momy Jeni . Mr Ze menggelengkan kepalanya .
" Jadi siapa yang kamu ingat ? ,"tanya Rico .
" Momy , Ayah , Acha ,sama Nenek " jawab Mr Ze polos .
" Baguslah kalau kau lupa denganku , mudah mudahan kau lupa juga dengan uang dan perusahaanmu " balas Rico , ia masih berpikir Mr Ze sadang bercanda .
" Jefry kamu ingat ? " tanya Rico lagi , Mr Ze menggelengkan kepalanya .
" Ashalina ?? " lagi lagi Mr Ze menggelengkan kepalanya .
" Ric ! , tolong panggilkan Dokter , Ze baru sadar , ia belum dicek kondisinya , sepertinya ada yang tidak beres dengan Ze " ucap Momy Jeni .
" Maksud Momy ? " tanya Rico , menajamkan tatapannya ke arah momy Jeni .
__ADS_1
" Panggil saja ! " ujar momy jeni .
" Baik Mom " Rico pun melangkahkan kakinya ke luar dari ruang perawatan Mr Ze , untuk memanggil Dokter .