21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 13


__ADS_3

Hari ini Ashalina memasak rendang ayam untuk majikan tampan yang sudah memikat hatinya itu . Ia mengaduk ngaduk masakannya sambil bernyanyi nyanyi ria dan berjoget ala ala gril band korea yang lagi terkenal .


"🎀 Now look at you 🎡


now look at me


look at you


Now look at me


look at you


now look at me 🎢


🎀 Ha 🎡 How you like that


you gon 'like that 🎢


that that that that 🎢


that that🎢 that that 🎡


🎀 How you like that🎡


Ha ra bim ba ra


bum bum bum 🎡


" I like that 🎡," sambung Mr Ze .


" Mr Ze ! ," Ashalina kaget , tiba tiba Mr Ze datang dan langsung mengecup sebelah pipinya .


" Baby ! , " balas Mr Ze dikecupnya lagi pipi sebelahnya .


" Kenapa cepat pulang ? , ini masih sore ?, " tanya Ashalina .


" waktumu tidak lama lagi disini , aku tidak mau menyia nyiakannya , nanti kita pasti jarang bertemu ," jawab Mr Ze , memeluk Ashalina dari belakang dengan menyandarkan dagunya di bahu Ashalina .


Ashalina mengecilkan api kompornya , kemudian memutar tubuhnya ke arah Mr Ze . " Mr Ze ! aku tidak berani berharap lebih darimu , kita jauh berbeda , berbeda kasta beda Negara dan beda agama ," ujar Ashalina , metatap dalam kedua manik mata berwarna kecoklatan milik majikan tampannya itu . Ashalina tidak tau kalau Mr Ze adalah seorang muslim , walau hanya di ID card .


" Apa perbedaan itu jadi masalah ? , " tanya Mr Ze .


" Iya ! ,"


" Tapi itu semua tidak jadi masalah untukku ," balas Mr Ze


" Ya ! , itu tidak akan jadi masalah untuk Mr , karna Mr Tidak pernah serius dengan perempuan manapun ," jelas Ashalina .


" Baby.. ! aku serius , aku janji akan berobah , aku janji tidak akan bermain perempuan lagi ,"


" Mr ! ,"


" Iya sayang ! ,"

__ADS_1


" Aku mencium bau gosong ," ucap Ashalina , Mr Ze langsung melepas pelukannya , Ashalina pun membalik tubuhnya melihat ke arah kuali masakannya . Benar saja , bagian bawah masakannya sudah gosong . Ashalina langsung mematikan kompornya , " gosong ! ," ucapnya lemah .


" Tidak apa Baby ! , kita bisa cari makanan diluar ,". ditariknya tangan Ashalina keluar dari dapur , " sana mandi malam ini kita jalan jalan ," ujar Mr Ze .


" Benaran Mr ! ," wajah Ashalina langsung berbinar senang .


" Sana cepat ! ," suruh Mr Ze tersenyum sambil mengacak acak ujung kepala Ashalina . Ashalina menganggukkan kepalanya lalu berlari masuk kedalam kamarnya .


kurang lebih tiga puluh menit , Ashalina keluar dari dalam kamarnya dengan menggunakan dres selutut berwana ijo botol , bermodel kemeja tanpa krah , berlengan panjang beserta ada tali pinggang . rambut panjangnya di ikat rapi kebelakang dengan model ekor kuda . wajahnya hanya diberi sentuhan bedak tipis dan lipstik berwarna merah maron , yang menambah kecantikan alami wajahnya .


" Baby ! , kamu sangat cantik ! ," ucap Mr Ze , mendekati Ashalina yang baru keluar dari kamar , memeluk pinggang Ashalina dari samping lalu dikecupnya pelipis Ashalina kilas . " yuk ! ," ajaknya lagi , mengiring Ashalina berjalan ke arah pintu keluar .


Ashalina hanya mengembangkan senyumnya lalu mengangguk . mendapat pujian dari lawan jenis , tentu Ashalina sangat senang apalagi yang memuji adalah laki laki tampan . Hati wanita mana yang tidak berbunga bunga dapat pujian dari seorang pria , apa lagi yang memuji adalah pria yang sudah memikat hati kita . Ashalina sudah benar benar terpikat dengan majikan tampan bajingannya itu .


" Kita kemana Mr ? ," tanya Ashalina , membalas memeluk pinggang Mr Ze dengan sebelah tangannya .


" Lihat aja nanti kita kemana ," balas Mr Ze . Ashalina mengerucutkan bibirnya , karna Mr Ze tidak pernah menjawab pertanyaannya dengan jelas . Majikan yang sudah merangkap menjadi... Ah ! , Ashalina tidak tau apa kejelasan hubungan mereka , karna kedekatan mereka hanya mengalir begitu saja tanpa ada kata yang resmi menyatakan status hubungan mereka .


Setelah mereka masuk kedalam mobil mewah milik Mr Ze , yang mungkin harganya di atas harga proyek 10M mereka yang sudah dibatalkan . Mr Ze pun langsung melajukannya bergabung bersama kenderaan lain di jalan raya .


" Wah ! indahnya..! ," ucap Ashalin , melihat kerlap kerlip lampu lampu kota Singapur malam hari . Mr ! aku ingin kesana ! , " tunjuk Ashalina melihat lampu hias berwarna warni berbentuk seperti pohon dan ada jembatan melingkar menyambungkan pohon hias yang satu ke pohon hias berikutnya .


" Iya nanti kita kesana , sekarang kita cari makanan dulu ," ujar Mr Ze .


" Hore..!! ," girang Ashalina , sambil bertepuk tepuk tangan kecil , seperti anak kecil yang dibawain cendor dan martabak dari pasar oleh emaknya .


" Tapi ada syaratnya ," ucap Mr Ze lagi .


" Cium ! ," Mr Ze menunjuk pipinya dengan telunjuknya .


" Gak mau ! , aku malu ! ," tolak Ashalina .


" Kalau begitu tidak jadi ," ujar Mr Ze .


" Dasar majikan menyebalkan , tidak berpri ke art an ," sungut Ashalina memanyunkan bibirnya .


" Ya udah ! kalau tidak mau ,"


" Punya majikan satu tapi maunya banyak ," Ashalina masih memanyunkan bibirnya .


Cup ! , Mr Ze Mendaratkan ciuman di bibir Ashalina yang maju lima senti , setelah ia memarkirkan mobilnya , diparkiran salah satu tempat makan di kota Singapur .


" Mr ! , kau sudah sering sekali menodai bibirku ," protes Ashalina , karna Mr Ze seringkali mengecup bibirnya .


" Kok menodai Baby ? ,"


" Tidak boleh cium cium bibir kalau tidak ada pernikahan ," jawab Ashalina .


" Oh ! ," seperti biasa Mr Ze selalu menganggap semuanya enteng . " Ayok turun ! kita makan dulu ," ajaknya , lalu turun dari dalam mobil , begitupun dengan Ashalina .


kini mereka sudah duduk di dalam restoran yang menjual berbagai jenis makanan , yang Ashalina tidak tau apa nama makanannya .


" Mr Ze ! , disini semua makanan halal gak ? , tanya Ashalina , setelah membaca buku menu yang berbahasa inggris , Ashalina tidak tau apa artinya . boro boro Ashalina mengerti , membacanya aja susah .

__ADS_1


" Saya gak tau ! ," jawab Mr Ze .


" Aku gak mau makan disini kalau ke halalannya tidak jelas ," ujar Ashalina .


Mr Ze hanya diam saja , ia lagi dalam mode menyebalkan , membuat Ashalina jengkel .


Pelayan pun datang mengantar pesanan mereka / lebih tepatnya pesanan Mr Ze semua , karna Ashalina tidak tau harus memesan apa .


" Apa makanan disini semua halal ? ," tanya Mr Ze kepada pelayan wanita yang menghidangkan makanan di meja mereka , tentu dengan menggunakan bahasa upin ipin .


" Iya Mr ! ," jawab pelayan itu tersenyum ramah .


" Sudah dengar katanya semua halal ," ucap Mr Ze kepada Ashalina , Ashalina pun merasa lega .


" Ada yang bisa saya bantu ? ," tanya pelayan itu ramah , mirip suara kak Ros , kakaknya upin ipin .


" Tidak ! ," jawab Mr Ze


" Kalau begitu saya permisi , selamat menikmati ! ," pelayan itu pun undur diri .


" Baby ! , ayok makan ! ," suruh Mr Ze , melihat Ashalina hanya diam menunduk dengan mata berkaca kaca .


" Kamu kenapa sayang ! ," tanya Mr Ze , Ashalina hanya menghelengkan kepalanya .


" Kenapa gak mau makan ? ," tanya Mr Ze lagi , diusapnya kepala Ashalina dari belakang ,Malah Ashalina menangis .


" Baby ! , kenapa malah menangis ? " ditariknya Ashalina dalam pelukannya .


" Melihat makanan enak sebanyak ini , aku langsung ingat dengan adik adik dan kedua orang tuaku dikampung ?, aku berpikir apa mereka sudah makan atau belum? , mereka makan apa? , aku kangen dengan mereka , aku sudah lama tidak bertemu ," ucapnya di dalam pelukan Mr Ze .


Mr Ze terdiam tidak bisa berkata apa apa , hatinya terasa sakit melihat gadisnya yang sedih . Meski pun Mr Ze tidak pernah kekurangan apapun secara materi , tapi ia mengerti apa yang dirasakan Ashalina .


Mr Ze mencium pucuk kepala Ashalina sambil tangannya mengusap usap punggung Ashalina ." Baby ! kita makan dulu ya ! , keluargamu pasti baik baik saja dikampung ," ucap Mr Ze , diusapnya lelehan bening yang mengalir di kedua pipi Ashalina . Ashalina menganggukkan kepalanya tak ingin berlarut larut dalam kesedihan .


Selain Ashalina gadis yang sedikit barbar dan banyak bicara . dia juga termasuk gadis yang gampang menangis , tapi gampang membaik .


Mr Ze pun mengambil sendok , lalu menyendok salah satu makanan yang tersaji di depan mereka , menyuapkannya ke mulut Ashalina yang langsung diterima oleh Ashalina .


" Biar aku makan sendiri Mr ! , ," mengambil sendok dari tangan Mr Ze .


" No Baby ! , biar aku suapin ," tolak Mr Ze .


" Aku kan bukan orang sakit Mr ! , makan harus disuapin ," sungut Ashalina memanyunkan bibirnya .


" Cup ! " lagi lagi Mr Ze mengecup bibir Ashalina .


" Mr ! , malu dilihat orang..! ," protes Ashalina . Mr Ze hanya mengedikkan bahunya .


" Mr Ze gak punya malu ," ujar Ashalina .


" Cepat buka mulutnya Baby , jangan banyak bicara , nanti tidak jadi jalan jalannya ," ujar Mr Ze sambil menyuapkan makanan lagi kemulut Ashalina , Ashalina pun menerima suapan dari Mr Ze lagi .


" Good ! , jadilah gadisku yang penurut ," diacak acaknya ujung kepala Ashalina .

__ADS_1


__ADS_2