
Hari ini Ashalina memasak rendang ayam untuk majikan tampan yang sudah memikat hatinya itu . Ia mengaduk ngaduk masakannya sambil bernyanyi nyanyi ria dan berjoget ala ala gril band korea yang lagi terkenal .
"π€ Now look at you π΅
now look at me
look at you
Now look at me
look at you
now look at me πΆ
π€ Ha π΅ How you like that
you gon 'like that πΆ
that that that that πΆ
that thatπΆ that that π΅
π€ How you like thatπ΅
Ha ra bim ba ra
bum bum bum π΅
" I like that π΅," sambung Mr Ze .
" Mr Ze ! ," Ashalina kaget , tiba tiba Mr Ze datang dan langsung mengecup sebelah pipinya .
" Baby ! , " balas Mr Ze dikecupnya lagi pipi sebelahnya .
" Kenapa cepat pulang ? , ini masih sore ?, " tanya Ashalina .
" waktumu tidak lama lagi disini , aku tidak mau menyia nyiakannya , nanti kita pasti jarang bertemu ," jawab Mr Ze , memeluk Ashalina dari belakang dengan menyandarkan dagunya di bahu Ashalina .
Ashalina mengecilkan api kompornya , kemudian memutar tubuhnya ke arah Mr Ze . " Mr Ze ! aku tidak berani berharap lebih darimu , kita jauh berbeda , berbeda kasta beda Negara dan beda agama ," ujar Ashalina , metatap dalam kedua manik mata berwarna kecoklatan milik majikan tampannya itu . Ashalina tidak tau kalau Mr Ze adalah seorang muslim , walau hanya di ID card .
" Apa perbedaan itu jadi masalah ? , " tanya Mr Ze .
" Iya ! ,"
" Tapi itu semua tidak jadi masalah untukku ," balas Mr Ze
" Ya ! , itu tidak akan jadi masalah untuk Mr , karna Mr Tidak pernah serius dengan perempuan manapun ," jelas Ashalina .
" Baby.. ! aku serius , aku janji akan berobah , aku janji tidak akan bermain perempuan lagi ,"
" Mr ! ,"
" Iya sayang ! ,"
__ADS_1
" Aku mencium bau gosong ," ucap Ashalina , Mr Ze langsung melepas pelukannya , Ashalina pun membalik tubuhnya melihat ke arah kuali masakannya . Benar saja , bagian bawah masakannya sudah gosong . Ashalina langsung mematikan kompornya , " gosong ! ," ucapnya lemah .
" Tidak apa Baby ! , kita bisa cari makanan diluar ,". ditariknya tangan Ashalina keluar dari dapur , " sana mandi malam ini kita jalan jalan ," ujar Mr Ze .
" Benaran Mr ! ," wajah Ashalina langsung berbinar senang .
" Sana cepat ! ," suruh Mr Ze tersenyum sambil mengacak acak ujung kepala Ashalina . Ashalina menganggukkan kepalanya lalu berlari masuk kedalam kamarnya .
kurang lebih tiga puluh menit , Ashalina keluar dari dalam kamarnya dengan menggunakan dres selutut berwana ijo botol , bermodel kemeja tanpa krah , berlengan panjang beserta ada tali pinggang . rambut panjangnya di ikat rapi kebelakang dengan model ekor kuda . wajahnya hanya diberi sentuhan bedak tipis dan lipstik berwarna merah maron , yang menambah kecantikan alami wajahnya .
" Baby ! , kamu sangat cantik ! ," ucap Mr Ze , mendekati Ashalina yang baru keluar dari kamar , memeluk pinggang Ashalina dari samping lalu dikecupnya pelipis Ashalina kilas . " yuk ! ," ajaknya lagi , mengiring Ashalina berjalan ke arah pintu keluar .
Ashalina hanya mengembangkan senyumnya lalu mengangguk . mendapat pujian dari lawan jenis , tentu Ashalina sangat senang apalagi yang memuji adalah laki laki tampan . Hati wanita mana yang tidak berbunga bunga dapat pujian dari seorang pria , apa lagi yang memuji adalah pria yang sudah memikat hati kita . Ashalina sudah benar benar terpikat dengan majikan tampan bajingannya itu .
" Kita kemana Mr ? ," tanya Ashalina , membalas memeluk pinggang Mr Ze dengan sebelah tangannya .
" Lihat aja nanti kita kemana ," balas Mr Ze . Ashalina mengerucutkan bibirnya , karna Mr Ze tidak pernah menjawab pertanyaannya dengan jelas . Majikan yang sudah merangkap menjadi... Ah ! , Ashalina tidak tau apa kejelasan hubungan mereka , karna kedekatan mereka hanya mengalir begitu saja tanpa ada kata yang resmi menyatakan status hubungan mereka .
Setelah mereka masuk kedalam mobil mewah milik Mr Ze , yang mungkin harganya di atas harga proyek 10M mereka yang sudah dibatalkan . Mr Ze pun langsung melajukannya bergabung bersama kenderaan lain di jalan raya .
" Wah ! indahnya..! ," ucap Ashalin , melihat kerlap kerlip lampu lampu kota Singapur malam hari . Mr ! aku ingin kesana ! , " tunjuk Ashalina melihat lampu hias berwarna warni berbentuk seperti pohon dan ada jembatan melingkar menyambungkan pohon hias yang satu ke pohon hias berikutnya .
" Iya nanti kita kesana , sekarang kita cari makanan dulu ," ujar Mr Ze .
" Hore..!! ," girang Ashalina , sambil bertepuk tepuk tangan kecil , seperti anak kecil yang dibawain cendor dan martabak dari pasar oleh emaknya .
" Tapi ada syaratnya ," ucap Mr Ze lagi .
" Cium ! ," Mr Ze menunjuk pipinya dengan telunjuknya .
" Gak mau ! , aku malu ! ," tolak Ashalina .
" Kalau begitu tidak jadi ," ujar Mr Ze .
" Dasar majikan menyebalkan , tidak berpri ke art an ," sungut Ashalina memanyunkan bibirnya .
" Ya udah ! kalau tidak mau ,"
" Punya majikan satu tapi maunya banyak ," Ashalina masih memanyunkan bibirnya .
Cup ! , Mr Ze Mendaratkan ciuman di bibir Ashalina yang maju lima senti , setelah ia memarkirkan mobilnya , diparkiran salah satu tempat makan di kota Singapur .
" Mr ! , kau sudah sering sekali menodai bibirku ," protes Ashalina , karna Mr Ze seringkali mengecup bibirnya .
" Kok menodai Baby ? ,"
" Tidak boleh cium cium bibir kalau tidak ada pernikahan ," jawab Ashalina .
" Oh ! ," seperti biasa Mr Ze selalu menganggap semuanya enteng . " Ayok turun ! kita makan dulu ," ajaknya , lalu turun dari dalam mobil , begitupun dengan Ashalina .
kini mereka sudah duduk di dalam restoran yang menjual berbagai jenis makanan , yang Ashalina tidak tau apa nama makanannya .
" Mr Ze ! , disini semua makanan halal gak ? , tanya Ashalina , setelah membaca buku menu yang berbahasa inggris , Ashalina tidak tau apa artinya . boro boro Ashalina mengerti , membacanya aja susah .
__ADS_1
" Saya gak tau ! ," jawab Mr Ze .
" Aku gak mau makan disini kalau ke halalannya tidak jelas ," ujar Ashalina .
Mr Ze hanya diam saja , ia lagi dalam mode menyebalkan , membuat Ashalina jengkel .
Pelayan pun datang mengantar pesanan mereka / lebih tepatnya pesanan Mr Ze semua , karna Ashalina tidak tau harus memesan apa .
" Apa makanan disini semua halal ? ," tanya Mr Ze kepada pelayan wanita yang menghidangkan makanan di meja mereka , tentu dengan menggunakan bahasa upin ipin .
" Iya Mr ! ," jawab pelayan itu tersenyum ramah .
" Sudah dengar katanya semua halal ," ucap Mr Ze kepada Ashalina , Ashalina pun merasa lega .
" Ada yang bisa saya bantu ? ," tanya pelayan itu ramah , mirip suara kak Ros , kakaknya upin ipin .
" Tidak ! ," jawab Mr Ze
" Kalau begitu saya permisi , selamat menikmati ! ," pelayan itu pun undur diri .
" Baby ! , ayok makan ! ," suruh Mr Ze , melihat Ashalina hanya diam menunduk dengan mata berkaca kaca .
" Kamu kenapa sayang ! ," tanya Mr Ze , Ashalina hanya menghelengkan kepalanya .
" Kenapa gak mau makan ? ," tanya Mr Ze lagi , diusapnya kepala Ashalina dari belakang ,Malah Ashalina menangis .
" Baby ! , kenapa malah menangis ? " ditariknya Ashalina dalam pelukannya .
" Melihat makanan enak sebanyak ini , aku langsung ingat dengan adik adik dan kedua orang tuaku dikampung ?, aku berpikir apa mereka sudah makan atau belum? , mereka makan apa? , aku kangen dengan mereka , aku sudah lama tidak bertemu ," ucapnya di dalam pelukan Mr Ze .
Mr Ze terdiam tidak bisa berkata apa apa , hatinya terasa sakit melihat gadisnya yang sedih . Meski pun Mr Ze tidak pernah kekurangan apapun secara materi , tapi ia mengerti apa yang dirasakan Ashalina .
Mr Ze mencium pucuk kepala Ashalina sambil tangannya mengusap usap punggung Ashalina ." Baby ! kita makan dulu ya ! , keluargamu pasti baik baik saja dikampung ," ucap Mr Ze , diusapnya lelehan bening yang mengalir di kedua pipi Ashalina . Ashalina menganggukkan kepalanya tak ingin berlarut larut dalam kesedihan .
Selain Ashalina gadis yang sedikit barbar dan banyak bicara . dia juga termasuk gadis yang gampang menangis , tapi gampang membaik .
Mr Ze pun mengambil sendok , lalu menyendok salah satu makanan yang tersaji di depan mereka , menyuapkannya ke mulut Ashalina yang langsung diterima oleh Ashalina .
" Biar aku makan sendiri Mr ! , ," mengambil sendok dari tangan Mr Ze .
" No Baby ! , biar aku suapin ," tolak Mr Ze .
" Aku kan bukan orang sakit Mr ! , makan harus disuapin ," sungut Ashalina memanyunkan bibirnya .
" Cup ! " lagi lagi Mr Ze mengecup bibir Ashalina .
" Mr ! , malu dilihat orang..! ," protes Ashalina . Mr Ze hanya mengedikkan bahunya .
" Mr Ze gak punya malu ," ujar Ashalina .
" Cepat buka mulutnya Baby , jangan banyak bicara , nanti tidak jadi jalan jalannya ," ujar Mr Ze sambil menyuapkan makanan lagi kemulut Ashalina , Ashalina pun menerima suapan dari Mr Ze lagi .
" Good ! , jadilah gadisku yang penurut ," diacak acaknya ujung kepala Ashalina .
__ADS_1