
Selesai dengan pekerjaannya di dapur , Salma pun masuk ke dalam kamarnya di lantai bawah untuk membersihkan diri . Baru ia menutup pintu , tapi pintu kamarnya terbuka kembali , ada yang membukanya dari luar . Salma pun langsung membalik badannya ke arah pintu .
" Mr Rico ! "
Rico pun menutup dan langsung mengunci kamar Salma mengurung mereka berdua di dalam kamar .
" Mr mau apa ?"
Salma langsung ketakutan , perlahan ia memundurkan langkahnya , karna Rico berjalan semakin mendekatinya .
" Mau kamu !" jawab Rico santai .
Wajah Salma langsung memucat , ia sangat ketakutan,Takut Rico akan memperkaosnya .
" Menikahlah denganku, aku sungguh menyukaimu !" ucap Rico . Kini jarak mereka hanya satu jengkal saja . Rico memandang lekat wajah Salma yang memucat ketakutan." Apa aku terlihat sangat menakutkan ?" imbuhnya .
Salma menunduk tidak berani melihat Rico , tubuhnya pun membeku .
Rico meraih tangan kiri Salma , langsung di sentak oleh Salma .
" Jangan menyentuhku !!!"
" Apa aku begitu menjijikkan ?, sekotor itukah aku ?, setidak pantas itukah aku untukmu Salma ?, aku sungguh menyukaimu !" lirih Rico .
Salma mendongakkan kepalanya ke arah wajah laki laki yang bertubuh tinggi besar berkulit putih kemerahan beserta rahang yang ditumbuhi bulu bulu .Menandakan Rico bukanlah keturunan orang Asia asli . Ya !, memang Rico bukanlah asli kerurunan Asia, dia keturunan Melayu campur Australi . Kedua orang tuanya sudah bercerai sejak lama dan sudah memiliki keluarga masing masing .
" Ma..maksudku bukan seperti itu Mr !" gugub Salma .
" Apa alasanmu menolakku ?" tanya Rico.
"Kita tidak saling mengenal, dan aku belum ada niat menikah "jawab Salma .
"Kita bisa saling mengenal setelah menikah. Apa aku harus bersujut di kakimu memohon padamu ?. Baiklah aku akan melakukannya !." Rico langsung menurunkan tubuhnya, menjatuhkan kedua lututnya kelantai .
"Apa yang kamu lakukan Mr ?" Salma langsung memundurkan tubuhnya ."Jangan lakukan itu Mr !, aku ini manusia bukan Tuhan, tidak pantas engkau sembah, berdirilah !" ujarnya .
"Menikahlah denganku !"
Salma menggelengkan kepalanya , ia tidak habis pikir dengan laki laki dihadapannya . Baru kenal sudah menggebu mengajak nikah , tidak bisakah mereka saling mengenal dulu ? .
" Apa yang harus aku lakukan supaya kau menerimaku ?" taya Rico.
"Tidak ada !"
Rico berdiri, ia langsung menarik Salma ke dalam pelukannya.
__ADS_1
" Mr ! lepaskan aku, kita tidak boleh seperti ini !" pinta Salma ketakutan dari dalam pelukan Rico .
Rico tidak mengindahkan perkataan Salma , ia semakin mengeratkan pelukannya kepada Salma .
Ashalina menyalam tangan Mr Ze usai mereka melaksanakan shalat maghrib . Semenjak menikah sudah menjadi rutinitas mereka melaksanakan shalat berjamaah jika Mr Ze berada di rumah . Mr Ze sudah banyak berobah, sebisa mungkin ia mulai belajar menjadi hamba yang taat, meski sudah banyak pelajaran Agama yang sudah terlupakan olehnya , seperti mengaji , ia sudah tidak bisa .
"Apa kakak tidak ingin belajar mengaji lagi ?" tanya Ashalina.
"Apa kamu mau mengajari kakak ?, kakak pasti malu jika belajar dengan orang lain " tanya balik Mr Ze.
Ashalina tersenyum menganggukkan kepalanya, kemudian berdiri mengambil Alqur'an dari dalam laci meja .Setelah mendudukkan tubuhnya kembali ia pun memberikannya kepada Mr Ze .
Mr Ze menajamkan tatapannya kepada Ashalina, ia ragu untuk menerima Alqur'an itu.
"Dulu kakak sering mengajariku mengaji, aku yakin tidak terlalu sulit bagi kakak untuk mengingat dan mempelajarinya kembali" ujar Ashalina meyakinkan.
"Kadang kakak ragu, apakah Tuhan mau mengampuni dosa dosa kakak ?"
"Tentu Tuhan akan mengampuni hambanya yang bersungguh sungguh bertobat " ucap Ashalina tersenyum .
Mr Ze menarik kedua sudut bibirnya ke atas "Trimakasih sudah menerima kakak dengan segala keburukan kakak !." Mr Ze pun mengambil Alqur'an itu dari tangan Ashalina, kemudian membukanya . Mr Ze memejamkan matanya, menarik napas dalam kemudian mengeluarkannya perlahan sembari beristigfar dalam hati . Lidahnya begitu kelu untuk memulai membaca kitap suci yang sudah sangat lama tidak pernah sentuh dan membacanya .
Dulu sewaktu dia masih anak anak, Mr Ze sangat pandai mengaji .Di usianya yang sepuluh Tahun, ia selalu mendapat juara satu memenangkan lomba MTQ mulai dari tingkat Kecamatan sampai tinggat Propinsi, sewaktu mendiang Ayahnya masih ada . Semenjak Momy Jeni membawanya tinggal bersama keluarganya yang berkeyakinan non muslim, lambat laun Mr Ze meninggalkan semua apa yang sudah di ajarkan mendiang Ayahnya .
"Wah ! sepertinya setan yang di dalam tubuh kakak langsung kepanasan . Padahal kakak baru membaca lima ayat ." goda Ashalina tersenyum , mengambil Alqur'an dari tangan Mr Ze , kemudian melap keringat yang membasahi kening Mr Ze dengan mukenanya ." sepertinya kakak butuh guru mengaji, bacaan kakak sangat buruk !." ucap Ashalina lagi , mendengar Mr Ze mengaji dengan terbata bata .
"Kakak malu !, kamu aja yang mengajari kakak !" tolak Mr Ze .
" Aku juga tidak terlalu pintar, tapi baiklah !, untuk malam ini cukup, tidak usah banyak banyak yang penting rutin . Aku tau pasti kakak capek mengurus perusahaan kakak ." Ashalina pun menyimpan Alqur'an kembali , kemudian membuka mukenanya dan menyimpan peralatan shalat mereka.
Di kamar Salma
Salma menggulung tubuhnya dengan selimut , menangis di atas ranjang , karna Rico sudah merenggut kesuciannya dengan paksa .
" Kamu benar benar bajingan !" lirih Salma dengan bibir bergetar .
" Salma !, maafkan aku !, aku khilaf, Aku menyesal , aku tidak akan mengulanginya lagi . Aku sangat menyukaimu Salma !, aku mencintaimu, aku ingin memilikimu, aku tidak mau kehilanganmu !, menikahlah denganku, aku akan bebrusaha membuatmu bahagia !." balas Rico, ditariknya tubuh Salma ke dalam pelukannya ." Biar aku yang menanggung dosanya, kamu tidak berdosa disini, akulah yang berdosa telah memaksamu ." Di ciumnya ujung kepala Salma, tidak kalah berurai air mata .Ada rasa menyesal, rasa cinta sudah membuatnya gelap mata .
Salma tidak menjawab, dia terus menangis, menangisi kehormatannya yang sudah direnggut paksa oleh laki laki yang tidak halal baginya .
Ashalina dan Mr Ze sama sama berjalan menuruni anak tangga sambil berpegangan tangan kelantai bawah .
"Kakak ! aku panggil Momy sama Salma dulu ya !, kakak duluan aja ke meja makan ." Ujar Ashalina melepas tautan tangannya dari jari Mr Ze , dan langsung melangkahkan kakinya ke arah kamar Momy Jeni tanpa menunggu jawaban suaminya . Setelah Momy jeni keluar dari dalam kamarnya, Ashalina pun berjalan ke arah kamar Salma untuk memanggilnya makan bersama .
"Salma !" panggil Ashalina sambil tangannya mengetok pintu .
__ADS_1
" Salma !" panggil Ashalina lagi karna tidak ada suara dari dalam .
"Kak Asha !!! tolong Salma !!!" teriak Salma dari dalam .
" Salma ! kamu kenapa Salma ?, buka pintunya Salma !." Ashalina jadi panik mendengar Salma teriak minta tolong dari dalam .
Tak lama kemudian pintu terbuka dari dalam . Yang membuka pintu bukanlah Salma, tapi Rico .
" Mr Rico !" kaget Ashalina.
" Kak Asha..!"
Tiba tiba Salma datang dari belakang Rico, dengan tubuh di balut selimut, menghambur ke tubuh Ashalina, menangis .
" Kamu kenapa Salma ?, apa yang sudah ia lakukan kepadamu ?" tanya Ashalina, matanya menyorot tajam ke arah Rico .
" Baby ! ada apa ?" Mr Ze datang bersama Momy Jeni karna mendengar suara ribut dan menangis.
"Tanya sahabatmu itu kak !" geram Ashalina .
Melihat kondisi Salma, Ashalina sudah bisa menebak apa yang sudah terjadi.
"Ric ! ada apa ?" Mr Ze mengarahkan pandangannya kepada Salma yang tampak berantakan, kemudian mengalihkannya kepada Rico.
" Maaf Ze !, aku khilaf , aku.."
Bukh bukh bukh !!!!
Belum sempat Rico melanjutkan kalimatnya, Mr Ze sudah menghajarnya dengan bogeman.
Rico tidak melawan sama sekali, karna ia memang bersalah. Mr Ze menghajarnya sampai babak belur.
"Bukankah aku sudah bilang Ric ! aku akan membantumu untuk dekat dengan Salma ?, kenapa kamu tidak sabaran Hah !." Melihat Rico tidak bergerak, Mr Ze baru berhenti memukuli Rico.
Mr Ze menyugar rambutnya kebelakang" Ya Tuhan !, aku sudah meninggalkan perbuatan kotorku itu, kenapa sekarang malah sahabatku yang kuanggap lebih waras dariku, malah melakukan hal bejat tega merenggut kesucian gadis polos dengan paksa?" batinnya .
" Ze !, aku sangat mencintainya Ze !, tapi dia menolakku terus . Kamu tau Ze ?, aku tidak pernah dekat dan tertarik dengan wanita manapun . Baru dia wanita yang kusukai untuk pertama kalinya , kamu sudah mengenal akukan Ze ?" ucap Rico lirih dengan mata terpejam , ia sudah tergeletak di lantai tak berdaya .
" Tapi tidak seperti itu caranya Ric !"
Mr Ze menghela napasnya, tidak mengerti dengan cara pikir sahabatnya itu . Mengurus perusahaan Mr Ze tidak meragukan kemampuan Rico sahabatnya . Tapi ia tidak menyangka jika sahabatnya itu sangat bodoh menghadapi perempuan .
" Sekarang pikirkanlah ! bagaimana kamu harus menghadapi keluarganya !. Kalau mereka melaporkanmu kepolisi !, aku tidak bisa membantumu !." ujar Mr Ze frustasi melihat kebodohan sahabatnya itu .
Ashalina dan Momy Jeni membawa Salma masuk kembali ke dalam kamar, untuk membantu Salma membersihkan diri .
__ADS_1