
"Justru itu Bu !, kami ingin meminta restu Ibu untuk mempersunting putri Ibu ." ucap Rico, orang pemikirannya paling waras . Disodorkannya satu kotak buah strawbery kepada Salma . Rico sudah tau , kalau Salma sering menginginkan strawbery atau buah asam lainnya .
"Apa yang membuatmu yakin jika kamu menyukai putriku ?. Ibu melihat , kamu bukanlah orang biasa seperti kami !" tanya Ibu Hesti .
"Selain Salma cantik, saya bisa melihat kecantikan hatinya , dan ketaatannya kepada Tuhan . Itu yang membuat saya yakin suka dan yakin ingin memperistrinya ." jawab Rico mantap .
"Bagaimana dengan keluargamu ? Apa mereka menerima putriku ?" tanya Ibu Hesti lagi .
"Saya sudah tidak memiliki keluarga Bu !" Rico menundukkan kepalanya ,mata langsung berkaca kaca .
"Keluarganya sudah lama meninggalkannya, sekarang kamilah keluarganya " ucap Momy Jeni , di usapnya bahu Rico yang kebetulan duduk di sampingnya , supaya Rico merasa tenang dan tidak merasa sendiri . Ibu Hesti diam menganggukkan kepalanya meski ia tidak tau jelas maksudnya .
"Bu Hesti ! apa kamu merestui kedua anakku ini untuk menikahi kedua putrimu ?" tanya Momy Jeni .
"Assalamu alaikum ! , ada apa ini rame rame ?" si Ibu kost tiba tiba datang .
"Ashalin kamu rupanya ? ada acara apa disini ?"
"Tante Yuni ! , ini tante ! Yudhi mau melamar Tika "
"Mana Yudhi ?, kok dia gak bilang sama tante kalo dia mau menikah ?."tanya Tante Yuni , adik dari Ibunya Yudhi .
"Tuh duduk di pojok" tunjuk Ashalina dengan dagunya .
"Kenapa gak bilang sama tante , kamu mau menikah ?" tanya Tante Yuni si Ibu kost .
Yudhi menggaruk kepala belakangnya " Ini juga baru mau minta restu tante !, ntar di bilang bilang taunya gak dapat restu gimana ?. Gak lihat tante , calon mertuaku sepertinya galak ." ucap Yudhi keceplosan ."Ups !" sadar Yudhi langsung menutup mulutnya ."Maaf calon Ibu mertua" ucap Yudhi cengengesan .
"Si Yudhi gak usah direstui jadi menantu !, dia itu pelit Bu ! . Nanti bisa jadi putri Ibu setiap hari dikasih makan sama Mie instan " ucap si Ibu kost mengompori .
"Ya elah tante ! , bukannya keponakannya di bantu , malah di jatuhin " kesal Yudhi
"Siapa juga yang mau punya mantu seperti kamu ?, tengilnya minta ampun , suka gratisan lagi ." ujar Tante Yudhi lagi . Karna empat Tahun Yudhi tinggal di kamar kontrakannya , jarang sekali Yudhi membayar uang kontrakan , sering nompang makan gratis pula , padahal si Yudhi sudah kerja punya penghasilan sendiri , tapi masih ingin hidup gratis , mau di usir keponakan sendiri .
"Ck !, jangan buka kartu gitu dong tante ! . Nanti Yudhi kasih tante duit satu Dollar , oke tante ! . jadi tolong kerja samanya ." Yudhi pun mengedipkan sebelah matanya ke arah tantenya . Membuat tantenya mendengus .
"Bu ! saya juga minta restu kepada Ibu !, untuk menikahi Tika !." ucap Yudhi wajahnya berobah serius .
"Sepertinya umurmu masih kecil , Ibu tidak merestuinya !" tolak Ibu Hesti mentah mentah , membuat Yudhi gelabakan .
Lagi lagi di luar kontrakan , Mr Ze tertawa terbahak bahak . mendengar lamaran Yudhi di tolak .
"Zeyn..!" tegur Momy Jeni .
"Iya Mom !" Mr Ze langsung menghentikan tawanya .
"Bu !, aku sudah dewasa Bu ! meski umurku masih kecil . Sudah bisa kasih cucu buat Ibu !" tutur Yudhi .
__ADS_1
Plakk !!!
Sebuah toples kosong langsung melayang mengenai dada Yudhi .
"Kamu itu tidak ada sopannya kalau bicara !" geram Ashalina , mendengar ucapan adik sepupunya itu ."Bu !, si Yudhi gak usah di restui , cari aja calon yang lain untuk Tika ." ucap Ashalina kepada Bu Hesti .
"Bu ! restui Tika menikah sama brondongnya Tika ya Bu !" Tika ikut membujuk Ibunya .
"Iya Bu Hesti !, Yudhi memang sifatnya sedikit ke kanakan . Tapi dia anaknya baik kok !" ucap Momy Jeni , membatu Yudhi mendapat restu .
"Saya janji akan berusaha membahagiakan Tika Bu !, saya janji tidak akan menyakitinya , saya janji akan menjadi suami yang baik untuknya , menjadi imam yang baik untuknya , menuntunnya ke jalan yang di ridhoi Allah ." ucap Yudhi mantap . Orang tua mana pun yang mendengarnya pasti luluh hatinya .
Hening , semua diam , mendengar ucapan Yudhi . Melihat ketengilan Yudhi , mereka tidak percaya , Yudhi bisa bicara sebijak itu .
Ibu Hesti pun meraih kedua kepala putrinya yang duduk di samping kiri dan kanannya . Diciumnya pucuk kepala kedua putrinya itu bergantian . Kedua putri yang ia timang timang dulu tak terasa sudah besar dan dewasa , sudah waktunya ia melepasnya ke pangkuan laki laki lain diluar keluarga mereka .
"Ibu merestui kalian !, tapi tolong kalian jangan pernah menyakiti putri putriku " ucap Ibu Hesti meneteskan air matanya , menagis haru campur sedih , karna Ayah kedua putrinya sudah tidak ada untuk menikahkan kedua putrinya .
"Ibu..!" Tika dan Salma memeluk Ibu mereka , ikut menitihkan air mata .
"Kami tidak akan melupakan Ibu !, Kami tetaplah putri Ibu !" ucap Tika , di angguki Salma .
"Iya Bu !, kami menikahi putri Ibu , bukan berarti kami memisahkan Ibu dari putri Ibu , selamanya mereka akan tetap menjadi putri Ibu " ucap Yudhi bijak .
"Kapan rencana kalian akan menikahi kedua putriku ini ?" tanya Bu Hesti .
Rico dan Yudhi saling pandang karna mereka belum membahas menentukan hari dan tanggal pernikahan mereka .
"Bagaimana dengan kamu Yud ?" tanya Ashalina .
Yudhi tidak menjawab, ia mengarahkan pandangannya kepada Tika dan Ibu Hesti calon mertuanya .
"Ibu tidak ingin kakaknya yang duluan menikah ! , Ibu tidak mau kakaknya dilangkahi " ucap Bu Hesti .
"Bagaiman kalau barengan saja !" usul Momy Jeni . Semua pandangan pun mengarah kepada Momy Jeni .
"Aku harus membicarakannya dulu dengan orang tuaku !" ujar Yudhi .
"Emang orang tuamu belum tau ?" tanya Ashalina .
"Sudah Sha !, cuma masalah waktu belum tau , kan rencananya 'kan , orang tuaku yang akan datang langsung ke kampung Tika untuk melamarnya " jawab Yudhi .
"Kirain kamu mau nikah diam diam !" ucap Ashalina .
"Kamu pikir aku laki apaan Sha..!, aku tidak seburuk itu kali " balas Yudhi .
"Tante sudah kasih tau , kata orang tuamu besok mereka datang kesini .!" Tante Yudhi yang bicara .
__ADS_1
"Ya sudah , kalau begitu besok lagi kita bahas !" ujar Ibu Hesti . karna tidak mungkin membahas hari pernikahan tanpa ada pihak keluarga dari kedua belah pihak .
Selesai berbincang bincang , Ashalina pun mengajak Tika Salma dan Ibu hesti untuk makan malam bersama di luar . Dan Ashalina pun mengajak Keluarga sahabatnya itu untuk tinggal di rumahnya sampai hari pernikahan , karna melihat kontrakan sahabatnya itu sangat kecil , pasti akan sempit di tempati tiga orang , mengingat Tika dan Salma tidak memiliki sanak saudara di perantauan .
Kini mereka pun sudah ada di dalam salah satu restoran yang menjual makanan seafood . Mereka yang berjumlah sepuluh orang pun duduk di satu meja tanpa ada yang terpisah . Tentu pasangan muda mudi duduk berdampingan dengan pasangan masing masing .
"Mau pesan apa Ibu ibu ! Kakak kakak ?" tanya salah satu pelayan restoran .
"Saya mau pesan kepiting asam manis pedas , nasinya dua porsi , tambah minumnya jus Timun !" Ashalina menyebutkan pesananya . " Kakak pesan apan?" tanyanya kepada suaminya .
"Samakan saja sama pesananmu Baby !, sepertinya enak , ada asem asemnya . tapi kakak minumnya jeruk dingin , tapi pakai jeruk nipis . jawab Mr Ze .
Pelayan wanita itu pun langsung mencatatnya .Mereka semua pun menyebutkan pesanan mereka masing masing . Ada yang memesan ikan bakar, udang dan cumi goreng telung , dan makanan Seafood lainnya .
"Dek Salma mau pesan apa ?" Rico yang duduk di samping Salma pun bertanya dengan lembut .
"Salma ingin makan ikan kakap bakar Bang !, tapi harus warna hitam dan besar !" jawab Salma menunduk kepalanya .
Rico tersenyum "tentu boleh dek Salma " balas Rico .
"Kak ! ada kakap hitam ukuran besar ?" tanya Rico kepada pelayan restoran .
"Ada pak ! , tapi sepertinya yang besar habis . Bapak ingin pesan ukuran yang berapa kilo ?, biar saya tanyakan dulu ." jawab si pelayan .
"Emang untuk siapa pakcik Bule ?" tanya Yudhi .
"Untuk Salma !" jawab Rico . membuat mereka semua mengalihkan tatapannya kepada Salma.
"Kak sepertinya pernikahan Rico dan Salma harus di percepat " bisik Ashalina ketelinga Mr Ze . membuat Mr Ze mengeryitkan alisnya menoleh ke arahnya ."Sepertinya Salma ngidam !" bisik Ashalina lagi , dengan kecurigaannya .
"Darimana kamu tau Baby ?"
"Semenjak dari Singapur menjenguk Rico, Salma sama seperti kakak, suka makan yang asem asem" bisik Ashalina lagi .
Mr Ze diam , kemudian menajamkan pandangannya ke arah Salma dan Rico bergantian .
"Kalau gak ada , yang kecil aja gak apa apa " jawab Salma , wajahnya meneduh .
"Sebentar ya mbak ! saya periksa lagi , mana tau stok baru sudah datang ." ucap pelayan itu , kemudian pergi meninggalkan meja mereka .
Tak berapa lama , pelayan wanita itu datang lagi ."Ada mbak !, mau ukuran berapa kilo ?, ada yang satu kilo , dua kilo , tiga kilo."
Wajah Salma langsung berbinar cerah" yang tiga kilo mbak !" jawab Salma .
"Di tunggu ya mbak !" Pelayan itu langsung berbalik badan , untuk menyampaikan pesanan mereka kepada koki .
Tanpa mereka sadari , Ibu Hesti sudah menatap nyalang ke arah Salma dan Rico .
__ADS_1
.
.