
" Apa kamu masih belum mau mandi Baby ? " melihat Ashalina kembali menggulingkan tubuhnya .
" Bagaimana caranya aku ke kamar mandi ? , pergerakanku terkunci begini ! "
Mr Ze langsung mengangkat tubuh Ashalina yang masih terbalut selimut , membawanya keluar kamar menuju sumur di belakang rumah .
" Kak Zeyn ! aku malu jika ada yang lihat " Ashalina menggerak gerakkan tubuhnya berusaha turun .
" Tidak ada yang lihat , semuanya pada pergi "
" Pergi kemana ? "
Mr Ze hanya mengedikkan bahunya lalu menurunkan Ashalina dari gendongannya .
" Aku bisa sendiri , kak Zeyn keluar aja " ucap Ashalina , karna Zeyn membuka lilitan selimut di tubuhnya .
" No Baby ! , aku akan memandikanmu "
" Kak Zeyn...! " pekik Ashalina , Mr Ze sudah menyiram tubuhnya .
" Diamlah Baby , nanti orang satu kampung mendengar suara merdumu itu , cukup aku yang mendengar teriakanmu itu Baby ! "
" Aku malu kak Zeyn ! , aku mandi sendiri saja ! "
" Ssstttt....jangan brisik "
Selesai urusan memandikan Ashalina , Mr Ze menggendong Ashalina kembali ke kamar mereka , setelah terlebih dahulu melilitkan handuk ke tubuh Ashalina .
" Aku mencintaimu kak Zeyn ! "
Terseyum ke arah Mr Ze , kedua kakinya digoyang goyangkan naik turun secara bergantian .
" Nanti kamu jatuh Baby.. ! " ucap Mr Ze lembut , karna Ashalina tidak diam di gendongannya , lalu mengecup bibir Ashalina .
" kak Zeyn ! , Amak sama Ayah kira kira kemana ya ? "
" Gak tau Baby ! , tadi kakak keluar kamar rumah sudah sunyi , hanya ada kita berdua tinggal disini ."
Mendudukkan Ashalina di pinggir tempat tidur , kemudian mengeringkan rambut Ashalina dengan handuk kecil .
" Kak Zeyn ! "
" Hm..! "
" Boleh aku bangun rumah buat Ayah sama Amak dari uang maharku ? " tanya Ashalina .
" Tidak boleh ! " jawab Mr Ze cepat .
" Pelit sekali ! " Ashalina memanyunkan bibirnya .
" Kakak sudah ada bangun rumah Amak sama Ayah , sekarang lagi proses pembangunan " ucap Mr Ze .
Ashalina mengalihkan tatapannya ke arah Mr Ze .
" Dimana ? "
" Di ujung kampung dekat jalan raya , sekalian kakak buatin mini market buat Usaha Amak . Amak tidak usah kesawah lagi . Untuk Rasyid dan Akmal , kakak sudah buatkan ternak sapi, kambing sama kerbau " jawab Mr Ze .
" Benaran kak ? , aku ingin melihatnya ." wajah Ashalina langsung berbinar .
" Hm ! "
" Kak Zeyn ! "
" Apa ? "
__ADS_1
" Jadi uang maharku yang 10M itu..! , kira kira aku beli apa ya ? , itu uang banyak sekali , aku bingung gimana cara ngabisinnya " ujar Ashalina dengan pikiran pendeknya . " sepertinya cukup deh! kalau aku buat untuk biaya umroh satu kampung ."
" Tidak boleh ! "
" kenapa kak ? , jadi itu duit buat apa dong ? "
" Itu uang khusus untukmu Acha ! "
" Tapi itu banyak sekali "
" Kamu cerewet sekali Baby ! " langsung di bungkamnya bibir Ashalina dengan bibirnya.
Ashalina mengerucutkan bibirnya , setelah Mr Ze melepas pagutannya .
"Kalau masih banyak bicara , kupastikan kamu tidak bisa jalan Baby ! " ancam Mr Ze .
" Tega amat ! "
Cupp !
Lagi Mr Ze mengecup bibir itu.
" Diam !"
Mr Ze beranjak dari tempat duduknya berjalan ke arah koper baju Ashalina . langsung membuka koper tersebut , mengambil pakian untuk Ashaliana kenakan . setelah itu memakaikannya ke tubuh Ashalina yang diam tidak berani protes lagi .
Mr Ze benar benar memperlakukan Ashalina seperti balita . Tentunya balita yang bisa di ajak bikin bayi .
" Assalamu alaikum..! "
" Walaikum salam ! " balas Ashalina dari dalam kamar .
Ia pun berdiri dari tempat duduknya berjalan keluar kamar , untuk melihat siapa yang datang .
" Nazwa ! " ucap Ashalina , setelah ia membuka pintu depan rumahnya . Ashalina langsung memeluk sahabat lamanya itu .
" Awak juo kangen bana Naz ! "
Di dalam kamar , Mr Ze mengembangkan senyumnya , melihat noda merah yang menempel di alas kasur mereka . Ia pun menariknya lalu menggulungnya dan memasukkannya ke dalam keranjang tempat baju kotor . kemudian mengganti alas kasur mereka dengan yang bersih .
Mengingat nikmatnya menikmati tubuh Ashalina yang masih perawan . Ia menjadi ingin melakukannya lagi dan lagi . Tapi karna melihat waktu dan tempatnya , ia harus menahannya , setidaknya sampai malam . Tidak mungkin ia mengurung Ashalina di dalam kamar seharian , mengingat mereka berada di rumah orang tua Ashalina .
" Amak ! , aki ku atit di didit temut " celoteh anak laki laki yang berusia 3 Tahunan sambil menarik narik baju Amaknya .
Nazwa dan Ashalina langsung melepaskan pelukan mereka .
Nazwa langsung membungkuk meraih anaknya lalu menggendongnya .
" Maaf sayang ! , mama hampir lupa sama Fais " ucap Nazwa sambil mengusap usap kaki anaknya yang terkena gigit semut merah .
" Ini anakmu Naz ? , ganteng banget . Sepertinya kamu sudah lama menikahnya " ujar Ashalina .
" Iya Cha ! , saya menikah sudah 4 Tahun yang lalu " jawab Nazwa .
" Fais ! , kenalkan ini tante Acha , sahabat mama " Nazwa mengambil tangan kanan anaknya lalu disodorkannya ke arah Ashalina untuk bersalaman .
" Accalamu alaikum tante cantik ! , namaku Fais ! "
" Alaikum salam ganteng ! , nama tante Acha !" balas Ashalina , menerima uluran tangan mungil itu . kemudian mencubit gemas pipi gembil anak sahabatnya itu .
" Masuk yuk ! " ajak Ashalina . " Tau dari mana kalau aku pulang ?. aku bahkan belum pernah keluar dari rumah ." tanya Ashalina , sambil berjalan ke arah sofa . Di ikuti Nazwa sahabatnya .
" Tadi bertemu Akmal di pasar , dia yang memberi tahu , aku langsung kesini " jawab Nazwa .
" Baby ! siapa yang datang ? "
__ADS_1
Mr Ze keluar kamar membawa keranjang yang berisi sprei bekas pergulatan mereka tadi pagi .
Refleks Ashalina dan sahabatnya Nazwa mengarahkan pandangan mereka ke arah pintu kamar Ashalina .
" Kak Zeyn ! , ini sahabatku , dia orang kampung sebelah " ucap Ashalina memperkenalkan sahabatnya .
" Selamat siang ! , saya Zeyn , suaminya Ashalina " sapa Zeyn , memberikan sedikit senyum di bibirnya .
" Si..siang juga ! , aku Nazwa " balas Nazwa dengan sedikit gugub .
Ashalina mengerutkan keningnya " kamu kenapa Naz ? " tanya Ashalina mendengar Sahabatnya gugup .
" Se..sepertinya aku mengenal suamimu " jawab Nazwa gugub lagi .
" Tapi aku tidak mengenalmu " sambar Mr Ze . Meletakkan keranjang di tangannya , berjalan mendekati Ashalina , mendudukkan tubuhnya di samping Ashalina .
" Kak Zeyn bukan orang indonesia , dari mana kamu mengenalnya ? " sanggah Ashalina .
Tidak mungkin sahabatnya mengenal kakak Zeynnya , pikir Ashalina .
" Kalau gak salah namanya Mr Ze " ucap Nazwa menunduk . Ia takut salah orang .
Ashalina langsung mengarahkan netranya ke arah Mr Ze , menajamkan pandangannya meminta jawaban .
" Apa Baby ? , aku tidak mengenalnya atau mungkin aku yang lupa ! " aku Mr Ze .
Ashalina tidak menjawab , ia pun mengalihkan tatapannya ke arah sahabatnya .
" Naz ! , kamu mengenalnya dimana ? "
" Aku pernah menjadi pembantunya di Singapur "
Ashalina terdiam , " Perasaan Dunia ini luas , kenapa jadi terasa kecil ya ? " batin Ashalina .
" Kapan ? " tanya Ashalina lagi .
" Sebelum aku menikah " jawab Nazwa .
" Hai Om ! , Om anteng anget , cama kaya Fais " celetuk Fais tiba tiba . sudah berada di depan Mr Ze .
" Hai juga Fais ! , pasti Ayahmu ganteng ! , makanya kamu ganteng " balas Mr Ze . mengacak acak ujung kepala bocah menggemaskan itu .
" Ayahku itam cama kaya mama , Om putih " ucapnya polos .
" Kamu nikah sama Armed Naz ? " tebak Ashalina .
" Iya Cha ! " jawab Nazwa tersenyum masam .
" Dulu aja kamu menolak cintanya trus ! , eh ! malah kamu mau nikah sama dia " ujar Ashalina . mengingat sahabatnya itu dulu waktu masih sekolah , selalu menolak cinta si Armed teman satu kelas mereka .
" Mungkin sudah jodohnya Cha ! " balas Nazwa .
" Kak Zeyn ? , gak ingat sama sekali sama Nazwa . katanya dia pernah jadi pembantu kakak ? " tanya Ashalina mengalihkan tatapannya lagi ke arah Mr Ze .
" Dari dulu yang bekerja di apartemenku ganti ganti terus Baby.. ! gak mungkinlah aku mengingat semua wajahnya , yang mungkin kalau di hitung sudah ratusan ." jawab Mr Ze .
Memeluk pinggang Ashalina dari samping , lalu mengecup pipi Ashalina .
" Jangan gitu Kak Zeyn ! , malu ada temanku ! " tegur Ashalina . mencoba menyingkirkan tangan Mr Ze yang melingkar di pinggangnya .
" Apa salahnya Baby ? "
" Gak sopan Kak Zeyn ! , di sini tidak boleh mesra mesra an di depan orang " jelas Ashalina .
" Sama pasangan sendiri Baby ! "
__ADS_1
Mr Ze yang biasa hidup bebas , tidak akan paham seperti itu , baginya semua sah sah saja .