21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 34


__ADS_3

" Apa kamu masih belum mau mandi Baby ? " melihat Ashalina kembali menggulingkan tubuhnya .


" Bagaimana caranya aku ke kamar mandi ? , pergerakanku terkunci begini ! "


Mr Ze langsung mengangkat tubuh Ashalina yang masih terbalut selimut , membawanya keluar kamar menuju sumur di belakang rumah .


" Kak Zeyn ! aku malu jika ada yang lihat " Ashalina menggerak gerakkan tubuhnya berusaha turun .


" Tidak ada yang lihat , semuanya pada pergi "


" Pergi kemana ? "


Mr Ze hanya mengedikkan bahunya lalu menurunkan Ashalina dari gendongannya .


" Aku bisa sendiri , kak Zeyn keluar aja " ucap Ashalina , karna Zeyn membuka lilitan selimut di tubuhnya .


" No Baby ! , aku akan memandikanmu "


" Kak Zeyn...! " pekik Ashalina , Mr Ze sudah menyiram tubuhnya .


" Diamlah Baby , nanti orang satu kampung mendengar suara merdumu itu , cukup aku yang mendengar teriakanmu itu Baby ! "


" Aku malu kak Zeyn ! , aku mandi sendiri saja ! "


" Ssstttt....jangan brisik "


Selesai urusan memandikan Ashalina , Mr Ze menggendong Ashalina kembali ke kamar mereka , setelah terlebih dahulu melilitkan handuk ke tubuh Ashalina .


" Aku mencintaimu kak Zeyn ! "


Terseyum ke arah Mr Ze , kedua kakinya digoyang goyangkan naik turun secara bergantian .


" Nanti kamu jatuh Baby.. ! " ucap Mr Ze lembut , karna Ashalina tidak diam di gendongannya , lalu mengecup bibir Ashalina .


" kak Zeyn ! , Amak sama Ayah kira kira kemana ya ? "


" Gak tau Baby ! , tadi kakak keluar kamar rumah sudah sunyi , hanya ada kita berdua tinggal disini ."


Mendudukkan Ashalina di pinggir tempat tidur , kemudian mengeringkan rambut Ashalina dengan handuk kecil .


" Kak Zeyn ! "


" Hm..! "


" Boleh aku bangun rumah buat Ayah sama Amak dari uang maharku ? " tanya Ashalina .


" Tidak boleh ! " jawab Mr Ze cepat .


" Pelit sekali ! " Ashalina memanyunkan bibirnya .


" Kakak sudah ada bangun rumah Amak sama Ayah , sekarang lagi proses pembangunan " ucap Mr Ze .


Ashalina mengalihkan tatapannya ke arah Mr Ze .


" Dimana ? "


" Di ujung kampung dekat jalan raya , sekalian kakak buatin mini market buat Usaha Amak . Amak tidak usah kesawah lagi . Untuk Rasyid dan Akmal , kakak sudah buatkan ternak sapi, kambing sama kerbau " jawab Mr Ze .


" Benaran kak ? , aku ingin melihatnya ." wajah Ashalina langsung berbinar .


" Hm ! "


" Kak Zeyn ! "


" Apa ? "

__ADS_1


" Jadi uang maharku yang 10M itu..! , kira kira aku beli apa ya ? , itu uang banyak sekali , aku bingung gimana cara ngabisinnya " ujar Ashalina dengan pikiran pendeknya . " sepertinya cukup deh! kalau aku buat untuk biaya umroh satu kampung ."


" Tidak boleh ! "


" kenapa kak ? , jadi itu duit buat apa dong ? "


" Itu uang khusus untukmu Acha ! "


" Tapi itu banyak sekali "


" Kamu cerewet sekali Baby ! " langsung di bungkamnya bibir Ashalina dengan bibirnya.


Ashalina mengerucutkan bibirnya , setelah Mr Ze melepas pagutannya .


"Kalau masih banyak bicara , kupastikan kamu tidak bisa jalan Baby ! " ancam Mr Ze .


" Tega amat ! "


Cupp !


Lagi Mr Ze mengecup bibir itu.


" Diam !"


Mr Ze beranjak dari tempat duduknya berjalan ke arah koper baju Ashalina . langsung membuka koper tersebut , mengambil pakian untuk Ashaliana kenakan . setelah itu memakaikannya ke tubuh Ashalina yang diam tidak berani protes lagi .


Mr Ze benar benar memperlakukan Ashalina seperti balita . Tentunya balita yang bisa di ajak bikin bayi .


" Assalamu alaikum..! "


" Walaikum salam ! " balas Ashalina dari dalam kamar .


Ia pun berdiri dari tempat duduknya berjalan keluar kamar , untuk melihat siapa yang datang .


" Nazwa ! " ucap Ashalina , setelah ia membuka pintu depan rumahnya . Ashalina langsung memeluk sahabat lamanya itu .


" Awak juo kangen bana Naz ! "


Di dalam kamar , Mr Ze mengembangkan senyumnya , melihat noda merah yang menempel di alas kasur mereka . Ia pun menariknya lalu menggulungnya dan memasukkannya ke dalam keranjang tempat baju kotor . kemudian mengganti alas kasur mereka dengan yang bersih .


Mengingat nikmatnya menikmati tubuh Ashalina yang masih perawan . Ia menjadi ingin melakukannya lagi dan lagi . Tapi karna melihat waktu dan tempatnya , ia harus menahannya , setidaknya sampai malam . Tidak mungkin ia mengurung Ashalina di dalam kamar seharian , mengingat mereka berada di rumah orang tua Ashalina .


" Amak ! , aki ku atit di didit temut " celoteh anak laki laki yang berusia 3 Tahunan sambil menarik narik baju Amaknya .


Nazwa dan Ashalina langsung melepaskan pelukan mereka .


Nazwa langsung membungkuk meraih anaknya lalu menggendongnya .


" Maaf sayang ! , mama hampir lupa sama Fais " ucap Nazwa sambil mengusap usap kaki anaknya yang terkena gigit semut merah .


" Ini anakmu Naz ? , ganteng banget . Sepertinya kamu sudah lama menikahnya " ujar Ashalina .


" Iya Cha ! , saya menikah sudah 4 Tahun yang lalu " jawab Nazwa .


" Fais ! , kenalkan ini tante Acha , sahabat mama " Nazwa mengambil tangan kanan anaknya lalu disodorkannya ke arah Ashalina untuk bersalaman .


" Accalamu alaikum tante cantik ! , namaku Fais ! "


" Alaikum salam ganteng ! , nama tante Acha !" balas Ashalina , menerima uluran tangan mungil itu . kemudian mencubit gemas pipi gembil anak sahabatnya itu .


" Masuk yuk ! " ajak Ashalina . " Tau dari mana kalau aku pulang ?. aku bahkan belum pernah keluar dari rumah ." tanya Ashalina , sambil berjalan ke arah sofa . Di ikuti Nazwa sahabatnya .


" Tadi bertemu Akmal di pasar , dia yang memberi tahu , aku langsung kesini " jawab Nazwa .


" Baby ! siapa yang datang ? "

__ADS_1


Mr Ze keluar kamar membawa keranjang yang berisi sprei bekas pergulatan mereka tadi pagi .


Refleks Ashalina dan sahabatnya Nazwa mengarahkan pandangan mereka ke arah pintu kamar Ashalina .


" Kak Zeyn ! , ini sahabatku , dia orang kampung sebelah " ucap Ashalina memperkenalkan sahabatnya .


" Selamat siang ! , saya Zeyn , suaminya Ashalina " sapa Zeyn , memberikan sedikit senyum di bibirnya .


" Si..siang juga ! , aku Nazwa " balas Nazwa dengan sedikit gugub .


Ashalina mengerutkan keningnya " kamu kenapa Naz ? " tanya Ashalina mendengar Sahabatnya gugup .


" Se..sepertinya aku mengenal suamimu " jawab Nazwa gugub lagi .


" Tapi aku tidak mengenalmu " sambar Mr Ze . Meletakkan keranjang di tangannya , berjalan mendekati Ashalina , mendudukkan tubuhnya di samping Ashalina .


" Kak Zeyn bukan orang indonesia , dari mana kamu mengenalnya ? " sanggah Ashalina .


Tidak mungkin sahabatnya mengenal kakak Zeynnya , pikir Ashalina .


" Kalau gak salah namanya Mr Ze " ucap Nazwa menunduk . Ia takut salah orang .


Ashalina langsung mengarahkan netranya ke arah Mr Ze , menajamkan pandangannya meminta jawaban .


" Apa Baby ? , aku tidak mengenalnya atau mungkin aku yang lupa ! " aku Mr Ze .


Ashalina tidak menjawab , ia pun mengalihkan tatapannya ke arah sahabatnya .


" Naz ! , kamu mengenalnya dimana ? "


" Aku pernah menjadi pembantunya di Singapur "


Ashalina terdiam , " Perasaan Dunia ini luas , kenapa jadi terasa kecil ya ? " batin Ashalina .


" Kapan ? " tanya Ashalina lagi .


" Sebelum aku menikah " jawab Nazwa .


" Hai Om ! , Om anteng anget , cama kaya Fais " celetuk Fais tiba tiba . sudah berada di depan Mr Ze .


" Hai juga Fais ! , pasti Ayahmu ganteng ! , makanya kamu ganteng " balas Mr Ze . mengacak acak ujung kepala bocah menggemaskan itu .


" Ayahku itam cama kaya mama , Om putih " ucapnya polos .


" Kamu nikah sama Armed Naz ? " tebak Ashalina .


" Iya Cha ! " jawab Nazwa tersenyum masam .


" Dulu aja kamu menolak cintanya trus ! , eh ! malah kamu mau nikah sama dia " ujar Ashalina . mengingat sahabatnya itu dulu waktu masih sekolah , selalu menolak cinta si Armed teman satu kelas mereka .


" Mungkin sudah jodohnya Cha ! " balas Nazwa .


" Kak Zeyn ? , gak ingat sama sekali sama Nazwa . katanya dia pernah jadi pembantu kakak ? " tanya Ashalina mengalihkan tatapannya lagi ke arah Mr Ze .


" Dari dulu yang bekerja di apartemenku ganti ganti terus Baby.. ! gak mungkinlah aku mengingat semua wajahnya , yang mungkin kalau di hitung sudah ratusan ." jawab Mr Ze .


Memeluk pinggang Ashalina dari samping , lalu mengecup pipi Ashalina .


" Jangan gitu Kak Zeyn ! , malu ada temanku ! " tegur Ashalina . mencoba menyingkirkan tangan Mr Ze yang melingkar di pinggangnya .


" Apa salahnya Baby ? "


" Gak sopan Kak Zeyn ! , di sini tidak boleh mesra mesra an di depan orang " jelas Ashalina .


" Sama pasangan sendiri Baby ! "

__ADS_1


Mr Ze yang biasa hidup bebas , tidak akan paham seperti itu , baginya semua sah sah saja .


__ADS_2