
" Acha Aku balik dulu ya ! , jam dua nanti aku ada arisan pengajian " pamit Nazwa beralasan . matanya terlalu sakit melihat suami Ashalina yang terus menciumi pipi Ashalina di depannya .
" Oh gitu ya ! , nanti aku akan datang kerumahmu , sekalian ngantar undangan " balas Ashalina .
" Jadi kalian baru nikah ? "
" Iya Naz ! , baru tadi malam , acara pestanya seminggu lagi "
" Kalau aku di undang pasti aku akan datang ! " balas Nazwa tersenyum .
" Kamu adalah sahabatku , pasti aku akan mengundangmu " ucap Ashalina lagi .
" Fais ! , ayok pulang nak ! , Ayah pasti sudah pulang kerja " ajak Nazwa kepada anaknya Fais .
" Ayah sudah puyang eja Ma ? " ucap Fais dengan suara cadelnya .
" Iya sayang ! , yok pulang ! , tapi salim dulu Om sama Tantenya " ujar Nazwa kepada
anaknya .
" Oke Ma ! " balas Fais .
" Fais puyang ulu ya Om ! ante ! " pamit Fais , menyalam tangan Mr Ze dan Ashalina bergantian .
" Oke Fais " menerima uluran tangan Fais , sambil satu tangannya mengusap kepala Fais .
" Oke ganteng ! , nanti Fais main kesini lagi ya ! " sambung Ashalina . mencium kedua pipi cabi Fais .
" Tunggu dulu Naz ! , aku ada sesuatu untukmu " Ashalina langsung berjalan ke arah dapur mereka . untuk mengambil oleh oleh yang ia bawa untuk di berikannya kepada sahabatnya itu .
" Apa dia darah dagingku ? " tanya Mr Ze tiba tiba , setelah Ashalina hilang di balik pintu .
Ia bertanya bukan tanpa alasan , melihat anak Nazwa yang mirip dengannya waktu kecil . mengingat dialah yang merenggut kesucian Nazwa tanpa sengaja. waktu Nazwa bekerja secara kontrak di apartemennya . saat itu ia pulang ke apartemennya dalam keadaan mabuk berat . Saat ia terbangun , Nazwa sudah menangis disampingnya .
" Ya ! , bukankah Mr Ze tadi tidak mengenaliku ? "
" Aku minta Maaf untuk malam itu , aku tidak akan mengambilnya darimu , setidaknya aku tau dia anakku . kalau kamu memberikannya padaku aku tidak akan menolaknya ." ucap Mr Ze .
" Trimakasih ! , aku tidak akan memberikannya untukmu , aku rasa urusan kita sudah selesai dengan angka 1M " balas Nazwa .
" Trimakasih sudah merawatnya ! , boleh saya menafkahinya ? " tanya Mr Ze .
" Tidak perlu ! " tolak Nazwa cepat .
__ADS_1
" Kenapa ? "
" Dia sudah memiliki Ayah yang bertanggung jawab untuk menafkahinya , meski tidak kaya raya sepertimu " jawab Nazwa .
" Tapi aku adalah Ayah kandungnya "
" Bagaimana kalau semua wanita bayaranmu itu semua hamil dan ternyata melahirkan anakmu ? , apa kamu mampu menafkahinya . kalau di hitung mungkin jumlahnya tak terhingga . " ungkap Nazwa . Ia juga sudah tau seberapa bajingannya Mr Ze .
Tapi selama bekerja di apartemen Mr Ze , Mr Ze tidak pernah memintanya untuk melayani kebutuhan biologisnya , atau menawar Nazwa untuk menjadi wanitanya .
Karna Nazwa bukanlah gadis yang cantik seperti Ashalina . Ia adalah gadis berkulit gelap dan berwajah biasa saja . Mr Ze tidak tertarik melihatnya . tapi malam itu , nasib sial menimpanya . Mr Ze yang pulang dalam keadaan mabuk tiba tiba menyerangnya , dan merenggut kesuciannya .
Nazwa yang hanya sebagi seorang Art , tentu tidak berani menuntut atau meminta pertanggung jawaban kepada Mr Ze .
Mr Ze yang tidak percaya dengan pernikahan pun , hanya meminta maaf dan memberi Nazwa ganti rugi 1M . dan menyuruh Nazwa kembali kenegaranya tanpa melaporkannya ke Agen yang mempekerjakan Nazwa , supaya Nazwa tidak di tuntut ganti rugi Agen tersebut . Dan semenjak itu jugalah Mr Ze , mencari pekerja ilegal untuk membersihkan apartemennya .
" Ya ! , kalau memang benar anakku ."
Ashalina menghentikan langkahnya , mendengar pembicaraan sahabat dan suaminya . kakinya melemas mendengar pengakuan dari sahabatnya .
" Inikah resiko yang harus kuhadapi mencintai kak zeyn seorang bajingan . Dunia ini luas , wanita bertebaran dimana mana , Kenapa harus sahabatku yang terkena mangsaannya juga ? . Sampai melahirkan anak dari kak Zeyn ." batin Ashalina .
" Tapi aku tetap akan memberikannya nafkah !" ujar Mr Ze lagi .
Nazwa tidak jadi melanjutkan kalimatnya , melihat Ashalina muncul dari dapur .
" Ini aku ada sedikit oleh oleh , titip salam buat paman dan suamimu ya ! " . ucap Ashalina tersenyum , memberikan kantong kresek yang berisi makanan ke tangan Nazwa . berpura pura tidak mendengar pembicaraan mereka .
" Trimakasih ya Cha , ini banyak banget " balas Nazwa , menerima Oleh oleh pemberian Sahabatnya itu . " Kalau begitu aku pulang ya Cha ! " pamit Nazwa lagi .
" Hati hati ya ! , "
" Accalamu alaikum ante cantik ! om anteng ! " ucap Fais , dari gendongan Nazwa .
" Alaikum salam ganteng ! " balas Ashalina , mencium kedua pipi balita yang berkulit putih yang memiliki mata sipit seperti suaminya itu .
Nazwa pun melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Ashalina .
Sepeninggal Nazwa , Ashalina pun kembali duduk di samping Mr Ze .
" Aku mendengar pembicaraan kalian kak Zeyn ! " ucap Ashalina , matanya berkaca kaca .
Mr Ze manajamkan netranya ke arah Ashalina .
__ADS_1
" Jangan kawatir kak Zeyn , aku masih tetap mencintaimu dan menerimamu . selamanya kamu akan menjadi suamiku , kecuali Kak Zeyn yang tidak menginginkanku lagi . Hanya satu permintaanku , jangan menyentuh wanita lain lagi selain aku ."
Mr Ze langsung menarik Ashalina ke dalam pelukannya . Mencium ujung kepala Ashalina .
" Aku sangat bersyukur , Tuhan mempertemukan kita kembali . Kamu seperti cahaya untukku Baby , kamu sudah menerangi hatiku yang terkurung dalam kegelapan . Membuka mata hatiku untuk melihat jalan yang benar . Kamu sudah menyelamatkan aku dari ketersesatan . Trimakasih sudah menerima aku dengan segala keburukanku Baby ! . Aku sudah berjanji untuk diriku sendiri , tidak menyentuh wanita selain dirimu Baby ! ." ungkap Mr Ze , tulus dari hati yang terdalam .
Ashalina mendongakkan kepalanya melihat wajah Mr Ze ." Kembalilah seperti kakak Zeynku yang dulu "
Mr Ze menganggukkan kepalanya , tersenyum . lalu di ciumnya kening Ashalina agak lama . " Aku mencintaimu Baby ! , apa pun kulakukan untukmu " ucap Mr Ze setelah melepas ciumannya .
" Aku percaya sama kamu kak Zeyn " balas Ashalina mengeratkan pelukannya . Berpikir apakah masih ada wanita bekas Kakak Zeynnya itu di luar sana yang hamil dan melahirkan anaknya .
" Kak Zeyn ! " panggil Ashalina dari dalam pelukan Mr Ze .
Seperti biasa , Ashalina suka penasaran . bibirnya yang susah diam . suka berceloteh .
" Apa Baby ? "
"Kenapa Kak Zeyn bisa melakukan itu dengan Nazwa ? . Aku mengenal sahabatku itu , aku rasa ia tidak akan menyerahkan dirinya begitu saja meski ditawari uang yang banyak ."
Mr Ze menghela napasnya , kemudian menceritakan kenapa ia bisa merenggut kesucian sahabat Ashalina .
" Aku tidak sengaja melakukannya Baby ! , aku juga tidak menyangka kalau ia sampai hamil "
" Aku tidak tau bagaimana harus bersikap kepadanya Kak Zeyn " ucap Ashalina , mengungkapkan ke gundahannya .
" Bersikaplah seperti biasa , kamu tidak ikut bersalah dalam kejadian itu ." balas Mr Ze .
" Aku tidak bisa membayangkan jika aku berada di posisinya . Aku yakin dulu Nazwa takut meminta pertanggung jawaban kakak . mengingat dulu bagaiman sulitnya aku menghadapi kakak yang bersikap sesuka hati ."
Mr Ze malah tertawa cekikikan " apa kemarin aku begitu mangerikan Baby ? "
" Lebih dari itu " balas Ashalina .
" Trus kenapa kamu bisa jatuh cinta padaku Baby ? , kamu kan tidak tau kalau aku kakak Zeynmu !" tanya Mr Ze .
" Aku tidak tau ! , setiap kak Zeyn mencium keningku dan memelukku, aku merasa begitu nyaman dengan kak Zeyn . Aku merasa seperti menemukan sosok yang hilang dari hidupku , tapi aku tidak tau dan tidak ingat " jawab Ashalina .
" Apa yang ngontrak boleh masuk tuan dan nyonya ? , perutku sudah lapar , aku tidak bisa menunggu kalian selesai bermanja manja . kenapa kalian tidak di kamar saja . kami semua harus minggat dari rumah ini , karna mendengar suara berisik kalian tadi pagi ." ujar Akmal yang tiba tiba datang .
.
.
__ADS_1
.