
"Dek Salma ! bicaralah ! jangan diam saja , Buka matamu dek !, lihat abang !" ucap Rico melihat Salma hanya diam saja , memejamkan matanya tidak mau melihat Rico yang sudah sah menjadi suaminya .
Salma malah memiringkan tubuhnya membelakangi Rico . Ia sedikit kesal , karna mereka melangsungkan pernikahannya tanpa meminta persetujuannya atau bertanya kepadanya .
"Dek Salma !" lirih Rico , matanya sudah berkaca kaca , ia merasa Salma menolaknya lagi .
Rico tidak peduli dengan Ibu mertuanya dan yang lainnya ada di ruangan itu . Rico menaik ke atas brankar Salma , membaringkan tubuhnya dengan posisi miring ke arah Salma yang membelakanginya . Di peluknya tubuh kurus yang tingginya hanya sampai ketiaknya itu dari belakang .
"Dek Salma !, Abang sangat mencintaimu !, Abang tidak peduli Dek Salma mencintai Abang atau tidak . Yang penting Dek Salma menjadi milik Abang , biarkan Abang mencintaimu !." Air mata Rico sudah menganak sungai membasahi pipinya , ia menyembunyikan wajahnya di pundak Salma , sesekali di kecupnya bahu Salma yang tertutup hijab .
Selama ini Rico hanya gila bekerja demi mencapai kesuksesan , mengumpulkan harta sebanyak banyaknya untuk menunjukkan kepada kedua orang yang sudah menelantarkannya , kalau ia bisa hidup dan sukses tanpa mereka . Tak pernah terpikir olehnya untuk pendamping hidup, karna ia tidak percaya cinta setelah melihat percerain orang tuanya . Tapi sekarang ia malah menjadi budak cinta , Gadis kecil yang di dalam dekapannya itu sudah menyihirnya menjadi bodoh .
"Bang ! , jangan disitu ! , jangan peluk Salma , malu Bang ada Ibu dan Momy !. Gak sopan Bang seperti itu di depan orang tua !" ucap Salma , tangannya berusaha menyingkirkan tangan kekar milik Rico dari perutnya .
Rico menggelengkan kepalanya , ia semakin mengeratkan pelukannya . Tidak peduli dengan orang orang diruangan itu .
"Malu Bang !" tegur Salma .
"Dek Salma harus menerima Abang !" ucap Rico .
Salma diam , tidak mananggapi ucapan raksasa yang menempelinya itu dari belakang .
"Dek !" panggil Rico , Salma tetap diam .
"Kakak ! ayok kita pulang !, Acha sudah ngantuk !" ajak Ashalina , tersenyum kepada Mr Ze .
"Kamu sungguh pengertian Baby !, dengan sepasang pengantin baru itu !." Mr Ze mencubit gemas hidung Ashalina .
"Momy ! ayo kita pulang ! , biarkan pengantin baru itu berdua saja disini ." ajak Mr Ze kepada Momynya , kemudian ditariknya tangan Ashalina berjalan ke luar pintu ruang perawatan Salma .ī
"Bu Hesti ! ayo kita pulang , tidak apa apa , mereka akan baik baik saja . Biarkan Rico yang menjaga putrimu , besok kita kesini lagi" ajak Momy Jeni .
Bu Hesti menganggukkan kepalanya , mengikuti Momy Jeni keluar dari ruang perawatan Salma . Begitu juga dengan Yudhi dan Tika , mereka pun ikut keluar dari perawatan Salma , meninggalkan pengantin baru itu hanya berdua saja .
Sampai di luar pintu ruang perawatan , wajah Tika nampak murung . Biar bagaimana pun, ia merasa hatinya sedikit tersinggung , karna adiknyalah yang duluan menikah . Tapi bagaimana lagi , itu yang terbaik untuk Salma Adiknya , Tika mencoba untuk tabah dengan takdir.
__ADS_1
Yudhi yang paham melihat perubahan raut wajah Tika , langsung di tariknya wanita incaran terakhirnya itu ke dalam pelukannya . "Sabarnya ! aku akan segera menikahimu ! , kita lihat keputusan besok , jika orang tua kita setuju , besok juga aku akan menghalalkanmu !" ucap Yudhi , di usapnya rambut Tika dari belakang .
Sambil di rangkulnya bahu Tika , Yudhi pun menuntun Tika berjalan masuk ke dalam lif , turun kelantai bawah .
Sampai di parkiran , mereka pun langsung masuk ke mobil yang dibawa Yudhi tadi . Disana sudah menunggu Momy Jeni dan Ibu Hesti .
Pasangan Ashalina dan Mr Ze , Mobil mereka sudah melaju lebih dulu keluar dari area Rumah Sakit .
"Baby !, kita cari rujak sebentar ya !" ucap Mr Ze , menoleh sebentar ke arah Ashalina yang duduk di sampingnya .
"Terserah kakak saja !" balas Ashalina .
"Apa kamu tidak ada menginginkan apa apa Baby ?" tanya Mr Ze .
"Tadi Acha sudah makan banyak , perut Acha sudah kenyang . Apa lagi yang Acha inginkan selain kakak !" jawab Ashalina .Membuat Mr Ze tertawa tawa .
"Kenapa kamu sekarang sangat genit Baby ?"
"Mungkin karna Acha sudah terkontaminasi dengan virus mesum Kakak !" jawab Ashalina .
"Bilang aja ketagihan sayang.. !" Mr Ze mencubit pipi Ashalina gemas .
"Ya ampun sayang..!" Mr Ze menggelengkan kepalanya , tersenyum melihat kemesuman istrinya yang sama seperti dirinya .
Ashalina pun semakin menjadi menggodanya , tersenyum , mengedipkan sebelah matanya , memutar lidahnya menyapu permukaan bibirnya dari atas kebawah , menggigit bibir bawahnya sebentar lalu melepasnya .
Gemas melihat tingkah istrinya yang meminta di lahap , Sebelah tangan Mr Ze pun memegang gundukan kenyal milik Ashalina , sedikit meremasnya .
"Ah ! kakak itu sangat enak !"
"Kakak lagi nyetir Baby ! jangan terus menggoda kakak !." Berbicara dengan merapatkan giginya , gemas ingin menggigit , Mr Ze pun menjewer telinga istri mesumnya itu .
"Sakit kakak.. !"ucap Ashalina tertawa tawa kecil .
Mr Ze melingkarkan tangannya keleher belakang Ashalina , menarik kepala Ashalina ke bawah ketiaknya .
__ADS_1
"Ketiak Kakak bau !"
"Enak saja bilang bau , Kakak tadi sudah mandi" balas Mr Ze , masih menahan kepala Ashlina di bawah ketiaknya .
"Lepas Kakak..!" ucap Ashalina manja .
Cup !
Mr Ze mengecup ujung kepala Ashalina , setelah ia memarkirkan mobilnya , di depan gerobak penjual rujak pinggir jalan .
"Yuk turun ! " ucap Mr Ze , melepas rangkulannya , kemudian langsung turun , berjalan ke arah grobak rujak , di ikuti Ashalina dari belakang . Dan langsung memesan rujak kepada si Bapak penjual .
"Koko ! rujaknya makan disini apa di bungkus ?" tanya sipenjual kepada Mr Ze . karna melihat Mr Ze adalah orang bermata sipit dan berkulit putih .
"Makan disini pak !" jawab Mr Ze .sambil berjalan ke arah bangku panjang yang terbuat dari kayu ,dan langsung duduk .
Si Bapak penjual rujak pun mengangguk , sambil tangannya sibuk menggiling bumbu rujak .
Tidak sampai sepuluh menit , rujak pesanan Mr Ze pun sudah selesai . Si Bapak penjual rujak pun memberikannya kepada Mr Ze . Mr Ze langsung memakannya dengan lahap .
"Acha juga mau kak ! , tapi buahnya jangan yang asam , kasih bengkuang pepaya sama timun aja ." Melihat Mr Ze memakan rujak begitu menggiurkan dengan buah yang segar dipadukan dengan bumbu kancang dan gula merah ditambah pedasnya cabe , air liur Ashalina langsung berdesir .
"Tapi punya kakak asem semua ! , mau pesan ?" Ashlina menganggukkan kepalanya .
"Pak !, rujaknya satu lagi , tapi buahnya bengkuang pepaya sama timun aja , jangan terlalu pedas , sedang aja !" ucap Mr Ze kepada Bapak sipenjual rujak .
Tidak lama rujak untuk Ashalina pun sudah selesai di buatkan . Mr Ze ia sudah menghabiskan rujaknya .
"Kakak suapin ! Acha ngantuk !"
Melihat Ashalina matanya sudah lima watt , Mr Ze pun menyandarkan kepala Ashalina ke dadanya, sebelah tangannya memeluk Ashalina dari samping . Kemudian menyuapkan rujak ke mulut Ashalina yang terbuka lebar .
"Istri saya lagi hamil Pak !, maklum pak !, manjanya berlebihan ." ucap Mr Ze , karna si Bapak penjual rujak heran melihat tingkah Ashalina , yang kelewat manja . Baru kali ini si Bapak penjual rujak itu , melihat pembelinya , makan dengan mata terpejam . Tapi mulutnya mengunyah dengan lancar bersandar di dada suaminya .
Si Bapak penjual itu pun menganggukkan kepalanya , paham dan memakluminya .
__ADS_1
Rujak milik Ashalina pun habis dari piringnya tanpa sisa . Setelah Mr Ze memberinya minum , Mr Ze pun langsung menggendong Ashalina membawanya masuk ke dalam mobil . Kemudian kembali lagi ke si Bapak penjual , untuk membayar rujak mereka .
"Kembaliannya buat Bapak saja !" ucap Mr Ze saat iya memberikan satu lembar uang rupiah berwarna merah . Kemudian langsung meninggalkan si Bapak masuk ke dalam mobilnya dan langsung melajukan kenderaannya melaju ke jalan raya , menuju arah pulang .