
Empat Bulan kemudian
Kini kandungan Ashalina sudah berusia tujuh Bulan , perutnya pun sudah terlihat besar dan susah bergerak , karna berat badannya yang sudah mencapai 80 kilo .
"Kak Acha ikut ya ! , Acha pengen lihat Kakak bekerja !"
"Nanti disana kamu bosan sayang ! hari ini juga kakak ada rapat . Hari ini Kakak sangat sibuk , Kakak harus mempersentasekan langsung gambar kapal yang Kakak buat ." Sambil tangan Mr Ze mengusap usap perut buncit Ashalina .
"Nanti kalau Acha bosan 'kan , Acha bisa pergi ke apartemen Salma . Tika juga ada disana !" bujuk Ashalina .
Semenjak menikah , Yudhi dan Tika sering nompang di apartemen Rico dan Salma . Dan Rico tidak masalah , karna dengan begitu saat ia bekerja , Salma ada yang menemani di apartemen mereka .
"Ya udah ! , sana cepat mandi , biar Kakak tungguin " ucap Mr Ze .
"Mandiin !" manja Ashalina .
"Nanti baju Kakak bisa basah sayang ! , masa Kakak harus ganti lagi !" tolak Mr Ze halus .
" Kalau Kakak gak mau mandiin Acha , Acha gak mau mandi " rajuk Ashalina .
"Ya udah ! , ayo kakak mandiin !" Mr Ze mengalah .
"Gendong !" manja Ashalina lagi .
"Manja banget sih istri Kakak ini !" Mr Ze mengacak acak ujung kepala Ashalina, gemas . Lalu di angkatnya tubuh Ashalina dari atas tempat tidur , membawanya masuk ke dalam kamar mandi dan memandikan gajah duduknya .
Selesai memandikan Ashalina , Mr Ze pun menggendong kembali Ashalina keluar kamar mandi . Kemudian mendudukkan Ashalina di pinggir tempat tidur .
"Kak hari ini Acha ingin pakai baju warna kuning . Gamis yang di belikan Momy kemarin sama jilbab yang berwarna kuning ."
Ya ! , sekarang Ashalina sudah menutup aurat dan memakai hijab . Setelah sering mendengar ceramah dari Salma tentang kewajiban seorang perempuan menutup aurat tanpa kecuali dan tidak ada alasan untuk perempuan untuk tidak menutup auratnya .
Cup !
Mr Ze mendaratkan satu kecupan di bibir Ashalina , yang menyukai warna warna jreng semenjak hamil . kemudian berjalan ke arah lemari , mengambil gamis warna kuning cerah beserta jilbabnya . Tidak lupa , Mr Ze juga mengambil tas dan sendal yang berwarna senada .
"Ayo cepat pakai Baby !, nanti kita ketinggalan kapal . Kaka harus memyiapkan bahan meating lagi ." ucap Mr Ze , memberikan baju di tangannya ke pada Ashalina .
" Bantu Acha kak ! , ambilin paspor , dompet dan HP Acha Kak !, masukin ke dalam tas kuning itu !."
"Baiklah tuan putri !"Mr Ze pun langsung melaksanankan perintah sang tuan putri . Karna waktu keberangkatan kapal pertama hampir mepet .
Setelah Ashalina rapi dengan gamis dan jilbab syar'i nya . Mereka pun segera berangkat ke pelabuhan .
Hari ini adalah hari menegangkan untuk Mr Ze . Karna nanti adalah penentuan nasib perusahaannya yang hampir gulung tikar . Hari ini ia di minta langsung oleh pengusaha Jepang yang memesan kapal pesiar dari perusahaannya untuk mempersentasekan gambar yang ia buat sendiri . Jika pengusaha Jepang itu menyukai gambar dan interior kapal yang di buatnya , pengusaha Jepang itu akan bersedia menyuntikkan dana ke perusahaannya . Dan Jika tidak !, dengan terpaksa Mr Ze harus menutup perusahaannya . Dimana itu semua Ashalina tidak tau ! , sedarurat apa perusahaannya ,dan bahkan Ashalina tidak tau kalau rumah yang ditempatinya sekarang sudah tergadai .
***
Oek oek oek oek
__ADS_1
Rico mengerjabkan matanya , karna samar samar ia mendengar suara orang muntah . Setelah membuka matanya , ia tidak mendapati Salma tidur disampingnya lagi .Tadi selesai shalat subuh Rico memilih tidur lagi karna masih merasa mengantuk . Karna tadi malam ia bekerja sampai dini hari . Salma yang merasa kurang enak badan pun ikut berbaring kembali ke kasur .
Oek oek oek oek !!!
Suara muntah itu pun semakin jelas ketelinga Rico ."Salma !"gumamnya .
Rico langsung bangun dari tempat tidur , berjalan kearah kamar mandi .
"Dek Salma !" panggil Rico sambil mendorong pintu kamar mandi yang ada di kamar mereka . Dilihatnya Salma muntah muntah ke washtapel .
"Dek Salma kenapa ?"
Rico langsung berjalan mendekati Salma yang sibuk mengeluarkan isi perutnya . kemudian memijat mijat leher belakang Salma . Setelah muntah Salma berhenti , Rico pun membersihkan mulut Salma dan langsung menggendong Salma , membawanya keluar kamar mandi .
"Apa Dek Salma sudah terlambat mensturasi ?" tanya Rico . Membaringkan tubuh Salma di atas tempat tidur .
"Sepertinya baru tiga hari Bang !" jawab Salma
Rico menganggukkan kepalanya tersenyum "Nanti kita periksa ke Rumah Sakit saja langsung , setelah Abang pulang kerja . tunggulah disini , Abang buatin teh hangat buat Dek Salma ." Di usapnya kepala Salma , Rico pun keluar dari kamar mereka , berjalan ke arah dapur untuk membuatkan teh untuk Salma . Setelah selesai , Rico langsung kembali ke kamar dengan secangkir teh hangat di tangannya .
Rico pun membantu Salma untuk duduk , lalu memberikan Salma minum teh hangat yang dibawanya .
"Gimana ? apa perutnya sudah enakan ?" tanya Rico , membantu Salma berbaring kembali .
"Sudah Bang !" jawab Salma .Rico tersenyum , di usapnya kepala Salma .
"Istirahatlah !" ucap Rico
Rico semakin mengembangkan senyumnya , menganggukkan kepalanya , kemudian naik ke atas tempat tidur setelah ia meletakkan cangkir di tangannya di meja nakas . Membaringkan tubuhnya di samping Salma dan langsung memeluk Salma .
"Apa Dek Salma sudah mulai mencintai Abang ?" tanya Rico , di kecupnya ujung kepala Salma . Mengingat baru pertama kali ini Salma meminta di peluk olehnya , dengan gaya manjanya .
Empat Bulan pernikhan , Salma memang tidak pernah menolaknya , atau membantahnya . Salma selalu menjadi istri yang baik . Tapi selama pernikahan mereka , Salma tidak pernah menunjukkan ekspresinya kalau ia mencintai Rico. Terlihat Salma hanya menjalankan kewajibannya sebagi seorang istri saja , tidak ada cinta di dalamnya . Hanya seorang Rico lah yang memiliki cinta di hatinya untuk Salma .
Salma diam tidak menjawab , Rico menelan salivanya dengan susah . Seperti ada yang mengganjal di tenggorokannya ,sakit , karna Salma tidak menjawab pertanyaannya .
"Abang akan sabar menunggunya !" ucap Rico , memejamkan matanya , lelehan bening pun keluar dari sudut matanya . di ciumnya lagi ujung kepala Salma dengan bibir bergetar . Tak bisa membendung kesedihannya , Rico pun tidak bisa menahan isak tangis keluar dari mulutnya . Salahkah ? , seorang Rico hanya butuh dicintai .
Salma menarik sebelah tangan Rico , meletakkannya di atas perutnya ."Disini sudah ada bukti cinta kita Bang !".
Rico menghentikan tangisnya mendengar ucapan Salma. Rico mengerutkan keningnya karna merasa ada benda pipih kecil di bawah telapak tangannya . Kemudian mengambil benda kecil itu dan melihatnya .
"Apa ini Dek Salma ?"
Salma mendongakkan kepalanya ke wajah Rico , di hapusnya cairan bening yang membasahi wajah suami raksasanya dengan jempol tangannya .
Ini badan aja yang gede, tapi hati hello kitty , pikir Salma .
"Itu namanya tespek Bang ! , alat untuk mengecek kehamilan " jawab Salma tersenyum .
__ADS_1
"Maksudnya ?"
"Garis duanya mengatakan kalau Salma mencintai Abang !" jawab Salma ."Bukti cinta kita ada di dalam perut Salma !" ucap Salma lagi ."Maaf ! jika selama ini Salma tidak tau caranya menunjukkan rasa cinta Salma ke Abang ! . Sehingga membuat Abang salah menilai Salma " tambah Salma lagi .
"Benaran Dek ? kamu mencintai Abang ?"Rico mencium seluruh permukaan wajah Salma .
Mendapatkan cinta dari seseorang , itu lebih bergarga bagi Rico sekarang di banding jumlah harta yang sudah berhasil ia kumpulkan.
Selama ini ia berpikir hartalah yang paling berharga dan yang penting baginya . Sehingga ia berpikir ia tidak butuh cinta untuk hidup .Sampai seorang gadis remaja yang bernama Salma , hadir menggetarkan jantungnya . Di situ Rico menyadari kalau selama ini ia kesepian , ia butuh cinta, ia ingin dicintai .
Salma menganggukkan kepalanya tersenyum ." Ana uhibbuka fillah jauzi !"
"Abang tidak mengerti !" ucap Rico
"Aku mencintaimu karna Allah suamiku !" jawab Salma .
"Kalau begitu , sebagai balasan cinta Adek , Abang akan mengajak Adek berkasih sayang sekarang juga !" ucap Rico dengan wajah sumiringah .
"Itu memang maunya A.."
***
"Suamiku !"
"Apa yayang Beb ?"
"Aku pengen makan ikan hiu sekarang !"
Yudhi yang lagi mengancing bajunya langsung menghentikan gerakan tangannya . Membayangkan seberapa besar dan beratnya ikan hiu . Yudhi membalik badannya ke arah Tika yang masih bergulung di bawah selimut .
Ya ! , sekarang Tika sudah hamil dua Bulan , sesuai yang di inginkan mereka , Yudhi berhasil menghamili Tika dengan bayi kembar .Tentu dengan bantuan Dokter ahli .
"Yayang Beb ! kenapa ngidammu selalu minta yang aneh aneh ?, kemaren kamu minta ayam sebesar kambing , habis itu minta kambing yang bulunya harus keriting , setelah itu minta ikan cucut harus Abang yang mancing sendiri . Sekarang minta ikan hiu , ikan hiu itu besar yayang Beb !, tidak akan ada nelayan yang berani menagkapnya , yang ada nelayan yang di tangkap ikan hiu , di telan hidup hidup ." jelas Yudhi frustasi dengan ngidam istrinya yang aneh aneh .
Tika menajamkan pandangannya ke arah Yudhi dengan mata yang berkaca kaca .
Yudhi pun mendekati Tika , mendudukkan tubuhnya di pinggir tempat tidur di samping Tika yang masih terbaring . Kemudian Yudhi membungkukkan tubuhnya mencium kening Tika .
"Bukan Abang gak mau mencarinya yayang Beb !, tapi Abang gak tau mau nyari kemana !" Yudhi mengusap ujung kepala Tika .
"Ke pasar ikanlah ! , kalau gak kepada nelayan " jawab Tika , bibirnya dimanyunin .
"Ya sudah ! , nanti pulang kerja Abang usahain nyari . Kalau begitu Abang berangkat kerja dulu , jangan lupa sarapan dan makan siang ." pamit Yudhi .
Tika mengangguk lemah , kemudian menyalam tangan Yudhi dan menciumnya .
.
.
__ADS_1
.
.