
Mr Ze langsung memarkirkan mobilnya tepat di depan ruang UGD . Setelah turun dari dalam mobilnya , Mr Ze mengangkat tubuh Ashalina keluar dari dalam mobil , membawanya langsung masuk ke ruang UGD dan meletakkan Ashalina di atas brankar yang disediakan para perawat yang bertugas di ruang UGD tersebut .
"Istri anda kenapa Pak ?" tanya Dokter yang bertugas di ruangan itu .
"Gak tau Dok ! , saat kami berhubungan , tiba tiba istri saya merasa perutnya sakit !" jawab Mr Ze jujur .
"Sudah berapa Bulan kandungan istri Bapak?" tanya Dokter itu lagi .
"Tujuh Dok !"
"Sakit Kak...!" rintih Ashalina , saat rasa sakit perutnya datang lagi .
"Sabar ya sayang !" Mr Ze mengusap usap kepala Ashalina .
"Sepertinya istri Bapak akan melahirkan , Suster ! segera bawa istri Bapak ini ke ruang Dokter kandungan !" perintah Dokter jaga yang bertugas di ruang UGD itu kepada para perawat .
"Baik Dok ! " jawab Salah satu perawat .
"Bagaimana bisa istri saya melahirkan Dok ? , kandungannya masih tujuh Bulan !" tanya Mr Ze .
"Untuk wanita hamil ada beberapa kasus terjadi seperti itu , mengandung hanya sampai tujuh Bulan saja . Untuk lebih jelas , nanti biar Dokter kandungan yang menjelaskan ." jawab Dokter itu .
Mr Ze pun mengangguk paham , Brankar Ashalina segera di dorong dua orang perawat , membawanya ke ruangan Dokter kandungan untuk di periksa . Di ikuti Mr Ze dan Momy Jeni langsung di samping Ashalina .
Sampai di ruangan Dokter kandungan , kandungan Ashalina langsung di periksa oleh Dokter kandungan .
"Istri Bapak mengalami kontraksi , istri Bapak akan melahirkan , dan istri Bapak sudah bukaan tiga . Bawa istri Bapak jalan jalan , untuk memparcepat bukaan jalan lahirnya " jelas Dokter kandungan itu kepada Mr Ze .
"Baik Dok !" jawab Mr Ze . Sudah paham , karna mereka sudah sering konsultasi seputar melahirkan kepada Dokter kandungan . Mr Ze harus tenang , jangan panik mendampingi istrinya saat melahirkan .
"Kakak...!" ringis Ashalina .
Mr Ze mengusap kepala Ashalina , lalu mencium keningnya ."Sabar ya sayang ! , anak kita akan segera lahir ." Di angkatnya Ashalina dari atas brankar dan di turunkannya dengan posisi berdiri . Menuntun Ashalina keluar dari ruangan Dokter kandungan tersebut .
"Bagaiman Ze ?" Tanya Momy Jeni yang menunggu di luar .
"Acha akan melahirkan Mom !, kata Dokternya tidak ada masalah dalam kandungannya " jawab Mr Ze ." Kata Dokter jalan lahirnya sudah pembukaan tiga , Acha di suruh jalan jalan Mom !" tambah Mr Ze lagi .
__ADS_1
Momy Jeni yang paham pun menganggukkan kepalanya ."Ya sudah ! , bawa Acha jalan jalan , biar Momy mengurus ruang perawatan untuk Acha , nanti kalau dia capek bisa istirahat" ujar Momy Jeni , berlalu pergi .
"Kak ! Acha lapar !" ucap Ashalina dari dalam pelukan Mr Ze .
"Ingin makan apa sayang ?" di usap usapnya punggung Ashalina dari belakang .
"Apa aja kak !"
"Ya sudah ! , kita lihat ke kantin ya ! , biar kamu bisa milih makanannya !" ucap Mr Ze lembut . Di tuntunnya Ashalina berjalan ke arah kantin Rumah Sakit .
Saat Ashalina merasakan sakit datang lagi , ia pun memeluk Mr Ze erat ."Sakit kak !"
Mr Ze membalas memeluk Ashalina , mengecup ujung kepalanya , tangannya mengusap usap punggung Ashalina . Kasihan , tapi hanya itu yang bisa di lakukan Mr Ze .
Setelah makana yang di pesan Ashalina datang , Mr Ze pun menyuapinya makan .Sesekali Ashalina meringis , memejamkan matanya saat sakit menyerangnya lagi .
"Hai anak Ayah !, sudah mau lahir ya !, jangan buat Bundo kesakitan lama lama ya kesayangan Ayah !, Kasihan Bundonya ."ucap Mr Ze mengusap usap perut Ashalina .
Seperti biasa anak yang di kandungan Ashalina akan merespon dengan bergerak gerak .
"Ayah sudah gak sabar ingin melihat kamu sayang !" ucap Mr Ze lagi .
"Minum dulu Baby ! , kita kembali ke ruangan Dokter ya ! biar di periksa " ucap Mr Ze memberikan Ashalina minum . kemudian membantu Ashalina berdiri , menuntunnya berjalan . Seperti yang di sarankan Dokter Ashalina harus banyak berjalan jalan .
Sampai di ruang Dokter periksa , Ashalina kembali di periksa lagi jalan bukaannya .
"Sudah bukaan lima , tunggu sampai bukaan sepuluh , baru ibunya siap melahirkan " ucap Dokter kandungan yang memeriksa .
"Apa masih lama Dok ? , istri saya sudah sangat kesakitan " tanya Mr Ze , tidak tega melihat Ashalina yang terus menahan sakit .
"Bisa dua jam atau tiga jam lagi pak ! , kalau melahirkan memang seperti itu pak ! , pasti sakit . Istrinya di bawa lagi jalan jalan , biar tambah cepat proses bukaannya , Istri Bapak bisa segera melahirkan " jawab Dokter itu .
Mr Ze hanya bisa pasrah , mengikuti saran Dokter , meski tidak tega melihat istriknya terus meringis kesakitan .
***
Di Singapur
__ADS_1
Setelah dua jam berkeliling mencari penjual pecal , Rico tidak menemukannyan. Akhirnya iya meminta tolong kepada Shef yang bekerja di restoran milik Mr Ze untuk di buatkan pecal untuk Salma . Hari sudah gelap , baru ia sampai di apartemen miliknya .
"Adik ipar dari mana ?" tanya Yudhi yang lagi sibuk main game di sofa .
"Mencari pecal buat Salma !" jawab Rico .
Yudhi mengernyitkan keningnya , menyiratkan pertanyaan .
"Salma hamil lagi , dia ingin makan pecal !" tambah Rico , seolah paham arti tatapan Yudhi kepadanya .
Yudhi berdiri dari tempat duduknya , berjalan mendekati Rico , dan langsung memeluknya .
"Wah ! kalau begitu selamat adik ipar ! , aku ikut senang mendengarnya " ucapnya .
"Sama sama !" balas Rico lesu .
"Kenapa adik ipar ! , bukankah seharusnya kamu senang ? . kenapa wajahmu layu , selerti bunga yang di jemur di bawah terik matahari ?." tanya Yudhi , melihat wajah Rico tidak ada semangat .
"Salma sepertinya belum mencintaiku Yud !" tidak dapat menyimpan ke gundahannya lagi , Rico pun menceritakan sikap Salma selama ini kepadanya . Yang tidak pernah menunjukkan rasa cinta .
"Terkadang saya iri melihat kehangatanmu dengan istrimu ! , dan Ze dangan Nona Ashalina ." ucap Rico , matanya merah dan berkaca kaca .
"Komunikasi kalian baikkan ?" tanya Yudhi.Rico menganggukkan kepalanya .
"Salma dan Tika meski mereka kakak beradik , tapi mereka memiliki karakter yang berbeda . Dan karaktermu dengan Salma hampir sama , tidak banyak bicara dan tidak terlalu suka bergurau . Dan kalian sama sama memiliki pembawaan yang kalem dan terlihat serius , membuat suasana di antara kalian tidak hidup . Aku rasa bukan Salma tidak mencintaimu , terkadang wanita malu dan gengsi untuk menunjukkan rasa cintanya . Kita lah sebagai laki laki yang harus peka membaca wanita . Jika kita kejar dia tidak menjauh , berarti ada harapan cinta di hatinya untuk kita . Sekalipun wanita yang kita kejar itu menjauh , kejar terus , bisa saja dia jual mahal ingin di kejar lebih jauh lagi . Dan aku rasa Salma bukan belum mencintaimu , mungkin dia masih malu menunjukkannya padamu !" Ucap Yudhi sok bijak .
"Semangat adik ipar ! , kekep terus jangan kasih kendor !" Yudhi menepuk bahu Rico , memberi semangat , kepada laki laki yang belum berpengalaman menjinakkan hati wanita itu .
"Saya ke kamar dulu , mau kasih Salma makan !" pamit Rico , mengulas sedikit senyumnya .
Yudhi menggelengkan kepalanya , setelah Rico hilang di balik pintu .
.
.
.
__ADS_1
.