21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Bab 87


__ADS_3

Mr Ze langsung memarkirkan mobilnya tepat di depan ruang UGD . Setelah turun dari dalam mobilnya , Mr Ze mengangkat tubuh Ashalina keluar dari dalam mobil , membawanya langsung masuk ke ruang UGD dan meletakkan Ashalina di atas brankar yang disediakan para perawat yang bertugas di ruang UGD tersebut .


"Istri anda kenapa Pak ?" tanya Dokter yang bertugas di ruangan itu .


"Gak tau Dok ! , saat kami berhubungan , tiba tiba istri saya merasa perutnya sakit !" jawab Mr Ze jujur .


"Sudah berapa Bulan kandungan istri Bapak?" tanya Dokter itu lagi .


"Tujuh Dok !"


"Sakit Kak...!" rintih Ashalina , saat rasa sakit perutnya datang lagi .


"Sabar ya sayang !" Mr Ze mengusap usap kepala Ashalina .


"Sepertinya istri Bapak akan melahirkan , Suster ! segera bawa istri Bapak ini ke ruang Dokter kandungan !" perintah Dokter jaga yang bertugas di ruang UGD itu kepada para perawat .


"Baik Dok ! " jawab Salah satu perawat .


"Bagaimana bisa istri saya melahirkan Dok ? , kandungannya masih tujuh Bulan !" tanya Mr Ze .


"Untuk wanita hamil ada beberapa kasus terjadi seperti itu , mengandung hanya sampai tujuh Bulan saja . Untuk lebih jelas , nanti biar Dokter kandungan yang menjelaskan ." jawab Dokter itu .


Mr Ze pun mengangguk paham , Brankar Ashalina segera di dorong dua orang perawat , membawanya ke ruangan Dokter kandungan untuk di periksa . Di ikuti Mr Ze dan Momy Jeni langsung di samping Ashalina .


Sampai di ruangan Dokter kandungan , kandungan Ashalina langsung di periksa oleh Dokter kandungan .


"Istri Bapak mengalami kontraksi , istri Bapak akan melahirkan , dan istri Bapak sudah bukaan tiga . Bawa istri Bapak jalan jalan , untuk memparcepat bukaan jalan lahirnya " jelas Dokter kandungan itu kepada Mr Ze .


"Baik Dok !" jawab Mr Ze . Sudah paham , karna mereka sudah sering konsultasi seputar melahirkan kepada Dokter kandungan . Mr Ze harus tenang , jangan panik mendampingi istrinya saat melahirkan .


"Kakak...!" ringis Ashalina .


Mr Ze mengusap kepala Ashalina , lalu mencium keningnya ."Sabar ya sayang ! , anak kita akan segera lahir ." Di angkatnya Ashalina dari atas brankar dan di turunkannya dengan posisi berdiri . Menuntun Ashalina keluar dari ruangan Dokter kandungan tersebut .


"Bagaiman Ze ?" Tanya Momy Jeni yang menunggu di luar .


"Acha akan melahirkan Mom !, kata Dokternya tidak ada masalah dalam kandungannya " jawab Mr Ze ." Kata Dokter jalan lahirnya sudah pembukaan tiga , Acha di suruh jalan jalan Mom !" tambah Mr Ze lagi .

__ADS_1


Momy Jeni yang paham pun menganggukkan kepalanya ."Ya sudah ! , bawa Acha jalan jalan , biar Momy mengurus ruang perawatan untuk Acha , nanti kalau dia capek bisa istirahat" ujar Momy Jeni , berlalu pergi .


"Kak ! Acha lapar !" ucap Ashalina dari dalam pelukan Mr Ze .


"Ingin makan apa sayang ?" di usap usapnya punggung Ashalina dari belakang .


"Apa aja kak !"


"Ya sudah ! , kita lihat ke kantin ya ! , biar kamu bisa milih makanannya !" ucap Mr Ze lembut . Di tuntunnya Ashalina berjalan ke arah kantin Rumah Sakit .


Saat Ashalina merasakan sakit datang lagi , ia pun memeluk Mr Ze erat ."Sakit kak !"


Mr Ze membalas memeluk Ashalina , mengecup ujung kepalanya , tangannya mengusap usap punggung Ashalina . Kasihan , tapi hanya itu yang bisa di lakukan Mr Ze .


Setelah makana yang di pesan Ashalina datang , Mr Ze pun menyuapinya makan .Sesekali Ashalina meringis , memejamkan matanya saat sakit menyerangnya lagi .


"Hai anak Ayah !, sudah mau lahir ya !, jangan buat Bundo kesakitan lama lama ya kesayangan Ayah !, Kasihan Bundonya ."ucap Mr Ze mengusap usap perut Ashalina .


Seperti biasa anak yang di kandungan Ashalina akan merespon dengan bergerak gerak .


"Ayah sudah gak sabar ingin melihat kamu sayang !" ucap Mr Ze lagi .


"Minum dulu Baby ! , kita kembali ke ruangan Dokter ya ! biar di periksa " ucap Mr Ze memberikan Ashalina minum . kemudian membantu Ashalina berdiri , menuntunnya berjalan . Seperti yang di sarankan Dokter Ashalina harus banyak berjalan jalan .


Sampai di ruang Dokter periksa , Ashalina kembali di periksa lagi jalan bukaannya .


"Sudah bukaan lima , tunggu sampai bukaan sepuluh , baru ibunya siap melahirkan " ucap Dokter kandungan yang memeriksa .


"Apa masih lama Dok ? , istri saya sudah sangat kesakitan " tanya Mr Ze , tidak tega melihat Ashalina yang terus menahan sakit .


"Bisa dua jam atau tiga jam lagi pak ! , kalau melahirkan memang seperti itu pak ! , pasti sakit . Istrinya di bawa lagi jalan jalan , biar tambah cepat proses bukaannya , Istri Bapak bisa segera melahirkan " jawab Dokter itu .


Mr Ze hanya bisa pasrah , mengikuti saran Dokter , meski tidak tega melihat istriknya terus meringis kesakitan .


***


Di Singapur

__ADS_1


Setelah dua jam berkeliling mencari penjual pecal , Rico tidak menemukannyan. Akhirnya iya meminta tolong kepada Shef yang bekerja di restoran milik Mr Ze untuk di buatkan pecal untuk Salma . Hari sudah gelap , baru ia sampai di apartemen miliknya .


"Adik ipar dari mana ?" tanya Yudhi yang lagi sibuk main game di sofa .


"Mencari pecal buat Salma !" jawab Rico .


Yudhi mengernyitkan keningnya , menyiratkan pertanyaan .


"Salma hamil lagi , dia ingin makan pecal !" tambah Rico , seolah paham arti tatapan Yudhi kepadanya .


Yudhi berdiri dari tempat duduknya , berjalan mendekati Rico , dan langsung memeluknya .


"Wah ! kalau begitu selamat adik ipar ! , aku ikut senang mendengarnya " ucapnya .


"Sama sama !" balas Rico lesu .


"Kenapa adik ipar ! , bukankah seharusnya kamu senang ? . kenapa wajahmu layu , selerti bunga yang di jemur di bawah terik matahari ?." tanya Yudhi , melihat wajah Rico tidak ada semangat .


"Salma sepertinya belum mencintaiku Yud !" tidak dapat menyimpan ke gundahannya lagi , Rico pun menceritakan sikap Salma selama ini kepadanya . Yang tidak pernah menunjukkan rasa cinta .


"Terkadang saya iri melihat kehangatanmu dengan istrimu ! , dan Ze dangan Nona Ashalina ." ucap Rico , matanya merah dan berkaca kaca .


"Komunikasi kalian baikkan ?" tanya Yudhi.Rico menganggukkan kepalanya .


"Salma dan Tika meski mereka kakak beradik , tapi mereka memiliki karakter yang berbeda . Dan karaktermu dengan Salma hampir sama , tidak banyak bicara dan tidak terlalu suka bergurau . Dan kalian sama sama memiliki pembawaan yang kalem dan terlihat serius , membuat suasana di antara kalian tidak hidup . Aku rasa bukan Salma tidak mencintaimu , terkadang wanita malu dan gengsi untuk menunjukkan rasa cintanya . Kita lah sebagai laki laki yang harus peka membaca wanita . Jika kita kejar dia tidak menjauh , berarti ada harapan cinta di hatinya untuk kita . Sekalipun wanita yang kita kejar itu menjauh , kejar terus , bisa saja dia jual mahal ingin di kejar lebih jauh lagi . Dan aku rasa Salma bukan belum mencintaimu , mungkin dia masih malu menunjukkannya padamu !" Ucap Yudhi sok bijak .


"Semangat adik ipar ! , kekep terus jangan kasih kendor !" Yudhi menepuk bahu Rico , memberi semangat , kepada laki laki yang belum berpengalaman menjinakkan hati wanita itu .


"Saya ke kamar dulu , mau kasih Salma makan !" pamit Rico , mengulas sedikit senyumnya .


Yudhi menggelengkan kepalanya , setelah Rico hilang di balik pintu .


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2