21 Hari Bersama Majikan Bajingan

21 Hari Bersama Majikan Bajingan
Cerita Yudhi 13


__ADS_3

Mobil yang membawa Yudhi dari bandara , berhenti di depan sebuah rumah yang tampak sederhana ,di sebuah desa di Jawa Timur .


"Mas ! sampean sudah sampai !" supir taxi bandara itu membangunkan Yudhi yang ketiduran di kursi penumpang belakang .


"Oh ! sudah sampai ya Pak ?" tanya Yudhi langsung terbangun . Kemudian memutar pandangannya ke luar kaca mobil . Sepertinya ia sudah sampai , melihat ia sudah berada di sebuah desa yang tampak asri .


"Menurut alamat yang Mas kasih , sudah Pak!" jawab super taxi itu ." Menurut petunjuk gugel map , rumahnya ini !" tunjukya , menunjuk rumah sederhana bercat kuning lembut .


"Kalau begitu trimakasih Pak !" ujar Yudhi , segera turun dari dalam taxi , berjalan ke halaman rumah yang banyak di tumbuhi Bunga bunga . Di samping rumah nampak banyak di tanami sayur sayuran . Di belakang rumah nampak area persawahan dan kebun sayur .


Yudhi menarik napasnya , sebelum mengetuk daun pintu di depannya . Mudah mudahan rumahnya benar , tidak salah alamat , pikir Yudhi .


Tok tok tok !


"Assalamu alaikum !" sahut Yudhi , jantungnya berdegub sangat kencang . Padahal Tika baru dua hari kabur dari rumah . Rasanya sudah seperti terpisah ber abat abat lamanya dengan Tika .


Yudhi mengetok pintu rumah itu lagi sambil mengucap salam . Karna tidak ada yang menyahut atau membuka pintu dari dalam . Sampai tiga kali Yudhi mengetok pintu dan mengucap salam .


Ceklek !


Pintu terbuka dari dalam .


"Hubby !"


Yudhi langsung memeluk Tika , ternyata istrinyalah yang membuka pintu dari dalam rumah sederhana itu . Ia tidak salah alamat , mudahnya ia menemukan Tika , sebagai pertanda baik untuknya .


"Yayang Beb ! , aku minta maaf ! , aku minta maaf sudah menyakiti hatimu ! . Aku minta maaf istriku !" ucap Yudhi dalam tangisnya memeluk Tika yang mamatung .


Tika tidak bertanya , darimana Yudhi tau ia berada di situ . Pasti dari Mr Ze yang bisa menyuruh orang menyelidikinya , atau dari Salma adiknya .


"Kamu tidak salah Yud ! , hanya takdirkulah yang kurang beruntung !. Aku tidak menyalahkan siapa siapa . Maaf Yud ! , aku meninggalkan rumah !, Karna aku tidak sanggub di madu !. Aku sudah mencobanya Yud ! . Tapi aku tidak sekuat yang kupikirkan . Biar aku yang mengalah Yud ! , Normala lagi hamil , dia lebih membutuhkanmu !. Aku tidak apa apa Yud ! , aku sudah ikhlas melepasmu untuknya!" ujar Tika , berurai air mata .


"Tapi aku tidak ingin melepasmu Yayang Beb !,Aku juga sangat membutuhkanmu , kamu akan selamanya menjadi istriku sampai aku mati" balas Yudhi . Tika menggelengkan kepalanya .


"Aku gak bisa Yud ! , aku gak sanggup berbagi suami !" ucap Tika .


"Aku akan mengakhiri hubunganku dengan Normala !" ucap Yudhi .


"Dia lagi hamil Yud !"


"Apa pun akan kulakukan supaya kamu mau kembali pulang !." Tika menggelengkan kepalanya lagi .


"Kenapa Yayang Beb ?, apa rasa sakitmu sudah mengalahkan rasa cintamu kepadaku ?. Segitu besarkah dosaku kepadamu istriku ? . Tidak bisakah kamu menerimaku lagi ?, tidak pantaskah aku menjadi suamimu lagi istriku ?. Aku sangat mencintaimu Dewi Sartika Juwita Sari..!" Yudhi mengeratkan pelukannya kepada Tika .


"Katakan istriku ! , kalau kamu tidak mencintaiku lagi !" ucap Yudhi lagi , mencium ujung kepala Tika .


Tika semakin menangis terisak di dalam pelukan Yudhi . Membalas pelukan Yudhi yang mampu menghangatkan tidur malamnya itu .


Yudhi mencium ujung kepala Tika lagi lama . Menghirup aroma tubuh yang selalu memabukkannya itu .


"Sikembar sangat membutuhkanmu ! , mereka terus menangis mencarimu ! .Pulanglah bersamaku ! ke rumah kita , ke rumahmu !" bujuk Yudhi .


"Siapa nduk ?" sahut Istri pamannya Tika datang dari dapur .


Yudhi dan Tika langsung melepas pelukan mereka .

__ADS_1


"Suamiku Bukde !" jawab Tika , memutar tubuhnya sambil menghapus air matanya ke arah Bukdenya .


Yudhi langsung melangkahkan kakinya kepada istri pamannya Tika .


"Yudhi Bukde , suaminya Tika !" ucap Yudhi sambil menyalam tangannya .


"Ayok ! silahkan duduk Nak !" ucap Istri pamannya . Mempersikahkan Yudhi duduk di sofa yang terlihat sudah mulai rusak .


"Trimakasih Bukde !" Yudhi pun mendudukkan tubuhnya di sofa yang sudah koyak sebagian .


"Maaf Nak ! keadaannya seperti ini !" ucap si Bukde , merasa tidak enak hati .


"Gak apa apa Bukde !" balas Yudhi tersenyum ramah .


"Ayo Nduk ! , ambilkan minum untuk suamimu ! .Pasti dia haus dan capek perjalanan jauh" suruh su Bukde kepada Tika .


"Aku lapar ! , aku ingin makan Yayang Beb ! , aku terakhir makan hanya tadi pagi aja , itu pun hanya nasi kuning yang harga lima ribuan !" ucap Yudhi tanpa malu kepada si pemilik rumah .


"Ayo Nduk ! , bawa suamimu makan ke dapur , tadi Bukde sudah masak !" ujar Si Bukde .


"Iya Bukde !" patuh Tika ." Ayo Hubby !" ajak Tika kepada Yudhi .


Dengan semangat Yudhi berdiri dari sofa ," Bukde ! Yudhi pamit ke dapur dulu !" pamit Yudhi kepada si Bukde . Kemudian berjalan mengikuti Tika ke dapur .


Sampai di dapur , Yudhi langsung mengagkat tubuh Tika dari belakang , membuat Tika terlonjak .


"Hub...


Yudhi langsung membungkam bibir Tika dengan bibirnya , menciumnya sambil melangkah ke arah meja makan yang terbuat dari kayu .


Yudhi melepas ciumannya karna Tika mencubit ****** payu daranya .


"Kenapa di cubit sayang ?"


"Makanya lihat tempat ! , jangan asal nyosor !" omel Tika .


"Maaf Yayang Beb ! , aku terlalu kangen dengan bibirmu ini !" ucap Yudhi . Kemudian menurunkan Tika dari gendongannya , supaya Tika menyiapkan makanan untuknya .


Tika langsung mengambil piring , mengisinya dengan nasi beserta lauk pauk .


"Nasinya yang banyak Yayang Beb !" ujar Yudhi.


Tika Diam tidak menjawab , ia pun menambah nasi kepiring itu lagi , kemudian memberikannya kepada Yudhi yang sudah duduk di kursi berbahan plastik .


Yudhi menarik Tika supaya duduk di kursi yang berada di sampingnya ."Temani aku makan !" ucapnya .


Tika pun menurut .


Yudhi menyendokkan nasi beserta lauk pauk yang ada di piring .Kemudian mengarahkannya ke mulut Tika .


"Aku tau kamu juga tidak berselera makan ,aku juga seperti itu .Buka mulutmu istriku ! , biar aku menyuapimu !" ucap Yudhi . Tika menajamkan pandangannya ke arah Yudhi , perlahan membuka mulutnya menerima suapan dari Yudhi .


Yudhi mengembangkan senyumnya , mengusap kepala Tika dari belakang .


"Kamu tau Yayang Beb ! , Duniaku serasa hancur setelah mengetahui kamu meninggalkan rumah . Lebih baik aku kehilangan segalanya dari pada harus kehilangan kamu !" ucap Yudhi , menyuapkan makanan lagi ke mulut Tika .

__ADS_1


"Aku sama si kembar sangat membutuhkanmu Yayang Beb ! . Maafkan aku ! sudah melukai hatimu !" ucap Yudhi lagi .


"Hubby..! , katanya tadi kamu yang mau makan !, kenapa jadi aku ?" protes Tika , karna Yudhi terus menyuapinya .


"Aku akan makan kalau istriku sudah kenyang !" jawab Yudhi , mengusap kepala Tika lagi sambil menyuapinya .


"Aku tadi udah makan !" ucap Tika


"Tapi belum kenyang !" balas Yudhi , Tika terdiam .


"Kita sama sama tidak mampu berpisah Yayang Beb ! . Kita sama sama merasakan sakit yang sama" ucap Yudhi lagi memandangi wajah Tika yang menitihkan air mata .


Yudhi pun menepis air mata yang menetes di pipi istrinya itu." Hatiku serasa tercabik cabik melihat air mata ini Yayang Beb !."


"Yud..!"


Tika menghaburkan tubuhnya ke pelukan Yudhi , menangis terisak . Yudhi pun membalas pelukan Tika , mengusap usap punggungnya dari belakang , dan bertubi tubi mengecup ujung kepala Tika yang terbalut hijab.


"Besok kita pulang ya ! , kasihan si kembar terus mencari carimu karna kehilanganmu . Mereka juga gak mau makan !" ucap Yudhi .


"Aku gak mau Yud ! , aku gak mau dimadu !, aku gak sanggup berbagi suami . Aku mau hanya aku yang memilikimu !, hanya aku yang boleh menikmatimu , hanya aku yang boleh kau cumbui , Yud !" ucap Tika di selah selah tangisnya .


"Iya Yayang Beb !, mulai sekarang..hanya kamu dan aku . Hanya kita berdua sayang !" balas Yudhi memberikan kecupan panjang di kening istrinya .


"Aku mencintaimu Yud !"


"Aku lebih sangat mencintaimu istriku !" balas Yudhi , mendongakkan kepala Tika , lalu mengecup bibirnya ."Besok kita pulang ya !" ajak Yudhi . Sambil tangannya menghapus air mata Tika dengan jarinya . Tika tidak menjawab , Ia malah mengeratkan pelukannya kepada Yudhi .


"Bagaimana dengan Normala ?" tanya Tika dari dalam pelukan Yudhi .


"Setelah mengetahui kamu pergi , dia juga pergi dari rumah . Aku akan menceraikan dia setelah dia melahirkan nanti . Aku janji tidak akan menemuinya sendiri . Tapi Yayang Beb ! , ijinkan aku menafkahinya secara materi sampai ia melahirkan nanti !" ucap Yudhi .


"Janji tidak menemuinya sendiri ! , janji tidak mencumbuinya lagi !" ujar Tika .


"Iya sayang !, nanti kalau dia mau cek up , aku akan membawamu !" ucap Yudhi lagi .


"Apa dia mau kamu ceraikan ? , bukankah dia mencintaimu ?. Aku bisa melihat dari tatapan matanya sama kamu !" tanya Tika .


"Aku tau ! dari dulu dia sudah memang menyukaiku ! tapi aku tidak menyukainya !" jawab Yudhi .


"Makanya kamu menciumnya mesra !" Tika mengerucutkan bibirnya .


"Apa istriku ini lagi cemburu ? Hm..!" tanya Yudhi tersenyum . Tika diam tidak menjawab ."Aku akan sangat berdosa sayang ! , jika aku tidak memperlakukan dia dengan baik , Dia berhak mendapatkan nafkah batin dariku !" ucap Yudhi lagi .


"Alasan !" cibir Tika .


"Itu memang alasannya sayangku ! cintaku ! istriku ! . Tapi percayalah , cintaku masih sama , tidak berobah sedikit pun !" balas Yudhi .


"Gombal !"


"Istri sendiri harus di gombal dong sayang..!" ucap Yudhi . mengeratkan pelukannya , gemas dengan wanita yang empat Tahun di atasnya itu . Yang dulu dia rebut dari calon suaminya Tika .


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2