
Prok prok prok !!!!
Mr Haruka bertepuk tangan setelah Mr Ze selesai mempersentase gambar kapal yang di buatnya .
"Saya akan menyuntikkan dana di perusahaan anda anak muda . Ternyata yang saya dengar tidak salah , kamu memang hebat membuat rancangan kapal ." Kemudian Mr Haruka menjabat tangan Mr Ze sebagai tanda deal untuk kerja sama mereka .
"Trimakasih Mr Haruka !, saya masih harus banyak belajar , masih banyak kekurangan " Mr Ze merendahkan dirinya, menerima jabatan tangan Mr Haruka .
"Horee...! kakak hebat !" seru si bumil bertepuk tangan , yang menggemaskan sekali gus menyebalkan bagi Mr Ze . berdiri dari tempat duduknya , berlari ke arah Mr Ze .
"Baby..! jangan berlari nanti bisa jatuh !" tegur Mr Ze , menangkap tubuh Ashalina yang hendak memeluknya .
"Acha bangga sama kakak ! , kakak hebat !" ucap Ashalina , seperti paham saja dari tadi Mr Ze bicara apa .
"Maaf Mr Haruka !" Mr Ze merasa tidak enak dengan para tamunya , dengan tingkah istrinya yang menyebalkan .
"Tidak apa apa !" balas Mr Haruka ramah .
"Wanita bunting memang sangat menyebalkan !" batin Yudhi, mengingat istrinya yang ingin menang sendiri semenjak hamil anaknya .
"Apa Salma nanti akan seperti itu ya ?" batin Rico , megingat istrinya juga sepertinya positip hamil .
"Inilah yang tidak kusuka jika harus menikah ! , sungguh repot !, enak sendiri !" batin Jefry .
Setelah selesai membicarakan masalah proyek . Mr Ze pun menjamu tamunya dengan berbagai makanan . Kali ini Mr Ze menghidangkan makanan khas indonesia sebagai menu santapan untuk para tamunya . Seperti bakso , sate , rendang , pecal , somai , mpekpek , ayam bakar dan yang lainnya .
"Ini masakan Indonesia semua ! , saya tau !. setiap saya ke Indonesia , saya sering berburu kuliner di sana !" komentar Mr Haruka saat mencicipi hidangan yang disajikan .
"Ini rekomendasi istri saya untuk menyajikan masakan Indonesia Mr .Dan saya juga sangat menyukai masakan Indonesia ." balas Mr Ze .
"Apa lagi ini rendang !, makanan no 01 terenak sedunia , benar benar enak ! .saya sangat menyukainya " Ucap Mr Haruka lagi ,
__ADS_1
"Saya senang jika kalian menyukai makanan yang kami hidangkan " balas Mr Ze .
Selesai acara penjamuan , Tak lama kemudian Pemilik perusahaan pelayaran itu beserta rekannya pun meninggalkan perusahaan Mr Ze . Mr Ze pun langsung masuk keruangannya di ikuti Rico Jefry dan Yudhi langsung memeluk Mr Ze mengucapkan selamat .
"Selamat Ze ! , kamu memang hebat !" puji Rico .
"Selamat Ze , akhirnya perusahaanmu tidak jadi gulung tikar " ucap Jefry
"Selamat kakak ipar !" ucap Yudhi .
"Ini juga berkat bantuan kalian , trimakasih masih tetap memilih bertahan membantuku mempertahankan perusahaan ini . Kalau tidak ada kalian mungkin perusahaan ini tidak bertahan sampai saat ini dan pasti saya sudah jatuh miskin !." balas Mr Ze membalas pelukan ketiga cunguknya yang setia .
Begitulah Mr Ze , Rico dan Jefry . Mereka akan berpelukan seperti pemain sepak bola yang baru mencetak gol . Setiap mereka berhasil meraih sesuatu . Mereka adalah anak anak yang kurang beruntung dan kurang bahagia di masa remaja mereka . Untung mereka memiliki otak yang cerdas , sehingga mereka punya jalan untuk meraih cita cita mereka lewat jalur bea siswa .
Jika Mr Ze menderita karna kekejaman Ayah tirinya . Rico di telantarkan kedua orang tuanya .
Lain ceritanya Jefry , ia berasal dari keluarga tidak mampu . Jefry mengenal Mr Ze , saat Mr Ze di suruh Ayah tirinya bekerja terjun kegalangan langsung setelah Mr Ze lulus dari sekolah menengah atas . waktu itu Jefry sudah lebih dulu bekerja di galangan kapal milik Mr Along, ia sudah mahir bekerja . Saat itu dilihatnya Mr Ze di bentak bentak seorang superpisor karna Mr Ze yang masih baru tidak bisa bekerja dengan cara cepat , padahal Mr Ze masih masa traning . Jefry yang melihatnya pun merasa kasihan , lalu mendekati Mr Ze dan superpisor itu , dengan berwani Jefry melawan superpisor itu membela Mr Ze . Kemudian melayangkan pukulan ke wajah superpisor itu , di ikuti Mr Ze . Mereka berdua pun menghajar superpisor yang hanya bisa mengatur dan marah marah saja .
Sehingga membuat Mr Ze dan Jefry di keluarkan langsung hari itu dari perusahaan , alias di pecat . Dan semenjak hari itu , Mr Along mengusir Mr Ze dari rumahnya , tentu dengan alasan kepada Momy Jeni , memberikan pelajaran kepada Mr Ze karna sudah berani bertindak kekerasan kepada bawahan , seolah olah Mr Ze bekerja di perusahaannya sebagai atasan padahal tidak . Semenjak itulah persahabatan Mr Ze dan Jefry terjalin . Saat itu juga, Mr Ze sempat menompang tinggal di rumah orang tua Jefry samapi Mr Ze mendapat pekerjaan .
"Yud ! kenapa wajahmu kusut kaya baju belum di setrika ?" tanya Mr Ze setelah melepas pelukan mereka . Melihat wajah Yudhi masih tak bersemangat , bukankah seharusnya Yudhi gembira , karna ia akan tetap bekerja , dan memiliki jabatan yang tinggi .
"Bagaimana aku bisa semangat , istriku selalu menyusahkanku . Dia selalu meminta makanan yang aneh aneh . Hari ini dia meminta ikan hiu , kemana aku harus mencarinya . Apa ada nelayan yang mampu menangkap ikan sebesar kapal selam ? " jawab Yudhi Lesu .
"Yakin ! , yang di perut istrimu itu anakmu ?" Mr Ze melemparkan pertanyaan yang meledek .
"Yakinlah !, aku yang membuka segel istriku !" jawab Yudhi penuh keyakinan .
"Heh Yud ! , kau pikir yang di minta istrimu itu ikan hiu yang ada di laut samudra ?. itu ikan hiu yang di minta istrimu beda Yud !" ujar Jefry . Taulah dia , dulu orang tuanya penjual ikan di pasar .
"Maksudnya ? emang ada ikan hiu yang kecil kaya ikan tri ?"
__ADS_1
"Ada ! baru netas !" Jefry memutar bola matanya jengah . Si Yudhi memang tengilnya keterlaluan . Lagi berbicara serius pun , masih ada aja ucapannya yang bikin orang kesal .
"Kemana aku harus mencarinya ?"
"Di padar biasanya ada !" jawab Jefry .
"Ayo temani aku jemput sekarang !" pinta Yudhi .
"Satu cewek !" jawab Jefry .
"Taubat Pakcik...! Taubat..! , apa tidak takut terkena azab !" ujar Yudhi .
"Inginnya juga bertaubat , tapi belum ada jumpa cewek yang pas di hati !" ucap Jefry .
"Iyalah gak ada ! , Pakcik nyarinya ke club malam " balas Yudhi .
"Saya ke club buat nyari wanita untuk bersenang senang saja , bukan nyari buat di jadikan istri !"
"Astagfirullohal 'azim..! , Allazi lailaha illahualkhaiyul khayyum wa'atubu ilaih ! , la ilaha illalloh allohu akbar !" Yudhi menghapus dadanya , mendengar ucapan pria yang sudah berusia 32 Tahun itu .
.
.
.
# **apa ceritanya membosankan ?... tidak ada yang menjawab .
# ceritanya kok gak ada konflik ?...Ada sekedar saja . karna cerita ini disengaja buat hiburan , untuk melonggarkan saraf saraf yang kaku . Bukan untuk buat pembaca emosi atau bersedih sampai tenggorokan sakit , sampai geregetan akhirnya sarafnya tegang .
#Berikan kritik dan saran beserta tanggapan kalian tentang cerita ini ... Diam gak ada yang komentar .
__ADS_1
#Satu like , satu komentar , bisa meningkatkan daya kehaluan author menulis cerita .
#Salam buat pembaca yang masih setia** ! .