Air Mata Ibuku

Air Mata Ibuku
Part 39 Akibat melakukan pelanggaran


__ADS_3

“Kau melihat apa Yati?”


“Aku nggak melihat apa-apa Erni.”


“Lalu kenapa kau kelihatan begitu takut?”


“Ssst..! nanti akan ku jelaskan pada mu,” bisik Maryati ke telinga Erni.


Beberapa saat, setelah mereka tiba di tempat yang telah di tentukan, maka ke lima orang itu di suruh duduk di suatu tempat.


Maryati yang telah menanti begitu lama, dia pun menjadi tak sabaran, berbeda dengan keempat temannya yang lain, mereka hanya diam saja.


Lalu mereka berlima di suruh duduk berbaris oleh seseorang. Bukan hanya itu saja, kelimanya di suruh melakukan pertapaan sampai malam tiba dengan kedua mata di tutup rapat.


Sebelum kedua mata mereka di tutup, seorang pria datang menghampiri mereka seraya menaruh sebuah piring dan sebuah gelas di hadapan kelimanya.


“Apakah kalian ingin harta yang berlimpah?” tanya pria itu pada kelimanya.


“Iya Mbah.”


“Kalau begitu aku akan memberi kalian makan lezat malam ini, biar besok kalian bisa pulang seraya membawa uang banyak.”


“Baik Mbah."


“Nah mulailah kalian bersemedi, sampai malam tiba nanti.”


“Kenapa mesti sampai malam Mbah?”


Mendengar pertanyaan Maryati, Pria itu langsung melototkan kedua matanya pada Maryati. Melihat tatapannya, Maryati teringat dengan makhluk mengerikan yang mengikutinya selama di perjalanan.


“Kau tahu, kenapa harus bersemedi hingga larut malam?”


“Nggak,” jawab Maryati seraya menggelengkan kepalanya.


“Karena hanya pada malam hari lah makhluk yang kalian saru itu akan datang dan memberi kalian uang. Yang begitu banyak.”


Tanpa banyak bertanya lagi Maryati langsung melakukan semedi bersama ke lima orang temannya.


Saat Maryati mulai melakukan semedi dan menutup kedua matanya, dia mendengar berbagai macam suara yang mulai mengganggu konsentrasi. Mesti saat itu Maryati sudah berusaha untuk tetap diam, namun suara itu tetap saja mengganggunya.


Bersamaan dengan itu, setelah beberapa saat dia melakukan semedi, Maryati mendengar suara azan magrib berkumandang, perasaannya langsung buyar seketika.


Pekerjaan yang selalu di laksanakan dengan rutin membuat beban pikirannya tertuju pada suara itu. Kemudian Maryati mendengar suara yang membentaknya.


“Konsentrasilah, kalau kau ingin kaya, maka lupakan hal yang berhubungan dengan akhirat untuk selamanya!”


Ucapan itu tak bisa di terima oleh Maryati, tujuannya melakukan pesugihan bukan untuk melupakan sholat dan meninggalkan ajaran Islam yang telah lama dianutnya.

__ADS_1


Namun agar dia tidak di marahi, Maryati mencoba kembali berkonsentrasi pada tujuannya, yaitu mendapatkan uang untuk biaya hidup keluarga.


Setelah begitu lama melakukan semedi, Maryati merakan cuaca mulai terasa dingin, tubuhnya yang kurus merasakan kalau dingin malam itu terasa menusuk ke tulang sumsumnya.


“Sebenarnya apa yang telah terjadi? kenapa harus menutup mata dan nggak boleh melihat?” tanya Maryati pada dirinya sendiri.


Tak ingin memendam perasan yang terus mendorongnya untuk mengetahui hal yang menurutnya aneh, lalu Maryati memberanikan diri untuk membuka kedua matanya secara perlahan.


Saat itu, Maryati melihat seekor anjing besar, keluar dari dalam goa, anjing itu memiliki dua mata yang sangat merah. Dengan berlari kencang, anjing itu menghampiri Maryati dan keempat temannya.


Lalu anjing itu pun mengencingi kelima gelas yang berada di hadapan mereka, serta mengeluarkan kotorannya di atas piring mereka berlima.


Kemudian anjing itu pun menghilang entah kemana. Tak berapa lama kemudian seorang pria keluar dari dalam mulut goa, dia pun menyuruh Maryati dan keempat temannya memakan hidangan yang berada di hadapan mereka semua.


Maryati yang telah mengetahui kalau makanan itu berasal dari kotoran anjing, spontan saja dia menolaknya, namun keempat temannya langsung memakan hidangan itu dengan lahap sekali.


“Ayo Maryati, makan! biar sebentar lagi kita pulang,” ujar Eka pada Maryati.


“Apakah kau tahu, makanan apa yang ada di hadapanmu?” tanya Maryati dengan suara pelan.


“Aku nggak tahu, tapi rasanya sangat lezat sekali.”


“Kau katakan itu lezat.”


“Cobalah kalau kau nggak percaya.”


“Kenapa?”


“Aku nggak mau memakannya.”


“Makanlah Yati, biar kita bisa kembali dengan membawa uang banyak.”


“Aku nggak mau, aku nggak mau!” teriak Maryati seraya berlari menghindari hidangan yang ada di hadapannya.


Saat Maryati berteriak-teriak itulah, lalu sesosok bayangan berkelebat dan langsung melempar Maryati. Dalam pikirannya, dia tak akan bertemu dengan? ketiga anaknya lagi.


Namun sungguh lain dari dugaannya saat itu, ternyata Maryati di lempar ke rumahnya sendiri. Bima yang terbangun tengah malam dia mendapatkan Ibunya sedang tidur bersama dengan mereka bertiga.


“Ibu, bangun Bu,” ujar Bima seraya menggoyang tubuh Ibunya.


“Hm..!”


“Ibu udah kembali?” tanya Bima ingin tahu.


“Bima? kau kah ini nak?” tanya Maryati tak percaya.


“Iya Bu, ini aku, Bima putra Ibu.”

__ADS_1


“Apa Ibu nggak salah lihat nak?”


“Nggak, Ibu nggak salah sama sekali?”


“Oh sayang, ternyata kita bisa bertemu lagi nak, tadinya Ibu kira kita nggak akan bertemu lagi, huhuhu…uhuk…huk!”


“Sebenarnya apa yang telah terjadi pada Ibu?”


“Ceritanya panjang nak, besok pagi saja Ibu ceritakan, sekarang kita tidur dulu ya nak.”


“Baik Bu.”


Dengan linangan air mata, Maryati menatap ke tiga orang anaknya dengan rasa sedih, dia sungguh tak menyangka, kalau hal yang mengerikan itu bakal dia alami.


“Tidurlah sayang, tidurlah nak, Ibu janji nggak akan meninggalkan kalian semua. Biarlah kita hidup seadanya, tapi Ibu jera melakukan hal keji itu.”


Maryati yang merasa senang karena telah kembali pulang kerumahnya dengan selamat, dia pun melakukan sujud syukur kepada Allah dan bertaubat untuk tidak akan melakukan hal terkutuk itu lagi.


Maryati sadar, kalau kebodohannya telah di manfaatkan oleh orang lain, dia sungguh tak mengetahui sama sekali kalau Yuni telah mengajaknya untuk berbuat syirik.


“Ibu, katanya Ibu mau menjelaskan kepada kami, apa yang telah Ibu alami semalam?” tanya Bima yang sudah tak sabaran.


“Kamu yang sabar dulu nak, suatu saat nanti, Ibu pasti akan ceritakan semua kejadian ini pada kalian.”


“Kenapa mesti nanti Bu, sekarang saja ceritakan, agar kami tahu, kejadian apa yang telah Ibu alami selama pergi bersama Bu Yuni itu.”


“Bima, ini rahasia kita berdua, kau jangan pernah ceritakan pada siapa pun, kau mau janji pada Ibu?”


“Baik Bu.”


“Kau tahu nggak nak, ternyata Bu Yuni itu mengajak Ibu melakukan pesugihan.”


“Pesugihan itu apa sih, Bu?”


“Pesugihan itu, sama artinya meminta sesuatu pada selain Allah. contohnya ke pohon besar, ke batu, ke makhluk gaib lainnya, yang jelas kita meminta sesuatu itu bukan pada Allah.”


“Apakah Ibu mau?”


“Itu dia nak, Ibu menolak untuk melakukan hal terkutuk itu. biarlah hidup susah, asalkan kita tetap bersama Allah yang telah menciptakan kita.”


“Iya Bu.”


Ternyata apa yang telah di lakukan Maryati, tak hanya berakhir sampai disitu saja, hidup nya terus dibayang-bayangi oleh makhluk yang pernah dia lihat waktu itu, sepertinya makhluk itu selalu mengikuti Maryati kemana saja dia pergi.


Bersambung...


*Selamat membaca*

__ADS_1


__ADS_2