
"Mari kita pergi ke mall sekarang, untuk memilih gaun pengantin. Karena masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." Ucap Leonathan dengan dinginnya.
"Pria ini sungguh susah ya. Aku harus lebih bekerja keras, untuk menggodanya." Ucap batin Luciana tersenyum tipis.
"Iya sayang. Yuk, nanti keburu telat, dan kamu jadi terlambat bekerja lagi." Ucap Luciana menggandeng tangan Leonathan, tapi Leonathan langsung menghindar.
"Sabar Luciana. Dia memang seperti ini, tapi di kemudian hari, dia akan luluh kepadaku. Sabarlah Luciana." Ucap batin Luciana kembali tersenyum.
Mereka berdua langsung menuju mall. Sesampainya, mereka berdua langsung masuk, dan langsung ke toko gaun pengantin termahal dan dari brand mahal.
Di dalam. "Selamat datang tuan Leonathan. Ada yang bisa saya bantu?." Tanya pelayan tersebut, yang sudah kenal dengan Leonathan.
"Disini saya mau melihat pakaian pengantin. Tunjukkan kepada calon istri saya, gaun yang paling indah, dan jangan yang murah, berikan yang paling mahal." Jawab Leonathan, langsung duduk di sofa.
"Baik tuan. Mari non, akan saya tunjukkan kepada anda." Langsung menunjukkannya kepada Luciana, dan Luciana mengikuti dari belakang.
__ADS_1
Sesampai pemilihan gaun pengantin wanita. Pelayan tersebut langsung menunjukannya.
"Dipilih pakaian yang cocok untuk anda non. Akan kami pakaikan." Ucap pelayan tersebut, dengan sopan, dan langsung menundukkan kepalanya.
Luciana langsung melihat gaun gaun mahal, dari brand tertinggi. "Wah, gaun ini sangat cantik. Semua sangat bagus. Aku jadi bingung." Ucap Luciana bingung.
"Pelayan. Boleh kamu pilihkan gaun yang cocok untukku, karena saya bingung dengan banyaknya gaun ini." Ucap Luciana.
"Boleh non. Akan saya pilihkan gaun yang cocok dengan body anda." Langsung memilihkan gaun pengantin yang paling bagus di brand mereka.
"Nah, ini adalah gaun pengantin yang paling bagus di brand kami non. Ini adalah gaun satu satunya yang ada disini, dan terbuat dari permata asli." Menunjukannya kepada Luciana.
Setelah mencoba gaun pengantin tersebut. Luciana langsung keluar dari ruang ganti, dan menunjukannya kepada Leonathan.
"Sayang, bagaimana menurut kamu gaun ini?." Tanya Luciana sambil memutar dirinya.
__ADS_1
Leonathan yang sedang mengenakan pakaian jas pengantinnya. sontak langsung melihat Luciana yang begitu cantik.
"Kenapa anak ini begitu cantik, ketika mengenakan gaun pengantin ini. Sadarlah Leonathan, jangan sampai kau jatuh cinta dengannya. Dia hanya menjadi pengganti ibu dari baby Bing." Ucap batin Leonathan menahan saltingnya.
"Sayang, bagaimana dengan penampilanku. Kenapa diam saja sih?." Tanya Luciana kembali.
"Bagus. Kalau kamu suka itu, ambillah dan aku akan membelinya." Jawab Leonathan, tanpa senyuman dan kembali merapikan jasnya.
"Sabarlah Luciana. Kau pasti akan bisa meluluhkan harinya." Menahan emosinya.
Setelah mereka mencoba gaun dan jas mereka. Leonathan langsung membayarnya, dengan Black card.
Setelah memilihkan pakaian pernikahan mereka. Leonathan langsung mengantarkan Luciana pulang.
Sesampai rumah Leonathan. "Pakaian kita akan diantarkan nanti. Jadi, tidak perlu menjemputnya. Aku pergi dulu, karena ada rapat yang harus dikerjakan di perusahaan." Ucap Leonathan langsung menggas mobilnya, dan meninggalkan Luciana yang baru turun dari mobil.
__ADS_1
"Fyuh, lelah juga menaklukan pria yang sedingin kulkas 100 pintu. Tapi, lihat saja, kau tidak akan bisa sedingin ini lagi. Karena aku akan membuatmu jatuh cinta denganku." Ucap Luciana tersenyum tipis, dan langsung masuk ke dalam rumah.
Saat di dalam rumah, tiba tiba saja ada yang memanggilnya, dan ia adalah