Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 146: TKP


__ADS_3

Saat mereka sedang berpelukan. Tiba-tiba saja Gita datang menghampiri mereka berdua, sambil membawa sebuah pisau tajam.


"Matilah kau Luciana!" tegas Gita langsung mengarahkan pisau tersebut ke arah Luciana.


Ayah Luciana yang melihat hal tersebut langsung mendorong Luciana dan Ayahnya yang berdiri dihadapan Gita. Sontak pisau tersebut langsung tertusuk ke tubuh Ayahnya. Luciana yang melihatnya pun langsung berteriak, "Ayahhhh!!!" teriak Luciana yang kaget.


Sedangkan Gita gemetaran, karena ia salah menusuk orang, "tidak, aku, aku membunuh orang. Gak mungkin, hahahahha, gak mungkin" tertawa sendiri Gita, dan ia langsung duduk di lantai, sambil memegang rambutnya.


Tiba-tiba, pintu terbuka dan masuklah begitu banyak polisi dan muncullah seorang pria yang tidak lain lagi ialah Leonathan, "tangkap wanita itu pak!" tegas Leonathan kepada polisi tersebut untuk menangkap Gita.


Polisi pun langsung menangkap Gita, sedangkan Luciana membangunkan Ayahnya yang langsung pingsan akibat tusukan pisau tersebut. Leonathan yang melihatnya pun langsung menghampiri Luciana dan Ayah mertuanya, "kenapa dengan Ayah sayang?" tanya Leonathan yang ikutan panik.


Luciana menatap wajah Leonathan, "ayah tertusuk pisau. Cepat bawa Ayah ke rumah sakit, Sayang" jawab Luciana sambil meneteskan air matanya.


Akhirnya Ayahnya di bawa ke rumah sakit dan Luciana bersama Leonathan langsung menyusul Ayahnya yang sudah di bawa ke rumah sakit lebih awal.


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Terlihat di wajah Luciana yang begitu cemas dan Leonathan menginjak gas mobil dengan kencang, agar cepat sampai ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, mereka berdua langsung turun dari mobil bersamaan dan Luciana langsung menghampiri Ayahnya yang diletakkan di atas tempat tidur dorong dan suster bergegas membawanya ke ruang gawat darurat.


"Ayah kuatlah Ayah, Luciana ada di sini. Ayah harus hidup Ayah" ucap Luciana terus meneteskan air matanya.


"Sabarlah sayang, Ayah pasti kuat menjalani ini semua" ujar Leonathan menenangkan Luciana yang begitu cemas dengan kondisi Ayahnya yang begitu banyak mengeluarkan darah.

__ADS_1


Sesampainya di ruang gawat darurat, suster bersama Ayah Luciana langsung masuk ke dalam ruangan tersebut. Saat Luciana hendak masuk juga, suster menahannya untuk tidak masuk, "anda tidak boleh masuk nona. Kami yang akan mengurus semua ini" ucap suster tersebut.


"Saya mau melihat Ayah saya dok. Saya harus tahu keadaannya bagaimana" ucap Luciana hendak masuk.


"Maaf banget nona, biar kami yang mengurus semua ini. Sekali lagi, kami mohon maaf" ujar suster tersebut langsung masuk ke dalam dan menutup pintu tersebut.


Luciana hanya bisa pasrah dan ia langsung duduk dikursi yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit dan Leonathan pun juga duduk disampingnya, untuk menenangkannya , "kamu yang sabar ya sayang. Ayah pasti akan sadar dan akan sembuh. Kamu hanya perlu banyak berdoa untuk Ayah, agar Ayah disembuhkan" ucap Leonathan sambil mengelus lengan kanan Luciana.


Luciana pun menyender dibahu Leonathan, "baru saja aku dan Ayah berbaikan. Sudah datang lagi masalah diantara kami" ujar Luciana.


"Sabarlah sayang, aku ada di sini untuk kamu. Kita hadapi semua ini bersama-sama" tutur Leonathan sambil mengelus kedua tangan Luciana dengan lembut.


Tiba-tiba saja ada yang menghampiri mereka berdua dengan nada kelelahan berlari, "Kakak" ucap yang tidak lain lagi ialah Alvino.


Sontak Luciana dan Leonathan langsung menatap wajahnya, "Eh, Alvino" sahut Laura langsung berdiri.


"Ayah ditusuk oleh Gita dan sekarang Ayah berada di ruang gawat darurat dan suster belum ada yang keluar" jawab Luciana.


"Kenapa Kakak mempedulikan Ayah, bukannya dulu Kakak sangat membencinya. Ada apa dengan Kakak?" tanya Alvino kembali, dengan ekspresi wajah bingung.


"Memang, dulu Kakak sangat membenci Ayah, karena Ayah terus memprovokasi Kakak dan yang Ayah pikirkan hanyalah uang. Semua itu karena Gita dan Ibunya, merekalah yang membuat Ayah berubah seperti ini. Gita dan Ibunya menghasut Ayah, untuk mengusir kita berdua dari rumah itu, agar Gita dan Ibunya bisa menguasai harta Ayah. Mereka berdua hanya mau harta dan kekayaan Ayah, mereka tidak tulus mencintai Ayah"


"Karena suatu video yang Kakak upload di sosial media. Ayah jadi tahu, kalau selama ini, kita berdua sering disiksa oleh Gita dan Ibunya itu. Barulah Ayah sadar dan Ayah minta maaf kepada Kakak dengan tulus dan penuh air mata. Kamu juga jangan membenci Ayah lagi ya Alvino. Karena gak tahu, kalau selama ini kita disiksa, karena kita gak memberitahukan Ayah. Jadi kamu jangan membencinya, karena dia itu Ayah kandung kamu juga" ucap Luciana menggenggam kedua tangan Alvino.

__ADS_1


Alvino yang mendengarnya pun menahan air matanya, dan tidak mau terlihat cengeng di depan Luciana, "bagaimana keadaan Ayah sekarang Kak?" tanya Alvino.


"Kakak juga gak tahu. Belum ada suster ataupun dokter yang keluar dari ruangan gawat darurat itu. Kakak jadi sedikit khawatir dengan kondisi Ayah sekarang. Kita hanya perlu banyak berdoa, agar Ayah disembuhkan" jawab Luciana.


"Kalau begitu, kalian kembalilah duduk, sambil mengobrol" ucap Leonathan dan mereka berdua pun langsung duduk, sedangkan Leonathan berdiri mondar-mandir di sekitaran ruangan tersebut.


"Oh ya Alvino. Maaf banget, Kakak gak sempat datang ke universitas kamu, karena akhir-akhir ini Kakak benar-benar sibuk banget, sampai gak punya waktu untuk istirahat. Maafin Kakak ya" meminta maaf kepada Alvino.


"Itu tidak penting Kak. Sekarang, kita harus pikirin keadaan Ayah, soal itu, tidak perlu dipikirkan, karena Alvino juga sudah lulus" jawab Alvino tersenyum tipis dan mengelus kedua tangan Luciana, untuk meredakan kekhawatiran mereka berdua.


Saat Leonathan sedang mondar-mandir. Tiba-tiba saja ponselnya berdering dan itu adalah panggilan dari pihak kepolisian. Leonathan pun langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Halo pak Polisi, ada apa ya pak?" tanya Leonathan dan Luciana bersama Alvino langsung menatap ke arah Leonathan.


"Halo pak Leonathan, kami dari pihak kepolisian, ingin memberitahukan soal pelaku yang bernama Gita. Kami sudah membawa pelaku ke kantor polisi dan saat kami sedang TKP kepada pelaku, dia terus tertawa. Apa pelaku sakit jiwa pak?" tanya balik polisi tersebut.


"Hah, tertawa. Tidak pak, dia tidak sakit jiwa. Apa sampai sekarang dia masih tertawa pak?" jawab Leonathan sekaligus bertanya.


"Tidak pak, karena kami juga memanggil dokter untuk menyuntik pelaku Gita dengan obat bius. Sekarang, dia sedang ada di dalam sel, sambil tertidur" jawab polisi tersebut dengan jelas.


"Syukurlah. Kalau begitu, pak, kapan pelaku akan mulai di penjara pak. Karena dia sudah melakukan hal yang bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia?" tanya Leonathan kembali.


"Kami akan melakukan TKP di rumah pelaku, untuk mengetahui, apakah benar si pelaku hendak membunuh korban. Selanjutnya, kami akan menghubungi anda kembali, setelah kami menemukan buktinya" jawab polisi tersebut.

__ADS_1


"Baiklah pak, terima kasih banyak atas informasinya pak" langsung mematikan telepon tersebut.


"Ada apa, Sayang?" tanya Luciana.


__ADS_2