Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 56: Taman Hiburan


__ADS_3

Leonathan kembali menjauhinya, dan pipinya sedikit merona. "Baiklah, terserah kau saja. Yang penting kalian bahagia." Jawab Leonathan dengan nada pelan, agar baby Bing tidak dengar.


"Terima kasih banyak sayangku. Kalau begitu, mari kita bermain sepuasnya sekarang." Sorak Luciana.


"Mari," sorak baby Bing juga, dan mereka langsung masuk ke taman hiburan tersebut.


Di dalam taman hiburan, baby Bing melihat baling baling. "Mi, Bing mau naik itu." Meminta baby Bing kepada Luciana.


"Baik sayang, biar mami beli tiketnya dulu ya." Jawab Luciana.


"Biar saya saja yang membelinya," ucap Leonathan langsung membeli tiket permainan tersebut.


"Soswet banget ci suami aku. Cute," ucap Luciana kembali tersenyum melihat belakang punggung Leonathan, yang sedang membeli tiket untuk mereka bertiga.


Leonathan pun selesai membeli tiket taman hiburan tersebut. "Saya sudah membeli tiketnya, mari kita naik baling baling nya." Ucap Leonathan, dan mereka langsung naik ke baling baling tersebut, bersamaan.


"Mami, Bing takut," ucap Bing takut.


"Tidak perlu takut sayang, ada mami di sini. Sini mami peluk kamu." Jawab Luciana langsung memeluk baby Bing, dan baby Bing duduk di atas pangkuan Luciana.


Dan Leonathan duduk di depan Luciana, sambil menyilangkan kakinya. Baling baling tersebut, langsung berputar. "Wah, baling baling nya mulai berputar sayang." Ucap Luciana dengan bahagia.


Baby Bing mengintip, untuk melihatnya secara langsung. "Wah, iya mi. Cantik banget mi dari atas sini, pemandangannya." Puji baby Bing dengan bahagia.


"Kamu jangan terlalu banyak gerak, nanti ini goyang tahu sayang. Nanti kamu jatuh bagaimana, hahahahah." Menakut nakuti baby Bing.


"Eh, iya mi. Bing gak bakalan gerak gerak lagi kok mi." Menurut baby Bing, dan kembali duduk dipangkuan Luciana.


"Kenapa wanita ini tidak takut sama sekali. Bukannya wanita sangat takut kalau naik baling baling setinggi ini." Bertanya tanya batin Leonathan.


"Ini sudah biasa bagiku. Di masa lalu, aku bahkan di lemparkan dari lantai 2 ke kolam berenang, beberapa kali. Dan dari situlah aku tidak takut ketinggian. Aku bahagia karena diberikan kehidupan kedua." Ucap batin Luciana tersenyum tipis dan melihat pemandangan dari atas.


Selesai mereka naik baling baling. Merekapun langsung bermain permainan yang lainnya. "Lempar bola ya pi, papi pasti bisa." Ucap baby Bing menyemangati Leonathan yang bermain lempar bola, untuk mendapatkan sebuah boneka besar.

__ADS_1


Leonathan pun langsung melempar bola tersebut, dan tidak kena sasaran kalengnya. "Bola ini benar benar membuatku kesal. Kenapa daritadi tidak jatuh itu kaleng." Kesal batin Leonathan, kembali melemparkan bola tersebut, tapi tetap tidak kena.


"Aku mau coba deh." Ucap Luciana mengambil beberapa bola, dan menggeser Leonathan yang ada tepat di depan sasaran.


"Kita lihat saja, apakah dia bisa melemparkannya." Ucap batin Leonathan langsung melihat kedua tangannya.


"Mami pasti bisa mi, semangat mami," menyemangati baby Bing kepada Luciana.


"Aman sayang, mami bisa kok." Ucap Luciana langsung fokus melihat target botol tersebut, dan menyipitkan matanya.


Luciana menghela nafasnya, dan langsung melempar bola tersebut ke sasaran. Siapa sangka, semua botol langsung terjatuh tanpa sisa. Seketika itu juga si penjual terkejut, sampai melongo. Begitu juga dengan Leonathan.


"Bagaimana, mau tanding." Ucap Luciana kepada Leonathan, sambil memainkan bola tersebut.


"Mungkin itu suatu kebetulan saja. Makanya kau bisa memenangkan." Sahut Leonathan.


"Ini boneka anda nona, selamat," ucap si penjual, langsung memberikan hadiah boneka tersebut, kepada Luciana.


"Terima kasih banyak mami, ini besar banget. Ini semua karena mami memenangkannya. Hayo kamu papi, kamu tidak bisa mengalahkan papi." Mengejek Leonathan.


"Siapa yang kalah. Aku bisa mengalahkannya. Mari kita coba yang lainnya." Ucap Leonathan tidak mau direndahkan, dan mereka menuju permainan lainnya.


Mereka bermain lempar gelang ke bola bola kecil. "Saya beli semua gelangnya." Ucap Leonathan yang sedikit kesal, karena takut kalah dari Luciana.


Baby Bing dan Luciana melihat Leonathan. "Semoga kamu menang sayang." Disemangati Luciana.


"Iya pi, semoga papi menang, dan bisa mengalahkan mami yang keren." Kembali mengejek Leonathan.


"Diamlah kamu anak kecil. Saya akan mengalahkan mami kamu." Ucap Leonathan menghela nafas panjang, dan mulai melempar gelang gelang ke sasaran yang ada didepannya.


Gelang pun langsung masuk ke dalam sasarannya. "Bagaimana, sudah masuk kan. Jangan meremehkanku." Sombong Leonathan sambil menaikkan alisnya.


"Dia benar benar tampan ketika menaikkan alisnya, argh, aku ingin menciumnya sekarang." Ucap batin Luciana tersenyum tipis sambil menatap Leonathan dari samping.

__ADS_1


"Wah, papi keren banget. Cepat menangkan hadiah yang besar pi." Ujar baby Bing sambil memeluk tedy bear yang Luciana dapatkan.


Setelah beberapa menit. Leonathan berhasil mendapatkan boneka lainnya. "Ini untuk kamu Bing." Ucap Leonathan memberikan boneka tersebut kepada baby Bing.


"Susah aku pi membawanya. Berikan saja kepada mami." Jawab baby Bing yang kesusahan, karena memeluk boneka besar.


"Sini sayang, biar mami yang membawa tedy bear besarnya. Kamu pegang boneka kecil yang papi dapatkan." Ucap Luciana kepada baby Bing.


"Baiklah mi, ini mi bonekanya." Langsung memberikannya kepada Luciana, dan Luciana mengambilnya.


Baby Bing pun mengambil boneka kecil yang di dapatkan Leonathan, dan langsung memeluknya. "Kecil banget boneka yang papi dapatkan. Punya mami besar banget itu. Yah, papi kalah dari mami." Tertawa baby Bing sambil menunjuk Leonathan.


"Sudahlah sayang, kamu jangan buat papi kamu marah. Bagaimana kalau kita beli ice krim dulu. Kamu mau kan sayang." Tanya Luciana kepada baby Bing.


"Mau banget mami, yuk mi." Langsung menggandeng tangan Luciana, dan mereka mencari penjual ice krim. Leonathan mengawasi mereka dari belakang.


Akhirnya mereka menemukan penjual ice krim, dan mereka langsung memesannya. "Bing mau rasa vanilla mi." Pesan baby Bing kepada Luciana.


"Baik sayang. Kalau begitu pak, saya mau ice krim rasa vanilla dan strawberry nya ya pak." Pesan Luciana.


"Kamu mau rasa apa sayang?." Tanya Luciana kepada Leonathan..


"Aku lagi tidak mau ice krim," jawab Leonathan sambil menaruh tangannya di kantung celananya.


Luciana kembali berbisik ditelinganya. "Jadi kamu mau ice krim yang mana. Mau ice krim ini." Menunjukkan bibirnya yang pink dan kenyal.


Sontak Leonathan sedikit kaget dan langsung memalingkan wajahnya, karena memerah. "Hahahah, kamu benar benar menggemaskan." Mencubit pipi Leonathan, dan kembali melihat pembuatan ice krim tersebut.


"Astaga, aku benar benar jatuh cinta pada wanita ini." Ucap batin Leonathan kembali fokus, dan berusaha tenang.


Setelah ice krim nya jadi, mereka langsung duduk di kursi yang ada. "Sini kita duduk sayang, selagi kita habiskan ice krim ini." Ucap Luciana langsung duduk bersama baby Bing dan Leonathan duduk di kursi lainnya.


"Kenapa papi ada di kursi sana?." Tanya baby Bing sambil menjilat ice krim nya, dan menatap wajah Leonathan.

__ADS_1


__ADS_2