
Malam pun tiba. Di mana Luciana dalam perjalanan menuju Perusahaan Queen Dress, setelah berlama di rumah spruce house.
Sesampainya di perusahaan. Luciana pun langsung turun dari mobil, dan saat ia masuk ke dalam. Semuanya sudah kosong, dan hanya beberapa karyawan yang masih berada di mejanya, sambil mengerjakan pekerjaannya.
"Kenapa kalian belum pulang?" tanya Luciana kepada karyawannya.
Sontak beberapa karyawan langsung menatap wajah Luciana, dan bergegas berdiri, lalu menundukkan kepalanya.
"Salam bu bos," ucap mereka bersamaan.
"Kenapa kalian belum pulang?" tanya kembali Luciana, dengan pertanyaan yang sama.
"Pekerjaannya belum selesai bu bos, dan ada tambahan berkas baru. Jadi haru selesai malam ini juga." Jawab salah satu karyawan, mewakili karyawan lainnya.
"Lebih baik kalian pulang saja. Bisa dilanjutkan besok hari. Jangan sampai karena hal ini, kalian jadi sakit. Lebih baik kalian cepat pulang." Perintah Luciana.
"Baik bu bos. Terima kasih banyak," ucap kembali mereka bersamaan, dan langsung menundukkan kepalanya kembali, lalu menaikkannya kembali.
Semua karyawan bergegas pulang, sesuai perintah Luciana. Setelah itu, Luciana menuju ruangan Delisa, dan sesampainya, Luciana mengetuk pintu ruangannya.
"Delisa. Apa kamu ada di dalam?" tanya Luciana dari dalam, sambil mengetuk pintu tersebut.
Pintu pun terbuka, dan Delisa langsung berdiri di hadapan Luciana. "Malam bu bos," menundukkan kepalanya.
"Malam juga. Omong-omong, kenapa belum pulang?" tanya Luciana langsung masuk ke dalam, dan duduk di sofa.
Delisa pun kembali berdiri dihadapan Luciana. "Banyak berkas yang harus diselesaikan bu bos. Jadi harus begadang dulu, untuk menyelesaikan ini semua." Jawab Delisa sambil tersenyum.
__ADS_1
"Soal berkas besok bisa diselesaikan. Lebih baik kamu pulanglah, karena ini sudah malam. Jangan sampai karena hal ini, kamu jadi sakit. Maka sebab itu, pulanglah sekarang. Saya beri keringanan untuk kamu. Omong-omong, di mana bu direktur." Tanya Luciana sambil menaikkan alisnya.
"Bu direktur sudah pulang bu bos. Katanya ada urusan penting yang harus ia selesaikan, soal busana perusahaan ini." Jawab Delisa.
"Baiklah. Kalau begitu, kamu cepatlah pulang. Saya mau di sini dulu, karena ada beberapa berkas yang harus saya ambil." Perintah Luciana kembali.
"Baik bu bos. Apa bu bos mau ditemani?" tanya Delisa menawarkannya.
"Boleh. Oh ya Delisa, saya mau tanya sama kamu, dan jawablah dengan jujur. Apakah akhir-akhir ini ada masalah di perusahaan ini?" jawab Luciana sekaligus bertanya.
"Tidak sama sekali bu bos. Malah Perusahaan Queen Dress mengalami peningkatan keuangan yang drastis tinggi. Banyak dari brand terkenal sudah memesan busana yang mereka inginkan kepada kita, dan mereka merasa puas dengan busana yang kita buat, teruntuk desain yang bu bos buat. Semuanya aman terkendali, dan ini adalah peningkatan keuangan perusahaan ini bu bos." Mengambil berkas yang ada di atas mejanya, dan langsung memberikannya kepada Luciana.
Luciana pun mengambilnya, lalu melihat isi berkas keuangan tersebut. "Wah, bagus sekali. Saya suka, kalau begitu, saya akan memberikan bagian uang tip tambahan untuk kalian masing-masing, atas kerja keras kalian selama ini. Kalau begitu, simpanlah dengan baik." Ujar Luciana mengembalikannya, dan Delisa langsung mengambilnya, lalu meletakkannya di atas meja kembali.
"Kalau begitu, mari ke ruang busana. Saya ingin melihat busana yang sudah dijahit. Karena sudah lama saya tidak melihat busana di sini." Langsung berdiri, dan mereka berdua bergegas menuju ruang busana khusus brand terkenal.
Sampailah di ruang busana khusus. Mereka berdua masuk ke dalam, dan Luciana langsung duduk kembali di sofa yang sudah disediakan di ruangan tersebut.
Luciana pun langsung berdiri, dan mengelus busana tersebut dengan lembut. "Benar-benar indah. Jahitan yang begitu indah. Kalau begitu, jangan sampai ada kesalahan sedikitpun. Karena kita harus membuat costumer suka dengan pakaian kita, terutama brand yang sudah percaya dengan kita. Kamu paham itu kan Delisa." Ujar Luciana sambil menaikkan alisnya kembali.
"Saya paham bu bos. Tentu saya akan membuat perusahaan ini sukses. Oh ya bu bos, katanya besok, nyonya Elesa akan datang ke perusahaan ini. Nyonya Elesa hendak melihat busana terbaru kita. Apa bu bos bisa datang?" tanya Delisa kembali tersenyum.
"Tentu saja saya bisa. Kebetulan saya tidak pernah bertemu dengan nyonya Elesa. Jadi besok atur waktunya saja, dan saya akan datang secepatnya. Kalau begitu, mari kita keluar bersama, dan kalau kamu mau, kita pulang bersama. Daripada kamu menunggu taxi lagi, mending langsung pulang bareng saya saja. Bagaimana." Menawarkan tumpangan kepada Delisa.
"Boleh banget bu bos. Terima kasih banyak bu bos. Mari bu bos." Langsung berterima kasih, dengan menundukkan kepalanya, dan mereka bersamaan keluar dari perusahaan.
Setelah mengantarkan Delisa. Luciana langsung kembali ke rumahnya. Sampailah di rumah, dan Luciana langsung turun dari mobilnya, dan bergegas masuk ke dalam.
__ADS_1
Saat di dalam, ternyata baby Bing sedang menonton televisi di depan televisi. "Mami pulang," ucap Luciana dengan bahagia, dan baby Bing yang melihatnya langsung menghampiri Luciana dan memeluknya.
"Mami, kenapa mami lama banget pulang. Bing sudah dari tadi menunggu mami?" tanya baby Bing sambil menatap wajah Luciana.
"Maafkan mami ya sayang. Tadi banyak kerjaan sayang, jadinya mami pulang kemalaman. Maafin mama ya." Meminta maaf kepada baby Bing, dengan berjongkok dihadapan baby Bing.
"Gapapa kok mami," jawab baby Bing memaafkan Luciana, dan mereka berpelukan bersama.
"Oh ya sayang, apa papi sudah pulang?" tanya Luciana sambil menaikkan alisnya, dan melepaskan pelukan tersebut.
"Belum ma. Tadi papi sudah menelepon Bing. Katanya sebentar lagi akan pulang, karena di sana mau hujan." Jawab baby Bing.
"Benar juga. Tadi mami di jalan, sepertinya sudah mau hujan. Kalau begitu, kita makan malam dulu yuk sayang. Kamu pasti sudah lapar kan." Ucap Luciana langsung berdiri, dan menggandeng tangan baby Bing.
"Sudah ma. Bibi sudah membuatkan makan malam untuk kita kok ma. Jadi mami tidak perlu repot untuk membuat makan malam lagi. Bing yang menyuruh bibi untuk membuat makan malam untuk kita. Bagaimana ma, bagus bukan." Ujar baby Bing sedikit sombong.
"Anak mami memang hebat deh. Terima kasih banyak anak mami yang paling tampan." Mengelus pipi baby Bing, dan mereka langsung duduk di kursi meja makan.
Merekapun langsung makan malam bersama. Dan tiba-tiba saja ada gemuruh datang. Sontak baby Bing kaget, dan langsung mendekat ke Luciana. "Ada apa sayang?" tanya Luciana sambil mengunyah makanannya.
"Takut ma, ada gemuruh." Jawab baby Bing duduk dipangkuan Luciana.
"Eh, hujan tuh. Kenapa papi kamu belum pulang. Kasihan papi, mungkin saja papi kehujanan." Ujar Luciana langsung menyuapi baby Bing.
Selesai makan malam bersama. Luciana pun bergegas menidurkan baby Bing, karena besok baby Bing akan sekolah. Akhirnya baby Bing pun tidur, dan setelah itu, Luciana langsung duduk di ruang tamu, untuk menunggu kepulangan Leonathan.
"Kenapa dia tidak pulang juga ya. Apa terjadi sesuatu dengannya. Jangan sampai deh." Ucap batin Luciana langsung menggenggam kedua tangannya dengan erat.
__ADS_1
Dan tiba-tiba saja bunyilah bel rumah mereka. Sontak Luciana langsung menatap ke arah pintu. "Itu pasti Leonathan." Langsung menuju pintu, dan langsung membukakan pintu tersebut.
Saat ia buka pintu tersebut, ternyata