Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 54: Bekal Makan Siang


__ADS_3

Leonathan tambah kaget, dan langsung menjauh dari Luciana. "Aku hanya tersedak saja. Setelah minum, akan lebih baik." Jawab Leonathan memalingkan wajahnya, karena pipinya yang sedikit memerah.


"Dia sedang salting. Tapi dia berusaha tidak memperlihatkannya. Benar benar menggemaskan." Ucap batin Luciana tersenyum tipis.


"Mami kenapa senyum begitu. Apa aku kurang menggemaskan daripada papi. Awas saja kamu papi." Ucap batin baby Bing kesal.


Tiba tiba saja ponsel seseorang berdering, dan itu adalah panggilan dari ponsel Leonathan.


Leonathan pun mengangkatnya. "Halo." Ucapnya.


"Halo bos, maaf saya menghubungi anda. Soalnya ada clien yang datang, katanya mau membicarakan soal rapat kemarin bos. Apa bos bisa datang." Jawab sekretaris yang mengurus bagian perusahaannya juga.


"Baiklah, saya akan ke sana. Katakan kepada mereka, saya akan datang secepatnya." Jawab Leonathan langsung mematikan ponselnya.


"Aku harus pergi ke perusahaan dulu, karena ada clien yang sudah ada di sana, dan mau membicarakan kerjasama." Ucap Leonathan merapikan dirinya, dan langsung meninggalkan mereka.


"Hati hati sayang." Kata Luciana sambil melambaikan tangannya.


Luciana menatap wajah baby Bing. "Ada apa mami?." Tanya baby Bing ikut menatap wajah Luciana.


"Papi kamu benar benar sibuk ya." Jawab Luciana sambil tersenyum.


"Mami kan juga sama seperti papi. Sama sama sibuk, dan tidak punya banyak waktu untuk Bing." Memalingkan wajahnya, dengan raut wajah ngambek.


"Benar juga yang dikatakan baby Bing. Seharusnya di kehidupan yang ke dua ini, aku punya banyak waktu untuknya. Baiklah, kalau soal ini mah aman deh. Aku punya banyak waktu untuknya." Ucap batin Luciana tersenyum tipis.


Luciana menghampiri baby Bing, dan berlutut dihadapannya. "Sayang mami, mami minta maaf ya, karena mami tidak punya banyak waktu. Habisnya mami sangat sibuk bekerja sayang. Bagaimana kalau sepulang sekolah nanti, kita jalan jalan, ke taman hiburan. Mau?." Tanya Luciana, sambil menaikkan alisnya.


Baby Bing pun langsung menatap wajah Luciana. "Mau banget mi. Mami tidak perlu minta maaf, karena wanita selalu benar, dan pria selalu salah. Jadi mami tidak boleh minta maaf dengan Bing. Berpelukan." Jawab baby Bing langsung memeluk Luciana.


"Nyamannya berpelukan seperti ini. Aku harap, ke depannya, kami akan terus seperti ini." Kata hati Luciana, terus tersenyum.


Siang pun tiba. Dimana Luciana tidak pergi ke perusahaan, karena ia mau membuatkan makan siang untuk Leonathan, dan mau mengantarkannya ke perusahaannya.


"Untung saja tadi aku sudah memerintahkannya Rose, untuk mengurus perusahaan Princess Gown, dan soal Perusahaan Queen Dress, sudah aku serahkan kepada pak direktur, karena hari ini akan ada rapat."


"Syukurlah, dan sekarang, aku mau membuatkan suami tercintaku, makan siang yang super lezat, dan penuh cinta. Semoga saja dia suka deh, dengan makanan baruku ini. Heheheh." Senyum sendiri, sambil memasak.

__ADS_1


Selesai membuat makan siang. Luciana pun menyusunnya di tempat bekal, dengan sayuran dan nasinya dibentuk menjadi beberapa karakter lucu. "Nah, kan jadinya lucu nih. Persis seperti dia, gemesin." Kembali tersenyum.


"Selesai deh. Kalau begitu, tinggal ganti pakaian, dan langsung berangkat." Melepaskan celemeknya, dan masuk ke kamarnya, untuk mengganti pakaiannya.


Setelah mengganti pakaiannya. Luciana langsung membawa bekal yang ia buat, dan berangkat menuju perusahaan Leonathan.


"Kita mau ke mana nyonya?." Tanya supir pribadinya.


"Ke perusahaan suami saya pak." Jawab Luciana sambil tersenyum.


"Baik nyonya." Sahutnya ikut tersenyum.


Sesampai perusahaan, pintunya dibukakan oleh pengawal di perusahaan tersebut. Dan Luciana langsung turun dari mobil, dengan elegan.


"Salam nyonya," sambut pengawal tersebut.


"Salam," sahut Luciana, langsung masuk ke dalam.


Di dalam perusahaan. "Salam nyonya," ucap semua karyawan yang ada di perusahaan tersebut.


"Oh ya, saya mau tanya, di mana ruang pribadi suami saya, yaitu Leonathan?." Tanya Luciana.


"Ouh, mari saya tunjukkan nyonya," jawab salah satu karyawan, langsung menunjukkan ruang kerja Leonathan.


Sesampainya. "Ini ruang kerja bos Leonathan nyonya," ucap karyawan tersebut.


"Terima kasih banyak, kamu boleh pergi sekarang," kata Luciana ikut tersenyum, dan karyawan tersebut, langsung meninggalkannya.


Luciana pun menghela nafasnya, dan masuk ke dalam ruang kerja Leonathan. Saat Luciana sudah masuk ke dalam ruang kerja Leonathan.


Luciana langsung melihat pemandangan, di mana seorang karyawan wanita, sedang berdekatan dengan Leonathan.


Sontak karyawan wanita tersebut, dan Leonathan, langsung menatap wajah Luciana.


"Luciana," ucap Leonathan langsung berdiri, dan merapikan jasnya.


"Maaf bos, maaf nyonya." Menundukkan kepalanya, si karyawan tersebut.

__ADS_1


Leonathan menghampirinya," ini bukan seperti yang kau lihat." Ucapnya.


"Tidak apa apa." Tersenyum tipis, dan menghampiri karyawan wanita tersebut.


Luciana berbisik ditelinganya. "Satu langkah lagi kamu mendekat ke suami saya. Aku tidak akan bisa menjamin, tangan kamu akan ada esok harinya." Bisik Luciana sambil tersenyum sinis.


Sontak karyawan wanita tersebut langsung kaku, dan tidak bisa berkata apapun, karena melihat sorotan mata yang menyeramkan dari Luciana.


Ia pun langsung menundukkan badannya beberapa kali. "Maafkan saya nyonya, maafkan saya. Saya hanya mau membersihkan bekas kopi yang terjatuh di jas bos Leonathan. Saya minta maaf." Ucapnya dengan nada bicara gemetaran.


"Kamu pergilah," perintah Luciana, sambil melipat kedua tangannya.


"Baik nyonya, terima kasih banyak," Jawabnya langsung meninggalkan ruang kerja Leonathan.


Luciana pun kembali membalikkan badannya, untuk menatap wajah Leonathan.


"Aku kemari untuk mengantarkan makan siang untuk kamu. Makanlah." Ucap Luciana meletakkan bekal tersebut di atas meja Leonathan, dan langsung duduk sofa yang cukup jauh dari meja Leonathan, sambil melipat kedua tangannya.


Leonathan duduk dan melirik Luciana. "Sepertinya dia marah karena karyawan itu tadi. Astaga, aku harus menjelaskan semua kesalah pahaman ini." Ucap batin Leonathan, langsung berjalan ke arah Luciana, dan berdiri dihadapannya.


Sontak Luciana melihat ke atas, untuk melihat Leonathan yang tinggi. "Apa," tanya Luciana mengangkat alisnya.


"Yang di katakan karyawan itu tadi, benar. Aku sama sekali tidak melakukan apa apa dengannya. Kalau kau masih marah, aku akan melepaskan jas ini." Ujar Leonathan langsung membuka jas yang dipegang oleh karyawan tadi.


"Sudahlah, tidak perlu berlebihan. Lebih baik kamu makan bekalnya. Aku sudah susah payah membuatnya untukmu. Semoga kamu suka." Kata Luciana.


"Apa kau marah?." Tanya Leonathan untuk memastikannya.


Luciana pun memeluk pinggang Leonathan dan menggoyangkan kepalanya di perut Leonathan. "Mana mungkin aku marah dengan pria yang sangat tampan ini. Justru aku ingin menciummu." Jawab Luciana kembali menggodanya.


Leonathan menutup kedua wajahnya, dengan kedua tangannya. "Wanita ini, sungguh membuatku gila." Ucap batin Leonathan, dan pipinya kembali memerah.


Leonathan pun langsung mendorongnya kembali. "Kamu jangan macam macam. Nanti aku akan kelewatan batas denganmu." Ujar Leonathan langsung duduk di kursi kerjanya.


"Hahahah, kamu benar benar menggemaskan sayang." Ucap Luciana kembali, dengan wajah yang penuh bahagia.


Leonathan tersenyum tipis, saat Luciana tidak melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2