
Selesai makan. Dan semua masuk ke kamarnya masing masing. Luciana pun sedang memakai skincare malam, dan Leonathan duduk di tempat tidur.
"Apa yang kau lakukan sore tadi. Ke mana kamu tadi?." Tanya Leonathan.
"Ehm, aku bermain dengan baby Bing. Ada apa memangnya?." Jawab Luciana sambil menaikkan alisnya.
"Kau pergi dengan Kai itu kan," ucap Leonathan.
Luciana langsung membalikkan badannya, dan menatap wajah Leonathan. "Kau mengikuti kah. Ehm, wah, suamiku menyuruh orang untuk mengawasiku. Menarik." Tersenyum Luciana, sambil memegang dagunya dengan tangan kanannya.
"Memangnya kenapa kalau aku pergi dengan Kai. Lagian kita kan hanya nikah kontrak, dan aku benar benar mencintaimu, tapi kau tidak mencintaiku. Sudahlah, aku gak mau membuat masalah." Jawab Luciana kembali ke tempat semula, dan menyisir rambutnya.
"Benar juga yang dikatakan Luciana. Kami kan hanya nikah kontrak. Tapi kenapa aku cemburu dengannya." Ucap batin Leonathan.
"Apa kamu sudah menyukaiku. Katakan saja jika itu benar. Aku sangat bahagia jika mendengarnya." Tanya Luciana kembali tersenyum mengejeknya.
"Siapa juga yang menyukaimu. Aku tidak mau melanggar aturan kontrak yang aku buat sendiri. Mau kau yang mencintaiku, aku tidak peduli. Yang terpenting baby Bing bahagia, kalau ada kau disisinya." Jawab Leonathan memalingkan wajahnya, dengan pipinya yang sedikit memerah.
Luciana melihat dari cermin, "dia masih saja berusaha menghindar. Kita lihat saja nanti sayang." Dalam hati Luciana kembali tersenyum tipis.
"Apa dia tidak ada niatan kembali bertanya. Sudahlah, mending aku tidur saja." Ujar Leonathan langsung berbaring.
Luciana pun selesai memakai skincare malam, dan menghampiri Leonathan yang sengaja menutup kedua matanya ke tepi tempat tidur. Luciana jongkok lalu menatap wajah Leonathan.
"Kamu ganteng banget sih sayang. Pantas saja aku cinta kamu. Orang suami aku setampan beruang kutub. Hahahah, selamat tidur sayang aku." Memberi selamat malam, dan menuju ke sisi lainnya.
Luciana pun langsung berbaring, dan seperti biasanya, tidur membelakangi sesama. Luciana pun menutup kedua matanya, dan menyelimuti dirinya.
Disisi lain. Leonathan membuka matanya, dan melirik Luciana, dengan wajah yang memerah. "Dia benar benar lucu," ucap batin Leonathan tersenyum tipis, dan tertidur juga.
__ADS_1
Keesokan paginya. Dimana Leonathan sudah bangun duluan, dan Luciana pun baru bangun. Ia membuka matanya, dan langsung meregangkan badannya.
"Selamat pagi dunia yang penuh bahagia ini. Dia selalu saja bangun duluan. Tidak mau menungguku." Tersenyum Luciana langsung mandi.
Selesai mandi. Luciana pun turun ke bawah, untuk ke meja makan. Sesampainya, "dimana Leonathan bu?." Tanya Luciana langsung duduk di kursinya.
"Baru saja dia pergi. Katanya ada urusan penting, dan Bing juga barusan pergi, bersama supirnya, dan Bing kirim salam kepadamu nak." Jawab ibu mertuanya sambil meminum susu hangat.
"Mereka selalu saja cepat pergi," dalam hati Luciana, sambil mengambil roti dan selai, untuk ia makan.
Selesai sarapan. Luciana pun duduk di sofa ruang tamu, dan datanglah Rose. "Salam nyonya. Saya mau memberitahukan soal perkembangan Perusahaan Princess Gown." Ucap Rose sambil menunjukkan berkas yang ia bawa.
Luciana pun mengambilnya dan melihat berkas tersebut. "Perkembangan gaun kita sangat pesat, dan bagaimana perkembangan semua karyawan yang ada?." Tanya Luciana langsung menatap wajah Rose.
"Semua aman terkendali nyonya. Oh ya nyonya, soal fashion week yang akan dilaksanakan di London bagaimana nyonya. Apa nyonya akan pergi ke sana?." Jawab Rose sekaligus bertanya.
"Saya kan mempunyaimu. Jadi, biar kau yang mengurus semuanya. Karena ada hal yang harus saya urus. Nanti saya akan membuat video, tentang salam saya untuk fashion week di sana. Kamu bisa kan Rose." Jawab Luciana sambil meminum teh hangatnya.
"Kalau begitu, kita ke perusahaan sekarang. Sekalian mau lihat keadaan di sana. Kalau begitu, saya mau siap siap dulu. Kamu bilang ke pak supir, untuk siapkan mobil." Ujar Luciana langsung naik ke lantai 2, dan masuk ke dalam kamarnya.
"Baik nyonya," ucap Rose langsung memanggil supir untuk menyiapkan mobil.
Setelah Luciana bersiap siap. Merekapun langsung berangkat menuju Perusahaan Princess Gown.
Sesampainya. Merekapun turun dari mobil, dan masuk ke dalam perusahaan. "Salam bu bos." Sapa semua karyawan yang ada.
Luciana melihat semua karyawan, dan tidak ada Gita sama sekali. "Dimana karyawan Gita?." Tanya Luciana kepada semua karyawan yang ada.
Semua karyawan tidak tahu di mana Gita, dan mengatakan kalau mungkin saja Gita belum datang. "Kenapa dia terlambat. Ini sudah jam berapa. Benar benar tidak bagus." Langsung menuju ruang kerjanya, dengan diikuti Rose dari belakang.
__ADS_1
Di dalam ruang kerja Luciana. Luciana pun meletakkan tasnya di atas meja, dan duduk di kursinya.
"Berikan berkas perkembangan perusahaan ini." Meminta Luciana dan dengan sigap Rose langsung memberinya.
"Ini nyonya,"
Luciana pun kembali mengeceknya dan mulai menyusun di laptopnya.
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu tersebut, "masuk." Ucap Luciana dan masuklah karyawan.
"Permisi bu bos. Ada yang mencari anda, katanya mau melamar di perusahaan ini." Jawab karyawan tersebut.
"Jangan jangan karyawan yang meminta siang nanti datang itu nyonya. Kenapa datang secepat ini." Ujar Rose.
"Panggil dia, dan suruh dia masuk ke mari Rose." Perintah Luciana, dan Rose bersama karyawan tersebut, langsung keluar dari ruangannya.
"Siapa orang yang akan melamar di perusahaan ini. Aku jadi penasaran dengannya," penasaran Luciana dan kembali fokus ke laptopnya.
Setelah itu, masuklah karyawan baru yang mau melamar di perusahaannya. "Ini karyawannya nyonya. Saya permisi dulu, karena tata busana sudah datang nyonya," membungkukkan badannya, dan kembali keluar dari ruangan Luciana.
Luciana yang masih fokus, belum melihat wajah orang tersebut. "Duduklah dulu, saya sedang menyusun beberapa tahap model. Tunggulah sebentar." Ujar Luciana.
"Baik bu bos," jawabnya.
"Eh, suaranya mirip," langsung melihat wajah tersebut, dan ia adalah Kai.
"Kai, kenapa kau ada di sini. Apa kau yang mau melamar kerja di sini?." Tanya Luciana sambil tersenyum dan tidak menyangka, kalau itu adalah Kai.
Kai menganggukkan kepalanya, "tentu saja aku mau melamar di sini. Apa tidak boleh tuan putri. Hahahaha." Jawab Kai sambil tertawa pulas.
__ADS_1
"Menyebalkan, aku kira siapa tadi. Kenapa kau mau melamar di sini. Kan kau sudah kaya bambang?." Tanya Luciana kembali, langsung menutup laptopnya, dan menatap wajah Kai, sambil melipat kedua tangannya.
"Hanya coba coba saja. Aku ingin bekerjasama dengan perusahaan mu. Begitu sih. Dari pada aku bekerjasama denganmu, lebih baik aku langsung kerja denganmu. Bagaimana, hebat bukan." Jawab Kai, sambil menaikkan alisnya.