
"Ini makanan untuk anda tuan baby Bing," sontak baby Bing kaget, karena makanan tersebut berisikan sayur sayuran semua. Dan Luciana membentuk nasinya menjadi bentuk beruang ditengahnya, lalu dipinggirannya, terdapat selada, timun, brokoli, terong, dan tomat.
Sontak baby Bing langsung jijik. "Habislah kamu Luciana, baby Bing sangat tidak suka dengan sayuran. Tuan Leonathan akan membencimu." Ucap batin Celine tersenyum tipis.
Luciana menyenggol kaki Leonathan, dan Leonathan langsung melihatnya. "Mohon kerjasamanya sayang." Ucap Luciana mengedipkan matanya.
"Huk, wanita ini seperti menggodaku saja, padahal dia mau memberikan kode." Ucap batin Leonathan langsung buang muka, dan pipinya sontak memerah.
"Baby Bing tetap saja tidak mau makan sayuran." Ucap batin nenek Isabella.
"Kalau kamu tidak mau makan, biar aku saja yang memakannya. "Ucap Leonathan langsung memainkan rencana yang sudah disusun oleh Luciana. Leonathan pun mengambil piring baby Bing.
"Papa, jangan ambil piring baby Bing. Itu punya baby Bing, yang dibuatkan oleh mami." Ucap baby Bing meminta kembali.
Leonathan langsung membelah kepala beruang tersebut. "Salah siapa masih ragu ragu untuk memakannya." Ucap Leonathan langsung memakan nasi khusus yang dibuat oleh Luciana.
Saat Leonathan memakannya, sontak Leonathan kaget. "Ternyata masakan wanita ini enak juga. Aku kira hanya sekedar tampilannya saja yang bagus." Ucap batin Leonathan kembali.
"Mereka memang sama sama tidak mau kalah." Kata batin Luciana sambil tersenyum.
"Papa, itu kan makanan yang mami buatkan untukku. Kenapa papi membelah kepala beruangnya dengan jahat, kan kasihan. Papi jahat, jahat." Ucap baby Bing memukuli paha Leonathan.
"Sayang, apa kamu mau mami suapi. Sayuran mami lebih enak lho." Ucap Luciana.
"Hah, mau banget mami. Aku mau disuapi mami." Semangat kembali baby Bing, langsung menghampiri Luciana.
Dan baby Bing pun, duduk dipangkuan Luciana. "Xixixix, sayuranku lebih banyak dari yang kubuatkan khusus baby Bing. Bagus juga trikku ini." Ucap batin Luciana tersenyum tipis.
"Kalau begitu, buka mulutnya." Ucap Luciana langsung menyuapi baby Bing.
__ADS_1
Dan tiba tiba aja baby Bing kaget, sampai matanya melotot. "Eh, kenapa brokoli ini sangat enak dari sebelumnya. Kenapa ini enak banget." Ucap batin baby Bing, sangat menyukainya.
"Kedepannya kamu harus makan sayuran sayang. Biar kamu tambah tinggi, karena kalau kamu tidak makan sayur, kamu akan terus pendek, dan tidak akan bisa melindungi mami." Ucap Luciana kembali menyuapi baby Bing dengan sayuran dan campuran nasi.
"Berarti sayuran ini banyak manfaatnya ternyata. Aku harus banyak makan sayur, agar aku bisa mengalahkan ayah. Dan aku bisa menikahi mami, kalau aku tinggi." Ucap batin baby Bing langsung melirik Leonathan dengan tatapan tajam.
"Anak ini kenapa tiba tiba menatapku dengan tatapan tajam, benar benar mau bersaing denganku." Ucap batin Leonathan juga, sambil mengunyah makanannya.
"Ternyata baby Bing langsung memakan sayuran itu. Padahal kami sudah melakukan segala hal, itu membuat baby Bing menyukai sayuran. Tapi dengan mudahnya Luciana menyuapi baby Bing dengan sayuran itu. Aku benar benar suka dirinya." Ucap batin nenek Isabella tersenyum memandang Luciana dengan bahagia.
Disisi lain," Luciana benar benar bisa menaklukan hati baby Bing dan tuan Leonathan. Aku tidak bisa sekarang, beraninya dia mengganggu pria yang aku sukai." Ucap batin Celine mengepalkan kedua tangannya.
"Nenek, jangan cepat percaya dengan wanita ini. Karena bisa saja dia hanya mau mengambil semua harta tuan Leonathan. Jangan percaya wanita ini nek." Ucap Celine memanasi nenek Isabella.
Luciana langsung berdiri. "Kamu bisa lihat semuanya, apakah aku masih mau merebut harta kesayanganku. Bahkan aku mau membuka sebuah perusahaan gaun, untuk keuanganku sendiri. Karena aku tidak mau merepotkan suamiku. Apalagi yang membuatmu masih tidak percaya denganku. Dan aku mencintai baby Bing seperti anakku sendiri." Ucap Luciana akting menangis.
"Celine, kamu jangan macam macam kepada menantu saya. Mulai besok, kamu akan saya kembalikan ke Amerika, dan jangan macam macam lagi dengan keluarga Leonathan." Ucap nenek Isabella langsung memukul meja dengan keras.
"Kamu masuk ke kamar sekarang." Perintah nenek Isabella kepada Celine.
"Baik nek." Menundukkan badannya, dan langsung masuk ke kamarnya.
"Duduklah cucuku, kamu gapapa juga kan." Ucap nenek Isabella sangat baik kepada Luciana.
"Gapapa nek." Jawab Luciana tersenyum, dan langsung duduk disamping baby Bing kembali.
"Kamu tidak perlu pikirkan soal Celine itu menantuku. Kamu memang menantu yang baik." Ucap ibu Leonathan mengelus tangan Luciana.
"Baik bu, terima kasih banyak." Kembali tersenyum.
__ADS_1
"Mami, piringnya sudah habis mi. Bagaimana mi, aku hebat kan mi." Ucap baby Bing dengan bahagia.
"Wah, anak mami benar benar hebat deh. Mami jadi makin sayang kamu." Mencium pipi baby Bing.
"Baby Bing juga sayang mami." Ucap baby Bing ikut mencium pipi Luciana.
Leonathan yang melihatnya pun merasa risih, dan ia langsung menarik pakaian baby Bing. "Eh, ada apa papi menarikku?." Tanyanya.
"Kamu itu pria, dan kamu jangan terlalu manja dengan wanita. Tambahkan pembelajaran yang untuknya, dan antarkan dia kembali ke rumah." Perintah Leonathan kepada asisten pribadinya, yaitu pak Stefan.
"Baik tuan Leonathan, mari tuan baby Bing." Ucap Stefan langsung mengantarkan baby Bing ke kamarnya.
"Papi jahat, papi jahat. Mami tolong aku mami." Teriak baby Bing sambil menangis dan ngambek.
"Sayang, kamu jangan terlalu menekan baby Bing. Kasihan dia masih kecil." Ucap Luciana mengelus bahu Leonathan.
"Dia itu pria, dan dia yang akan menjadi penerus kedepannya. Tentu aku akan membuatnya belajar dengan giat." Ucap Leonathan langsung duduk kembali, sambil meminum kopinya.
"Sabarlah nak Luciana, Leonathan memang seperti itu. Jadi kedepannya kamu harus lebih baik dan mengerti dirinya." Ucap nenek Isabella mengelus tangan Luciana kembali.
Malam pun tiba, dimana Luciana dan Leonathan sudah kembali pulang. Dan Leonathan sedang berbaring di tempat tidurnya.
"Aku masih bingung kepada diriku sendiri, kenapa aku memilih Luciana sebagai istriku. Padahal masih banyak wanita lain di luaran sana." Ucap Leonathan menutup kedua matanya, dan mengingat suatu kejadian.
Dan tiba tiba saja Leonathan mengingat masa masa dimana ia berciuman dengan Luciana, di hari pernikahan mereka. "Eh, kenapa aku memikirkan yang itu. Bibirnya yang kenyal dan pink, membuatku ingin terus mencobanya. Astaga, dasar Leonathan mesum." Ucapnya langsung duduk, dengan wajah yang memerah.
Tiba tiba ada yang masuk, dan ia adalah Luciana. "Anyeong sayangku, aku membawakan cheese cake untuk kamu." Tersenyum Luciana.
Sontak Leonathan kaget. "Uhuk, huk. Lain kali kalau mau masuk ketok dulu pintunya." Ucap Leonathan mengalihkan wajahnya yang memerah.
__ADS_1
Luciana pun langsung duduk di pangkuannya. "Kenapa aku harus ketok dulu pintunya. Kan aku ini istri kamu. Oh ya, apa kamu mau cheese cake buatanku sayang." Ucap Luciana sangat dekat ditubuh Leonathan.