Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 102: Rindu dan Pelukan


__ADS_3

"Ouh ya sayang. Bagaimana kalau besok mami mengajak kamu ke taman bermain. Dan berbelanja mainan di mall. Kita akan bermain sepuasnya. Kamu mau gak?" tanya Luciana, ingin meluangkan banyak waktu untuk baby Bing.


"Aku akan menemani kalian," ucap Leonathan yang muncul tiba tiba, dan langsung duduk disamping baby Bing.


"Eh, sayang. Makasih banyak karena mau meluangkan waktu untuk kami." Kembali tersenyum Luciana.


"Tentunya mau dong mami. Apalagi kalau ada papi. Itu akan membuat suasana semakin menyenangkan." Jawab baby Bing.


Luciana pun selesai membuat makan malam, dan langsung menyajikannya di atas meja makan.


Dan Luciana langsung menyajikan nasi dan lauk pauk ke piring Luciana dan baby Bing.


"Makanlah yang banyak sayang. Biar kamu cepat besar," mengelus rambut baby Bing.


"Apa yang kalian bahas tadi, di taman bunga belakang?" tanya Leonathan.


"Hm, apa kamu penasaran?" tanya Luciana, sambil mengunyah makanannya.


"Bukan seperti itu. Kalau kamu tidak mau mengatakannya, juga tidak apa apa." Jawab Leonathan.


"Tadi aku dan Alvino membahas soal Gita, dan masalah keluarga. Hanya masalah kecil saja. Aku bisa menyelesaikannya sendiri." Jawab Luciana.


Selesai makan. Baby Bing hendak ikut tidur bersama Luciana. "Tidak boleh. Kamu masuklah ke kamar mu sendiri." Ucap Leonathan langsung menolaknya.


"Sayang, kamu jangan seperti itu. Baby Bing adalah anak kamu tahu. Ih," kesel Luciana, dan mencubit pinggang Leonathan.


"Iya, iya," jawab Leonathan yang menerimanya.


"Kalau begitu, mari mami bacakan dongeng untuk kamu sayang. Yuk kita ke kamar kamu. Kita tidur bersama." Ucap baby Bing langsung menggendong baby Bing.


"Kamu mau ikut sayang?" tanya Luciana kepada Leonathan.

__ADS_1


"Pergilah. Aku akan ke ruang kerja dulu. Ada berkas yang harus aku kerjakan." Jawab Leonathan, dan langsung masuk ke dalam ruang kerja.


Baby Bing dan Luciana pun, masuk ke dalam kamar baby Bing. Dan di dalam kamar baby Bing. Luciana langsung membaringkan baby Bing ke atas tempat tidur, dan Luciana berbaring di samping baby Bing.


Luciana pun mengambil buku cerita dongeng, dan mulai membacakannya. Judul cerita tersebut, adalah pangeran tampan, dan princess cantik.


Disisi lain. Leonathan yang tidak mengerjakan berkasnya, dan hanya alasan saja, yang ia katakan kepada Luciana tadi.


"Seharusnya aku mengatakan iya saja. Aku ingin dekat dengannya, dan memeluknya. Aku ingin merasakan kehangatan tubuhnya." Ucap batin Leonathan yang menyesal, sambil mengerutkan keningnya.


Waktu pun berjalan. Dimana Luciana sudah menidurkan baby Bing, dan baby Bing sudah benar benar tidur.


Luciana pun, langsung keluar dari kamar baby Bing, dengan hati hati. Setelah itu, Luciana masuk ke dalam kamar pribadinya bersama Leonathan.


Di kamar. Luciana duduk di atas tempat tidur, dan mengambil album foto, yang ia simpan di lemari susun. Setelah itu, Luciana mulai membuka album foto tersebut.


Dan saat dibuka, begitu banyak foto, yang menunjukkan kebersamaan keluarganya yang masih cemarah.


Luciana pun, kembali membuka halaman lainnya, dan terlihat foto yang lebih membahagiakan. "Hahahah, ini adalah dimana aku dan Alvino makan berantakan, dan Alvino memasukkan saus ke dalam kopi ayah. Hahahah, menggemaskan." Tertawa tipis kembali, dan menahan air matanya.


"Dan ini adalah foto ibu dan ayah bersama. Mereka benar benar akur dan romantis. Ayah begitu penyayang dan sangat perhatian kepada kami. Tapi sekarang, semua itu tidak bisa aku dapatkan, karena ayah sudah tergoda dengan hasutan keluarga Gita." Ucap sendiri Luciana, sambil membuka halaman lainnya.


Air mata Luciana pun jatuh di atas halaman album foto tersebut. "Aku merindukan keluargaku yang dulu. Kapan kita akan seperti dulu yah, bu." Tangis Luciana, sambil melihat foto-foto masa kecilnya, dan foto-foto bahagia keluarganya.


"Ibu sudah tidak ada. Ayah masih ada, tapi ayah sudah tidak peduli kepada kami berdua. Bu, maafkan Luciana, karena Luciana tidak bisa menyelamatkan ayah yang sudah terhasut oleh godaan keluarga Gita. Maafkan Luciana bu." Langsung memeluk album foto tersebut.


Tiba tiba saja ada yang masuk, dan ia adalah Leonathan. Sontak Leonathan menatap wajah Luciana yang menangis deras. "Apa dengannya." Ucap Leonathan yang jadi cemas.


Leonathan pun langsung menghampiri Luciana, dan berdiri di hadapan Luciana.


"Ada apa denganmu?" tanya Leonathan menatap wajah Luciana.

__ADS_1


Sontak Luciana menaikkan kepalanya, dan langsung menatap wajah Leonathan. "Sayang, " tangis Luciana kembali, dan langsung memeluk Leonathan.


"Ada apa dengan kamu. Cerita denganku?" tanya Leonathan.


Luciana kembali menatap wajah Leonathan, "apa aku tidak boleh rindu dengan ibuku. Aku merindukannya. Aku benar benar merindukannya." Jawab Luciana, dengan suara yang putus putus, karena menangis.


Leonathan pun, mengusap air mata Luciana, "setiap manusia boleh merasakan kerinduan. Karena kita semua mempunyai hati. Kamu boleh mencurahkan kerinduan kamu dengan tangisan. Karena semua masalah akan terselesaikan, dengan menangis. Kalau kamu tidak sanggup menceritakannya. Kamu bisa menangis sederas mungkin. Aku akan ada disisi kamu, untuk mendengar, dan menyiapkan pundak untuk kamu." Jawab Leonathan mengecup kening Luciana, dengan wajahnya yang sedikit memerah."


Luciana kembali menatap wajah Leonathan, "apa kamu akan tetap mencintai aku?" tanya Luciana, dengan wajah yang memerah karena menangis.


"Aku akan tetap mencintai kamu, tanpa kontrak. Jangan terus menangis, karena ada aku di sini. Kalau kamu memang ingin menangis. Menangislah." Jawab Leonathan sambil mengelus kepada Luciana.


"Tapi aku masih sedikit ragu. Karena kamu tidak pernah memanggilku sayang." Ucap Luciana, sambil mengusap air matanya.


Tiba tiba saja, Leonathan langsung mencium bibir Luciana. Sontak Luciana kaget, dan matanya langsung melotot kaget. Pipi Luciana dan Leonathan memerah.


Leonathan pun melepaskan ciuman tersebut, "apa ini masih kurang?" tanya Leonathan.


"It," terhenti, karena Leonathan langsung mencium Luciana kembali.


Nafas mereka mulai tidak beraturan. Dan pipi mereka kembali memerah bersamaan. Leonathan menidurkan Luciana ke atas tempat tidur, dan Leonathan berada di atasnya.


Luciana yang tidak bisa berkata apa-apa, karena terlanjur bahagia. Leonathan kembali mencium Luciana, dan mereka berciuman ganas di dalam. Nafas mereka mulai tidak beraturan secara cepat, dan mereka berdua kembali bertatapan.


Luciana pun, langsung menutupi wajahnya, "ada dengan kamu?" tanya Leonathan langsung tidur disamping Luciana.


Luciana pun memiringkan badannya ke arah Leonathan, "aku masih tidak menyangka, kalau kamu adalah suamiku. Argh, terima kasih banyak sayang." Langsung memeluk Leonathan dengan bahagia.


Leonathan juga membalas pelukan Luciana, dan kembali mencium kening Luciana. "Maafkan aku, karena selama ini aku kurang perhatian dengan kamu. Padahal selama ini, aku benar benar membutuhkan kamu." Ucap Leonathan kembali meminta maaf.


Tiba tiba saja

__ADS_1


__ADS_2