
"Apa nyonya baik baik saja?." Tanya Rose yang cemas dengan Luciana.
"Aku baik baik saja. Ada ada saja orang zaman sekarang ya." Jawab Luciana sambil tersenyum.
"Bagaimana soal nona Gita jadinya nyonya. Dia mau mencelakai nyonya?." Tanya Rose kembali, sambil memegang berkas ditangannya.
"Kau tenang sajalah. Aku bisa menangani semua ini. Yang terpenting, jangan katakan apapun padanya, dan bersikaplah seperti tidak terjadi apa apa. Kau paham kan." Jawab Luciana sambil menaikkan alisnya.
"Baik nyonya," ucap Rose langsung membungkukkan badannya.
"Kalau begitu, mari kita masuk kembali." Ujar Luciana langsung masuk kembali ke dalam perusahaan, bersama Rose.
Di dalam perusahaan. Gita langsung melihat Luciana yang tidak kenapa napa. "Kenapa si Luciana tidak diculik. Bagaimana sih pekerjaan si karatan itu." Ucap batin Gita yang melirik Luciana.
Luciana menghampiri Gita. "Gita. Di mana orang orang yang kau bilang mau menemuiku. Aku sudah menunggunya, tapi tidak ada siapa siapa. Bukan begitu Rose?." Tanya Luciana.
"Benar itu. Kami sudah menunggu lama, dan tidak ada siapa siapa. Apa kau mencoba berbohong kepada bos mu?." Tanya Rose juga, memprovokasinya.
"Eh, bukan begitu kok bu bos. Tadi benar benar ada yang mencari anda di luar. Apa mereka hanya jahil saja kepada saya. Maafkan saya bu bos." Jawab Gita ketakutan, dan menundukkan kepalanya beberapa kali.
"Lain kali jangan berbohong kepadaku. Atau kau akan mendapatkan akibatnya." Bisik Luciana mendekat ke telinganya. Dan langsung kembali ke ruang Busana.
Di ruang busana. "Mami, kenapa mami lama banget?." Tanya baby Bing menghampirinya.
"Maafin mami ya sayang. Tadi mami mencari orang yang mencari mami sayang. Kamu kan gapapa kan di sini tadi." Jawab Luciana sekaligus bertanya.
"Gapapa kok mami. Tapi kan Bing takut kalau mami meninggalkan Bing. Kalau mami sudah di sini, kan Bing jadi tenang." Jawab baby Bing langsung memeluk Luciana.
"Walaupun baby Bing bukan anak kandungku. Tapi rasanya kami punya ikatan antara ibu dan anak. Rasanya nyaman banget kalau di dekatnya seperti ini." Ucap batin Luciana tersenyum lebar.
"Kamu mau pulang?." Tanya Luciana kembali, sambil mengelus rambut baby Bing.
"Boleh deh mi. Karena Bing bosan di sini, tapi kalau ada mami gak bosan sih. Terserah mami aja deh." Jawab baby Bing ikut tersenyum.
"Kalau begitu mari kita pulang sayang. Kamu juga pasti lelah kan, karena habis pulang sekolah." Ucap Luciana menggandeng tangan baby Bing.
__ADS_1
"Rose, tolong kamu urus semuanya ya. Saya mau sama anak saya dulu." Perintah Luciana.
"Baik nyonya. Hati hati ya nyonya dan tuan Bing." Ikut tersenyum Rose dan melambaikan tangannya kepada baby Bing.
"Dadah." Ucap baby Bing ikut melambaikan tangannya, dan mereka keluar dari ruang busana.
Saat di luar perusahaan. Tiba tiba saja Luciana berpapasan dengan Kai. "Luciana." Ucap Kai menghampiri Luciana.
"Kai, kamu habis dari supermarket?." Tanya Luciana kembali tersenyum.
"Iya nih, seperti yang aku katakan tadi. oh ya, ini kamu ya?." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Iya, tapi bukan anak kandung aku. Dia anak tiri aku, tapi aku sangat menyayanginya." Jawab Luciana.
"Sayang, kenalin, ini om Kai. Dia sahabat kecil mami, yang paling sayang sama mami. Hahahah." Memperkenalkan Kai kepada baby Bing.
"Halo nak, nama om Kai. Sahabat kecil mami kamu, yang paling tampan tentunya." Ucap Kau memperkenalkan dirinya kembali.
"Halo om, nama aku Bing." Jawab baby Bing memperkenalkan dirinya juga, sambil tersenyum.
"Kamu mau ke mana Luciana?." Tanya Kai kembali.
"Ini mau pulang. Kamu juga mau langsung pulang juga." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Iya. Tapi aku sangat bosan. Bagaimana kalau kita bermain di taman bermain anak anak yuk." Ucap Kai memiliki ide, sambil menaikkan alisnya.
"Wah, itu ide bagus om. Aku mau mami." Ujar baby Bing juga menginginkannya.
"Baiklah sayang. Mari kita pergi. Oh ya, kamu sama kami aja Kai. Yuk masuk." Ucap Luciana, dan mereka langsung masuk ke dalam mobil.
"Kita mau ke mana nyonya?." Tanya pak supir tersebut.
"Kita ke taman bermain kanak kanak pak. Yang di dekat sekolahan baby Bing." Jawab Luciana sambil tersenyum.
"Baik nyonya." Langsung berangkat, menuju taman kanak kanak.
__ADS_1
Supir tersebut melirik Kai. "Siapa pria ini, dan kenapa nyonya Luciana membawanya juga. Aku harus memberi tahu kepada tuan Leonathan nanti." Ucap batin pak supir kembali fokus ke depan.
"Mami. Kan mami bilang, kalau om Kai dan mami saling menyayangi. Kenapa kalian tidak menikah?." Tanya baby Bing, sambil menatap wajah Luciana.
"Hahahah, kamu ini. Dari mana kamu mendapatkan pertanyaan itu. Om Kai sangat lama melamar mami. Jadinya dia tidak bisa melamar mami, dan dia pergi ke Amerika. Makanya kami tidak menikah. Hahahaha." Jawab Luciana sambil tertawa puas.
"Mau bagaimana lagi nak Bing. Om tidak berjodoh dengan mami kamu. Kita tidak bisa melawan takdir." Ucap Kai sambil tersenyum tipis di bangku depan.
"Kalau om tidak pergi ke Amerika. Mungkin saja mami mu akan menikah dengan om. Hahahahh." Kembali tertawa Kai, sambil melipat kedua tangannya.
"Habislah kamu papi. Mungkin saja mami dan om Kai masih memiliki perasaan. Kamu akan ditinggalkan oleh mami. Dan kalau begini, jadi lebih susah dong. Karena aku harus bersaing dengan tambahan satu pria lagi, yaitu om Kai. Bagaimana ini, aku jadi susah merebut mami dong." Ucap batin baby Bing berpikir keras, sambil memegang dagunya, dengan tangan kanannya.
Sesampai taman kanak kanak. "Kita sudah sampai nyonya." Ucap pak supir, dan mereka langsung turun dari mobil bersamaan.
"Bapak bisa menunggu di sini dulu kan. Kami hanya bermain sebentar saja." Ujar Luciana.
"Aman nyonya. Saya akan menunggu anda di sini." Jawab pak supir sambil tersenyum.
"Kalau begitu, mari kita ke sana sayang." Ajak Luciana, langsung menggandeng tangan baby Bing.
Dan mereka masuk ke dalam taman hiburan. "Mari Bing, kita main perosotan. Sudah lama om tidak menaikinya. Hahahah." Tertawa Kai.
"Om kan sudah besar. Ngapain masih merindukan perosotan. Ini kan untuk anak anak?." Tanya baby Bing sambil tersenyum tipis.
"Namanya om ingin kembali mengingat masa kecil om dengan mami kamu. Hahahah." Jawab Kai langsung naik perosotan.
"Wah, hahahahah, sangat seru perosotannya. Menyenangkan." Bahagia Kai.
"Giliran kamu nak Bing." Ucap Kai.
"Baik om, aku akan mengalahkan om. Kalau aku lebih hebat, kalau menaiki perosotan." Ujar baby Bing langsung mencoba perosotan tersebut.
"Hahahah, kalian sangat lucu. Menggemaskan." Tertawa puas Luciana, sambil duduk di kursi yang tersedia.
Disisi lain. "Aku harus mengambil foto mereka ini." Ucap
__ADS_1