Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 30: Panggilan Dari Suami


__ADS_3

"Soal itu tentu saja aku akan membantu kakak. Aku juga kesal kepada mereka semua, karena mereka berani beraninya mengambil semua harta milik kita, dan mau merebut hak warisan kita berdua. Tapi aku masih tidak tahu, dimana berkas warisan itu kak. Karena dulu itu adalah privasi ibu." Jawab Alvino sekaligus bingung.


"Soal itu tidak perlu kamu pikirkan, karena semuanya sudah kakak dapatkan. Kita hanya perlu membalas semua perbuatan mereka, karena ayah kita terutama, sudah menyelingkuhi ibu dimasa lalu. Tapi sebelum itu, kita harus tenang dulu adikku sayang." Ujar Luciana yang sudah mendapatkan berkas warisannya.


"Kenapa kakak tenang saja, apakah kakak sudah menemukan berkas warisan itu?." Tanya Alvino yang sedikit bingung dengan Luciana.


"Sudahlah, yang terpenting kita akan aman kedepannya, dan lagian kakak sudah menikah dengan pria yang kaya dan tampan. Kakak sangat menyukainya." Jawab Luciana langsung mengingat Leonathan.


"Sebegitunya kah kakak menyayangi pria itu. Apa aku tidak bisa ada dihati kakak." Ucap batin Alvino.


Makanan merekapun langsung datang," ini pesanan kakaknya." Meletakkan makanan dan minuman tersebut diatas meja.


"Terima kasih banyak"


"Terima kasih banyak." Ucap Luciana dan Alvino bersamaan.

__ADS_1


"Sama sama kak, kalau begitu saya permisi." Menundukkan badannya dan kembali ke dapur.


"Nah, karena makanannya sudah datang. Lebih baik kita makan dulu, dan nikmatilah makanan dan minuman ini." Ucap Luciana langsung meminum kopi hangat, dan langsung mencicipi cemilan yang ia pesan.


Tiba tiba saja ponsel Luciana berdering, dan Luciana pun langsung melihatnya, dan itu adalah panggilan dari Leonathan.


"Siapa kak?." Tanya Alvino sambil mengunyah makanannya.


"Suami kakak." Jawab Luciana sambil tersenyum, dan langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Jangan berharap, aku menghubungimu, karena nanti siang kita harus datang ke rumah ibu dan nenek. Dan kamu harus bersiap siap sebaik mungkin, dan jangan sampai mereka curiga kepada kita, kalau kita ini hanyalah pasangan kontrak saja. Kamu mengerti kan." Jawab Leonathan terus terang.


"Aman sayang, semua akan aman terkendali kalau ada aku. Apa itu saja yang mau kamu katakan?." Tanyanya kembali untuk memastikannya.


"Itu saja, kalau begitu aku tutup telponnya." Jawabnya langsung mematikan ponselnya.

__ADS_1


"Mendengar suaranya saja aku sudah bahagia. Sesimple ini kebahagiaanku." Ucap batin Luciana langsung meletakkan ponselnya, disampingnya.


"Apa yang dia katakan kak?." Tanya Alvino yang penasaran, langsung meminum kopi hangat juga.


"Suami kakak hanya memberitahukan, kalau siang nanti kami berdua akan datang ke rumah ibu mertua kakak, dan disana juga ada nenek suami kakak. Tentu suatu kebahagiaan, karena kakak bisa kesana." Jawab Luciana menjelaskannya, dengan bahagia.


"Baguslah kalau begitu, syukurlah kalau kakak bahagia sekarang. Tapi kalau kakak sedang bertengkar dengan tuan Leonathan itu, kakak langsung saja hubungi aku, dan kakak bisa tinggal di penginapanku. Katakan saja nanti ya kak." Ucap Alvino langsung terus terang.


"Aman adikku sayang, dan kami tidak mungkin berkelahi, karena kami adalah pasangan yang saling mencintai. Tapi kalau memang ada, tentu saja kakak akan memanggilmu sayang. Karena hanya kamu yang kakak sayangi." Ujar Luciana langsung mengacak rambut Alvino.


"Aduh, jangan gitu dong kak. Kakak ini ah, padahal aku sudah tampan begini untuk menemui kakak lho." Menyombongkan dirinya sendiri.


"Oh ya Devian, ada hal yang mau kakak katakan padamu." Ucap Luciana.


"Apa itu kak, jangan buat orang penasaran deh?." Tanya Alvino penasaran.

__ADS_1


__ADS_2