
Saat Luciana masuk ke dalam, ternyata semua sedang duduk. "Bagaimana, apa semuanya sudah beres?." Tanya Luciana langsung menghampiri mereka.
Sontak mereka langsung menatap wajah Luciana, dan dengan sigap berdiri dengan tegap. "Salam bos." Ucap mereka semua.
"Semua sudah beres kok nyonya. Ukuran badan mereka, sudah saya ukur dengan baik." Jawab Rose sambil tersenyum.
"Kalau begitu, kalian bertiga. Dua hari lagi, kalian datang kembali ke perusahaan ini. Karena aku akan melihat secara langsung, kalian mengenakan pakaian hasil desainku. Kalian paham kan." Ucap Luciana sambil menaikkan alisnya.
"Baik bos, kami sangat paham." Jawab mereka bertiga dengan bahagia.
"Kalau begitu, antarkan mereka bertiga ke luar Rose. Dan suruh supir untuk mengantarkan mereka kembali pulang. Dan ini ada cek untuk kalian gunakan makan makan." Memberikan cek senilai 5 Juta.
"Terimakasih banyak kak. Kami sangat bahagia." Ucap mereka bahagia, langsung menundukkan badan mereka.
"Kalau begitu, mari saya antarkan." Ujar Rose mempersilahkan mereka bertiga.
Dan hanya sisa Luciana di ruangannya. Luciana pun langsung duduk, dan membuka ipad nya. Ia pun mulai membuat desain pakaian yang indah, untuk brand nya sendiri.
"Apa desain yang cocok untuk aku gunakan saat ada fashion show nanti ya. Apa gunakan pakaian yang lumayan terbuka sedikit, dan perpaduan bunga mawar merah. Lalu dipinggirannya pakaiannya, disusun permata dan mutiara yang indah. Dengan lengan tangan bergelombang. Bagus juga itu. Aku buat desainnya dulu deh." Ucap Luciana memulai gambar model desain pakaiannya.
Saat Luciana sedang membuatnya. Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya kembali, dan ia adalah Rose.
"Masuk." Ucap Luciana sambil menggambar.
Rose pun langsung masuk ke dalam, dan menghampiri Luciana. "Nyonya sedang apa?." Tanyanya.
"Saya sedang membuat desain untuk pakaian model kita. Oh ya, saya beri kamu pekerjaan. Kamu kan sudah menjadi manager saya. Dan mulai detik ini, kamu yang menjadi pengurus Perusahaan Queen Dress. Bagaimana?." Jawabnya sambil memberi kesempatan emas kepada Rose.
"Kenapa harus saya nyonya. Saya hanya seorang pelayan dulunya, yang diangkat menjadi asisten pribadi anda. Itu juga sudah lumayan untuk saya. Dan nyonya mengangkat saya untuk menjadi pengurus perusahaan nyonya. Saya jadi tidak enak nyonya." Jawab Rose tidak enakan.
"Kamu menjadi direktur kedua di Perusahaan Queen Dress. Kalau kamu tidak mau menerima kesempatan emas ini, juga tidak apa apa. Saya hanya menawarkan kamu saja." Ucap Luciana kembali menggambar desainnya.
__ADS_1
"Baiklah nyonya. Saya tidak mau membuat nyonya sakit hati. Maka sebab itu, saya mau menjadi direktur anda nyonya. Saya terima permintaan nyonya." Jawab Rose, dan pipinya langsung memerah.
"Wah, kamu memang orang yang cocok aku pekerjakan di perusahaanku. Kalau begitu, saya mau menghubungi direktur Max.
Tersambung. "Halo bos, ada yang bisa saya bantu bos?." Tanya Max langsung.
"Halo Max, saya mau memberitahukan kamu. Kalau besok, Rose akan bekerja di Perusahaan Queen Dress, sebagai direktur permodelan. Jadi panggil dia dengan bu direktur juga. Karena kalian sederajat sekarang. Lalu, katakan kepada semua karyawan nanti. Jangan sampai ada yang ketinggalan dan kembali bertanya kepada saya. Kalau itu sampai terjadi, saya akan memecatmu. Kamu paham kan" Jawab Luciana sedikit tegas.
"Baik bos, baik. Sekarang akan saya sampaikan kepada semua karyawan di perusahaan. Omong omong, kapan bos akan datang?." Ucapnya sekaligus bertanya.
"Kemungkinan aku tidak akan datang, karena aku sibuk di perusahaan keduaku ini. Jadi, kamu urus semua karyawan dan desain mereka. Lalu kirim nanti ke saya, agar saya koreksi kesalahan mereka." Ujar Luciana sambil memainkan pen ipad nya.
"Baik bos, baik. Akan saya sampaikan semuanya, sesuai yang anda perintahkan bos." Jawab Max.
"Kalau begitu, sampai situ saja." Ucap Luciana langsung mematikan ponselnya.
"Sekarang, kamu bantu tulis semua ukuran mereka tadi. Anak bertiga itu, karena saya akan membuatkan desain untuk pakaian mereka. Oh ya, kamu boleh belikan saya makanan dulu. Bisakan." Ucapnya langsung menatap wajah Rose.
"Saya mau ramen saja, dan kopi hangatnya jangan lupa. Sepertinya aku akan begadang malam ini. Dan ini kartu rekeningnya." Jawab Luciana langsung memberikan kartu rekeningnya.
"Baik nyonya. Kalau begitu, saya permisi dulu." Menundukkan badannya, dan langsung keluar dari ruang kerja Luciana.
"Aku harus membuat banyak desain model. Karena katanya, akan ada fashion show di Paris. Aku harus mengeluarkan semua desain modelku, agar semua menyukainya. Semangat Luciana." Ucap Luciana kembali menggambar modelnya.
Malam pun tiba. Dimana Luciana sudah makan dan meminum Kopinya juga. "Nyonya, apakah nyonya mau dipijitin?." Tanya Rose kembali tersenyum.
"Boleh deh Rose. Boleh pijitin bahu saya saja, soalnya sakit sedikit." Jawab Luciana ikut tersenyum.
Rose pun langsung memijiti bahu Luciana, dan Luciana merasa enak dipijiti. "Bagaimana menurutmu dengan desain ini?." Tanya Luciana menunjukkannya kepada Rose.
"Wah, itu benar benar bagus nyonya. Saya sampai terpukau melihatnya. Semua yang melihatnya, pasti akan suka. Bintang 10." Jawab Rose bahagia.
__ADS_1
"Terima kasih banyak Rose. Namanya Luciana gitu. Hahahah." Tertawa tipis Luciana.
Jam 21.00 malam pun tiba. Dimana akhirnya Luciana sudah membereskan semua desain modelnya. Dan Luciana sedang bersiap siap untuk pulang.
"Mari kita pulang Rose." Ucap Luciana langsung menyandang tasnya.
"Baik nyonya." Tersenyum Rose, dan menjaga Luciana dari belakang.
Di perjalanan. Luciana terus menguap mengantuk. "Lelah banget malam ini. Ngantuk." Ucap Luciana menyandarkan kepalanya di kaca mobil yang ada disampingnya.
Sesampai rumah. Rose langsung membantu Luciana, karena Luciana sudah sangat mengantuk.
Saat masuk ke dalam, semua kembali menyambut Luciana. "Malam nyonya." Ucap mereka semua, langsung menundukkan badannya.
"Saya bisa sendiri kok Rose. Terima kasih banyak, karena sudah menemani saya hari ini. Saya masuk kamar dulu." Ucap Luciana tersenyum tipis, dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Sama sama nyonya." Ucap Rose kembali menundukkan badannya.
Di dalam kamar. Ternyata sudah ada Leonathan yang duduk di atas tempat tidur, dan ia pun langsung melihat Luciana.
"Kenapa lama sekali pulangnya?." Tanya Leonathan langsung.
"Kenapa kamu bertanya hal itu. Apa kamu sudah merindukanku sayang?." Tanya balik Luciana sambil menaikkan alisnya, dan meletakkan tasnya di atas meja.
"Aku hanya tidak mau, kalau sampai terjadi apa apa, dan membuat baby Bing cemas denganmu. Tidak lebih dari itu." Jawab Leonathan langsung memalingkan wajahnya.
"Terserah." Ucap Luciana langsung masuk ke kamar mandi.
"Sepertinya dia kelelahan." Ucap batin Leonathan langsung berbaring.
Di kamar mandi. "Aduh, dingin banget lagi airnya. Tapi gapapa deh." Ucapnya membasahi sekujur tubuhnya, dan menggunakan sabun harum andalannya, yang bisa memikat pria.
__ADS_1
Setelah Luciana mandi, dan sudah mengenakan pakaian tidur seksi. Luciana pun melihat