Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 68: Hampir Celaka


__ADS_3

Baby Bing melihat Gita, dan ia mengeluarkan lidahnya, lalu memasang wajah mengejek. Gita yang melihatnya pun kesal. "Beraninya anak itu mengejekku. Belum tahu dia siapa aku. Akan aku tinju tuh anak manja." Kesal Gita, sampai mengepalkan kedua tangannya.


Sesampai ruang kerja Luciana. Merekapun langsung masuk ke dalam, dan baby Bing duduk di sofa yang tersedia. Dan begitu juga dengan Luciana, yang langsung duduk di kursinya. "Aku mau melihat perkembangan perusahaan ini. Mana berkasnya." Minta Luciana.


Rose pun langsung memberikan berkas yang diminta Luciana, yang sudah ia siapkan sebelumnya. "Ini nyonya, berkas yang anda minta." Ucap Rose langsung memandikannya kepada Luciana.


Luciana pun mengambilnya, dan melihat berkas tersebut. "Bagus. Ternyata kamu memang sangat bisa diandalkan, kalau saya sedang tidak ada di sini. Kalau begitu, saya mau lihat busana yang sudah jadi, hasil desain saya." Meminta Luciana kembali, lalu mengembalikan berkas tersebut, kepada Rose.


"Mari sayang, ikut mami." Ucap Luciana menghampiri baby Bing.


"Iya mami, yuk." Jawab baby Bing langsung menggandeng tangan Luciana dan mereka langsung keluar dari ruang kerja Luciana, dan menuju ruang busana, dan permodelan.


Sesampainya, merekapun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut. Dan di dalam, baby Bing sangat terpukau dengan busana yang dipajang. "Wah, cantik banget mi pakaian di sini. Mewah." Puji baby Bing, terus menatap busana tersebut.


"Terima kasih banyak sayang. Ini semua hasil desain mami. Bagus bukan?." Tanya Luciana sambil menaikkan alisnya.


"Bagus banget dong mami. Bing suka lihatnya." Jawab baby Bing memegang busana tersebut dengan lembut.


"Mami juga punya busana prianya juga. Tolong keluarkan modelnya Rose." Perintah Luciana, dan Rose langsung mengeluarkan semua busana khusus pria.


Baby Bing yang melihatnya pun, kembali terpesona, dengan busana busana, hasil desain Luciana. "Bagus banget. Wah, mami pasti menang ini. Kalau busananya sebagus ini." Puji baby Bing kembali, sampai tidak berpaling dari busana busana tersebut.


"Kalau kamu suka, mami bisa membuatkan jas untuk kamu sayang. Kalau kamu mau. Bagaimana." Menawarkannya.


"Tentu saja Bing mau mami. Apalagi yang membuatnya mami sendiri. Tentu itu akan sangat-sangat bagus untuk baby Bing." Jawab baby Bing dengan bahagia.


"Kalau begitu. Rose, tolong ukur badan Bing, agar segera dibuatkan pajanan khusus untuknya." Perintah Luciana kembali.


"Baik nyonya." Menurut dan mulai mengukur pinggang dan semua badan baby Bing.

__ADS_1


Setelah mengukurnya. Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya. "Masuk." Ucap Luciana.


Dan yang masuk adalah Gita. "Permisi bu bos. Ada hal yang mau saya sampaikan." Ujar Gita membungkukkan badannya terlebih dahulu, untuk memberikan salam.


"Apa itu?." Tanya Luciana langsung menatapnya dengan tatapan serius.


"Katanya, ada orang yang mencari anda di luar bu bos. Ada hal yang mau mereka katakan kepada bu bos. Saat saya mau bertanya mereka siapa. Tapi mereka tidak mau menjawabnya, dan hanya mau bertemu dengan anda bu bos." Jawab Gita.


"Baiklah, terima kasih banyak karena sudah memberitahukannya. Kalau begitu, kau bisa kembali ke ruanganmu." Perintah Luciana, dan Gita langsung keluar dari ruangan tersebut.


Setelah Gita pergi. "Mami, kelihatannya wanita tidak berkata dengan jujur deh mi. Terlihat dari wajahnya tadi." Curiga baby Bing.


"Benar itu nyonya. Anda harus berjaga-jaga. Karena banyak yang tidak suka dengan anda nyonya." Ikut mencemaskan.


"Mami akan baik baik saja, karena mami kan kuat. Kalau begitu, Rose, kamu jagakan baby Bing dulu. Saya mau melihat ke luar dulu. Apa benar yang dia katakan tadi. Kalau begitu, aku pergi dulu." Jawab Luciana melambaikan tangannya, dan langsung keluar dari ruang busana.


Disisi lain, di ruangan Gita. "Habislah kamu Luciana. Aku sudah membayar orang, untuk mempermainkanmu. Kali ini, aku tidak akan diam, kalau kau injak injak aku." Kesal Gita, sampai mengepalkan kedua tangannya.


Tiba tiba saja mulut Luciana ditutup oleh kain, dan ada orang dari belakang yang menutup kain tersebut.


Dengan sigap Luciana menendang terong pria tersebut dari belakang. Sontak pria tersebut langsung kesakitan dan terjatuh. Luciana pun berbalik badan, untuk melihat pria tersebut.


"Nyonya, apa nyonya baik baik saja?." Tanya Rose yang baru datang, untuk menjaga Luciana.


"Aku baik baik saja." Jawab Luciana, sambil merapikan rambutnya.


"Kau, kau kan Erland, mantan manager perusahaan ini. Kenapa kau melakukan hal ini kepada saya?." Tanya Luciana sambil melipat kedua tangannya.


"Karena aku sangat membencimu. Aku tidak ingin melihatmu bahagia. Aku tidak ingin kau bahagia, sedangkan aku sengsara begini. Aku benci kau, dasar wanita j*l*ng." Jawab Erland dengan nada tinggi.

__ADS_1


Luciana mengambil ponselnya, dan merekam suara dengan diam diam, dari samping. "Siapa yang menyuruhmu. Apa ini semua atas perintah Gita?." Tanya Luciana kembali, mengintrogasinya.


"Kalau memang iya bagaimana. Kami berdua sangat membencimu. Gita lah yang menyuruhku untuk mengambil keperawananmu. Dasar wanita bodoh. Hahahah, kau akan lebih cantik, kalau kau jadi Istriku. Dan Gita juga mengatakan, ia akan merebut semua hartamu. Hahahah, kau akan miskin." Jawab Erland dengan jujur, dan sudah gila.


"Bagus sekali anak pintar. Kau sudah memberitahukan kepadaku kejujuran. Kalau begitu, Luciana, panggil penjaga segera." Perintah Luciana kepada Rose.


"Baik nyonya." Langsung pergi untuk memanggil penjaga yang ada.


"Kau tidak akan bisa menangkapku. Lawan dulu kalau bisa." Sombong Erland.


"Berdirilah, baru kita berkelahi. Aku jadi kasihan kalau melihatmu yang seperti ini. Sangat rendahan pak." Hina Luciana sambil tersenyum miring.


"Dasar bodoh, matilah kamu." Jerit Erland langsung maju untuk memukul Luciana. Tapi Luciana langsung menahan tangan Erland, dan menendang perutnya dengan kaki kanannya.


Sontak Erland kesakitan kembali. Dan tanpa basa basi, saat Erland lengah. Luciana langsung menendang wajah Erland dengan kakinya yang mengenakan heels.


Erland pun kesakitan. "Argh, sakit!." Jeritnya sangat kesakitan, dan ia langsung terjatuh.


"Bagaimana, apa masih kurang pak Erland?." Tanya Luciana, kembali melipat kedua tangannya, dan menaikkan alisnya.


"Am, ampun. Ampuni aku, ini semua karena ulah Gita. Seharusnya dialah yang kau pukuli, bukan aku. Ampuni aku nyonya Luciana." Jawabnya langsung ketakutan, dengan tatapan mengerikan dari Luciana. Erland pun gemetaran sambil menundukkan kepalanya, karena tidak berani melihat tatapan Luciana.


Rose pun datang, dan membawa penjaga yang ada. "Ini pak yang mencoba mengganggu nyonya Luciana." Memberitahukannya.


"Maafkan kami bu bos, karena kami tidak ketat menjaga sekitar perusahaan ini." Merasa bersalah penjaga tersebut, langsung membungkukkan badannya.


"Sudahlah, kamu bawa dia pergi dari sini. Dan saya tidak mau lagi, kalau ada orang seperti ini lagi di sini. Kalian paham kan." Ucap Luciana.


"Kami paham bu bos. Kesalahan ini, tidak akan kami ulangi lagi. Kalau begitu, mari kamu." Ujar penjaga tersebut, langsung membawa Erland pergi.

__ADS_1


"Apa nyonya baik baik saja?." Tanya Rose yang cemas dengan Luciana.


__ADS_2