
Sesampainya di kamar. Luciana dan anak-anak langsung masuk ke dalam kamar bersama. "Ini kamar kalian bersama anak-anak." Ucap bahagia Luciana.
Aron dan adik-adiknya langsung memasang ekspresi wajah bahagia. "Wah, apa ini benar-benar kamar kami ma?" tanya Hana yang masih tidak percaya.
"Tentu saja ini kamar kalian. Ini tempat tidur Hana dan Chika, kan berwarna pink. Dan ini tempat tidur kamu Aron, kan warnanya biru. Gimana, suka kan." Jawab Luciana.
"Suka banget ma," serentak Aron dan adik-adiknya.
"Wah, mami benar-benar baik deh. Bing jadi kepengen kamar yang seperti ini juga." Kepengen Bing.
"Sayang, kan kamar kamu lebih bagus dari ini. Jangan gitu ya sayang mami." Mengelus rambut baby Bing.
"Yaudah deh ma. Bing ngalah hari ini, demi bang Aron dan adiknya." Mengalah baby Bing.
"Gitu dong. Ini baru anak mami," mengecup kening baby Bing, dan kembali tersenyum.
"Kalau begitu, kalian buruan mandi. Kamar mandinya ada di samping kamar kalian ya anak-anak. Jadi dekat. Kalau begitu, mama keluar dulu. Mau membuatkan makan malam untuk kalian." Ujar Luciana dengan bahagia.
"Baik ma"
Luciana dan baby Bing langsung keluar dari kamar. Dan Luciana melihat Leonathan yang membawa tas belanjaannya menuju dapur.
Setelah semuanya beres. Leonathan menghampiri Luciana dan baby Bing yang ada di samping Luciana. "Semuanya sudah beres." Ucap Leonathan.
"Kasihan banget sih suami aku. Hanya mengangkat begituan saja, sampai berkeringat seperti ini." Mengusap keringat yang ada di dahi Leonathan.
"Terima kasih banyak. Omong-omong, anak-anak di mana?" tanya Leonathan.
"Mereka sedang mandi. Oh ya, karena hanya ada kita bertiga di sini. Bagaimana kalau kalian membantu mami. Mami membutuhkan bantuan kalian, karena mami akan membuat makan malam yang spesial malam ini. Bagaimana, mau membantu?" tanya Luciana sambil menaikkan alisnya.
"Mau banget ma," jawab baby Bing duluan dengan bahagia.
"Mau sayang," jawab Leonathan juga.
"Kalau begitu, mari kita ke dapur," ucap Luciana, dan langsung menuju dapur bersama.
__ADS_1
Di dapur. Mereka bertiga langsung berkumpul bersama. "Sayang, kamu potongin kubis dan wortel ini sayang. Dan anak mami, kamu bukain sosis ini dari bungkusannya ya sayang. Dan biar mami yang membuat masakannya." Ucap Luciana sambil mengenakan celemeknya.
"Siap bos," serentak baby dan Leonathan.
Merekapun masak bersama. Malam pun tiba, di mana makan malam sudah selesai. "Akhirnya selesai juga masakan kita. Hm, sepertinya benar-benar harum. Dan ini hasil kerja keras kita sayang." Bahagia Luciana, dan mengusap keringatnya.
"Iya ma. Bing sudah tidak sabar untuk mencoba makan malam ini." Bahagia baby Bing.
"Kalau begitu, kamu mandi dulu sayang. Setelah itu, baru kita makan malam. Dan pakaiannya ambil di atas meja ruang tamu sayang. Mengelus rambut baby Bing.
"Okey ma. Bing mandi dulu," langsung menuju kamar mandi, dan mengambil pakaian couple yang baru ia beli bersama Luciana.
Luciana menatap Leonathan, yang terus menatapnya. "Kamu juga mandi sana." Ucap Luciana.
"Aku tidak memiliki pakaian. Jadi, nanti aku pulang saja." Jawab Leonathan.
"Itu ada pakaian di atas meja. Tadi baby Bing kepengen mengenakan pakaian couple keluarga. Jadi aku belikan saja. Kamu pakailah." Tersenyum Luciana kepada Leonathan.
"Baiklah. Aku akan mengenakannya," menurut Leonathan, dan mengambil pakaiannya yang ada di atas meja.
Sesampainya di kamar. Luciana pun mengetuknya, "anak-anak, apa kalian sudah selesai mandi?" tanya Luciana dari luar.
Pintu langsung terbuka, dan terlihat Aron, Hana dan Chika yang sudah mengenakan pakaian tidur baru. "Sudah ma," serentak mereka bertiga.
"Wah, kalian sangat ganteng dan cantik, ketika mengenakan pakaian ini. Kan kalau gini jadinya nyaman. Kalau begitu, mari kita ke meja makan. Makan malamnya sudah selesai." Ucap Luciana mengelus rambut anak-anak pengamen tersebut.
"Baik ma"
Merekapun bersama-sama ke meja makan. Dan sesampainya di meja makan. Mereka bertiga langsung duduk di atas kursi masing-masing. "Okey, mama siapkan minumannya dulu." Langsung menuangkan air putih, dan meletakkannya di atas meja.
"Di mana Bing ma?" tanya Hana sambil menaikkan alisnya.
"Bing dan papa Leonathan lagi mandi sayang. Jadi kita tunggu sebentar ya." Jawab Luciana sambil tersenyum kembali.
"Baik ma." Serentak kembali mereka bertiga.
__ADS_1
Setelah beberapa menit. Baby Bing dan Leonathan keluar dari kamar bersamaan, dengan pakaian piyama yang sama. Leonathan dan baby Bing saling memandang. "Papa mengenakan pakaian yang di beli mama. Kyah, kita couple pah." Bahagia baby Bing, dan langsung memeluk Leonathan.
"Sudahlah. Jangan seperti itu. Mari kita ke meja makan, karena mami kamu sudah menunggu, dan teman-teman kamu juga sudah menunggu." Ucap Leonathan langsung menuju meja makan bersama baby Bing.
"Mami, aku dan papi sudah selesai mandi." Ucap baby Bing langsung menghampiri Luciana yang sedang menaruh nasi ke piring anak-anak.
Sontak Luciana langsung menatap wajah Leonathan yang menghampirinya. "Astaga, apa benar dia suamiku. Dia mengenakan piyama yang begitu cocok dengannya. Ganteng banget. Aku jadi ingin melahapnya." Ucap batin Luciana tersenyum tipis.
"Ma. Kenapa mama diam saja. Apa yang mami lihat?" tanya baby Bing dari bawah.
Luciana langsung sadar, dan langsung menatap wajah baby Bing. "Apa sayang mami?" tanya Luciana sambil menaikkan alisnya.
"Apa Bing cocok dengan piyama ini?" tanya balik baby Bing, sambil tersenyum bahagia.
"Cocok banget sayang mami. Kamu cocok mengenakan pakaian apa saja. Kamu cepat duduk sayang." Jawab Luciana mengelus rambut baby Bing, dan baby Bing langsung duduk di samping Aron.
"Halo bang Aron. Bang Aron juga keren mengenakan pakaian ini. Jadi lebih tampan." Puji baby Bing, dan Aron langsung tersenyum.
Luciana pun menghampiri Leonathan, "kamu tampan banget sayang." Bisik di telinga Leonathan.
Sontak Leonathan sedikit kaget, dengan ucapan Luciana, dan pipinya langsung memerah. Ia menatap wajah Luciana yang seperti ingin melakukan sesuatu. "Ma, apa yang mami lakukan dengan papi?" tanya baby Bing.
"Tidak apa-apa sayang. Mari kita makan bersama." Jawab Luciana tersenyum, dan langsung duduk di samping baby Bing, dan Leonathan duduk di samping Luciana.
Merekapun langsung makan bersama, "hm, masakannya enak banget ma. Ini hasil masakan kita ma. Benar-benar enak." Puji baby Bing dengan bahagia, sambil mengunyah makanannya.
"Bagaimana dengan kalian sayang. Apa masakannya enak?" tanya Luciana kepada Aron dan adiknya.
"Enak ma. Baru kali ini kami memakan masakan yang begitu enak. Terima kasih banyak ma, karena sudah membantu kami, sampai memberikan kami tempat tinggal ini." Jawab Aron dengan bahagia, dan hampir meneteskan air matanya.
Selesai makan bersama. Luciana langsung mengantar Aron dan adiknya untuk tidur di kamar. "Mari anak-anak, mama akan menidurkan kalian. Kalian pasti lelah kan, karena bekerja tadi. Sekarang, mama akan membacakan cerita dongeng untuk kalian." Ucap Luciana dengan bahagia, dan anak-anak langsung menurut dengan Luciana.
Luciana pun mulai membacakan cerita dongeng kepada Aron dan adiknya, dengan duduk di kursi dan anak-anak tidur di tempat tidurnya masing-masing.
Setelah membacakan cerita dongeng. Akhirnya anak-anak sudah tertidur. Luciana pun menutup buku dongeng tersebut, dan mencium kening Aron, Hana, dan Chika. Setelah itu, Luciana langsung keluar dari kamar mereka.
__ADS_1
Saat keluar dari kamar. Luciana melihat