Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 129: Olahraga


__ADS_3

Leonathan pun langsung meminum air putih tersebut, bersama obat yang diberikan Luciana. Setelah meminum obat, Leonathan kembali berbaring. "Kamu tidurlah di sini. Aku ingin dipeluk sama kamu." Manja Leonathan.


"Hm, bagaimana ya. Terima atau gak ya, permintaan suamiku." Ucap Luciana sambil memegang dagunya.


"Aku mohon," memohon Leonathan kepada Luciana, dengan ekspresi wajah menggemaskan.


"Baiklah. Aku akan memeluk kamu selama kamu tidur. Sini." Jawab Luciana langsung berbaring disamping Leonathan, dan Leonathan langsung memeluk tubuh Luciana dengan erat.


"Hangat. Tubuh kamu hangat banget sayang," manja Leonathan, sambil mengelus kepalanya di dada Luciana.


"Argh, mesum banget sih kamu. Kalau begitu, kamu tidurlah. Dengan aku memeluk kamu seperti ini, semoga kamu cepat bangun sayang." Mengecup kening Luciana.


"Aku benar-benar beruntung memiliki istri yang sebaik dirimu sayang. Entah apa yang akan terjadi kepadaku saat ini, kalau aku tidak dipertemukan dengan kamu. Mungkin saja hidupku tidak sebahagia ini. Senyum kamu, tawa kamu. Aku benar-benar menyukainya. Aku mencintaimu, sayang." Ucap Leonathan dengan ekspresi bahagia.


"Aku juga mencintaimu, bahkan lebih mencintaimu." Bahagia bersama, dan mereka tidur dengan hangat, sambil berpelukan.


Keesokan paginya. Di mana Luciana baru bangun, dan ia membuka matanya pelan-pelan. "Hua, eh, ke mana dia. Kenapa sudah tidak ada di sini." Ujar Luciana melihat Leonathan yang sudah tidak ada disampingnya.


Luciana langsung turun dari tempat tidur, dan bergegas keluar dari kamar tersebut. Luciana pun langsung menuju ruang tamu. "Eh, kenapa dia tidak ada di sini. Di mana dia, apa terjadi sesuatu dengannya." Panik Luciana, dan bergegas mencari Leonathan di dapur, dan saat di dapur, tidak ada siapapun. Hanya ada bibi.

__ADS_1


"Bi, apa bibi melihat Leonathan?" tanya Luciana.


"Tidak nyonya. Bibi habis pulang dari pasar. Jadi tidak tahu." Jawab bibi sambil tersenyum tipis.


"Yaudah deh bi. Aku harus bertanya kepada pak Stefan." Ujar Luciana langsung mencari pak Stefan di luar rumah.


Dan saat di luar rumah. Pak Stefan sedang berdiri, sambil melihat pemandangan di luar rumah. "Pak Stefan," panggil Luciana dengan nafas yang tidak beraturan karena berlari mencari keberadaan Leonathan.


Pak Stefan langsung berbalik badan, dan menatap wajah Luciana. "Eh, nyonya. Ada apa nyonya, sepertinya nyonya sedang lelah. Apa yang terjadi nyonya?" tanya pak Stefan.


"Di mana suami saya?" tanya balik Luciana.


"Tidak ada apa-apa pak. Saya hanya merindukan mereka berdua. Kalau begitu, saya ke belakang rumah dulu ya pak, mau melihat mereka. Dah pan Stefan." Jawabnya sambil melambaikan tangannya, lalu pergi ke belakang rumah.


Sampailah ia di belakang rumah, dan terlihat Leonathan dan baby Bing yang sedang senam santai. "Kalian berdua kenapa tidak memberitahuku, kalau kalian akan berolahraga?" tanya Luciana langsung duduk dikursi yang tersedia, sambil mengusap keringatnya.


Sontak Leonathan dan baby Bing langsung menatap ke arah Luciana. "Mami."


"Sayang"

__ADS_1


Leonathan dan baby Bing bergegas menghampiri Luciana, dan mereka berdiri dihadapan Luciana. "Ada apa dengan mami. Sepertinya mami kelelahan. Apa yang terjadi dengan mami?" tanya baby Bing, sambil menaikkan alisnya.


"Mami lelah seperti ini karena mencari kalian berdua tahu. Tahunya ada di belakang rumah sedang berolahraga. Aku kira kamu kenapa-napa sayang." Jawab Luciana langsung mengelus tangan baby Bing dan Leonathan bersamaan.


"Aku tidak apa-apa istriku. Kami hanya berolahraga sedikit saja. Aku lihat tadi kamu tidurnya nyenyak banget, jadinya aku biarin aja. Gak tega aku bangunin kamu sayang." Ujar Leonathan dengan ekspresi bahagia, sambil mengelus rambut Luciana dengan lembut.


"Apa kalian sudah berolahraga dari tadi?" tanya Luciana kembali, sambil menaikkan alisnya.


"Lumayan lama ma. Bing sudah keringatan seperti ini. Bagaimana ma, Bing keren kan berolahraga pagi-pagi begini. Bing akan menjadi tinggi, dan akan mengalahkan papi nanti." Jawab baby Bing sambil mendekat ke Luciana, dan manja kepadanya.


"Hahaha, iya deh si paling. Oh ya, mending kalian foto berdua. Mumpung kamu dan papi sedang mengenakan baju olahraga yang sama. Biar untuk kenang-kenangan. Cepat sayang." Ujar Luciana langsung mengeluarkan ponselnya, dan membuka kamera.


"Tentu saja mau mami. Cepat papi, jangan sok-sokan gak mau. Bilang aja mau pi, jangan gengsian begitu." Ajak baby Bing memanggil Leonathan dan Leonathan langsung mendekati baby Bing.


"Siapa juga yang gengsi. Papi hanya menyiapkan diri dulu untuk mami kamu ambil foto papi. Kalau begitu, cepat ambil foto kami sayang." Jawab Leonathan merapikan pakaiannya, dan langsung membuat gaya bersama baby Bing.


Luciana langsung mengambil gambar dari mereka berdua, dan Luciana kembali mengajak berfoto bersama. Setelah berfoto, baby Bing dan Leonathan langsung meminum air putih karena lelah.


"Sayang, apa kamu

__ADS_1


__ADS_2