
"Bagaimana kalau 800M saja, kalau kalian tidak mau aku tidak akan memaksa. Dan aku tidak akan membeli perusahaan itu. Otomatis kalian akan malu, dan akan di kenal dimana mana, kalau keluarga Madison, tidak punya uang, untuk membayar gaun mahal." Ucap Luciana sambil melipat kedua tangannya.
"Aku tidak mau kalau aku sampai malu oleh publik." Ucap batin Gita sambil menggigiti bibir bawahnya.
"Kalau begitu kami mau menjualnya di harga 800M. Daripada kami harus malu, yakan bu." Ucap Gita sedikit tegas kepada Luciana.
"Baiklah, deal sekarang kan. Biar langsung saya kirimkan uangnya." Memastikan Luciana, sambil tersenyum tipis.
"Deal, dan kapan mau dikirim uangnya." Jawab Abiline langsung bertanya soal uangnya.
"Tunggu sertifikat nya jatuh ke tanganku, baru aku mau membayarnya. Kapan sertifikat nya diberikan kepadaku." Jawabnya kembali bertanya.
"Sebentar, sebentar. Akan saya panggilkan pelayan untuk mengambilnya di kamar saya, dan akan saya suruh supir untuk mengambilnya. Kamu bisa sabar dulu kan." Jawab Abiline langsung menghubungi pelayan yang ada di rumah.
Selang 1 jam menunggu, supir pun langsung datang, dan langsung menyerahkan berkas kepemilikan sertifikat tersebut kepada Abiline.
"Ini berkas yang anda minta nyonya." Ucap supir tersebut.
"Kalau begitu, kamu pergi sana." Perintah Abiline, dan supir tersebut langsung pergi.
"Ini sertifikat perusahaannya anakku, dan semoga kamu menggunakannya dengan baik." Langsung menyerahkannya kepada Luciana.
"Ouh ya, kan sekarang perusahaan ini sudah menjadi milikku. Bagaimana kalau kamu bekerja di perusahaanku saja, tapi sebagai karyawan ku saja. Bagaimana?." Tanya Luciana sambil menunjukkan sertifikat perusahaannya.
"Boleh juga itu, daripada aku menganggur di rumah saja. Kan perusahaan ini sudah menjadi milik Luciana. Kalau aku bekerja di perusahaan Luciana, aku bisa merebut kembali perusahaanku, kan dia bodoh dan lugu." Ucap batin Gita tersenyum tipis.
"Bagaimana, kenapa diam saja?." Tanya Luciana sambil menaikkan alisnya.
"Baiklah kak, aku mau bekerja di tempat kakak. Kalau begitu, kapan aku bisa bekerja." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Besok kau sudah boleh bekerja kok. dan
terima kasih banyak ibuku, dan soal uangnya, sudah aku kirim dan selamat menikmati gaun paling mahal, dan menggunakan uang banyak nya." Ujar Luciana tersenyum puas, karena mendapatkan apa yang inginkan. Luciana pun langsung pergi.
__ADS_1
"Mari kita pergi dari sini Rose." Ucap Luciana langsung meninggalkan tempat tersebut.
Abiline dan Gita menghampiri pemilik gaun tersebut. "Bagaimana nyonya, kenapa lama banget daritadi?." Tanyanya yang sudah habis kesabaran.
"Sabar dong tuan, ini kami akan mengirimnya kepada mu." Sahut Abiline langsung mengirimkan uang tersebut, ke rekening si pemilik gaun tersebut.
"Sudah terkirim, coba anda cek." Ucapnya kembali.
Si pemilik gaun itupun, langsung melihat ponselnya kembali. "Baiklah, kalau begitu gaun ini sudah resmi menjadi anda. Dan akan di kirim sore nanti, ke rumah anda langsung." Menunjukkannya kembali.
"Baiklah tuan, terima kasih banyak." Langsung tersenyum bahagia.
"Kalau begitu, saya permisi dulu." Ucap si pemilik gaun tersebut, langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kita berhasil mendapatkan gaun ini bu, dan aku juga bekerja di perusahaan Luciana. Dan dengan begitu, aku bisa merebut kembali perusahaanku." Bahagia Gita.
"Kamu memang hebat sayang, ibu bangga kepadamu. Memang Gita lebih pintar daripada Luciana." Ucap ibunya langsung memeluk Gita.
Disisi lain. Di perjalanan. "Tolong ke jalan Sultan Gold pak." Perintah Luciana sambil melipat kedua tangannya.
"Kita akan datang ke perusahaan milik adikku, eh maksudnya milikku. Aku akan menamainya dengan nama baru. Bukan lagi Perusahaan jelek begitu. Aku akan menamainya dengan Perusahaan Princess Gown. Bagaimana menurutmu Rose, kalau aku menamainya dengan nama itu." Ucap Luciana tersenyum tipis.
"Nama baru itu benar benar bagus nyonya. Dua perusahaan anda akan sukses." Ujar Rose ikut tersenyum.
Merekapun menuju perusahaan kedua Luciana. Sesampainya, mereka berdua langsung turun dari mobil.
Setelah itu, Luciana dan Rose langsung masuk ke dalam perusahannya.
Sontak semua karyawan, kagum melihat kecantikan Luciana, dan langsung menundukkan kepalanya. "Salam nyonya." Ucap seluruh karyawan yang ada.
"Kenapa perusahaan ini seperti tidak di kembangkan. Lesuh begini." Ucap Luciana sambil melihat sekitar.
"Dimana manager perusahaan ini?." Tanya Luciana kepada salah satu karyawan.
__ADS_1
"Pak manager ada di ruangannya nyonya. Apa mau saya antarkan?." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Boleh, tolong antarkan saya ke ruangannya." Jawab Luciana, dan karyawan tersebut, langsung menunjukkan jalannya.
"Omong omong, kenapa perusahaan ini seperti tidak berkembang. Padahal aku lihat di sosial media, perusahaan ini baik baik saja?." Tanya Luciana kepada karyawan tersebut.
"Memang beberapa minggu yang lalu, perusahaan ini memang baik baik saja nyonya. Tapi, tiba tiba saja nyonya Gita dan ibunya, meminta uang lebih dari perusahaan ini. Dan katanya perusahaan ini juga sudah di jual. Kebanyakan karyawan yang ada di sini, keluar dan tak mau lagi bekerja di sini. Karena tidak digaji oleh nona Gita." Jawab Karyawan tersebut dengan jelas.
"Pantas saja perusahaan ini tidak berkembang sejak beberapa hari yang lalu. Ternyata uangnya dipakai untuk mereka berdua foya foya. Kalau ayah tahu, bisa habis mereka berdua." Ucap batin Luciana.
"Kamu sudah tahu siapa yang membeli perusahaan ini?." Tanya Luciana sambil tersenyum tipis.
"Belum nyonya, omong omong kenapa ya nyonya." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Yang membeli perusahaan ini adalah saya, maka sebab itu saya datang ke perusahaan ini." Jawab Luciana sambil tersenyum manis.
"Apa, ternyata nyonya yang cantik ini, yang membeli perusahaan tidak berkembang ini. Kenapa nyonya mau membeli perusahaan yang hampir bangkrut ini?." Tanyanya sedikit kaget.
"Justru bangkrut itu, saya mau membelinya, dan mengembangkannya. Dengan begitu, perusahaan ini akan berkembang lagi dan akan terkenal." Jawab Luciana langsung melipat kedua tangannya.
"Wah, perusahaan ini akan berkembang dengan cepat, kalau ternyata nyonya yang membelinya. Saya dengar dengar kan, nyonya yang menikah dengan tuan Leonathan yang terkaya di kota ini. Aku jadi suka dengan anda nyonya." Puji karyawan tersebut, sampai senyum senyum terus.
"Hhahah, kamu bisa saja. Terima kasih banyak. Omong omong, nama kamu siapa?." Tanya Luciana kembali.
"Nama saya Delisa nyonya. Salam kenal nyonya, dan saya sebagai karyawan pengembangan model di sosial media nyonya. Saya yang mengembangkan model tersebut, ke sosial media." Jawab Delisa langsung menundukkan kepalanya.
"Wah, kamu memang hebat. Dan perkenalkan, ini Rose, manager saya. Dialah yang akan mengurus bagian permodelan, dan ia juga akan menjadi model dalam gaun yang kalian buat." Ucap Luciana juga memperkenalkan Rose.
"Baik nyonya. Kalau nama nyonya, tidak perlu diperkenalkan, karena saya sudah tahu. Heheheh." Kembali tersenyum Delisa, dan pipinya memerah.
Sesampainya di ruangan pribadi direktur perusahaan tersebut. "Ini adalah ruangannya nyonya. Kalau ada apa apa, panggil saja saya nyonya." Terus tersenyum Delisa.
"Terima kasih banyak Delisa. Kalau begitu, kami masuk dulu." Ucap Luciana langsung masuk ke dalam bersama Rose, dan Delisa langsung pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
Saat Luciana dan Rose masuk, ternyata