
Setelah ice krim nya jadi, mereka langsung duduk di kursi yang ada. "Sini kita duduk sayang, selagi kita habiskan ice krim ini." Ucap Luciana langsung duduk bersama baby Bing dan Leonathan duduk di kursi lainnya.
"Kenapa papi ada di kursi sana?." Tanya baby Bing sambil menjilat ice krim nya, dan menatap wajah Leonathan.
"Mungkin papi kamu biar gak selera lihat kita makan ice krim, padahal ini enak banget, yakan sayang." Jawab Luciana.
"Iya mi, kalau begitu, mari kita lanjutkan makan ice krim ini." Ucap baby Bing melanjutkan makan ice krim nya.
"Dia pasti salting gara gara tadi. Hahahah, menggemaskan." Kata hati Luciana, kembali tersenyum tipis, dan menikmati ice krim nya.
"Kenapa mereka tidak mau mendekatiku, atau menawarkan ice krim nya. Benar benar mereka berdua." Kesal Leonathan dan berpura pura dingin kembali, sambil menyilangkan kakinya.
Selesai Luciana dan baby Bing menghabiskan ice krim nya. Tiba tiba saja baby Bing melihat ada yang menjual bando lucu. "Mi, lihat itu. Bapak itu menjual bando yang sangat lucu. Aku mau mi." Meminta baby Bing sambil menunjukkannya kepada Luciana.
Luciana pun melihatnya. "Iya sayang, lucu banget. Yuk kita beli, tapi tunggu dulu, mami mau menitipkan boneka ini ke papi kamu dulu." Ucap Luciana berdiri, dan menghampiri Leonathan, sambil membawa boneka tersebut.
Leonathan menatapnya, sambil menaikkan alisnya. "Ada apa?." Tanyanya.
"Tolong kamu jagakan boneka ini dulu sayang. Karena aku dan baby Bing mau beli bando lucu itu dulu. Jaga baik baik ya suamiku." Jawabnya langsung memberikan boneka tersebut kepada Leonathan, dan langsung pergi ke tempat bando tersebut, bersama baby Bing.
"Astaga, aku harus menjagakan boneka sebesar ini. Tapi kalau di lihat lihat, boneka ini mirip gemasnya dengan Luciana. Eh, apa yang aku pikirkan sih. Kenapa aku langsung memikirkan wanita itu. Sungguh memalukan." Kembali memalingkan wajahnya, dalam keadaan pipinya yang memerah.
Disisi lain. Luciana dan baby Bing, melihat lihat bando lucu tersebut, dan mencobanya. "Bagaimana mi, rawr." Ucap baby Bing menirukan dinosaurus, karena bandonya berbentuk dinosaurus.
Luciana melihatnya dan tertawa. "Hahahah, kamu benar benar menggemaskan sayang. Mirip sekali dengan kamu." Puji Luciana sangat bahagia, dan ia kembali melihat bando yang ada.
Leonathan melihat mereka berdua dari kejauhan. "Bagaimana kalau mami sayang." Menunjukkan kepada baby Bing, bando yang ia kenakan.
"Meow," ucap Luciana menirukan kucing menggemaskan.
"Astaga, mami benar benar mirip dengan kucing kecil. Lucu mi." Jawab baby Bing memujinya juga.
Disisi lain. Sontak Leonathan tersenyum tipis. "Dia sangat lucu ketika menirukan kucing itu. Sudahlah, aku tidak boleh kelewatan batas. Aku tidak boleh mengingkari janji, sesuai kontrak yang sudah aku tetapkan." Ucap batin Leonathan langsung memalingkan wajahnya kembali.
__ADS_1
"Kalau begitu, saya mau yang ini dan yang ini ya pak. Tiga jadinya. Jadi berapa semuanya pak?." Tanya Luciana langsung mengeluarkan uang cash.
"Totalnya hanya 50 ribu mbak." Jawab penjual tersebut yang sudah tua.
"Kasihan banget sih bapak ini. Sudah tua tapi masih berjualan." Ucap batin Luciana mengeluarkan uang 500 ribu.
"Ini pak." Memberikannya kepada bapak tersebut.
"Ini terlalu banyak mbak. Harganya hanya 50 ribu saja kok." Ucap bapak tersebut.
"Ini untuk anda pak, tolong di terima. Saya ikhlas kok memberikannya, lagian bando nya sangat cantik dan bagus. Anak saya sangat menyukainya. Yakan sayang." Ujar Luciana sambil tersenyum.
"Iya kek. Terima saja uangnya, ini mungkin rezeki kakek." Jawab baby Bing ikut tersenyum.
"Baiklah, terima kasih banyak mbak. Semoga langgeng terus keluarganya. Dan hidup bahagia sampai mati." Ucap kakek tersebut, langsung membungkukkan badannya.
"Sama sama pak. Kalau begitu, saya permisi dulu pak. Semoga laris manis pak." Ujar Luciana melambaikan tangannya, bersama baby Bing dan langsung pergi.
Saat Luciana dan baby Bing mau menghampirinya, Leonathan sudah memalingkan wajahnya, agar ia tidak ketahuan, kalau daritadi ia menatap mereka dari kejauhan.
Luciana dan baby Bing yang sudah mengenakan bando yang mereka beli. Dan merekapun menghampiri Leonathan. "Papi, bagaimana pi dengan bando ini?." Tanya baby Bing menunjukannya kepada Leonathan.
"Bagus." Jawab Leonathan yang langsung menatapnya.
"Bagaimana kalau aku sayang. Cantik bukan?." Tanya Luciana juga, langsung duduk disampingnya.
"Bagus," jawab Leonathan dengan kata yang sama.
Luciana mendekatinya," kamu kenapa, apa kamu sakit." Memeriksa dahi Leonathan.
Leonathan langsung menjauh kembali. "Saya tidak apa apa. Apa kalian masih mau bermain." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Sudah selesai kok. Oh ya sayang, ini untuk kamu kenakan juga. Biar kita sama semua." Jawab Luciana langsung mengeluarkan bando khusus Leonathan yang sudah ia beli, dan langsung memasangkannya di kepala Leonathan.
__ADS_1
"Kenapa saya harus mengenakan ini." Tanya Leonathan dengan pipinya yang kembali memerah.
"Kan biar sama, dan tidak akan ada yang curiga dengan kita." Jawab Luciana berbisik ditelinganya.
"Yakan gak gini juga. Yaudah deh, terserah kalian." Pasrah Leonathan.
"Kalau begitu, kita foto dulu dong. Kan kita sudah sama. Sini sayang." Langsung mengeluarkan ponselnya, dan memangku baby Bing dipangkuannya.
"Satu, dua, tiga." Cekrek, dan fotopun berhasil di ambil oleh Luciana.
"Bagaimana mi, apa bagus?." Tanya baby Bing melihatnya.
"Bagus dong sayang, kan kalian sangat tampan. Kalau begitu, mari kita pulang." Jawab Luciana memujinya langsung, dan langsung berdiri.
Sontak Leonathan dan baby Bing langsung saling bertatapan dan memalingkan wajahnya bersamaan. Pipi baby Bing memerah, dan Leonathan langsung berdiri kembali, dan berjalan duluan.
Merekapun langsung masuk ke dalam mobil, untuk pulang ke rumah. Di dalam mobil, pak supir melihat mereka bertiga yang mengenakan bando bersamaan. "Apa kami lucu pak?." Tanya baby Bing kepada pak supir.
"Tuan Bing sangat lucu, dan begitu juga dengan anda tuan Leonathan." Jawab pak supir sambil tersenyum.
"Terima kasih banyak pak supir. Kalau begitu, mari pulang." Bahagia baby Bing sambil memeluk Luciana.
"Baik tuan." Langsung pergi dari taman hiburan, dan kembali pulang.
Di perjalanan. Tiba tiba saja baby Bing mengantuk, dan begitu juga dengan Luciana. "Mi, aku mengantuk." Ucap baby Bing kepada Luciana.
"Ouh, yaudah kamu tidur saja sayang. Biar mami elus elus kamu." Jawab Luciana langsung mengelus rambut baby Bing, dan baby Bing pun menutup kedua matanya, karena mengantuk.
Sesampai rumah. Leonathan melihat ke belakang, dan ternyata baby Bing dan Luciana sudah tidur. "Mereka tidur tuan, bagaimana?." Tanya pak supir kepada Leonathan.
"Kamu bantu saya. Kamu gendong anak saya, dan saya yang gendong istri saya." Jawab Leonathan langsung keluar dari mobil dan membuka pintu kedua, untuk menggendong Luciana.
Leonathan pun
__ADS_1