Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 116: Memanasi


__ADS_3

Setelah membacakan cerita dongeng. Akhirnya anak-anak sudah tertidur. Luciana pun menutup buku dongeng tersebut, dan mencium kening Aron, Hana, dan Chika. Setelah itu, Luciana langsung keluar dari kamar mereka.


Saat keluar dari kamar. Luciana melihat Leonathan dan baby Bing yang akur, dan mereka sedang menonton televisi bersama.


Luciana melihat mereka berdua dari belakang, sambil tersenyum bahagia. Luciana pun menghampiri mereka berdua. "Bing. Mari tidur. Apa kamu mau tidur di sini, atau mau pulang. Mami mau menginap di sini dulu, karena mami mau menemani anak-anak. Bagaimana dengan kamu sayang?" tanya Luciana langsung duduk di samping baby Bing.


Baby Bing dan Leonathan langsung menatap wajah Luciana. "Aku mau sama mami. Aku akan menginap di sini juga. Tidak enak kalau tidak ada mami. Pokoknya Bing mau sama mami titik." Jawab baby Bing sambil memeluk Luciana dari samping.


"Aku juga akan menginap di sini. Kebetulan pekerjaanku sudah selesai. Jadi aku bisa menginap di sini." Jawab Leonathan juga, sambil menonton televisi kembali.


"Baiklah. Kalau begitu, mari mami bacakan cerita dongeng untuk kamu sayang. Kelihatannya kamu lelah banget. Yuk, masuk ke kamar." Ajak Luciana, dan baby Bing langsung meminta gendong kepada Luciana.


Mereka berdua masuk ke dalam kamar. Sedangkan Leonathan kembali menonton televisi, dan tersenyum tipis, melihat Luciana dan baby Bing. "Aku memang tidak salah memilih Luciana. Dia benar-benar istri yang baik, dan aku benar-benar mencintainya." Ucap Leonathan dengan malu-malu, dan pipinya langsung memerah.


1 Jam pun berlalu. Di mana Luciana sudah menidurkan baby Bing, dengan dongeng yang ia bacakan. Setelah itu, Luciana keluar dari kamar tersebut, dan menghampiri Leonathan.


Saat menghampiri Leonathan, ternyata Leonathan sudah tertidur, sambil melipat kedua tangannya. "Lucu banget sih suamiku ketika tidur. Dia pasti lelah banget hari ini, karena habis pulang dari perusahaan, langsung membantuku beres-beres rumah ini. Dia benar-benar pengertian terhadapku. Aku mencintaimu sayang." Mengecup kening Leonathan.


"Mending aku mandi deh, karena aku merasa kepanasan. Kan aku belum mandi dari tadi, karena sibuk membereskan rumah ini, dan membuat makan malam. Sekarang semua sudah beres, dan lebih baik aku mandi sekarang." Ucap batin Luciana, dan saat ia hendak berbalik badan.


Tiba-tiba saja muncul satu notifikasi, yang membuatnya melihat ke arah ponsel Leonathan. "Eh, pesan seseorang. Siapa ini, kenapa dia memanggil Leonathan dengan panggilan sayang." Langsung mengambil ponsel Leonathan, dan membuka pesan tersebut.


"Untung saja ponselnya tidak pakai pin. Jadi aku bisa melihatnya." Ucap batin Luciana, dan melihat isi pesan dari seorang wanita.


Isi pesan tersebut:

__ADS_1


"Halo Leonathan sayang. Ini aku Kirani. Kenapa kamu terus mengabaikan pesanku sih. Apa kamu sudah tidak mencintaiku. Apa kita tidak bisa bertemu sekali saja."


"Kenapa kau malah menikah secepat ini. Seharusnya kan aku yang menikah denganmu. Kenapa wanita itu yang harus menikah denganmu. Apa yang menarik darinya."


"Tolong balas pesanku Leonathan. Apa kita tidak bisa bertemu malam ini." Tanya Kirani, dengan emot menggoda.


"Dia berusaha membuat Leonathan, agar mencintainya. Baiklah, aku akan bermain dengannya." Ucap Luciana langsung membalas pesan tersebut.


Balasan Luciana, "mari kita bertemu di restoran jalan My Love." Balas Luciana.


Dengan mudah, Kirana langsung menerimanya. Dan Luciana tersenyum tipis. "Kamu akan terkejut, kalau yang datang adalah istrinya, bukan pria yang kamu sukai itu, yaitu suamiku." Ucap batin Luciana langsung mengarsipkan pesan tersebut, agar Leonathan tidak tahu. Dan Luciana meletakkan ponsel Leonathan di atas meja, seperti semulanya.


"Lebih baik aku siap-siap, dengan mengenakan pakaian yang lebih bagus. Agar dia tidak menyepelekanku." Ucap Luciana langsung masuk ke dalam kamar, dan mengambil pakaian yang baru ia beli juga, yaitu dress warna kue.


Setelah bersiap-siap. Luciana pun keluar dari rumah dengan mengendap-endap. "Maafkan aku sayang, karena aku tidak izin kepadamu. Biar aku yang mengurus semua ini." Ujar Luciana, dan langsung mengendarai mobilnya menuju restoran yang sudah ia lokasikan.


Disisi lain. Karina sadar, kalau ada seseorang yang ia kenal datang. Karina pun melihatnya dari kejauhan. "Eh, bukannya itu istri Leonathan. Kenapa malam-malam datang ke restoran ini. Apa dia mau bertemu dengan seorang pria?" bertanya-tanya Karina.


"What, kenapa dia mengarah ke sini. Apa dia mau menemuiku?" kembali bertanya-tanya.


"Halo, kamu Karina kan?" tanya yang tidak lain lagi ialah Luciana, dan langsung duduk di hadapan Karina.


"Iya. Kamu kan istri Leonathan kan. Kenapa kamu ada sini?" jawab Karina sekaligus bertanya.


"Kan kita sudah membuat janji tadi. Masa kamu lupa sih, kan aku yang mengajak kamu bertemu." Jawab Luciana sambil menyilangkan kakinya, dan meletakkan tas bermereknya di atas meja.

__ADS_1


"Apa maksudmu sih?" kebingungan Karina.


"Aku ada buktinya. Nih," menunjukkan screenshot chatan tersebut.


Karina pun melihatnya, "jadi, kamu yang mengajakku ke sini. Berarti kamu yang membalas pesan ini." Tanya Karina kembali.


"Iya. Ada apa denganmu. Kamu kok jadi seperti ini. Lebih baik kita makan dulu. Kan kamu sudah menunggu juga. Maaf kamu kira akan datang Leonathan ya. Tapi yang datang malah istri sahnya. Mending kita makan dulu ya. Pelayan." Ucap Luciana langsung memanggil pelayan, dan pelayan pun datang.


"Iya kak. Mau pesan apa?" tanya pelayan tersebut, sambil memberikan menu makanan yang ada di restoran tersebut.


Luciana pun mengambilnya, dan memberikan menu tersebut kepada Karina juga. Karina mengambilnya dengan raut wajah kecewa. Dan Luciana membalasnya dengan senyuman.


"Saya mau kopi cappucino nya satu, dan cheese cake nya satu." Pesan Luciana sambil tersenyum.


"Saya kopi americano nya 1, itu saja." Pesan Karina tanpa ekspresi.


"Baik kak. Kalau begitu, di tunggu pesanannya." Langsung menundukkan kepalanya, dan kembali ke dapur.


" Di mana Leonathan?" tanya Karina sambil melipat kedua tangannya.


"Dia ada di rumah. Tadi kami habis makan malam, dan dia kelelahan. Jadinya ketiduran deh, dan saat aku menghampirinya. Aku melihat notifikasi dari kamu, jadinya aku baca aja deh." Jawab Luciana terus tersenyum.


"Omong-omong, dari kapan kalian berpacaran dulu. Dan kenapa kalian putus?" tanya Luciana sambil menaikkan alisnya.


"Kami putus karena aku pergi ke luar negeri. Sebenarnya sih kami saling mencintai. Kan aku kan sudah pernah mengirimkan fotoku bersama Leonathan kan. Itu sebenarnya asli. Kami sangat dekat bukan. Bahkan kamu tidak memiliki foto seperti itu. Kasihan banget sih, masa sepasang suami istri tidak memiliki foto bersama-sama. Udah deh, itu Leonathan sama sekali tidak mencintaimu. Dia hanya basa-basi saja."

__ADS_1


"Mana mungkin dia langsung melamar seorang wanita dengan semudah itu, tanpa berkenalan dulu. Sudah pasti Leonathan melakukan itu karena suatu hal. Kasihan banget sih." Memanasi Luciana.


Luciana menundukkan kepalanya, sambil mengepalkan kedua tangannya. "Benar yang di katakan Karina. Aku dan Leonathan tidak pernah berfoto bersama, selain foto pernikahan. Apa aku harus mempercayai ucapan wanita ini, atau sebaliknya." Ucap batin Luciana masih terdiam.


__ADS_2