Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 77: Pemotretan


__ADS_3

Luciana pun langsung keluar dari Perusahaan Princess Gown, dan berangkat menuju Perusahaan Queen Dress.


Sesampainya. Ia pun turun dari mobil, dan masuk ke dalam. Saat di dalam, semua karyawan langsung memberi hormat kepadanya.


"Salam bu bos," membungkukkan badannya.


"Dimana direktur Gilang?." Tanya Luciana.


"Di ruangannya bu bos," jawab Delisa.


Luciana dan Rose langsung menuju ruangan direktur Gilang. Sesampainya, merekapun langsung masuk ke dalam.


Sontak Gilang langsung menatapnya, dan berdiri untuk memberikan salam. "Salam bu bos." Ucapnya.


Luciana pun duduk di sofa, sambil menyilangkan kakinya. "Bagaimana perkembangan perusahaan ini?." Tanya Luciana.


Gilang memberikan berkas tersebut, yang di dalamnya menunjukkan perkembangan perusahaan.


Luciana pun mengambilnya, dan melihatnya. "Bagus. Dan omong omong, bagaimana dengan karyawan yang ada di sini. Apa mereka sudah mendapatkan kerjasama dari brand terkenal?." Tanya Luciana langsung menutup berkas tersebut.


"Semua aman terkendali bu bos. Dan ini nama karyawan di perusahaan ini, dan brand yang mereka dapatkan." Memberikan berkas lainnya, dan Luciana langsung melihatnya.


"Wah, kalian memang bagus. Kalau begitu, gaji kalian saya naikkan. Dan saya mau lihat beberapa busana yang sudah siap di kenakan dan dibawa ke brand terkenal." Ucap Luciana.


"Mari bu bos. Akan saya tunjukkan beberapa busana yang sebagian sudah selesai."


Merekapun langsung keluar, dan menuju ruang busana. Sesampainya, mereka masuk ke dalam.


Dan di dalam, ada beberapa karyawan yang diutuskan untuk mengatur busana yang ada. "Salam bu bos," ucap mereka.


Luciana sedikit tersenyum tipis, dan duduk di sofa kembali. "Keluarkan busana terbaru nya." Perintah Erland.


"Baik pak," langsung mengeluarkan busana busana yang sudah selesai, dengan hasil desain Luciana, dan bantuan nyonya Elesa.


Luciana pun kembali berdiri, dan memegang busana tersebut. "Sungguh indah hasil jahitannya. Panggilan penjahit itu." Perintah Luciana.

__ADS_1


"Baik bu bos," menunduk kembali Gilang, dan langsung keluar, untuk memanggil penjahit busana perusahaan tersebut.


"Ini benar benar indah. Dan jahitannya kelihatan seperti tidak dijahit. Benar benar rapi. Aku jadi penasaran dengan si penjahit ini." Ucap Luciana, sambil melihat busana terbarunya.


Karyawan lainnya pun masuk, sambil membawa kopi untuk Luciana. "Ini kopinya bu bos. Silahkan diminum." Tersenyum karyawan tersebut, lalu meletakkan kopi di atas meja. Dan keluar kembali.


Luciana pun mengambil kopi tersebut, lalu meminumnya, dan kembali meletakannya di atas meja.


Pak Gilang pun datang, sambil membawa si penjahit busana mereka. "Salam bu bos. Saya sudah membawa si penjahitnya." Kembali membungkukkan badannya, dan menunjukkan si wanita, dan pria, dari penjahit tersebut.


"Salam bu bos," langsung membungkukkan badannya, dan tersenyum bersamaan.


"Ouh, dua penjahit. Pria dan wanita. Kalau begitu, sebutan kalian dari penjahit, adalah Modiste dan Tailor. Benar begitu." Ucap Luciana sambil melipat kedua tangannya.


"Benar bu bos," jawab mereka bersamaan kembali.


"Sebelum itu, saya mau tanya nama kalian. Agar saya lebih mengenal kalian?." Tanya Luciana.


"Nama saya Kristina,"


"Okey, nama yang bagus, dan nama saya Luciana. Pemilik perusahaan ini. Saya sangat kagum dengan hasil jahitan kalian yang sangat memuaskan saya terutama, dan akan memuaskan pelanggan. Karena dengan begitu, gaji kalian akan saya naikkan 2 kali lipat, dari gaji sebelumnya. Bagaimana, apa masih kurang." Ucap Luciana, sambil menaikkan alisnya.


"Suatu kehormatan, kami bisa bertemu dengan anda bu bos. kami sangat terhormat, jika anda menaikkan gaji kami. Itu sangat bagus untuk kami. Karena kami tidak pernah mendapatkan gaji lebih sebelumnya. Terima kasih banyak bu bos." Ujar Kristina bahagia, dan mereka kembali membungkukkan badan bersamaan.


"Kalau begitu, saya mau kalau kalian membuat hasil jahitan lebih bagus lagi. Ya walaupun memang sudah bagus sih. Dan buatkan busana sesuai desain ini." Memberikan desain yang sudah ia cetak, kepada para Modiste, dan Tailor tersebut.


"Baik bu bos. Secepatnya akan kami jahit sebagus mungkin." Jawab mereka kembali tersenyum.


"Tidak perlu secepatnya. Gapapa lama, asalkan hasilnya bagus. Daripada cepat, tapi hasilnya buruk. Busana itu, akan dibawa ke fashion week, yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan lagi. Jadi jangan terlalu terburu buru."


"Selesaikan busana yang diminta pelanggan dulu. Karena pelanggan nomor satu. Kalau begitu, kalian bisa kembali ke pekerjaan kalian." Perintah Luciana.


"Baik bu bos. Kami berterima kasih kembali, dan kami permisi." Membungkukkan badannya kembali, dan keluar dari ruang busana tersebut.


Setelah itu, Luciana pun menatap Gilang kembali, dan Gilang dengan sigap berdiri dihadapan Luciana. "Dan untukmu Gilang. Saya mau kalau semua aman terkendali, dan tidak ada kesalahan. Terutama dibidang sosial media. Jangan sampai mereka membuat kesalahan, dibagian caption, atau yang lainnya."

__ADS_1


"Lalu, bagian pemotretan. Saya mau lihat ruangan pemotretannya, dan model model yang sudah diutus oleh nyonya Elesa." Ucap Luciana dengan jelas.


"Baik bu bos. Mari," merekapun menuju ruang pemotretan model busana mereka.


Sesampainya, merekapun masuk ke dalam, dan sontak semua menatap ke arah mereka. Lalu memberikan salam kepada Luciana.


"Salam bu bos," ucap mereka langsung membungkukkan badannya, untuk memberi salam kepada Luciana.


"Berdirilah dengan tegap," ujar Luciana.


"Bagaimana dengan hasil pemotretan hari ini?." Tanya Luciana menghampiri si fotografer.


"Semua bagus dan menarik bu bos. Anda bisa melihat hasil fotonya," jawabnya langsung menunjukkan hasil foto yang ia ambil hari ini, dengan model yang mengenakan busana, hasil desainnya.


"Benar benar bagus. Tapi, yang ini kurang cocok. Kalau bisa, tangannya didekat pipi, lalu naikkan sedikit bokong, agar lebih menarik, dan busana lebih terlihat." Perintah Luciana.


"Baik bu bos. Nanti akan kami perbaiki kesalahan kesalahan yang ada." Ucap si fotografer tersebut.


"Saya mau mencoba pemotretan." Ucap Luciana.


"Hah, bu bos mau mencobanya?." Tanya pak Gilang.


"Tentu saja. Aku hanya ingin mencobanya, dan membuat semua media tahu, kalau sayalah desainer nya. Jadi tidak hanya si pemilik perusahaan saja." Jawab Luciana sedikit tegas.


"Tapi bukannya bu bos sudah terkenal di mana mana. Kenapa ingin terkenal kembali?." Bingung pak Gilang.


"Saya terkenalkan, karena hasil kepintaran, dan karena menjadi orang terkaya ke enam. Bukan terkenal karena potret. Jadi, keluarkan gaun yang cocok untuk saya. Saya mau mengenakannya." Jawab Luciana sambil memerintahkannya.


"Baik bu bos. Kalian, ambilkan gaun yang cocok untuk bu bos." Teriak Gilang.


Setelah beberapa jam. Luciana pun sudah mengenakan gaun berwarna pink soft, dan sudah di rias menjadi lebih cantik, dan menyatu dengan warna gaun tersebut.


"Baik bu bos. Bu bos bisa berdiri di depan kamera." Ucap si fotografer, dan Luciana langsung berdiri di depan kamera, dan di belakangnya ada latar belakang berwarna soft juga.


Fotografer pun mulai mengambil beberapa foto, dan Luciana membuat gayanya sendiri. beberapa karyawan, dan pak Gilang yang melihatnya pun, merasa

__ADS_1


__ADS_2