Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 41: Rapat


__ADS_3

Saat Luciana dan Rose masuk, ternyata direktur tersebut, sedang tidur. Sontak Luciana langsung berdiri di hadapannya.


"Ini kursi untuk anda nyonya." Siap sedia Rose, langsung memberikan kursi kepada Luciana.


"Terima kasih banyak Rose." Ucapnya tersenyum.


"Sama sama nyonya." Ikut tersenyum.


"Hei, bangun, bangun. Kau mau aku pecat." Ucap Luciana cukup keras, dan sontak direktur tersebut langsung terbangun.


"Eh, iya nyonya Gita. Maafkan saya." Terhenti, karena yang ia lihat bukanlah Gita.


"Kamu siapa. Beraninya kamu masuk ke ruangan pribadiku?." Tanya direktur tersebut langsung menatapnya dengan tajam.


"Ia adalah nyonya Luciana, istri dari tuan Leonathan. Sekaligus pemilik baru, dari perusahaan ini." Jawab Rose, langsung merapikan kacamatanya.


"Apa, nyonya dari tuan Leonathan. Argh, sial. Maafkan saya nyonya, maafkan saya." Ucapnya langsung berdiri, dan menundukkan kepalanya berkali kali, karena merasa bersalah.


"Sudahlah, kembali duduk." Perintah Luciana, dan direktur tersebut, langsung duduk kembali.


"Omong omong, ada apa anda kemari nyonya?." Tanya direktur tersebut.


"Oh ya nyonya, sebelum itu, perkenalkan nama saya Erland nyonya, saya direktur di perusahaan ini." Ucapnya memperkenalkan dirinya.


"Aku sudah tahu kalau kamu direktur, jadi tidak boleh terlalu detail. Aku hanya membutuhkan namamu saja, karena kalau aku tidak tahu namamu. Bagaimana aku mau memanggilmu. Apa aku harus menyebutmu dengan nama binatang, kan tidak mungkin. "Ucap Luciana sedikit tertawa tipis.


"Hahahah, maafkan saya nyonya, kalau anda tidak menyukainya. Oh ya, soal yang tadi dikatakan, kalau anda pemilik baru perusahaan ini. Maksudnya gimana itu nyonya?." Tanya Erland langsung duduk dengan rapi.


"Maksudnya, saya adalah pemegang perusahaan ini sekarang. Dan saya resmi menjadi bos di sini. Maka sebab itu, saya memecatmu." Jawab Luciana kembali tersenyum.


"Apa, apa yang anda maksud nyonya. Kenapa saya dipecat, saya tidak salah apa apa, dan seenaknya anda memecat saya. Saya sudah bertahun tahun bekerja di sini, dan saya lebih tahu daripada anda!." Tegas Erland langsung berdiri.

__ADS_1


"Rose, katakan." Perintah Luciana kepada Rose.


"Menurut beberapa kabar, katanya anda adalah orang yang mengorupsi uang perusahaan ini, dan menyalahgunakan uang tersebut, dengan berfoya foya dan menyewa wanita. Dan menurut kabar lainnya, katanya anda juga memecat karyawan yang tidak bersalah di sini, dan mengatakan kepada nona Gita, kalau merekalah yang telah menggelapkan uang perusahaan. Dengan begitu, kelakuan yang anda lakukan, tidak terbongkar." Jawab Rose menjelaskannya secara detail.


Sontak Erland terbeku, dan matanya langsung melotot ketakutan. "Tidak mungkin, tidak mungkin wanita ini tahu, kalau akulah yang sudah menggelapkan uang perusahaan ini. Dan memecat semua karyawan kecil, dan menyalahkan mereka. Tidak mungkin dia tahu semuanya soal diriku." Ucap batin Erland langsung gemetaran.


"Tidak mungkin, dasar kau wanita bodoh." Teriak Erland mau menampar Luciana, tapi langsung di hajar oleh Rose, menggunakan kakinya.


Wajah Erland pun langsung ditendang oleh Rose, dan Erland pun terjatuh ke lantai. Luciana berdiri, dan menghampiri Erland.


"Jangan macam macam kepadaku, atau kau akan tahu akibatnya. Berani menyentuhku satu jari saja, habis tanganmu itu." Ucap Luciana menatapnya dengan tatapan membunuh.


Sontak Erland tambah ketakutan, dan membuatnya kembali gemetaran. "Penjaga, penjaga." Teriak Luciana, sambil melipat kedua tangannya.


Penjaga pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut. "Ada apa nyonya?." Tanya mereka langsung.


"Tolong keluarkan pria gila ini, dan jangan bolehkan dia masuk. Karena dia sudah tidak waras. Cepat bawa dia." Jawab Luciana.


"Baik nyonya, mari kau." Ucap penjaga tersebut, langsung menyeret Erland keluar.


Erland pun langsung di bawa oleh penjaga, untuk di keluarkan dari perusahaan. "Apa nyonya baik baik saja?." Tanya Rose langsung menatap wajah Luciana.


"Aku baik baik saja, kau benar benar hebat Rose." Jawab Luciana sambil mengacungkan jempolnya.


"Hahahah, itu bukan apa apa nyonya. Sudah menjadi prioritas pertama saya, untuk melindungi nyonya. Kalau begitu, apa lagi yang mau nyonya lakukan." Tanya Rose sambil tersenyum.


"Tolong kamu urus soal berkas berkas perusahaan ini, dan kamu tolong rekap kembali, dan tulis perusahaan ini, atas nama saya pemiliknya. Dan jangan lupa dengan nama baru untuk perusahaan ini. Kamu paham kan." Jawab Luciana.


"Saya sangat paham nyonya. Anda bisa menyerahkan semua pekerjaannya kepada saya nyonya." Kembali menundukkan badannya.


"Kalau begitu, saya mau memanggil karyawan yang tadi, untuk melakukan rapat sekarang. Karena belum yang tahu, kalau saya pemilik baru perusahaan ini. Aku duluan Rose, dan jangan lupa dengan yang aku katakan tadi." Melambaikan tangannya, dan langsung keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Untung saja sebelum kemari, aku sudah mencari tahu, soal direktur Erland."


Mengulang kembali, di mana mereka masih di perjalanan menuju perusahaan Princess Gown.


"Aku harus mencari tahu soal direktur itu, sepertinya ada yang mencurigakan dari dia." Ucap batin Luciana melihat ponselnya, dan mencari tahu soal identitas Erland.


Dan alhasil, ditemukan kalau Erland adalah seorang korupsi. "Sudah aku katakan kan, kalau direktur itu mencurigakan. Aku harus mencatat semuanya," ucap batin Luciana.


"Rose, kamu catat semua informasi pria ini, karena kita akan bertemu dengannya." Ucap Luciana memberikan ipad nya, kepada Rose.


"Baik nyonya." Menurut dan langsung mencatat informasi pria tersebut.


Kembali ke sekarang. "Untung saja Luciana pintar. Hahahah." Ucapnya menuju meja Delisa.


Disisi lain, di ruang direktur Erland. "Nyonya begitu hebat. Sepertinya aku menyukai nyonya deh, hahahah." Ucap Rose tertawa sendiri, sambil menyusun berkas, yang akan direkap nanti.


Disisi lain, Luciana pun menghampiri meja Delisa. "Anyeong Delisa. Kau sedang apa?." Tanyanya langsung tersenyum.


"Eh nyonya. Kenapa nyonya ada di sini, saya sedang membuat promosi gaun yang akan kita jual nyonya." Jawab Delisa ikut tersenyum.


"Tolong kamu beritahu yang lainnya, untuk rapat di ruangan sekarang. Ada yang mau saya sampaikan untuk semua karyawan yang ada di sini. Kamu mengerti kan." Ucapnya sambil menaikkan alisnya.


"Saya sangat paham nyonya. Akan saya sampaikan kepada semuanya sekarang." Jawab Delisa terus tersenyum, karena melihat wajah Luciana yang sangat indah.


"Baiklah, kalau begitu, saya tunggu di ruang rapat sekarang. Jangan sampai ada yang terlambat." Ujar Luciana langsung meninggalkan Delisa, dan menuju ruang rapat yang ada.


Selang beberapa menit, Luciana sudah menunggu di ruang rapat tersebut. Dan semua karyawan sudah berdatangan, ke ruang rapat. "Baik, karena kalian semua ada di sini. Sebelum saya menjelaskan apa tujuan saya memanggil kalian di sini. Saya akan memperkenalkannya diri saya terlebih dahulu."


"Saya adalah Luciana, pemilik baru perusahaan ini. Dan bukan lagi Gita, jadi saya yang akan mengelola perusahaan ini dengan baik. Karena sebelumnya, perusahaan ini sangat kritis. Maka sebab itu, saya membeli perusahaan ini dari Gita dan ibunya, dan saya akan mengembangkannya, menjadi yang lebih baik lagi, dari sebelumnya." Ucap Luciana dengan jelas.


Semua karyawan fokus melihatnya. "Kenapa saya menjadi pemilik baru perusahaan ini. Karena saya lihat kinerja Gita kurang bagus, dan saya cari lebih tahu. Kenapa karyawan banyak dipecat oleh pak direktur, itu semua dikarenakan, karena dia tidak mau, kalau rencana jahatnya gagal."

__ADS_1


"Yaitu, dengan mengorupsi uang perusahaan, untuk ia berfoya foya. Maka sebab itu, kalian jarang mendapatkan gaji, bahkan sampai ada yang komplain kan. Tentu orang seperti mereka, tidak pantas dipertahankan. Makanya saya langsung yang membeli perusahaan yang ini."


"Agar


__ADS_2