
Akhirnya yang ditunggu Luciana dan baby Bing datang juga. Dia adalah Leonathan, dan Leonathan langsung menghampiri Luciana dengan baby Bing.
"Mari Bing, biar papi antar kamu," ucap Leonathan sambil merapikan jasnya.
"Kalian hati-hatilah sayang. Dan jangan lupa makan siangnya. Ini bekal kamu sayang." Ujar Luciana langsung memberikan bekal makan siang kepada baby Bing, yang sudah dibuatkan oleh bibi.
"Baik ma. Dadah mami sayang," melambaikan tangannya, sambil memegang bekal makannya.
Leonathan mendekat ke Luciana, dan mengecup keningnya. Setelah itu, Leonathan dan baby Bing langsung keluar dari rumah.
Disisi lain. Luciana terdiam, dan langsung tersenyum. "Tumben dia cium kening aku. Lagi kesambet apa dia." Terheran Luciana.
Luciana pun mengambil ponselnya, dan menghubungi Rose. "Pagi nyonya, ada yang bisa dibantu?" tanya Rose.
"Kau ada di mana. Kenapa dari tadi saya tidak melihatmu?" tanya balik Luciana, sambil menyilangkan kakinya.
"Maafkan saya nyonya. Kemarin saya tidak pulang, karena menyiapkan rapat yang sangat penting, untuk perusahaan nyonya. Omong-omong, ada apa ya nyonya." Jawab Rose sekaligus bertanya.
"Baguslah. Saya kira kamu ke mana. Kalau begitu, saya mau ke sana, dan siapkan semua berkasnya. Saya mau melihatnya. Kalau begitu, kembalilah bekerja." Jawab Luciana langsung mematikan telepon tersebut, dan bergegas pergi ke perusahaan.
Di perjalanan, "kenapa perasaanku gak enak ya. Ada apa ini." Ucap batin Luciana bertanya-tanya.
"Sudahlah. Paling hanya perasaanku saja. Semoga tidak terjadi apa-apa hari ini." Ucapnya kembali, sambil melihat pemandangan luar dari dalam mobil.
Sesampainya di perusahaan. Luciana langsung turun dari mobil, dan bergegas masuk ke dalam perusahaan.
Saat di dalam perusahaan. Semua karyawan langsung menundukkan kepalanya kepada Luciana, untuk memberikan hormat. "Salam bu bos." Ucap mereka semua, dan menaikkan kepalanya kembali.
__ADS_1
"Salam juga. Kalian siapkan berkas yang di rekap oleh Rose. Omong-omong, di mana Gita?" tanya Luciana sambil menaikkan alisnya, dan memegang tasnya.
"Direktur Gita ada di ruangannya bu bos," jawab salah satu karyawan kepadanya.
"Baiklah. Terima kasih banyak," bergegas menuju ruangan pribadi Gita.
Sesampainya di ruangan Gita. Dan saat Luciana hendak masuk, ia mendengar Gita yang tertawa, dan seperti berbicara kepada seseorang. Luciana pun menguping dari luar.
"Hahahah, benar bu. Sebentar lagi aku akan menguasai perusahaan ini. Karena aku sudah menjadi direktur. Si Luciana bodoh itu percaya denganku, dan menjadikanku direktur terpercayanya. Dengan begitu, aku akan semakin mudah menjatuhkannya bu." Ucap Gita di telepon.
"Ouh, dia sedang berbicara dengan ibunya. Bagus deh, sama-sama binatang soalnya." Ucap batin Luciana sambil melipat kedua tangannya.
"Iya ma. Aku akan menjatuhkannya, dan setelah aku menjadi bos perusahaan ini. Aku akan membuatnya hancur, dan akan membalas semua yang dia lakukan kepadaku. Karena dia sudah memalukanku." Jadi kesal Gita, dan memukul mejanya.
"Bagus juga bicaranya. Kita lihat saja, siapa yang akan menang sayang. Aku akan mengikuti semua alurmu." Ucap batin Luciana kembali tersenyum.
Luciana pun mengetuk pintu. Sontak Gita kaget. "Direktur Gita. Apa anda di dalam?" tanya Luciana pura-pura tidak tahu.
Gita pun bergegas membukakan pintu tersebut, "maaf membuat bu bos lama. Tadi sedang mengerjakan berkas penting." Ucap Gita terus tersenyum, dan Luciana langsung masuk ke dalam, lalu duduk di sofa.
"Saya kan tidak bertanya. Kenapa kamu malah menjelaskannya. Saya kan hanya memanggilmu." Ujar Luciana.
"Eh, maaf bu bos," langsung menundukkan kepalanya, dan kembali tegap.
"Omong-omong, bagaimana dengan perkembangan perusahaan. Saya mau lihat berkas perkembangannya." Meminta Luciana, dan menyilangkan kakinya.
Gita pun bergegas mengambil berkas tersebut, "untung saja aku sudah membuat berkas palsu. Dengan begini, aku tidak akan ketahuan, kalau perkembangan perusahaan sedang tidak baik-baik saja. Aku mengubah menjadi baik-baik saja." Ucap batin Gita tersenyum tipis, dan langsung menghampiri Luciana, setelah mengambil berkasnya.
__ADS_1
"Ini berkasnya bu bos," ujar Gita memberikannya, dan Luciana langsung mengambilnya.
Luciana pun melihat isi berkas perkembangan perusahaannya. Dan di dalam berkas tersebut menunjukkan, kalau perusahaan benar-benar sangat stabil. "Dia sudah menyiapkan semuanya untuk menipuku. Pandai juga dia." Ucap batin Luciana melihat berkas kembali.
Setelah itu. Luciana langsung menutup berkas tersebut, dan meletakkannya di atas pahanya. "Berkas ini akan aku bawa. Sepertinya ini suatu hal yang bagus bagi perusahaan. Sebagai tanda terima kasih saya kepada kamu, karena kamu sudah melaksanakan pekerjaanmu dengan sebaik mungkin. Saya akan mengirim bayaran tambahan untukmu." Ujar Luciana tersenyum, untuk memainkan aktingnya.
"Wah, terima kasih banyak bu bos. Saya sangat bahagia, karena mendapatkan tambahan gaji. Lagi pula, ini sudah menjadi kewajiban saya, untuk menaikkan derajat perusahaan sini. Agar perusahaan ini terus berkembang ke depannya." Langsung menundukkan kepalanya, dengan ekspresi wajah bermuka dua.
"Kalau begitu, saya mau ke ruangan dulu. Kamu lanjutkan pekerjaan yang belum selesai. Saya pergi dulu." Jawab Luciana langsung keluar dari ruangan Gita, dan Gita kembali memasang wajah bermuka duanya.
Disisi lain. Luciana langsung bergegas menuju ruangan Rose. Dan sesampainya, Luciana masuk ke dalam ruangan tersebut.
Di dalam, Rose sedang mengerjakan pekerjaannya, bersama Kai. Sontak Rose dan Kai langsung menatap wajah Luciana. "Eh, nyonya." Langsung berdiri, dan Kai ikut berdiri juga.
"Salam," ucap mereka bersamaan, lalu menundukkan kepalanya juga.
"Sudahlah. Naikkan kembali kepala kalian itu. Tidak perlu seperti itu." Ucap Luciana langsung duduk di sofa, dengan memegang berkas palsu Gita.
"Ada apa dengan nyonya. Apa nyonya ada masalah?" tanya Rose langsung berdiri di hadapan Luciana, dan begitu juga dengan Kai.
"Rose. Tolong kamu cari tahu tentang berkas ini. Sepertinya ini berkas palsu, karena ini berbeda dengan berkas yang kamu berikan kepada saya." Jawab Luciana langsung memberikan berkas tersebut kepada Rose, dan Rose pun mengambilnya.
"Kenapa palsu nyonya. Siapa yang memberikan berkas ini kepada nyonya?" tanya Rose membuka berkas tersebut, dan Rose sedikit kaget dengan isi berkas tersebut.
"Direktur Gita. Dia mengatakan kalau perusahaan mengalami kenaikan yang drastis, dan tidak ada sama sekali kerugian. Jadi saya cukup ragu dengannya. Saya jadi bingung," jawab Luciana sambil menaikkan alisnya.
"Jelas-jelas perusahaan sedang mengalami kerugian besar, karena uang yang dikeluarkan begitu banyak. Dan kami tidak tahu, di mana uang itu hilang, dan dipakai nyonya." Ucap Rose menjelaskannya secara detail.
__ADS_1
"Benar itu bu bos. Saya sendiri saksinya, jelas-jelas perusahaan mengalami kerugian yang besar, dan begitu banyak pengeluaran. Maka sebab itu, kami heran siapa yang menggunakan uang perusahaan." Ujar Kai juga menjelaskannya.
"Oh ya Rose. Kan kamu