
Disisi lain. "Kapan mereka akan selesai mengobrol. Aku sudah lelah berdiri disini." Ucap batin Leonathan hanya bisa menghela nafas panjang.
"Terima kasih banyak Luciana. Kau memang sahabat yang paling baik." Bahagia berdua.
"Kalau begitu, aku duduk kembali di mejaku. Kalian nikmatilah malam kalian nanti." Ujar Carina kembali ke meja tamunya.
"Setelah itu, pengantin bisa berisitirahat dulu, untuk penggantian gaun malam nanti. Mari pengantin pria dan wanita." Ucap mc tersebut langsung menundukkan badannya.
Malam pun tiba. Dimana tiba gaun malam dikenakan. Dan Luciana sangat cantik dengan gaun malam yang ia kenakan, berwarna merah gelap, dengan hiasan berlian murni.
Mereka berdua mengenakan pakaian couple, dan langsung keluar dari ruang ganti, sambil bergandengan tangan.
"Pengantin pria dan wanita sudah datang, dan beri tepuk tangan yang meriah." Ucap mc sudah berganti pakaian malam juga.
__ADS_1
Tamu undangan langsung bertepuk tangan bersama, dan keluarga Leonathan juga sudah duduk di meja khusus keluarga pengantin pria dan wanita.
"Dia begitu cantik ya bu, aku sangat kagum dengannya." Ujar ibu kandung Leonathan, kepada ibunya.
"Memang cantik sih. Tapi, ibu masih heran dengannya, kenapa dia bisa meluluhkan hati baby Bing. Sepertinya mereka mempunyai batin yang sama." Ucap ibunya.
Ibu Leonathan bernama Emilia, dan ibu Emilia bernama bu
Luciana dan Leonathan langsung berdiri didepan panggung, sambil melambaikan tangannya.
"Terima kasih banyak kepada tamu yang sudah datang di hari pernikahan kami yang sangat mewah ini. Terutama keluarga suami saya, yang sangat baik dan penyayang kepada saya. Tentu saya sangat bahagia berada disini, dan kedepannya saya akan membuat baby Bing bahagia bersama saya."
"Dan saya menikah dengan Leonathan, bukan karena hartanya. Tapi saya memang sudah sangat menyukainya dari dulu, dan saya juga menyukai baby Bing. Dan saya akan memberikan cinta kepada mereka berdua." Ucap Luciana tersenyum dengan bahagia.
__ADS_1
"Itu saja yang mau saya katakan. Ada yang mau bertanya?." Ucap Luciana.
Tiba tiba ada yang menaikkan tangannya, dan ia adalah Gita. Sontak Luciana langsung menatapnya, dan Gita berdiri didepannya.
"Halo kakakku sayang. Kamu sangat beruntung, bisa menikah dengan orang yang paling kaya di kota ini. Aku sedikit iri dengan kakak."
"Eh, tapi aku gak jadi iri deh. Karena dulu kakak adalah seorang wanita malam, bukankah begitu kak." Ucap Gita membuat tipuan untuk semua tamu undangan yang ada.
Sontak semua tamu undangan langsung berbisik bisik. "Apa benar yang dikatakannya itu. Kalau memang benar, malu banget itu. Tapi kenapa dia gak malu, apa dia tidak punya malu." Ucap tamu undangan berbisik.
Luciana yang santai saja, karena ia tidak melakukan hal seperti itu. "Jangan coba coba kamu membuat istri saya sakit hati. Atau saya akan memanggil para penjaga." Ucap Leonathan dengan tajam.
"Tidak apa apa sayang. Aku bisa mengatasinya." Ucap Luciana tersenyum.
__ADS_1
Tiba tiba Luciana mengambil ponselnya, dan membuka sebuah video. "Aku ada sebuah kejutan untuk kamu adikku. Sebentar ya, kakak akan menyalurkannya ke sebuah televisi yang ada dibelakang kita ini." Ucap Luciana tersenyum licik, dan langsung menyalurkan ponselnya ke televisi yang ada di belakangnya.
Sebuah video pun langsung muncul di layar televisi. Dan video tersebut berisi