Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 107: Kertas Cinta


__ADS_3

"Aku baru tahu, kalau Leonathan mempunyai mantan terakhir. Kalau dilihat lihat, wanita itu cocok juga dengan Leonathan. Kenapa mereka bisa putus ya. Sudahlah, kenapa harus aku pikirkan. Itu urusan mereka berdua." Ucap Luciana cuek, dan langsung duduk di atas kursi riasnya.


Luciana pun mulai memakai skincare, dan tiba tiba ada yang masuk. Ia adalah Leonathan.


Leonathan melihat Luciana yang sedang mengenakan skincare, dan Leonathan jadi tidak enakan dengan Luciana, karena ada mantannya yang datang.


"Bagaimana. Apa mengobrolnya sudah dalam?" tanya Luciana.


Leonathan pun menghampiri Luciana, dan memeluk Luciana dari belakang, lalu meletakkan kepalanya di bahu Luciana. "Eh, kenapa tiba-tiba manja begini. Dan di mana mantan kamu yang cantik itu?" tanya Luciana, dengan pertanyaan yang sama.


Leonathan langsung mencium pipi Luciana, lalu berdiri dengan tegap, dan menatap Luciana dari cermin. "Dia sudah pergi. Aku yang mengusirnya dari rumah, dan kenapa kamu terus menanyakan tentangnya. Apa kamu cemburu sayang?" jawab Leonathan sekaligus bertanya, dan sudah bisa memanggil Luciana dengan sebutan sayang.


Luciana pun selesai mengenakan skincare nya, dan langsung duduk ke atas tempat tidur. "Siapa juga yang cemburu. Mana mungkin aku cemburu dengan wanita yang seperti itu. Jangan halu deh." Jawab Luciana tanpa ekspresi.


"Apa dia ngambek. Aku kembali membuatnya marah. Fyuh." Ucap batin Leonathan, sambil menghela nafas panjang, dan langsung duduk di samping Luciana yang sedang membaca buku novel.


Leonathan berusaha membujuk Luciana, dengan mendekati Luciana. Tapi Luciana tidak tahu hal itu. Ia fokus membaca novel romansa. "Apa yang sedang kamu baca sayang?" tanya Leonathan berusaha membuat Luciana peduli dengannya.


"Buku," jawab Luciana dengan singkat.


"Kalau itu aku sudah tahu. Kan memang buku yang kamu baca. Maksud aku judul bukunya?" tanya kembali Leonathan, dan menggenggam tangan kiri Luciana, lalu tangan kanan Luciana memegang buku.


"Judulnya, suamiku kembali dengan mantannya," jawab Luciana.


"Eh, sepertinya dia benar-benar cemburu. Makanya membuat judul tidak benar." Ucap batin Leonathan tersenyum tipis.

__ADS_1


Leonathan pun memegang kedua pipi Luciana, dan menggigit pipi Luciana. "Ih, sakit tahu. Kamu pikir gak sakit apa." Kesakitan Luciana, dan langsung memukul Leonathan dengan buku tebal tersebut.


Leonathan juga kesakitan, dan memegang kepalanya. "Aduh, sakit sayang," sambil mengerutkan keningnya, dan menahan sakitnya.


"Makanya, jangan mengganggu orang yang sedang fokus membaca buku. Kena akibatnya kan." Jawab Luciana kembali tanpa ekspresi, dan kembali membaca buku tersebut.


"Lebih baik aku menggodanya kembali, dengan trik yang mampu menjatuhkannya." Ucap batin Leonathan kembali, dan merencanakan sesuatu untuk Luciana.


Leonathan pun langsung berbaring membelakangi Luciana, dan berpura-pura tidur. Luciana reflek melihat ke arah Leonathan.


"Cepat banget kamu tidur. Apa mau bertemu dengan mantan kamu itu. Yaudah deh, tidur saja sampai tidak bangun. Biar dia terus menunggumu." Ucap Luciana yang tidak peka dengan Leonathan.


Disisi lain, "kenapa dia tidak mengecekku, atau mencoba membangunkanku. Biasa trik ini langsung berhasil. Tapi kenapa ini tidak berhasil." Ucap batin Leonathan bertanya-tanya.


"Kamu pikir aku akan membangunkanmu. Aku sudah tahu trik itu sayangku. Aku tidak semudah yang kau pikirkan." Dalam hati Luciana tersenyum tipis, dan kembali membaca novelnya.


Luciana pun menutup bukunya, dan menyuruh Leonathan duduk di pangkuannya. Akhirnya Leonathan duduk dipangkuan Luciana, dan Leonathan mulai menceritakan masa lalunya.


"Dulu, aku dan Kirani adalah pasangan yang cukup cocok. Karena aku pikir, karena dia selalu mengerti keadaanku, terutama baby Bing. Kami selalu bermain bersama-sama, dan rasanya tidak enak kalau tidak ada Kirani. Namun, sampai di mana aku melihatnya sedang berpelukan dengan pria lain, dan bahkan mereka melakukan lebih dari itu."


"Dari kejadian itu. Aku langsung memutuskannya, dan tidak pernah lagi berhubungan dengannya. Sejak saat itu, aku tidak ingin mencari pasangan lagi, dan pada akhirnya aku di pertemukan dengan kamu sa-sayang." Jawab Leonathan dengan jelas.


Luciana pun mengelus rambut Leonathan, dan mengecup Keningnya. "Apa kamu masih mencintainya?" tanya Luciana.


"Tentu tidak. Bahkan aku sama sekali tidak punya perasaan untuknya. Karena yang aku cintai hanya kamu Luciana." Jawab Leonathan sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"Bucin banget kamu. Hahahah, kalau begitu, mending kita tidur sekarang. Ini sudah malam, takutnya kamu terlambat bangun lagi." Ujar Luciana.


"Apa kamu sudah memaafkanku?" tanya Leonathan untuk memastikannya.


"Tentu saja aku sudah memaafkan kamu suamiku tercinta. Mari tidur." Jawab Luciana dengan bahagia.


Luciana pun ikut berbaring, dan mereka saling berpelukan, dan bertatapan. "Apa aku boleh memelukmu seperti ini saat tidur?" tanya Leonathan kembali, sambil memasang wajah manja kepada Luciana.


"Apa yang gak buat suami aku tersayang. Mari kita tidur, sambil berpelukan seperti ini." Jawab Luciana, dan mereka langsung tidur, dengan berpelukan bersama.


Keesokan paginya. Di mana Luciana baru bangun, dan ia melihat sudah tidak ada Leonathan di sampingnya. Luciana pun langsung duduk, dan meregangkan badannya.


"Selamat pagi dunia yang membahagiakan," ucap Luciana langsung berdiri, dan membuka gorden jendela.


Luciana pun turun ke bawah, dan menuju meja makan. Dan saat ke dapur, ternyata tidak ada siapapun. Hanya ada sebuah kertas kecil di atas meja, dan sarapan roti berbentuk hati.


Isi kertas tersebut, "maaf aku pergi duluan sayang. Tiba tiba saja perusahaan ada masalah. Maka sebab itu, aku hanya bisa membuatkan roti ini untuk kamu, dan maaf karena aku tidak pamit sama kamu. Karena aku lihat kamu nyenyak banget tidurnya. Jadi aku gak bangunin kamu. Maka sebab itu, aku tulisin di kertas ini. Semangat bekerja sayang, salam suami tercinta." Isi dari kertas tersebut.


Sontak Luciana merasa senang, dan ia langsung memeluk kertas tersebut, dengan pipinya yang memerah. Tiba tiba saja ada yang datang menghampirinya, dan ia adalah baby Bing.


"Mami," panggil baby Bing.


Sontak Luciana kaget, dan langsung menatap wajah baby Bing. "Eh, sayang. Kamu belum pergi rupanya. Mami kira siapa tadi. Mengagetkan saja?" tanya Luciana, sambil menatap wajah baby Bing.


"Apa mami tidak mau mengantarkan Bing ke sekolah. Sudah lama mami tidak mengantarkan Bing ke sekolah?" tanya balik baby Bing, sambil memasang ekspresi sedih.

__ADS_1


"Kasihan banget anakku. Kalau begitu, mari mami antarkan ke sekolah. Tapi, tunggu mami dulu. Mami mau siap-siap dulu. Dan kamu tunggulah di ruang tamu dulu. Mami mau


__ADS_2