Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 106: Kedatangan Tamu


__ADS_3

Mereka melewati semak besar, dan saat Leonathan membukanya. Muncullah di hadapannya sebuah taman bunga yang begitu indah, beserta taman hiburan.


"Bagaimana, bagus bukan?" tanya Leonathan, sambil melipat kedua tangannya.


Sontak Luciana dan baby Bing terkejut, sampai pupil mata mereka membesar bersamaan.


"Ini bagus banget sayang. Apa kamu yang mempersiapkannya?" tanya Luciana sambil menatap wajah Leonathan kembali.


"Iya, dengan bantuan pak Stefan. Selama ini aku kurang banyak waktu untuk keluargaku. Maka sebab itu, aku mau memberikan kejutan untuk kalian." Jawab Leonathan kembali tersenyum.


"Terima kasih banyak sayang. Kamu memang yang paling terbaik." Mengecup pipi Leonathan dan langsung menyusul baby Bing yang sudah bermain.


"Hahahah, mari main genjotan ini ma. Enak tahu mami. Sini mami." Ajak baby Bing yang benar benar bahagia, dan sangat menikmati.


"Mari sayang. Mami juga mau mencoba permainan juga." Ikut bahagia Luciana, dan bermain bersama baby Bing.


Leonathan yang melihat kebahagiaan Luciana dan baby Bing pun, ikut tersenyum.


"Kemana saja aku ini. Padahal aku memiliki keluarga yang begitu bahagia dan harmonis. Kenapa aku malah cuek dan dingin kepadanya. Padahal dia benar benar penyayang, dan sangat mencintaiku dan anakku." Sedikit menyesal Leonathan karena selama ini dia sudah mengecewakan Luciana.


"Sayang, kemarilah. Mari kita bermain bersama." Panggil Luciana dari kejauhan, dan tertawa bersama baby Bing.


"Iya papi. Sini papi, kita bermain bersama." Memanggil baby Bing juga.


"Iya, aku akan menyusul kalian," ujar Leonathan langsung menyusul mereka berdua.


Setelah bermain cukup lama. Tidak terasa sudah senja, dan baby Bing sudah tertidur karena kelelahan.


Baby Bing di gendong oleh Leonathan ke mobil. Sedangkan Luciana duduk di bagasi belakang, sambil melihat senja yang begitu indah.

__ADS_1


Setelah Leonathan meletakkan baby Bing di dalam mobil. Leonathan pun menyusul Luciana yang duduk di bagasi mobil. Lalu Leonathan duduk disamping Luciana, dan ikut menatap senja.


"Senja cantik banget ya. Hanya muncul di waktu yang tepat saja. Jika dia rasa waktunya tidak tepat, dia tidak akan menunjukkan dirinya. Namun, saat ia menunjukkan dirinya. Ia begitu cantik, dan orang yang melihatnya merasa tenang dan bahkan ada yang menganggap bahwa senja adalah obat baginya. Karena senja bisa menenangkannya, hanya dengan melihatnya saja." Ucap Luciana tersenyum menatap senja tersebut.


"Sama seperti kamu. Walau sikap penyayang kamu kadang muncul tiba tiba. Dan aku cukup lama menunggu cinta kamu. Dan akhirnya mendapatkan cinta itu juga. Rasanya tenang dan lega, karena aku bisa mendapatkan pria yang aku cintai selama ini.


"Sama saja seperti senja yang menenangkan orang yang membutuhkan ketenangan dan keindahannya, di saat ia kesepian. Aku bersyukur karena sudah dipertemukan kamu. Aku jadi tidak pernah kesepian lagi, dan tahu dimana tempat saat aku kesepian dan butuh ketenangan. Yaitu kamu." Langsung menatap wajah Leonathan dan kembali tersenyum.


Sontak Leonathan yang mendengarnya merasa terharu, dan langsung memeluk Luciana. "maafkan aku. Maafkan karena selama ini aku terlalu peduli dengan kontrak itu, padahal kamu adalah wanita yang benar benar mencintaiku. Maafkan aku." Terus meminta maaf Leonathan.


Luciana pun mengelus punggung Leonathan dengan lembut, "aku sudah memaafkan kamu sayang. Kamu jangan terus menyalahkan diri kamu sendiri. Ini adalah salah kita berdua, karena masih kurang percaya dengan hubungan kita. Tapi mulai detik ini, kita harus saling percaya dan terbuka. Kamu paham kan yang aku maksud." Jawab Luciana langsung melepaskan pelukan tersebut, dan memegang kedua pipi Leonathan.


"Baik sa-sayang," kembali memeluk Luciana dengan erat, dan Luciana terlihat bahagia.


"Kalau begitu, lebih baik kita lihat senja nya dulu sayang. Setelah itu, baru kita pulang ya sayang." Lembut Luciana kepada Leonathan.


"Baik sa-sayang,"


Leonathan dan Luciana langsung menatap senja, dan Leonathan terus menggenggam tangan Luciana, dengan pipinya yang sedikit memerah.


Malam pun tiba. Dimana senja sudah berakhir, dan mereka langsung pulang.


Sesampai rumah. Leonathan dan Luciana langsung turun dari mobil, dengan baby Bing yang masih tidur dan Leonathan menggendong baby Bing.


Mereka pun langsung masuk ke dalam, dan saat di dalam. Ternyata ada seorang wanita di ruang tamu, dan sedang duduk di sofa dengan santai.


Wanita tersebut melihat Leonathan sudah datang, dan langsung menghampirinya. "Halo Leonathan, apa kabarmu?" tanya wanita tersebut.


"Kenapa kau ada di sini?" tanya Leonathan dengan raut wajah tidak suka.

__ADS_1


"Kenapa jutek banget sih. Oh ya, kamu pasti istri nya Leonathan kan. Kenalin, aku Kirani, mantan terakhir suami kamu." Memperkenalkan dirinya.


"Ouh, mantan ya. Saya Luciana, istri sah mantan anda ini." Tersenyum.


"Kalau begitu, berikan baby Bing. Biar aku antar ke kamar, dan kamu bicaralah dengannya." Meminta Luciana, dan Leonathan langsung memberikan baby Bing kepada Luciana.


Luciana pun menggendong baby Bing, dan membawanya ke kamar. Sedangkan Leonathan langsung duduk, dan Kirani duduk disamping Leonathan. Leonathan menjauh, karena Kirani dekat dengannya.


"Tolong jaga jarakmu, karena aku sudah mempunyai istri sekarang." Sedikit tegas Leonathan, sambil melipat kedua tangannya.


"Kok kamu cuek gitu sih. Padahal aku habis pulang dari Swiss tahu. Masa kamu gak ada nanyain kabar aku gitu. Apa kamu gak rindu denganku. Padahal aku sayang banget sama, dan kamu malah nikah dengan wanita lain, bukannya aku." Ucap manja Kirani.


"Kalau tidak ada hal penting, tolong keluar dari rumah ini." Kembali tegas Leonathan.


"Aku kan hanya ingin bertemu denganmu. Apa itu salah?" tanya Kirani, sambil menaikkan alisnya.


"Jelas itu salah. Karena sekarang aku sudah memiliki keluarga yang bahagia, dan jangan merusak kebahagiaanku. Sebaiknya kau tidak pernah kembali. Kau malah membuatku marah." Jawab Leonathan dengan raut wajah tidak suka dengan Kirani.


"Kalau tidak ada hal penting tolong keluar. Karena aku benar benar lelah, dan tidak ingin bertemu dengan siapapun." Meminta Leonathan.


"Baiklah, aku akan keluar. Tapi, besok kita bertemu lagi, dan sampai jumpa sayang." Memberikan kiss jauh, dan langsung keluar dari rumah tersebut.


Disisi lain. Luciana sudah menidurkan baby Bing, dan Luciana juga sudah selesai mandi. Luciana mandi cepat, karena takut ia masuk angin.


Luciana sedang menghubungi Rose, "halo nyonya. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Rose.


"Tolong kamu cari data wanita yang bernama Kirani. Kalau kamu sudah menemukan data datanya, dan kepribadiannya secara detail. Kamu langsung kabari saya saja. Jangan tanya siapa, kamu hanya perlu mencari tahu tentang wanita itu." Jawab Luciana dengan jelas.


"Baik nyonya. Saya akan melakukannya dengan baik." Ucap Rose yang menurut.

__ADS_1


"Kalau begitu, terima kasih," langsung mematikan ponselnya.


"Aku baru tahu, kalau Leonathan mempunyai mantan terakhir. Kalau dilihat lihat, wanita itu


__ADS_2