Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 80: Silet


__ADS_3

Leonathan mendekatinya. Dan Luciana pun langsung menatapnya, sambil melotot bingung. "Ada apa sih denganmu?" tanya Luciana bingung.


"Ada apa dengan dirimu. Kau terus menjauhiku. Apa aku ada salah denganmu?" tanya balik Leonathan, dan mereka saling bertatapan.


"Pikirkan saja sendiri. Jangan tanya hal itu kepadaku," jawab Luciana mendorongnya, dan kembali menonton televisi, sambil mengemil cemilannya.


Leonathan pun duduk disampingnya, dan ikut menonton televisi tersebut. Tiba tiba saja, ada adegan ciuman di drama yang mereka tonton. Sontak pipi Leonathan memerah, dan ia melirik Luciana yang biasa biasa saja.


"Kenapa dia sangat tenang melihat adegan seperti ini." Ucap batin Leonathan.


"Soswet banget sih suaminya. Andai punya suami seperti itu." Sedikit keras Luciana, mengode Leonathan.


"Apa dia mengodeku. Apa dia ingin aku menciumnya juga. Tapi aku tidak mau kalau aku mengingkari kontrak itu. Argh." Bingung Leonathan langsung menuju dapur, untuk membuat susu hangat.


Luciana meliriknya, "ehm, aku tahu dia pasti akan pergi. Karena dia tidak ingin mengingkari janji kontrak itu. Terserah deh." Ujar Luciana sambil mengemil kembali.


Tiba tiba saja ada, terdengar bunyi bel rumah mereka. "Eh, siapa yang malam malam datang ya. Ini kan sudah tengah malam." Ucap Luciana langsung berdiri dan mengecek keadaan di luar.


Dan saat ia cek di luar. Tidak ada siapapun, "gak ada siapa siapa. Jadi siapa yang membunyikan bel tadi ya." Mencari cari, dengan melihat sekitarnya.


Saat Luciana melihat sekitarnya. Tiba tiba saja ia tertuju dengan sebuah kotak yang ada di bawahnya. "Eh, kotak apa ini," langsung mengambilnya dan melihatnya.


"Apa ada orang iseng," membawanya masuk ke dalam, dan menutup kembali pintu rumah tersebut.


Luciana pun langsung duduk kembali ke sofa ruang tamu. Dan datanglah Leonathan kembali," apa itu?" tanya Leonathan duduk kembali, dan meminum susu hangatnya.


"Entah. Sepertinya ada orang iseng, dan apa isinya ini." Jawab Luciana langsung membuka kotak misterius tersebut.


Dan saat Luciana membukanya. Tiba tiba saja tangannya langsung terkena silet, dan keluarlah darah dari jarinya. "Astaga," kaget Luciana, dan melempar kotak tersebut.

__ADS_1


Sontak Leonathan kaget, dan langsung menghampiri Luciana. "Ada apa denganmu?" tanya Leonathan meriah tangannya.


"Gak tahu tuh. Ada apa dengan kotak itu. Aku mah lihat dulu," jawabnya sambil mengambil kotak yang ia lempar.


"Biar aku saja," ucap Leonathan yang langsung mengambil kotak misterius tersebut.


Dan mereka kembali duduk, dan melihat bersama kotak misterius tersebut. Di dalam kotak misterius tersebut, ada sebuah boneka kecil, yang dipotong menjadi beberapa bagian dan semua bagian terbelah. Lalu ada tulisan yang tertulis, bahwa kau harus mati. Lalu banyak silet dan darah, di dalam kotak misterius tersebut.


"Astaga, siapa yang mengirimkan seperti ini. Sungguh menjijikkan." Ucap Luciana, sambil menahan darah yang ada dijarinya.


"Siapa yang mengirimkan kotak seperti ini?" bertanya tanya Leonathan.


"Pasti orang ini mau mencelakaiku. Tidak salah lagi, karena banyak orang yang tidak suka denganku. Tapi biarkanlah," ucap Luciana mengambil kotak yang ada ditangan Leonathan, dan langsung membuangnya ke tong sampah.


"Kasihan Luciana. Aku harus mengobati lukanya itu," ucap batin Leonathan mengambil kotak obat yang ada di bawah lemari ruang tamu.


Luciana kembali duduk, setelah membuang kotak misterius tersebut. "Sedang apa kamu?" tanya Luciana kepada Leonathan yang mencari kotak obat.


Leonathan pun meraih tangan Luciana, dan mulai mengobatinya dengan obat luka. "Kalau melihat Leonathan yang seperti ini. Aku merasa sangat hangat didekatnya. Aku ingin sekali memeluk tubuhnya yang hangat itu." Ucap batin Luciana senyum senyum sendiri melihat Leonathan.


"Tahanlah sedikit. Ini akan sakit," ujar Leonathan fokus mengobati luka Luciana.


"Aku kerjain dia aja deh," memiliki rencana.


"Auh, auh, sakit tahu. Aduh, kenapa kepalaku pusing banget ya." Ucap Luciana, sambil memegang kepalanya, dengan tangan kiri.


Sontak Leonathan langsung menatapnya, "darahmu begitu banyak keluar. Ada apa denganmu?" tanya Leonathan sedikit cemas dengannya.


Luciana meraih tangannya, "aku tidak apa apa. Dan jangan berlebihan seperti ini. Karena kau sendiri yang bilang, kalau kita hanya sebatas nikah kontrak. Aku tidak ingin, semakin mencintaimu. Yang pada akhirnya kau tidak mencintaiku. Itu akan membuat hatiku sakit." Jawab Luciana langsung naik ke lantai 2, dan masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Setelah Luciana masuk ke dalam kamarnya. Leonathan yang di bawah hanya bisa diam. "Benar juga yang dikatakan Luciana. Aku justru membuat hatinya sakit. Karena didalam kontrak tersebut, kami tidak boleh saling mencintai. Tapi kebalikannya, aku mencintainya. Bagaimana aku mengungkapkan perasaanku ini kepada Luciana." Bertanya tanya kepada dirinya sendiri, dan menundukkan kepalanya.


"Tapi aku harus menyelidiki siapa orang yang hendak melukai Luciana. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Luciana." Mengambil ponselnya, dan menghubungi sekretaris perusahaannya, dan pengawal yang ada di perusahaannya juga.


Sedangkan di kamar Luciana. Luciana berbaring, dan tertawa tipis. "Emang enak dikerjain. Rasain itu, makanya jangan sok romantis, kalau atas dasar kontrak itu. Hem." Sedikit kesal, dan memeluk bantal guling yang ada disampingnya.


Keesokan paginya. Dimana Luciana sudah bangun, dan sedang membuat sarapan pagi. "Aduh, aku jadi sedikit kesusahan karena luka ini. Omong omong, siapa yang mengirimkan benda seperti itu. Itu pasti dikirim oleh seseorang yang membenciku, dan tidak suka kalau aku tetap hidup. Tapi siapa dia, karena banyak orang yang tidak suka denganku." Ucap batin Luciana, sambil mengaduk masakan yang ia buat.


"Pagi mami," sapa baby Bing yang baru datang, dan sudah mengenakan pakaian sekolah rapi.


"Pagi juga sayang. Dimana papi kamu?" tanya Luciana sambil tersenyum.


"Papi sedang minum kopi di ruang tamu, sambil membaca koran. Apa mami tidak melihatnya?" jawab baby Bing sekaligus bertanya.


"Mami tadi tidak lihat sayang. Kalau begitu, kamu mau mami buatkan minuman apa sayang?" Jawab Luciana.


"Mau susu hangat aja deh ma, rasa vanilla," jawab baby Bing terus tersenyum.


"Baiklah sayang. Setelah mami membuat sarapan ini. Mami akan membuatkan susu untuk kamu." Ikut tersenyum Luciana.


Setelah beberapa menit. Sarapan pun selesai dibuat dan Luciana juga sudah selesai membuat susu vanilla untuk baby Bing.


"Ini susu kamu sayang," meletakannya dihadapan baby Bing.


"Terima kasih banyak mami," bahagia baby Bing.


"Sama sama sayang. Oh ya sayang, tolong kamu panggilkan papi kamu sayang, untuk sarapan. Mami minta tolong ya." Ucap Luciana minta bantuan dengannya.


"Siap mami," langsung turun dari kursinya, dan memanggil Leonathan yang ada di ruang tamu.

__ADS_1


Di ruang tamu, "aku harus mencari tahu. Siapa orang yang hendak mencelakai Luciana. Kalau terus dibiarkan, itu akan membuat orang yang mencelakai Luciana, semakin bertindak semena mena. Aku harus bertindak dengan cepat." Ucapnya dengan serius, sambil mengerutkan keningnya.


"Papi," panggil baby Bing kepada Leonathan.


__ADS_2