
"Yeah, aku bisa tidur dengan mami. Bing sangat bahagia." Bahagia baby Bing, kembali memeluk Luciana.
"Mami juga bahagia, karena akan tidur dengan kesayangan mami. Kalau begitu, mending kamu ganti pakaian dulu, dan makan. Kamu tidak boleh telat makan, nanti kamu tidak cepat besar. Dan jadinya kamu tidak bisa mengalahkan papi kamu." Ujar Luciana mengelus rambut baby Bing.
"Benar juga yang dikatakan mami. Aku harus menang dari papi, dan tentunya aku juga harus tampan. Agar aku bisa mengalahkan papi, dan bisa mengambil hati mami. Xixixixi." Ucap batin baby Bing, sambil memasang ekspresi menyimpan sesuatu.
Luciana meliriknya. "Anak ini sama seperti Leonathan. Sama sama ingin mendapatkan apa yang ia inginkan. Benar benar menggemaskan." Ucap batin Luciana.
"Kalau begitu, aku masuk dulu ke kamar ya mi. Sampai jumpa nanti mami." Melambaikan tangannya, dan langsung masuk ke kamarnya.
"Oh ya Rose, saya mau masuk ke ruang kerja suami saya. Kamu urus pekerjaan lainnya ya." Ujar Luciana langsung menuju ruang kerja Leonathan.
"Baik nyonya." Menundukkan badannya.
Luciana pun masuk ke ruang kerja Leonathan. Dan kembali menutup pintu tersebut. "Hai sayang." Sapa Luciana langsung duduk di sofa yang ada di ruang kerja Leonathan.
Sontak Leonathan yang sedang fokus melihat berkasnya, langsung menatap Luciana dengan dingin. "Kenapa tidak izin dulu, untuk masuk ke dalam ruang kerjaku?." Tanya Leonathan langsung meletakkan berkasnya, dan melipat kedua tangannya.
"Kan aku istri kamu, jadi terserah aku dong, kalau aku mau masuk tanpa izin atau gak. Kan aku bukan pelayan disini sayangku." Jawab Luciana tersenyum manis.
"Kita hanya nikah kontrak, jadi jangan harap kalau aku akan mencintaimu. Ini hanya sebatas orang tua yang membesarkan anaknya. Kamu paham kan." Jelas Leonathan kepada Luciana.
"Tahan Luciana, jangan marah, jangan pukul dia. Karena aku harus membuatnya luluh kepadaku. Aku harus membuatnya jatuh cinta kepadaku." Ucap batin Luciana menghela nafas panjang.
"Baik sayang, tapi kan kita sudah menjadi suami istri, walaupun dalam kontrak. Tapi cinta aku sama kamu, itu bukan kontrak. Tapi aku benar benar mencintaimu." Ucap Luciana menghampiri meja kerjanya, dan duduk diatas meja tersebut.
__ADS_1
Luciana pun memegang dasi Leonathan, dan dengan sigap Leonathan melepaskan tangannya, yang memegang dasinya. "Kamu jangan berani memegangku, atau kamu akan tahu akibatnya." Ucap Leonathan dengan dingin dan tanpa ekspresi apapun.
"Pria ini lama lama membuatku kesal deh. Aku tidak bisa menahan tubuhnya yang menggoda itu, dan bibirnya yang pink, seperti mulut kucing." Ucap batin Luciana tidak bisa menahannya, dan tanpa basa basi. Luciana menarik pakaian Leonathan, dan langsung menciumnya.
Sontak mata Leonathan langsung melotot. Dan Luciana memainkan lidah di dalam mulut mereka yang menyatu. Sontak pipi Leonathan memerah, dan ia langsung mendorong Luciana.
"Apa yang kamu lakukan barusan itu. Kamu mau mencoba bermain denganku." Ucap Leonathan menjauh darinya, dan langsung berdiri.
"Itu adalah hadiah untukmu sayang. Hadiah pernikahan. Dah sayangku." Ucap Luciana langsung keluar dari ruang kerja Leonathan.
Di dalam ruang kerja Leonathan. "Dia benar benar wanita yang berani menerobos keperawananku." Ucap batin Leonathan memegang bibirnya sendiri.
"Bibirnya sangat lembut, seperti puding yang kenyal. Astaga, kau tidak boleh jatuh cinta dengannya Leonathan." Memukul kepalanya dan kembali membereskan berkas pentingnya.
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya. Dan Luciana langsung membukakan pintu tersebut. "Halo nyonya. Ini gaun tadi nyonya, saya lupa mengambilnya dari bagasi tadi." Ucap yang tidak lain lagi ialah Rose, sambil membawa tas pakaian tersebut.
"Ouh, terima kasih banyak Rose. Hampir saja aku melupakannya. Aku masuk dulu, dan kamu istirahat saja. Jika ada yang menjelekkan mu, katakan padaku. Biar aku hadapi mereka. Kamu paham kan." Ujar Luciana sambil menaikkan alisnya.
"Baik nyonya, terima kasih banyak nyonya." Langsung pergi dari kamar Luciana, dan Luciana kembali menutup pintu kamarnya.
"Gaun ini benar benar indah. Pasti aku akan cantik seperti Lucinta Luna, hahahahah." Tertawa Luciana, sambil mencoba gaun yang ia pilih secara gratis.
Malam pun tiba, dimana Luciana sedang membuat makan malam untuk Leonathan dan baby Bing.
"Ini adalah masakan kesukaan Leonathan. Dulu, waktu kami punya waktu luang, saat makan malam. Aku melihat, kalau Leonathan menyukai rendang daging ini, dan sup ayam. Karena di masa lalu aku tidak pernah memasak untuknya, dan bahkan kami hanya bertemu pada saat makan malam. Aku jadi tidak peduli dengan apa yang aku sukai, karena aku tergila gila dengan Dayton itu."
__ADS_1
"Tapi kali ini, aku tidak akan membiarkan Leonathan lepas dari genggamanku. Aku akan membuatnya jatuh cinta, dalam waktu yang dekat." Ucap batin Luciana tersenyum, sambil mengaduk sup ayam tersebut.
Baby Bing dan Leonathan pun langsung datang ke meja makan. "Ehm, bau apa ini mami. Mami masak apa, sampai harum begini?." Tanya baby Bing langsung duduk di kursinya.
Luciana membalikkan badannya, dengan postur tubuh yang indah, dan rambut diikat. "Mama sedang membuat sup ayam dan rendang daging sayang. Semoga kalian berdua menyukainya." Jawab Luciana dengan bahagia.
"Itukan makanan kesukaanku. Kenapa Luciana bisa tahu, apa ini hanya kebetulan saja. Sudahlah." Ucap batin Leonathan langsung duduk di hadapan baby Bing.
Luciana pun meletakkan sup ayam tersebut, di mangkuk, dan makanan lainnya. Ia pun langsung meletakannya di atas meja makan.
"Mari kita makan, semoga kalian suka dengan masakannya." Ucap Luciana mengambil bagiannya.
Saat Leonathan mencobanya sup ayamnya. "Ehm, kenapa sup ayam ini enak banget. Aku ingin sekali nambah." Ucap batin Leonathan, langsung melahapnya langsung.
Luciana meliriknya. "Bagus, triknya berhasil." Kata batin Luciana, sambil tersenyum tipis.
"Mami, aku mau tambah sup ayamnya mi. Enak soalnya." Ucap baby Bing berkata duluan, dan Leonathan langsung meliriknya baby Bing.
"Baik sayang." Langsung meletakkan sup ayam di mangkuk milik baby Bing.
"Terima kasih banyak mami, aku suka sup ayamnya." Bahagia baby Bing, langsung mengunyah kembali sup ayam tersebut.
Luciana mengambil mangkuk sup milik Leonathan. "Ini untuk kamu juga sayang. Kamu juga pasti ingin minta tambah kan, tapi kamu malu. Jadi ini untuk kamu sayang." Ucap Luciana sudah meletakkan sup ayam kepada Leonathan, dan langsung memberikannya kepada Leonathan kembali.
"Kenapa Luciana
__ADS_1