
Di ruang tamu, "aku harus mencari tahu. Siapa orang yang hendak mencelakai Luciana. Kalau terus dibiarkan, itu akan membuat orang yang mencelakai Luciana, semakin bertindak semena mena. Aku harus bertindak dengan cepat." Ucapnya dengan serius, sambil mengerutkan keningnya.
"Papi," panggil baby Bing kepada Leonathan.
Sontak Leonathan langsung menatap wajah baby Bing, "ada apa?" tanyanya.
"Mari kita sarapan. Mami juga memanggil papi, untuk sarapan bersama." Jawab baby Bing, sambil tersenyum tipis.
"Baiklah, mari," merekapun bersama sama ke meja makan.
Dan sesampainya. Leonathan dan Luciana saling bertatapan, tapi Luciana langsung memalingkan wajahnya. "Mari duduk, dan cepat sarapan." Ujar Luciana meletakkan piring Leonathan dan baby Bing, bersama nasi dan lauk pauknya.
Merekapun duduk bersamaan, dan Leonathan menatap Luciana yang sedang meletakkan nasi dari mangkuk, ke piringnya. "Apa kau baik baik saja?" tanya Leonathan untuk memastikannya.
Luciana pun menatapnya sebentar, "aku tidak apa apa. Aku baik baik saja." Jawab Luciana dengan singkat.
Baby Bing melihat Luciana dan Leonathan seperti bertengkar, dan sudah menyadarinya. "Sepertinya mereka berdua sedang bertengkar." Ucap batin baby Bing.
"Apa mami dan papi bertengkar?" tanya baby Bing, sambil mengunyah makanannya.
Sontak Leonathan dan Luciana saling bertatapan, dan kembali menatap wajah baby Bing. "Mami dan papi kamu tidak bertengkar kok sayang. Hanya ada sedikit perdebatan saja sayang. Lebih baik kamu habiskan cepat sarapan kamu. Nanti terlambat lagi ke sekolah." Jawab Luciana sambil tersenyum, dan mengelus rambut baby Bing.
"Baiklah mami," ikut tersenyum baby Bing, dan kembali fokus ke sarapannya.
"Kali ini Luciana marah kembali denganku. Apa yang harus aku lakukan, agar dia tidak marah lagi denganku. Aku benar benar bingung dengan diriku sendiri." Ucap batin Leonathan, sambil mengunyah makanannya, dan mengerutkan keningnya.
Selesai makan. Luciana mengantarkan baby Bing ke depan rumah, untuk memberikan lambaian tangan. "Kamu belajarlah dengan tekun sayang. Mami menyayangimu." Memberi kan kiss jauh, dan melambaikan tangannya.
"Siap mami sayang. Dah mi," ikut melambaikan tangannya, dan mobil pun pergi.
Setelah baby Bing pergi. Luciana pun berbalik badan dan mau masuk ke dalam, dan tiba tiba saja ia berhadapan dengan Leonathan.
__ADS_1
Sontak mereka saling memandang, dan Luciana melihat dasi Leonathan yang berantakan. "Merapikan dasi saja tidak benar." Ucap Luciana sambil memperbaiki dasi Leonathan.
Leonathan pun melihat dasinya yang tidak beres, dan kembali menatap wajah Luciana yang fokus memperbaiki dasinya.
"Apa kau marah?" tanya Leonathan kepadanya.
"Sudahlah. Soal itu tidak perlu dipikirkan, dan cepatlah pergi ke perusahaan, sebelum terlambat. Karena aku juga harus pergi bekerja." Jawab Luciana langsung masuk ke dalam, untuk mengambil tasnya.
"Dia masih menyempatkan dirinya untuk tersenyum. Padahal aku sudah menyakiti hatinya. Apa aku ini pria yang benar benar buruk." Bertanya tanya kepada dirinya sendiri.
Leonathan pun langsung berangkat menuju perusahaannya, bersama Stefan.
Disisi lain, Luciana pun juga berangkat menuju perusahaan Princess Gown. Karena ia mau mengecek karyawan yang ada di perusahaannya.
Di perjalanan, "bagaimana perkembangan perusahaan sekarang?" tanya Luciana kepada Rose yang ada disampingnya juga.
"Semua berjalan dengan baik nyonya. Tapi, ada satu masalah nyonya." Jawab Rose dengan ekspresi serius.
"Sepertinya kemarin malam ada orang yang menyelinap masuk ke dalam perusahaan kita. Karena kemarin malam, ada dua penjaga yang pingsan di tempat. Dan saat pagi tadi, ternyata satu gaun berlian kita hilang nyonya." Jawab Rose dengan jelas.
"Gaun yang dilelangan itu kah?" memastikannya.
"Benar nyonya. Gaun yang dilelangan waktu itu, dan ini merupakan kejadian yang aneh nyonya. sepertinya dia sudah tahu letak letak dimana ruangan busana tersebut. Karena tidak ada satupun ruangan yang terbuka, kecuali ruangan busana itu nyonya." Jawab kembali Rose dengan detail.
"Baiklah. Nanti biar aku yang melihat langsung di sana." Ucap Luciana.
Sesampai perusahaan. Mereka berdua langsung turun dari mobil, dan masuk ke dalam perusahaan.
"Salam bu bos," ucap semua karyawan yang ada, termasuk Gita.
Luciana dan Rose langsung menuju ruang busana. "Habislah kamu Luciana bodoh,"
__ADS_1
Sesampai ruang busana. Mereka berdua langsung masuk ke dalam ruangan tersebut. "Dimana Kai?" tanya Luciana mencarinya.
"Hadir bu bos. Ada yang bisa saya bantu?" jawab Kai sekaligus bertanya.
"Kau kan yang menjadi manager Rose, dan kenapa gaun itu bisa hilang?" tanya balik Luciana langsung duduk, dan menyilangkan kakinya.
"Saya juga tidak tahu bu bos. Saat saya sampai tadi. Penjaga bilang, kalau ada yang menerebos masuk ke dalam, dan mereka dibuat pingsan. Sepertinya ada orang yang ingin perusahaan ini hancur." Jawab Kai dengan detail.
"Kalau begitu, periksa semua cctv yang ada. Saya mau lihat sekarang." Perintah Luciana kepada Rose dan Kai.
"Baik nyonya. Tadi kami juga sedang mengecek cctv yang ada. Dan katanya ada yang merusak cctv nya. Dan sekarang sedang diperbaiki. Mungkin saja sudah selesai diperbaiki. Mari Kai." Ujar Rose langsung ke ruang cctv bersama Kai.
Setelah Rose dan Kai pergi. Luciana memegang dagunya, dan memikirkan sesuatu. "Kenapa kejadiannya bertepatan, saat aku menerima hadiah itu. Apa ini dengan orang yang sama. Pasti, karena mereka melakukannya di waktu sama." Ucap Luciana.
Tiba tiba saja ada yang datang, dan ia adalah Gita. "Permisi bu bos," menundukkan kepalanya, dan langsung menatap wajah Luciana.
Sontak Luciana ikut menatapnya, "ada apa kau kemari?" tanya Luciana dengan ekspresi serius.
"Saya dengar kalau ada gaun bu bos yang diambil ya bu bos. Kenapa bisa seperti bu bos. Bukannya pengamanan di sini sangat ketat. Dan katanya gaun itu akan dikirim ke brand Gucci juga kan bu bos. Jadi bagaimana ini bu bos, dengan gaun yang hilang itu?" Jawab Gita sekaligus bertanya.
"Entahlah. Dan kau kemari, hanya mau mengatakan dan menanyakan hal itu saja. Kembalilah ke pekerjaanmu. Membuatku kesal saja." Jawab Luciana sambil mengusirnya.
"Maaf membuat bu bos marah. Kalau begitu, saya permisi." Menundukkan badannya, dan keluar dari ruang busana tersebut.
Di luar ruang busana, "rasakan itu Luciana. Gaunnya ada padaku, dan sudah aku tempatkan di rumah seseorang. Habislah kamu." Tersenyum puas Gita, dan kembali ke mejanya.
Sedangkan di dalam, Luciana berusaha tenang, dan mengamati situasi. "Omong omong, kalau aku lihat Gita. Dia datang hanya mau mengatakan hal itu saja. Aku jadi curiga dengannya. Apa ini ada sangkutannya dengannya. Aku harus cari tahu soalnya juga." Ucap batin Luciana.
Tiba tiba, ada yang datang kembali, dan ia adalah Rose dan Kai. Sontak Luciana membalikkan wajahnya, dan menatap mereka berdua.
"Bagaimana dengan kameranya. Apa sudah selesai diperbaiki?" tanya Luciana, sambil menaikkan alisnya.
__ADS_1